NovelToon NovelToon
The End Of Before

The End Of Before

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:8.7k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di usia 27 tahun, Vivian Wheeler mengira hidupnya sempurna—hingga ia mendapati dirinya menjadi "pelakor" tanpa sengaja dalam satu hari yang sama.

Setelah memergoki pengkhianatan George, Kekasihnya, yang ternyata telah beristri, Vivian kembali dihantam badai saat dituduh sebagai selingkuhan oleh seorang remaja histeris yang mengamuk hingga merusak mobil Porsche-nya.

Penyebabnya? Logan Enver-Valerio, pemuda 20 tahun yang angkuh, menggunakan foto Acak Vivian sebagai alasan palsu untuk memutuskan Moana.

Tak terima dihina "wanita tua" dan dijadikan tameng, Vivian mendatangi kampus Logan dengan penampilan yang menipu usia, siap memberi pelajaran pada bocah ingusan tersebut.

Pertarungan ego antara sang pewaris tegas dan brondong ini pun dimulai. Siapakah yang akan menyerah saat mulai mencampuradukkan dendam dan obsesi?

🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#5

Malam di Los Angeles biasanya menjadi waktu favorit Vivian untuk merenung di balkon penthouse-nya yang mewah, ditemani segelas red wine dan hamparan lampu kota yang tampak seperti berlian tercecer. Namun, malam ini, keheningan itu justru terasa mencekam.

Bibirnya masih terasa sedikit panas, sebuah sensasi hantu yang ditinggalkan oleh Logan Enver-Valerio.

"Brengsek," desis Vivian, jemarinya menyentuh bibirnya sendiri. "Bagaimana bisa aku membiarkan anak kemarin sore itu menyentuhku?"

Bukan hanya ciuman itu yang membuatnya terjaga, tapi fakta bahwa ia sama sekali tidak menolak. Vivian merasa mengkhianati dirinya sendiri. Dia adalah wanita yang telah menolak George selama satu tahun untuk urusan ranjang, menjaga mahkotanya dengan harga diri yang setinggi langit. Namun, dalam satu sore di parkiran kampus yang panas, pertahanannya nyaris runtuh hanya karena provokasi seorang mahasiswa berusia dua puluh tahun.

Vivian bangkit dari kursi malasnya, berjalan menuju meja kerjanya yang terbuat dari kayu mahoni gelap. Dia membuka laptopnya dan menatap draf tagihan yang sudah disiapkan oleh asisten pribadinya, Sarah.

Rincian Kerusakan Porsche 911 Carrera:

Penggantian Kaca Depan (OEM): $2,500

Pengecatan Ulang Seluruh Bodi $8,000

Perbaikan Interior dan Detail Khusus: $1,500

Biaya Depresiasi Nilai Kendaraan: $15,000

Biaya Konsultasi Hukum dan Kerugian materi $25,000

Total Tagihan: $52,000

Vivian tersenyum sinis. Angka itu mungkin kecil bagi keluarga Wheeler, namun bagi seorang mahasiswa, itu adalah angka yang cukup untuk membuat mereka tersedak. Vivian sengaja menambahkan biaya kerugian karena namanya telah dicemarkan sebagai pelakor di depan umum.

"Mari kita lihat seberapa 'jantan' kau saat tagihan ini sampai di tangan ayahmu, Logan," gumam Vivian. Dia menekan tombol send pada surel yang ditujukan langsung ke kantor pengacara keluarga Enver-Valerio.

Keesokan harinya, di sebuah lapangan basket indoor pribadi milik keluarga Enver-Valerio, suara pantulan bola bergema keras. Logan sedang melakukan dunk bertubi-tubi, keringat mengucur deras di tubuhnya yang atletis. Setiap kali dia melompat, bayangan wajah Vivian Wheeler yang terkejut dan memerah setelah ciuman itu muncul di benaknya.

"Sial, dia benar-benar membuatku gila," gumam Logan, menyugar rambutnya yang basah.

Seorang pria paruh baya dengan setelan jas abu-abu yang sangat rapi berjalan masuk ke lapangan. Dia adalah Thomas, pengacara kepercayaan ayah Logan. Wajahnya tampak serius, membawa sebuah map kulit berwarna hitam.

"Tuan Muda Logan," panggil Thomas.

Logan berhenti mendribel bola, napasnya memburu. "Ada apa, Thomas? Apa Ayah menyuruhmu menjemputku untuk rapat perusahaan yang membosankan itu lagi?"

"Bukan, Tuan Muda. Ini tentang... sebuah insiden di kampus kemarin. Seseorang mengirimkan tuntutan ganti rugi yang cukup... unik."

Thomas menyodorkan map itu. Logan membukanya dengan santai, namun matanya langsung menyipit saat melihat nama pengirimnya: Vivian Wheeler.

Matanya menyapu angka total di bawah kertas itu. Lima puluh dua ribu dolar.

