NovelToon NovelToon
Istri Culun Sang CEO: Kebangkitan Sang Ratu Panggung

Istri Culun Sang CEO: Kebangkitan Sang Ratu Panggung

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Reinkarnasi / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:10.3k
Nilai: 5
Nama Author: Eireyynezkim

Dulu, ia adalah Thalia Alexandria—artis papan atas yang hidup dalam sorotan, dipuja dan dielu-elukan oleh jutaan penggemar. Namun, satu malam mengubah segalanya ketika ia ditemukan tak bernyawa di apartemennya sendiri. Saat membuka mata, dunia yang ia kenal telah lenyap. Ia bukan lagi sang bintang gemerlap, melainkan Thalia Anderson—gadis culun, pemalu, dan dipandang rendah oleh keluarganya sendiri. Lebih mengejutkan lagi, ia telah terikat pernikahan dengan Aiden Hugo Maverick, CEO muda yang dingin, kejam, dan sama sekali tidak mencintainya.

Dihina oleh ibu tiri, disakiti saudara tiri, dan dipermalukan di lingkungan kampus, hidup barunya terasa seperti neraka. Namun, mereka semua tak menyadari satu hal—di balik penampilan polos itu, tersembunyi jiwa seorang ratu panggung yang tak mudah ditaklukkan. Dengan tekad membara, Thalia berjanji akan membalikkan keadaan. Termasuk menaklukkan hati sang CEO yang dingin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eireyynezkim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20

Satu demi satu peserta tampil di atas panggung.

Zoey Hamilton dengan suara jazz lembutnya berhasil membuat sebagian penonton mengangguk pelan mengikuti irama. Garen Brooks, rapper muda, menyalakan semangat dengan lirik-liriknya yang energik, meski gaya masih mentah dan belum sepenuhnya matang. Jimmy Kane, rocker senior dengan popularitas yang meredup, mencoba bangkit kembali, tapi sebagian penonton masih teringat skandal masa lalunya. Anna Delgado menyanyikan aria soprano indah yang membuat beberapa juri mengangguk kagum, meski tidak semua penonton bisa menikmati genre itu. David Miller tampil penuh percaya diri membawa nama besar ayahnya, penyanyi pop legendaris, tetapi banyak yang menilai penampilannya terlalu bergantung pada bayangan sang ayah. Ayana Sato mencoba menebus skandal lip-sync yang dulu menenggelamkan kariernya, kali ini ia tampil live dengan suara yang stabil, meski masih ada keraguan dari publik.

Sorakan dan tepuk tangan terdengar, namun energi ruangan terasa belum benar-benar "meledak". Semua orang seolah menunggu sesuatu... seseorang.

MC lalu dengan suara penuh semangat mengumumkan, "Selanjutnya, peserta yang sudah sangat ditunggu-Tiffany Evelyn!"

Seketika ruangan berubah. Teriakan histeris langsung menggema. Penonton berdiri, membawa banner, poster, lightstick bertuliskan nama Tiffany. Ada yang berteriak sampai suaranya serak, ada yang menangis haru hanya karena melihat Tiffany berjalan memasuki panggung. Kamera televisi menyorot wajahnya, dan layar besar di venue menampilkan senyumnya yang manis dan menawan.

Tiffany melangkah anggun dengan gaun putih berkilau yang sederhana tapi elegan. Aura bintang terpancar dari setiap gerakannya. Senyumnya begitu menawan, seolah ia lah pusat gravitasi seluruh ruangan. Bahkan MC pun sempat terdiam sejenak sebelum akhirnya mundur, membiarkan panggung sepenuhnya menjadi milik Tiffany.

