Sinopsis Novel – Kelas Penyihir IX B
Rifky adalah seorang anak manusia biasa yang tiba-tiba terjebak di dunia sihir dan masuk ke sebuah sekolah misterius bernama Sekolah Sihir IX B. Di sana ia bertemu dengan Wida, seorang penyihir baik hati yang kemudian menjadi sahabatnya. Bersama Zahira, Oliv, Deni, Rais, Gofirr, dan teman-teman lainnya, Rifky mulai menjalani kehidupan baru penuh keajaiban, latihan sihir, dan petualangan yang tak terduga.
Namun kehidupan di sekolah itu tidak selalu aman. Tiga murid berbahaya, Mila, Diva, dan Eva, diam-diam merencanakan sesuatu yang gelap. Ketika Rifky tanpa sengaja menyentuh sebuah kristal sihir kuno, kekuatan misterius bangkit di dalam dirinya. Kekuatan itu membuat banyak orang terkejut, bahkan kepala sekolah sihir, Nenek Misel.
Kini Rifky harus belajar mengendalikan kekuatan yang tidak ia mengerti, sambil menghadapi ujian sihir, rahasia masa lalu, dan ancaman dari musuh yang ingin merebut kekuatannya. Petualangan, persahabatan, dan misteri besar
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rifky Hemuto, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 5 - Kekuatan Rahasia Rifky
Monster bayangan itu melompat dengan kecepatan yang menakutkan.
GRAAAAAH!
Cakarnya yang besar mengarah langsung ke Rifky.
Rifky membeku. Ia tidak punya tongkat sihir, tidak tahu mantra, dan bahkan belum satu hari berada di sekolah sihir.
"Awas, Rifky!" teriak Wida.
Namun semuanya terjadi terlalu cepat.
Monster itu hampir menyentuhnya.
Tiba-tiba tubuh Rais bergerak lebih dulu.
"JANGAN SENTUH DIA!"
Rais yang masih dalam bentuk raksasa melompat dan menabrak monster itu.
**BUUUK!**
Tubuh mereka berdua menghantam lantai batu keras.
Debu beterbangan di ruangan bawah tanah itu.
Rifky mundur beberapa langkah dengan napas terengah-engah.
"Terima kasih... Rais..."
Rais berdiri sambil mengepalkan tangan besarnya.
"Monster ini keras juga..."
Monster itu bangkit kembali. Matanya merah menyala seperti api.
Ia menggeram marah.
**GRAAAARRR!**
Deni mencoba membantu.
Ia mengangkat tongkatnya dengan gugup.
"Aku... aku akan mencoba sesuatu!"
Ia mengayunkan tongkatnya.
"**Flamma Burst!**"
Bola api kecil meluncur ke arah monster.
Namun bola api itu malah meledak di udara sebelum sampai.
**POFF!**
Deni panik.
"Kenapa sihirku selalu gagal?!"
Candra yang berdiri di belakang malah berteriak.
"DENI! MUNGKIN KAMU PERLU LATIHAN SERIBU TAHUN!"
"CANDRA!" teriak Deni kesal.
Sementara itu Wida, Zahira, dan Oliv berdiri berdampingan.
Mereka mengangkat tongkat sihir mereka bersama-sama.
"**Tri Stella!**"
Tiga cahaya terang meluncur bersamaan dan menghantam monster itu.
**BOOOM!**
Monster itu mundur beberapa langkah.
Namun tubuhnya seperti kabut hitam yang bisa berubah kembali.
"Dia tidak terluka!" kata Zahira.
Gofirr berpikir cepat.
"Monster itu berasal dari sihir buku Arkanum."
"Selama energinya masih aktif... dia sulit dihancurkan."
Rifky masih memperhatikan tangannya sendiri.
Tangannya masih terasa hangat.
"Cahaya tadi... apa itu?"
Tiba-tiba monster itu kembali menyerang.
Kali ini ia mengayunkan cakarnya ke arah Rais.
**CRASH!**
Rais terpental ke dinding batu.
"Ugh!"
Velop langsung menangis lagi.
