NovelToon NovelToon
The Lunar Secret

The Lunar Secret

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Romansa Fantasi / Penyelamat
Popularitas:297
Nilai: 5
Nama Author: Miarosa

Selena selalu tahu bahwa dia berbeda. Sejak kecil, ia bisa merasakan sesuatu yang mengalir dalam darahnya, sesuatu yang lebih dari sekadar kekuatan seorang werewolf biasa. Namun, hidupnya berubah drastis ketika sebuah serangan brutal menghancurkan kawanan tempatnya dibesarkan.

Ditemani oleh Joan, seorang Alpha misterius yang menyimpan rahasia kelam, serta Riven, seorang pejuang yang setia tetapi penuh teka-teki, Selena harus menghadapi kenyataan pahit bahwa ada seorang pengkhianat di antara mereka. Seseorang yang menginginkannya untuk tujuan yang jauh lebih berbahaya.

Saat rahasia asal-usulnya mulai terkuak, Selena mendapati dirinya terjebak di antara dua pilihan, menerima kegelapan yang mengintainya atau bertarung demi cahaya yang hampir padam. Dengan dunia yang berada di ambang kehancuran dan hatinya yang terombang-ambing di antara kepercayaan dan pengkhianatan, Selena harus memilih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Miarosa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 1

Suara angin malam berdesir melewati pepohonan hutan di tepi kota kecil Ravenshire. Bulan purnama menggantung di langit, sinarnya memantul di permukaan sungai yang mengalir tenang. Pepohonan pinus yang menjulang tinggi menciptakan bayangan gelap yang bergerak perlahan seiring hembusan angin.

Di tengah kegelapan, suara langkah kaki terdengar samar hampir tenggelam oleh suara alam.

Selena Hayes menggigit bibirnya, menyorotkan senter ke depan dan matanya mencari tanda-tanda kehidupan di antara pepohonan. Ia merasa bodoh karena berada di sini sendirian, tapi sebagai dokter hewan, ia tidak bisa mengabaikan laporan remaja setempat yang mengatakan ada seekor serigala terluka di dekat sungai.

Ini aneh. Selama bertahun-tahun tinggal di Ravenshire, ia hampir tidak pernah melihat serigala berkeliaran di sekitar pemukiman manusia. Mereka biasanya tetap berada jauh di dalam hutan.

“Kalau aku mati di sini, ini sepenuhnya salahku sendiri,” gumamnya, mencoba mengusir rasa gugup.

Tiba-tiba ia melihat sesuatu di bawah sorotan senter. Di antara semak-semak yang remang-remang, tergeletak seekor serigala besar berbulu hitam pekat. Nafasnya berat dan dadanya naik turun dengan lemah. Darah menetes dari luka di bahunya, membentuk genangan gelap di tanah berumput.

Selena menelan ludah. Ia pernah menangani serigala sebelumnya, tetapi tidak dalam keadaan seperti ini. Biasanya hewan liar akan panik dan berusaha melawan ketika merasa terancam, tetapi serigala ini hanya diam.

Pelan-pelan ia berlutut, membuka kotak P3K yang dibawanya.

“Hey, aku tidak akan menyakitimu,” bisiknya, mencoba menenangkan hewan itu.

Saat ia merogoh perban, serigala itu tiba-tiba membuka matanya. Sepasang mata emas terang menatapnya tajam, seolah langsung menusuk ke dalam jiwanya.

Jantung Selena mencelos. Ia menahan napas, merasa seolah dirinya terpaku di tempat. Itu bukan tatapan biasa. Ada sesuatu yang asing sesuatu yang terlalu manusiawi.

Sebelum ia sempat berpikir lebih jauh, tubuh serigala itu mulai bergetar.

Awalnya hanya sedikit. Namun dalam hitungan detik, getaran itu berubah menjadi kejang-kejang hebat. Tulang-tulang bergeser, bulu hitam perlahan menghilang, dan suara retakan terdengar samar di udara.

Selena terbelalak, ingin berlari, tetapi tubuhnya tidak bisa bergerak.

Di hadapannya, serigala yang tadi tergeletak kini telah berubah menjadi seorang pria.

Selena terhuyung mundur, lututnya gemetar. Otaknya mencoba memahami apa yang baru saja terjadi, tetapi tidak ada penjelasan logis untuk itu.

Seorang pria dengan tubuh tegap dan bahu lebar kini duduk bersandar di batang pohon, di tempat serigala tadi berada. Rambutnya hitam berantakan dan matanya berwarna emas yang sama sedang menatapnya dengan ekspresi kelelahan.

Ia tampak kesakitan. Luka di bahunya masih berdarah dan dadanya naik turun dengan berat.

Selena merasa seharusnya ia berlari. Ini tidak masuk akal. Ini tidak mungkin nyata.

Namun, naluri lain dalam dirinya mengambil alih untuk menyelamatkannya.

Ia mengambil napas dalam, berusaha mengendalikan diri.

“Siapa kamu?”

Pria itu menatapnya sejenak sebelum tersenyum tipis. “Namaku Joan.”

Suara baritonnya dalam, sedikit serak, seolah ia sudah terlalu lama menahan rasa sakit.