Musik mulai mengalun. Lagu pop ballad dengan melodi yang menyayat hati. Begitu Tiffany membuka suara, seluruh penonton terdiam. Suaranya jernih, penuh emosi, menyentuh hati. Setiap nada seakan menusuk perasaan. Kamera menyorot para juri-Michael mencondongkan tubuhnya ke depan, matanya berbinar. Marissa mengangguk pelan sambil tersenyum penuh apresiasi. Tanaka terlihat menutup mata, larut dalam harmoni. Isabella bahkan sempat bertepuk tangan di tengah lagu, sesuatu yang jarang ia lakukan.

Sorakan "Tiffany! Tiffany!" makin keras saat ia mencapai nada tinggi dengan sempurna. Beberapa penonton berdiri, mengangkat ponsel mereka untuk merekam momen itu. Ada pula yang langsung mengunggah potongan live performance ke sosial media dengan caption penuh pujian.

"Apakah ini calon juara kita tahun ini?"

komentar MC dengan antusias begitu lagu selesai.

Gemuruh tepuk tangan pecah. Standing ovation terjadi bukan hanya dari fans, tapi juga dari banyak penonton netral. Tiffany tersenyum, menunduk, lalu membungkuk anggun. Kamera menyorot papan voting real-time yang terpampang di layar besar.

Nama TIFFANY EVELYN langsung melesat ke

peringkat satu dengan lebih dari 40% suara online.

Angka itu jauh meninggalkan pesaing lain.

Komentator online di layar interaktif tak berhenti mengalir:

"GILA INI SUARA MALAIKAT!!"

"Vote Tiffany atau kalian buta rasa musik!"

"Calon Diva baru lahir malam ini!"

"Suara Tiffany bisa nyembuhin luka hatiku wkwkwk."

Namun tak hanya pujian yang muncul. Fans garis keras Tiffany mulai menyerang peserta lain.

Di sosial media, trending langsung berubah.

#Tiffany For The Win, #DivaTiffany, dan #QueenTiffany merajai. Tapi bersamaan, perang antar-fans juga pecah. Fans Zoey yang bangga karena idolanya tampil anggun diserang habis-habisan. Fans Jimmy yang masih setia dituduh halu karena membela rocker tua yang dianggap "sudah habis masa jayanya". Bahkan fans David Miller disebut "nebengers" hanya karena ia anak penyanyi legendaris.

Komentar pedas bermunculan di Twitter:

"Peserta lain itu cuma figuran, pemenang sebenernya ya Tiffany."

"Lol, anak ayah doang mau disamain sama Tiffany? mimpi."

"Zoey bagus sih, tapi jangan sok-sok jazz kalau saingannya Tiffany. Jelas kalah kelas."

"Jimmy mending pensiun, udah ga level."

Fans dari peserta lain tidak tinggal diam.

Mereka membalas dengan serangan balik:

"Tiffany itu modal cantik doang, suara standar."

"Overrated banget. Banyak penyanyi indie yang jauh lebih berbakat."

"Kalau bukan karena fans fanatiknya, mana bisa dia naik."

Saling hina, saling balas, sampai trending penuh perang komentar. Tagar #StopTiffanatic sempat muncul, tapi justru makin memanaskan suasana.

Di ruang backstage, para peserta lain mulai resah. Zoey hanya menghela napas panjang sambil berkata, "Kalau begininya sih, kita semua cuma jadi background." Jimmy tampak kesal, wajahnya merah, jelas merasa harga dirinya diinjak-injak. Anna hanya terdiam, menatap Tiffany dengan campuran kagum dan iri.

Sementara itu, Thalia duduk di kursinya dengan tenang. Ia menatap layar monitor yang menampilkan Tiffany tersenyum anggun di atas panggung. Dalam hati ia bergumam, "Jadi ini dia... si protagonis dalam novel. Tiffany Evelyn. Cantik, memukau, berbakat... dan sekarang menguasai semua sorotan. Apakah Aiden akan tetap jatuh hati padanya di dunia ini?"

Namun Thalia segera menggeleng pelan. Ia tidak boleh goyah. Tidak boleh terganggu oleh jalan cerita novel yang dulu ia baca. Dunia sekarang adalah miliknya, dan ia punya jalan sendiri untuk ditempuh.

