NovelToon NovelToon
Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Boss Kecil Bekerja Keras Dizaman Kuno!

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Epik Petualangan / Transmigrasi
Popularitas:305
Nilai: 5
Nama Author: Mooi Xyujin

Dunia di mata Shen Yu terbagi menjadi dua: realitas yang membosankan dan dunia fiksi yang ia cintai. Di usianya yang baru menginjak 23 tahun, sebagian besar waktunya dihabiskan dengan hidung menempel pada halaman buku atau layar ponsel.

Ia bukan sekadar membaca—ia hidup di dalamnya.

Setiap kali menyelesaikan sebuah bab, imajinasinya tidak pernah berhenti berpikir. Ia sering membayangkan betapa indahnya jika bisa melangkah melewati batas kertas, menjadi tokoh utama yang mengalami petualangan epik, romansa yang mendebarkan, atau bahkan nasib tragis yang penuh drama.

Apa pun juga bentuknya, asalkan lebih berwarna daripada hidupnya yang datar ini.

"Ah, andai saja aku benar-benar bisa masuk ke dalam cerita..." gumamnya pelan sambil menyimpan novel yang baru saja selesai dibaca ke dalam tas.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mooi Xyujin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17

Shen Yu berjalan dengan tenang menyusuri lorong dalam gedung yang sepi dan teduh. Langkahnya ringan, dan suara khasnya "ting... ting..." terdengar lembut memecah keheningan. Ia turun melalui tangga samping menuju area lantai satu, tepat di bagian belakang panggung.

Tiba-tiba, dari arah berlawanan datang seorang pelayan muda yang sedang membawa nampan berisi air minum. Saat mata mereka bertemu, pelayan itu langsung terhenti dan menatap Shen Yu dengan mata terbelalak.

Wajahnya tampak bingung, namun sepasang matanya yang tajam terasa sangat familiar. Entah kenapa, pelayan muda itu merasa seolah-olah pernah melihat pemuda misterius ini sebelumnya.

Shen Yu tidak peduli apakah pelayan itu mengenalnya atau tidak. Ia langsung berhenti dan menatap anak itu.

"Kau..." ucap Shen Yu dengan lembut.

Pelayan muda itu tersentak lalu buru-buru membungkuk hormat. "Se... selamat datang, Tuan! Ada yang bisa saya bantu?"

"Tunjukkan jalan padaku untuk menemui Tuan Zhao," perintah Shen Yu dengan singkat dan jelas.

"Baik! Baik! Segera, Tuan!" jawab pelayan itu dengan sigap. Rasa takutnya hilang dan digantikan rasa hormat yang tinggi. Ia segera memutar badan dan memimpin jalan.

"Tuan Zhao sedang berada di ruang persiapan dekat panggung utama. Mari saya antar Tuan lewat sini."

Shen Yu pun mengikutinya dari belakang, merasa lega karena akhirnya bisa bertemu dengan penyelenggara acara sebelum lelang dimulai.

Di ruang depan, Tuan Zhao terlihat semakin sibuk sekali. Keringat terus mengalir membasahi dahinya, namun matanya berbinar penuh antusias melihat gedung itu benar-benar penuh sesak oleh para tamu kehormatan.

"Hebat... sungguh di luar dugaan!" gumamnya dengan puas. "Reputasi toko kita benar-benar terangkat hari ini."

Namun, kepanikan soal kemacetan di luar masih belum hilang. Ia tahu banyak tamu penting yang masih terjebak dan belum bisa masuk.

Tuan Zhao segera melambai memanggil kepala penjaga.

"Cepat! Kerahkan semua orang cadangan ke depan gedung!" perintah Tuan Zhao dengan tegas. "Bantu petugas lalu lintas mengatur kendaraan! Kita tidak bisa membiarkan kemacetan berlanjut seperti ini; acara akan segera dimulai sebentar lagi!"

"Siap, Tuan!" seru kepala penjaga lalu segera berlari keluar menjalankan perintah.

Tuan Zhao menghela napas panjang, menyeka keringat di wajahnya dengan sapu tangan sutra.

"Semoga lancar... semoga lancar..." bisiknya sambil menenangkan diri.