Selena menelan ludah, tangannya masih gemetar. “Kamu baru saja berubah dari serigala menjadi manusia.”

Joan mengangguk pelan, lalu mencoba duduk lebih tegak, meskipun jelas itu membuatnya kesakitan. “Aku tahu ini sulit dipercaya.”

“Sulit dipercaya?!” suara Selena meninggi. “Ini tidak mungkin! Ini seharusnya tidak bisa terjadi!”

Joan menghela napas lemah. “Kamu melihatnya sendiri.”

Selena tidak tahu harus berkata apa. Semua logika yang selama ini ia percayai runtuh begitu saja. Ia harusnya takut dan seharusnya berlari sejauh mungkin, tapi yang ia lihat sekarang hanyalah seorang pria yang terluka, seorang pria yang mungkin akan mati jika ia tidak melakukan sesuatu.

Selena mengepalkan tangannya dan mencoba meredakan ketakutannya. “Aku tidak tahu apa yang terjadi di sini, tapi kamu sedang sekarat. Aku bisa membantumu.”

Joan menatapnya lama seolah mencoba menilai apakah ia bisa mempercayainya.

Akhirnya, ia tersenyum kecil.

“Aku akan menerima bantuanmu, Selena.”

Jantung Selena sedikit berdebar saat mendengar namanya disebut. Ia tidak ingat pernah memberitahunya.

Selena membantu Joan berdiri, meskipun berat tubuh pria itu membuatnya sedikit oleng.

“Kita harus pergi sebelum mereka menemukanku,” ujar Joan dengan suara pelan.

Selena mengernyit. “Mereka siapa?”

Joan tidak sempat menjawab. Dari kejauhan terdengar suara langkah kaki mendekat dengan cepat.

Selena menoleh, merasakan bulu kuduknya berdiri. Ada sesuatu atau seseorang di dalam hutan dan instingnya berteriak bahwa mereka tidak memiliki niat baik.

“Tidak ada waktu. Kita harus keluar dari sini," gumam Joan.

Tanpa membuang waktu, Selena merangkul tubuh Joan dan membantunya berjalan menuju mobilnya. Sesampainya di Jeep Wrangler miliknya, ia membantu Joan masuk ke kursi penumpang sebelum cepat-cepat masuk dan menyalakan mesin.

Dengan satu tarikan napas, ia menekan pedal gas dan melajukan mobilnya keluar dari hutan, meninggalkan suara-suara misterius di belakang mereka.

Selama beberapa menit pertama, tidak ada yang berbicara hanya suara mesin dan napas berat Joan yang memenuhi udara.

Selena akhirnya memberanikan diri untuk bertanya.

“Siapa yang mengejarmu?”

Joan menoleh padanya dan tatapan emasnya penuh rahasia.

“Kamu tidak ingin tahu, Selena.”

Selena menggigit bibirnya. Ia sudah terlibat dalam sesuatu yang jauh lebih besar dari yang ia bayangkan dan ia tahu, tidak ada jalan untuk kembali.

***

Sesampainya di rumahnya, Selena buru-buru membantu Joan masuk dan mendudukannya di sofa ruang tamu. Rumahnya kecil tetapi nyaman dengan rak buku penuh jurnal medis dan novel.

Selena mengambil peralatan medisnya dan mulai membersihkan luka Joan. Saat jarinya menyentuh kulit pria itu, ia merasakan otot-ototnya menegang.

“Kamu tidak bereaksi banyak terhadap rasa sakit,” gumamnya.

Joan tersenyum kecil. “Aku pernah mengalami yang lebih buruk.”

Selena ingin bertanya lebih banyak, tetapi ia menahan diri. Ia menyelesaikan jahitan terakhir di luka Joan sebelum akhirnya duduk di lantai dan menatapnya dengan tatapan serius. Ia mencoba untuk bertanya lagi tentang siapa yang mengejar Joan.

"Siapa mereka?”

Joan menatapnya lama, lalu akhirnya menjawab dengan suara pelan.

“Kawanan lain. Mereka ingin aku mati.”

Selena menahan napas. “Kenapa?”

Joan menatapnya dan mata emasnya berkilat samar di bawah cahaya lampu.

“Karena aku adalah seorang alpha.”

Selena duduk di lantai ruang tamunya, menatap pria di depannya dengan perasaan bercampur aduk. Joan bersandar lelah di sofa, matanya yang keemasan masih memancarkan ketajaman meski tubuhnya terlihat lemah.

Baru beberapa menit yang lalu, ia menyaksikan sesuatu yang seharusnya tidak mungkin terjadi, seorang serigala berubah menjadi manusia tepat di hadapannya dan sekarang pria itu mengaku sebagai alpha, pemimpin dari sekelompok werewolf.

Selena menghembuskan napas panjang, berusaha memahami situasinya. "Baiklah. Aku butuh penjelasan."

1
Astiana 💕
aku dah kirim bunga kak, semangat ya💪
Miarosa: terima kasih 😊
total 1 replies
Astiana 💕
aku mampir ya kak, baru awal baca seperti nya menarik, semangat 💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!