Logan tertawa pendek, tawa yang terdengar sangat meremehkan. "Wanita ini benar-benar niat sekali. Lima puluh dua ribu dolar untuk sebuah coretan pilox dan kaca retak? Dia pikir dia sedang menjual mobil baru?"

"Masalahnya bukan pada uangnya, Tuan Muda," Thomas berdehem cemas. "Nona Wheeler menyertakan bukti foto Moana Aden yang sedang melakukan pengrusakan, serta kesaksian bahwa Moana melakukannya karena mengira Nona Wheeler adalah selingkuhan Anda. Jika ini sampai ke meja Tuan Besar Enver-Valerio, beliau akan sangat murka karena nama baik keluarga dipertaruhkan dalam skandal asmara murahan."

Logan terdiam. Ayahnya, Marcus Enver-Valerio, adalah pria yang sangat kaku. Baginya, skandal adalah dosa besar. Logan bisa saja membayar uang itu dengan tabungan pribadinya, tapi Vivian tidak mengirim tagihan ini ke ponselnya. Dia mengirimnya ke jalur hukum keluarga.

"Dia ingin bermain cantik, rupanya," bisik Logan, matanya berkilat penuh gairah kompetitif. "Dia ingin aku berlutut dan memohon agar masalah ini tidak sampai ke telinga Ayah."

"Apa yang harus saya lakukan, Tuan Muda? Apakah kita bayar diam-diam?"

"Tidak," Logan melempar bola basketnya tepat ke dalam keranjang dari jarak jauh. Swish. "Jangan lakukan apa-apa. Biarkan aku yang menangani 'tagihan' ini secara pribadi."

Sore itu, Vivian baru saja menyelesaikan rapat dengan klien penting di kantor desain interiornya yang elegan di kawasan West Hollywood. Saat dia melangkah menuju lobi, dia melihat kerumunan staf wanitanya sedang berbisik-bisik sambil menatap ke arah pintu keluar.

Di sana, bersandar pada sebuah motor sport Ducati hitam yang sangar, berdiri Logan. Dia mengenakan jaket kulit hitam di atas kaos putih, celana jeans gelap, dan kacamata hitam. Penampilannya sangat kontras dengan lingkungan kantor Vivian yang minimalis dan formal.

Vivian menghela napas panjang, mencoba menguatkan jantungnya yang tiba-tiba berdegup kencang. "Kenapa anak ini ada di sini?"

Vivian berjalan mendekat dengan langkah mantap, sepatu hak tingginya berbunyi klak-klak di atas lantai marmer. "Kau punya waktu sepuluh detik untuk pergi sebelum aku memanggil keamanan, Logan."

Logan melepas kacamata hitamnya, menampakkan mata gelapnya yang selalu tampak sedang menelanjangi lawan bicaranya. Dia tidak tampak takut atau tertekan karena tagihan puluhan ribu dolar itu.

"Hanya sepuluh detik? Kau pelit sekali, Kak," goda Logan. Dia merogoh saku jaketnya dan mengeluarkan selembar cek yang sudah ditandatangani. "Aku datang untuk membayar hutangku."

Vivian berhenti tepat di depan Logan, menyilangkan tangan di dada. "Kau bisa mengirimnya lewat pengacara. Tidak perlu datang ke kantor pribadiku."

"Pengacara tidak bisa melakukan apa yang ingin kulakukan," ucap Logan dengan suara rendah yang membuat bulu kuduk Vivian berdiri. Logan menyodorkan cek itu, tapi saat Vivian hendak mengambilnya, Logan menariknya kembali. "Tapi ada satu masalah. Angka di sini tidak cukup."

Vivian mengernyit. "Maksudmu?"

"Lima puluh dua ribu dolar untuk mobil? Itu mudah. Tapi untuk harga diriku yang kau injak-injak di kantin kemarin? Itu jauh lebih mahal, Vivian."

Logan melangkah maju, memaksa Vivian mundur hingga punggungnya menyentuh pilar besar di lobi kantor. Aroma parfum maskulin yang bercampur dengan bau aspal dan kebebasan menguar dari tubuh Logan.

"Kau mengirim tagihan itu ke kantorku karena kau ingin aku takut, kan? Kau ingin aku merasa seperti bocah yang sedang dihukum ibunya?" Logan mendekatkan wajahnya, suaranya kini hanya berupa bisikan di telinga Vivian. "Tapi kau salah perhitungan. Aku bukan bocah yang bisa kau remehkan hanya karena umurku lebih muda tujuh tahun darimu."

"Logan, ini kantor publik, jaga sikapmu!" desis Vivian, matanya melirik cemas ke arah stafnya yang masih menonton dari kejauhan.

"Kalau begitu, mari kita bicara di tempat yang tidak publik," Logan menyeringai. Dia menyerahkan cek itu ke tangan Vivian secara paksa, jemarinya sengaja mengelus telapak tangan Vivian dengan lembut namun provokatif. "Uang itu untuk mobilmu. Tapi untuk urusan kita berdua... aku punya cara bayar yang lain."