Sorakan penonton masih bergema, Tiffany masih berdiri menerima pujian, sementara papan voting tak terbantahkan menempatkannya di posisi puncak. Babak perdana WTBS baru saja menunjukkan satu hal: Tiffany bukan hanya pesaing, tapi ancaman nyata bagi siapa pun yang ingin bersinar di panggung ini.

Papan voting real-time kembali ditampilkan di layar besar panggung. Nama Thalia Anderson berada di urutan paling bawah, hanya mengumpulkan suara tidak lebih dari dua persen. Di antara delapan peserta, dialah yang paling diremehkan.

"Siapa sih itu? Baru denger namanya."

"Kayaknya cuma peserta tambahan biar kuota genap delapan."

"Liat aja bajunya biasa aja, bukan kayak diva."

Bisik-bisik meremehkan terdengar di tribun penonton. Sebagian besar yang hadir memang belum melihat aksi Thalia di ajang pemilihan duta kampus. Video viralnya memang sempat menghebohkan, tapi tidak semua penonton TV malam ini tahu atau percaya itu orang yang sama.

Di ruang backstage, beberapa peserta lain saling menatap layar monitor dengan senyum samar. Bagi mereka, satu pesaing sudah bisa dicoret lebih awal. Tiffany bahkan tersenyum kecil, merasa tak perlu khawatir.

"Peserta selanjutnya... Thalia Alexandria!" suara MC menggema, memecah riuh.

Thalia berdiri dari kursi dengan tenang. Gaun lilac modern yang ia kenakan berkilau lembut di bawah lampu panggung. Wajahnya dihiasi make-up natural yang justru menonjolkan kecantikan aslinya. Ia melangkah pasti, setiap langkah penuh keanggunan, membuat kamera otomatis menyorotnya.

Begitu Thalia muncul di panggung, seketika suasana berubah. Beberapa penonton yang tadi mencibir kini terdiam, terpaku pada sosoknya. Seperti ada aurora yang turun bersama langkahnya -anggun, dingin, dan mempesona.

Musik intro mengalun. Lagu pop rock dengan tingkat kesulitan tinggi, penuh dinamika dan rentang nada yang lebar. Pilihan lagu yang berani, apalagi untuk debut di acara sebesar ini.

Thalia menutup mata sejenak, menarik napas dalam. Begitu nada pertama keluar dari bibirnya, ruangan langsung hening. Suara itu jernih, kuat, penuh emosi-seperti menghipnotis. Ia menguasai panggung dengan sempurna, seolah bukan seorang peserta baru, melainkan diva besar yang sudah terbiasa disorot ribuan pasang mata.

"Ya Tuhan..." salah satu penonton berbisik terpesona.

"Cantik banget... suaranya juga gila."

"Kayak lihat dewi turun dari langit."

Di barisan juri, Michael Grant mengangguk berkali-kali, tangannya sampai mengetuk meja mengikuti irama. Marissa menatap Thalia lekat-lekat, kagum dengan kontrol vokalnya. Tanaka bahkan berdiri setengah dari kursinya ketika Thalia menghantam nada tinggi dengan sempurna. Isabella Cruz, yang biasanya pelit ekspresi, tersenyum lebar sambil berbisik, "Ini... bintang baru."

Thalia bergerak luwes di panggung. Tatapannya menyapu penonton, seolah mengajak mereka masuk ke dalam dunia musiknya. Ketika lagu mencapai klimaks, ia mengangkat tangannya, tubuhnya sedikit menunduk, lalu melontarkan high note panjang, jernih, tanpa goyah. Tepuk tangan penonton langsung meledak bahkan sebelum lagu selesai.

Tiffany yang menonton dari backstage merasakan jantungnya berdegup lebih cepat. Tangan yang menggenggam mic bergetar. Kenapa suara itu begitu sempurna? Kenapa penonton seperti lupa padaku? Wajah cantiknya sedikit menegang, aura percaya dirinya tergores tipis.

