Saat hamil tujuh bulan, Kayla baru sadar bahwa pernikahannya hanyalah kebohongan.
Suaminya berselingkuh.
Mertuanya membencinya.
Dan rumah mewah yang dulu ia sebut rumah perlahan berubah menjadi neraka.
Padahal tanpa Kayla, Adrian Wijaya bukan siapa-siapa.
Dikhianati saat mengandung, dibuang ketika paling rapuh, Kayla memilih bangkit. Perlahan, wanita yang dulu diremehkan itu berubah menjadi sosok yang tak lagi bisa disentuh.
Kini saat semua pria mulai berlutut memperebutkan hatinya...
mantan suaminya justru kehilangan segalanya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Frenzy hrp, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Benang Merah yang Tersembunyi
Tiga jam berlalu tanpa terasa. Kamar VIP itu kembali senyap, hanya diseli-seli suara kecapan pelan dari boks bayi tempat Arsen kecil kembali tertidur pulas setelah kenyang menyusu. Kayla meletakkan bayinya dengan sangat hati-hati, membenarkan letak selimut bedungnya sebatas dada, lalu segera kembali ke posisinya di atas ranjang.
Fokusnya tidak berkurang sedikit pun. Kertas memo rumah sakit yang semula putih bersih kini sudah mulai dipenuhi oleh coretan angka, bagan arus kas yang rumit, dan panah-panah indikator yang dia garis tebal dengan pulpen hitam.
Mata Kayla menyipit, menatap lekat-lekat baris transaksi nomor 402 hingga 415 pada laporan triwulan kedua PT Mahkota Karya. Ada sesuatu yang sangat mengusik insting akuntansinya di sana.
"Biaya penyusutan nilai mesin tenun di pabrik utama tercatat sebesar dua puluh persen per tahun," gumam Kayla lirih pada dirinya sendiri. Jemari tangannya mengetuk-ngetuk pinggiran ponsel yang retak dengan ritme teratur. "Tapi di laporan pengeluaran operasional, ada biaya perawatan mesin berkala yang nilainya sangat fantastis setiap bulan. Alirannya pergi ke vendor eksternal bernama Apex Solutions Ltd."
Logika keuangan di kepala Kayla mulai bekerja cepat. Secara teori akuntansi, jika sebuah perusahaan manufaktur mengeluarkan biaya perawatan yang begitu besar untuk menjaga performa mesin tetap prima, seharusnya nilai penyusutan atau depresiasi fisik mesin tersebut tidak merosot setajam itu di laporan akhir tahun. Mesin yang dirawat dengan baik tidak akan kehilangan nilainya secepat itu.
Ini adalah trik manipulasi klasik yang cukup cerdas. Jajaran direksi PT Mahkota Karya sengaja memperbesar biaya operasional palsu melalui vendor luar negeri untuk menyedot kas keluar dari perusahaan secara legal, sekaligus menekan nilai aset mesin agar laporan laba-rugi mereka terlihat kecil di mata pemegang saham dan dinas pajak. Sebuah praktik penggelapan dana yang rapi, bersih, dan nyaris tidak berbekas bagi mata auditor awam.
Kayla segera membuka browser di ponselnya, mencoba melacak legalitas Apex Solutions Ltd. Seperti dugaannya, perusahaan itu terdaftar di wilayah tax haven (surga pajak) luar negeri yang protektif, membuat nama pemilik aslinya terkunci rapat di balik hukum kerahasiaan korporasi.
Namun, Kayla tidak menyerah. Seorang akuntan forensik yang andal tidak melacak nama, melainkan melacak jejak digital dari nomor rekening tujuan.
Dia kembali membedah basis data mentah yang dikirim Pratama & Co, mencari lampiran kode kliring internasional untuk transaksi tersebut. Setelah setengah jam berkutat dengan kode-kode bank yang rumit, mata Kayla menangkap satu detail kecil. Sebelum uang dari PT Mahkota Karya itu terbang ke rekening luar negeri Apex Solutions Ltd, dana tersebut selalu transit selama beberapa jam di sebuah rekening bank swasta lokal di Jakarta.
Rekening penampung sementara itu terdaftar atas nama sebuah agensi model dan manajemen bakat besar bernama V-Vanguard Management.
Kayla tertegun sejenak. Dahinya berkerut dalam. Kenapa sebuah perusahaan raksasa tekstil mengirimkan uang perawatan mesin pabrik ke sebuah agensi model? Skema pencucian uang ini mulai menunjukkan polanya. PT Mahkota Karya tampaknya sengaja menyamarkan aliran dana gelap mereka lewat industri hiburan yang perputaran uangnya dikenal sangat cair dan sulit dilacak.
Kayla belum tahu siapa orang di balik V-Vanguard Management itu, karena dia selama tiga tahun ini dikurung oleh Adrian di dalam rumah. Tapi satu hal yang pasti, dia telah menemukan ujung benang merah dari kasus korupsi besar ini. Jika dia bisa membuktikan bahwa transaksi ke agensi model itu adalah fiktif, maka seluruh jajaran direksi PT Mahkota Karya yang korup akan tamat.
Kayla bersandar di bantal rumah sakit, menarik napas dalam-dalam untuk meredakan ketegangan di kepalanya. Sambil memandangi coretan bagan di kertas memonya, sebuah senyuman tipis yang sarat akan rasa percaya diri terbit di wajah pucatnya.
Dua hari lalu, dia diusir seperti sampah karena dianggap sebagai wanita rumahan yang bodoh dan tidak punya nilai jual. Kini, dari atas ranjang rumah sakit yang sunyi ini, jemarinya memegang kartu as yang bisa mengguncang salah satu mitra bisnis terbesar di kota ini.
Kayla menggenggam pulpennya erat-erat, lalu menuliskan nama V-Vanguard Management di bagian paling atas catatan khususnya, menggarisbawahinya dua kali sebagai target analisis berikutnya.
Perjalanannya masih panjang, dan dia akan menikmati setiap proses pembongkaran labirin angka ini demi masa depannya dan Arsen.