Tepat saat ia hendak berbalik masuk ke area panggung, pelayan muda yang tadi ia suruh mencari tamu datang berlari terengah-engah, diikuti oleh sosok yang membuat jantung Tuan Zhao seketika berhenti berdetak.

"Tuan Zhao! Tamu sudah datang!"

Tuan Zhao menoleh dan matanya langsung terpaku pada sosok yang berdiri di hadapannya. Ia tertegun sejenak, menatap pria berjubah merah darah dengan topeng rubah itu dari ujung kepala sampai ujung kaki.

Aura yang dipancarkan sosok ini begitu gagah dan misterius, jauh berbeda dari pemuda desa yang ia temui beberapa hari lalu. Namun, postur tubuh dan tatapan matanya... ia yakin 100% ini adalah orangnya.

"Tuan... Shen?" tanya Tuan Zhao dengan ragu, suaranya sedikit bergetar.

Shen Yu mengangguk pelan sebagai tanda mengiyakan.

"Benar ini saya. Jangan terpaku begitu, Tuan Zhao," ucap Shen Yu dengan nada tenang namun berwibawa. "Waktu tidak menunggu. Katakan padaku, apakah acara lelang ini akan segera dimulai atau masih ada penundaan?"

Tuan Zhao baru sadar dan segera menepuk dahinya sendiri. Ia buru-buru membungkuk hormat, senyum lebar kembali terukir di wajahnya.

"Oh! Maafkan saya, Tuan Shen! Pakaian Tuan hari ini sungguh... luar biasa megah hingga membuat saya lupa bicara," puji Tuan Zhao dengan tulus.

Ia lalu menunjuk ke arah aula utama yang sudah penuh sesak.

"Semua persiapan sudah 100% selesai, Tuan. Para tamu penting hampir seluruhnya sudah masuk dan duduk di tempatnya. Acara bisa dimulai kapan saja, bahkan tepat saat ini juga!"

Wajah Tuan Zhao penuh semangat. "Tuan silakan masuk ke area VIP di lantai atas atau di belakang layar. Barang Anda sudah kami tunggu untuk ditampilkan sebagai bintang utama!"

Shen Yu mengangguk pelan, lalu mengikuti langkah Tuan Zhao menuju tangga utama. Mereka naik ke lantai dua yang lebih tinggi dan eksklusif, tempat para tamu bisa melihat seluruh panggung dengan jelas tanpa perlu berdesakan.

Sesampainya di depan sebuah pintu besar, Tuan Zhao membukanya dan mempersilakan Shen Yu masuk. Ruangan ini luas dan mewah, dan yang paling mengejutkan—di dalamnya hanya tersedia satu set kursi tamu yang besar.

"Kenapa hanya satu tempat?" tanya Shen Yu sambil berjalan masuk dan melihat sekeliling.

Tuan Zhao tersenyum penuh penghormatan."Karena Tuan adalah pemilik barang paling berharga hari ini, saya sengaja sediakan ruangan khusus untuk Tuan saja. Saya tidak ingin ada orang lain mengganggu ketenangan Tuan atau terlalu banyak bertanya. Silakan nikmati acaranya dari sini dengan aman."

Shen Yu merasa sangat puas. "Kau benar-benar memikirkan segalanya dengan baik. Terima kasih, Tuan Zhao."

Tanpa membuang waktu lagi, Shen Yu berkata,"Baiklah, sekarang pergilah dan mulai acaranya. Jangan biarkan tamu menunggu terlalu lama."

Dengan gerakan hati-hati, Shen Yu mengeluarkan kantung kain kecil dari dadanya dan menyerahkannya tepat ke tangan Tuan Zhao.

"Ini dia... Permata Matahari. Lakukan yang terbaik."

Tuan Zhao menerima benda itu dengan kedua tangan, seolah memegang nyawanya sendiri.Napasnya tertahan saat merasakan bobot dan keberadaan benda ajaib itu di dalamnya.

"Percayakan semuanya pada saya, Tuan!" ucap Tuan Zhao dengan tegas.

Sebelum berbalik pergi, ia menoleh kembali dengan pertanyaan penting. "Oh iya, Tuan Shen. Berapa harga awal yang harus saya pasang untuk permata ini? Berapa koin emas sebagai penawar pertama?"