"Aku tidak tertarik dengan apa pun yang kau tawarkan," sahut Vivian ketus, meski hatinya bergetar.

"Benarkah? Padahal aku baru saja akan menawarkan untuk menjadi 'pelakor' sungguhan di hidupmu," Logan tertawa kecil, tawa yang terdengar sangat seksi sekaligus menyebalkan. "Besok malam, jam delapan. Aku akan menjemputmu. Dan jangan pakai baju seperti anak kuliahan lagi. Aku lebih suka kau yang asli. Wanita dewasa yang sombong dan sulit ditaklukkan."

"Aku tidak akan pergi!"

"Akan kujamin, jika kau tidak datang, besok pagi seluruh Los Angeles akan tahu bahwa Vivian Wheeler yang terhormat baru saja mencium seorang mahasiswa dengan sangat... antusias," ancam Logan dengan kedipan mata yang nakal.

Logan memakai kembali kacamata hitamnya, menghidupkan mesin motornya yang menderu keras, dan pergi meninggalkan Vivian yang berdiri terpaku dengan cek senilai lima puluh dua ribu dolar di tangannya.

Vivian menatap cek itu, lalu menatap jalanan tempat Logan menghilang. Dia merasa kesal, marah, tapi di suatu sudut hatinya yang paling dalam, ada percikan kegembiraan yang menakutkan. Perasaan yang tidak pernah diberikan George. Perasaan seperti sedang bermain api dengan seseorang yang sangat tahu cara membakar segalanya.

"Bocah itu benar-benar ingin bermain," gumam Vivian, meremas cek di tangannya. "Baiklah, Logan. Mari kita lihat siapa yang akan terbakar lebih dulu."

Babak baru telah dimulai. Bukan lagi soal mobil yang rusak atau status pelakor, tapi soal siapa yang akan memegang kendali dalam permainan gila yang mereka ciptakan sendiri. Dan Vivian Wheeler, tidak pernah berencana untuk kalah.

1
ren_iren
pokoknya dar der dorrr🤭😂
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Daddy udh tau ini 🙈🙈🙈
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Efek msh darah muda juga itu ya, De 🤦🤦🤦
total 4 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Biar cinta segi4 mreka mnemukan jalan keluar terbaik wlau hrs mlewati neraka 🙈🙈🙈
Ros 🍂: ngakak ya tuhan 🤣🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Dad, Mom, itu Kedua Putra Putri kalian udh mlakuan ksalahn & mnyebabkn Flo hancur 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Ok, Ade ❤️🤗😘
total 9 replies
Nasya Sifa Aura
sdh lu tebak apa elowen tau y klau itu bkn kk kandung ny
Ros 🍂: ayo main tebak-tebakan kak😭🤣🤣🙏
total 1 replies
Ros 🍂
Nah Benar.🥰🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Tnyata oh tnyata, Elowen ...
Ros 🍂: Huhuhu terharu 🥹😭🤣
total 5 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd inget Kartun, Flo & Al sperti Tom & Jerry 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Bener, Ade 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Moveee, Felix, klo gk mau, cwe yg kau cintai direbut Ade mu 🤦🤦🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Blummm... msh otw jd kekasih 🤣🤣🤣
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Hi hi 🤣🤣🤣
total 2 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Wkwkwkw siapa yg pernah ke neraka 🤭🤭🤭
ren_iren
nah loh bau bau huru hara akan terjadi.... 🤭
Ros 🍂: Wkwkw siapkan diri kak 🤣🙏🥰
total 1 replies
Dev..
Vivian keterlaluan banget, dia dominan di hubungkan pernikahan, padahal harusnya ada proses diskusi utk ambil keputusan..😌
Ros 🍂: Nah benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Logan gk mau Putra ny mngalami hal yg sama sperti diri ny dulu 👍👍👍
Ros 🍂: Benar kak🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Aduh, Logan, ini Putra mu, bikin 'mual' 🤣🤣🤣
Ros 🍂: besar dimulut kak😭🥰
total 3 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Auuu auuu suka hewan purba ternyata 🤭🤭🤭
Ros 🍂: cap Dino nggak tuh 🫶🤣
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor aku blm, ngantuk msh di tggu up selanjut ny
Ros 🍂: kak🫶🥰
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
Jd kacian liat nasib Flo 😔😔😔
Ros 🍂: huhu 🥹
total 1 replies
Nasya Sifa Aura
thor buat donk cerita ank2 ny logan and vivian
Ros 🍂: udah ya kak 🤭🫶
total 1 replies
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④
hi hi kadal, aduh hewan imut itu 🤣🤭🤦
❥␠⃝ ͭ🍁𝐘𝐖💃🆂🅾🅿🅰🅴⓪④: Asyiiiaaappp, Ade 🤣🤭👍
total 8 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!