Lagu berakhir. Thalia menunduk, lalu tersenyum tipis. Tepuk tangan, teriakan, bahkan standing ovation langsung pecah dari hampir seluruh auditorium. Kamera menyorot papan voting.

Awalnya angka Thalia stagnan di 2%. Tapi tiba-tiba garis grafiknya melompat. Dari 2% naik ke 8%. Lalu 15%. Dalam hitungan menit, suaranya menyalip peserta lain satu per satu. Penonton berbondong-bondong membuka aplikasi voting, mengetik namanya.

"Cepet cari tahu siapa dia!"

"Baru liat sekali udah jatuh cinta, sumpah!"

"Akun sosial medianya apa? Harus follow sekarang!"

Timeline media sosial mendadak penuh dengan nama Thalia. Foto-fotonya di panggung, potongan video nyanyiannya, bahkan screencap wajahnya ketika menatap kamera. Tagar #Goddess Thalia dan #ThaliaWTBS mulai merangkak naik, menyalip posisi Tiffany yang sebelumnya menguasai trending.

Di ruang backstage, Tiffany menggigit bibirnya.

Asisten pribadinya mencoba menenangkan, "Tenang, kamu tetap unggulan. Fans kamu lebih solid." Tapi Tiffany tahu betul-sorak penonton barusan bukanlah hal kecil. Aura Thalia di panggung tadi terasa berbeda, lebih liar, lebih nyata.

Produser acara yang duduk di kursi khusus hanya bisa menyembunyikan senyum puas. Luar biasa... ini yang aku mau. Kompetisi panas, kejutan besar, semua trending di real-time. Rating acara ini akan meledak.

MC naik kembali ke panggung dengan suara bergetar saking terharunya. "Hadirin sekalian, beri tepuk tangan sekali lagi untuk... Thalia Anderson!"

Sorakan menggema. Voting real-time

menunjukkan hasil mengejutkan: Tiffany masih memimpin, tapi Thalia kini tepat di belakangnya dengan selisih tipis. Jarak yang tadinya bagai langit dan bumi kini hanya terpisah beberapa angka.

Thalia menatap layar itu sebentar. Senyum kecil terukir di bibirnya, bukan senyum angkuh, melainkan senyum penuh keyakinan. Dalam hati ia berbisik, Dunia ini... aku akan menguasainya.

1
CaH KangKung,
MC... josss
CaH KangKung,
👣👣
Fajar Fathur rizky
cepat hancurkan Abraham thor
Iry
siap
Mifta Nurjanah
lanjut
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
secangkir kopi buat kamu thor😊
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛: sama🤗
total 2 replies
Lili Inggrid
lanjut
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
thor, bab ini tadi ceritanya ada yang di ulang²🤭
Iry: baiklah beb
total 3 replies
Sugiarti Arti
bagus
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
thor kasih visualnya dong😊
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛: iya dong thor biar gak penasaran 🤭
total 2 replies
𝐀⃝🥀Weny♬⃝❤️🅠🅛
jos jis thalia👍🏻
Anonim
bagus iii ceritanya
lanjuttttt/Kiss/
Ma Em
Semangat Thalia pasti kamu pemenang nya dan sukses jadi bintang kalahkan semua saingan mu dan bersinar lah dgn prestasimu apalagi Nadine yg tdk ada apapa nya buat mereka yg dulu selalu menghinamu malu .
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru menamatkan cerita berjudul "Beautifully Hurt" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Apa jadinya kalau Dinda (21) dipaksa menikah dengan Rendra (35) ? Putra tunggal presiden yang reputasinya sedang hancur karena skandal panas dengan seorang aktris.
Di balik pernikahan yang penuh tekanan, rahasia, dan sorotan publik, Dinda harus bertahan di dunia yang sama sekali bukan miliknya 💔
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!