Shen Yu bersandar santai di kursi empuk yang terbuat dari kulit berkualitas tinggi. Wajahnya di balik topeng rubah tampak tenang dan sepenuhnya percaya diri.

Mendengar pertanyaan Tuan Zhao, Shen Yu hanya mengangkat bahu sedikit dan menjawab dengan nada datar, seolah membicarakan harga sayur di pasar.

"Pasang harga awalnya 3000 tael emas," ucapnya singkat.

DEG!

Jantung Tuan Zhao seakan melonjak keluar dari dadanya. Matanya membelalak lebar dan berbinar tak percaya, napasnya tertahan seketika.

"3000... 3000 tael emas?!" bisiknya dengan suara bergetar. Keringat dingin langsung membasahi punggungnya, namun kali ini karena kegembiraan yang luar biasa.

Di zaman ini, 3000 tael emas adalah jumlah uang yang sangat besar—cukup untuk membeli sebuah rumah besar di kota atau tanah pertanian yang luas. Itu adalah harga pembukaan yang setara dengan barang antik tingkat tinggi!

Tuan Zhao menatap Shen Yu dengan pandangan yang kini berubah menjadi penuh kekaguman mendalam.

'Benar-benar orang hebat! Tidak heran dia berani memakai pakaian mewah seperti ini. Harga awalnya saja sudah setara harta orang biasa seumur hidup. Pasti barang ini nilainya jauh di atas imajinasi kita semua!' batin Tuan Zhao meledak antusias.

Ia membungkuk dalam-dalam hingga hampir menyentuh lantai.

"Siap, Tuan! Saya mengerti! Harga awal 10 tael emas!" serunya penuh semangat.

Tanpa menunggu lama lagi, Tuan Zhao segera berbalik dan berlari kecil keluar ruangan, memegang kantung kain itu seolah memegang nyawanya sendiri. Ia tidak sabar untuk segera memulai acara dan membuat seluruh gedung meledak dalam kegembiraan!

Shen Yu tersenyum puas melihat tuannya pergi dengan begitu bersemangat.

"Bagus... sekarang duduk manis, lihat pertunjukan, dan tunggu uang masuk ke kantong," gumamnya santai sambil mengambil secangkir teh hangat yang sudah tersedia di meja. "Ayo kita lihat siapa yang paling kaya dan nekat hari ini."

DUNG! DUNG! DUNG!

Suara gendang besar dipukul dengan keras dan berirama, bergema memenuhi seluruh sudut ruangan yang luas. Suaranya dalam dan menggetarkan dada, seolah membangkitkan semangat bertarung bagi semua yang hadir.

Seketika, seluruh keributan dan bisik-bisik di aula utama berhenti total. Ribuan pasang mata tertuju pada panggung di depan.

Tuan Zhao melangkah naik dengan gagah. Wajahnya tampak berseri-seri penuh percaya diri, berbeda dengan kegelisahannya tadi pagi. Ia berdiri tegak di tengah panggung, menyapu pandang ke seluruh penjuru ruangan.

"Para Tuan, Nyonya, dan saudara-saudara pedagang yang terhormat!" suara Tuan Zhao terdengar jelas dan lantang, didukung oleh alat bantu suara sederhana.

"Selamat datang di Acara Lelang Agung yang diselenggarakan oleh Toko Bao Qing Tang! Hari ini, bukan hanya barang berharga yang akan berpindah tangan, tapi sebuah keajaiban duniawi yang akan kalian saksikan dengan mata kepala sendiri!"

Suasana menjadi semakin hening, penuh antisipasi.

"Seperti yang sudah kalian dengar, hari ini kita memiliki barang utama yang sangat istimewa. Namun sebelum kita sampai di sana, mari kita nikmati dan perebutkan barang-barang berkualitas lainnya yang sudah disiapkan dengan penuh kasih sayang."

Tuan Zhao tersenyum lebar.

"Tanpa membuang waktu lagi... saya nyatakan, LELANG RESMI DIMULAI!"

Di lantai atas, di balik jendela kaca ruangan VIP yang tertutup tirai tipis, Shen Yu bersandar santai menyesap tehnya. Ia bisa melihat jelas panggung di bawah dan kerumunan orang-orang kaya itu.

'Ayo mulai... semoga harga kalian tidak mengecewakan,' batinnya tersenyum misterius.

 

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!