"HUAAAA! KITA SEMUA AKAN MATI!"
Candra malah berkata,
"Kalau mati, semoga aku tetap lucu di dunia lain."
"CANDRA DIAM!" teriak Zahira.
Monster itu sekarang berjalan perlahan ke arah mereka.
Matanya masih tertuju pada Rifky.
Seolah ia tahu bahwa Rifky adalah ancaman terbesar.
Rifky mundur perlahan.
"Aku tidak tahu cara melawan..."
Namun tiba-tiba sesuatu muncul di pikirannya.
Seperti suara samar.
Bukan suara manusia.
Lebih seperti **bisikan energi**.
*Gunakan kekuatanmu...*
Rifky kaget.
"Siapa itu?"
Wida melihatnya.
"Ada apa?"
"Aku... aku mendengar sesuatu."
Monster itu tiba-tiba melompat lagi.
Rifky refleks mengangkat tangannya.
Cahaya biru muncul lagi di telapak tangannya.
Namun kali ini lebih besar.
Gofirr langsung berteriak.
"RIFKY! FOKUSKAN ENERGIMU!"
"Apa?!"
"Bayangkan kamu mendorongnya!"
Rifky mencoba mengikuti kata-kata itu.
Ia menatap monster itu dengan serius.
Energi biru di tangannya semakin terang.
**WHOOOOOSH!**
Gelombang cahaya keluar dari tangannya seperti ledakan angin.
Monster itu terpukul keras.
**BAM!**
Tubuhnya menabrak dinding batu dan retakannya menyebar di dinding.
Semua murid terdiam.
"Wow..." kata Candra.
"Manusia itu keren juga."
Monster itu menggeram kesakitan.
Tubuh bayangannya mulai retak seperti kaca hitam.
Gofirr langsung berkata cepat.
"Sekarang! Serang bersama!"
Wida, Zahira, dan Oliv langsung mengangkat tongkat mereka.
"**LUX SHATTER!**"
Cahaya terang menghantam monster itu.
Rais juga melompat dan memukulnya dengan kekuatan penuh.
**BUUUUM!**
Tubuh monster itu akhirnya pecah menjadi asap hitam.
Asap itu berputar sebentar...
lalu menghilang.
Ruangan bawah tanah itu akhirnya kembali sunyi.
Semua murid berdiri diam beberapa detik.
Lalu Candra berkata pelan,
"Apakah... kita menang?"
Gofirr mengangguk.
"Monster itu sudah hilang."
Velop langsung menangis lagi.
"KITA HIDUP!"
Deni duduk di lantai sambil menghela napas.
"Itu gila..."
Rais kembali ke bentuk normalnya.
"Kita hampir kalah."
Namun semua mata sekarang tertuju pada Rifky.
Rifky terlihat bingung.
"Apa?"
Wida mendekatinya.
"Tadi... kamu menggunakan sihir."
"Tapi aku manusia..."
Zahira juga terlihat heran.
"Manusia tidak bisa menggunakan sihir seperti itu."
Gofirr menatap Rifky dengan serius.
"Kecuali..."
"Kecuali apa?" tanya Rifky.
Gofirr berkata pelan.
"Kecuali ada sesuatu di dalam dirimu."
Sebelum mereka sempat membicarakannya lebih jauh-
tiba-tiba terdengar langkah kaki cepat dari lorong.
**TOK TOK TOK!**
Riski muncul dari lorong dengan wajah tegang.
Di belakangnya ada Fauzan.
"APA YANG TERJADI DI SINI?!" tanya Riski.
Mereka melihat ruangan yang rusak dan bekas lingkaran sihir.
Fauzan terlihat sangat terkejut.
"Ya ampun..."
"Buku Arkanum benar-benar digunakan."
Wida menjelaskan semuanya dengan cepat.
Tentang Mila, Diva, dan Eva.
Tentang monster yang mereka panggil.
Riski terlihat sangat serius.
"Ini masalah besar."
Fauzan mengangguk.
"Kalau mereka terus menggunakan buku itu..."
"Sekolah ini bisa dalam bahaya."
Rifky merasa cerita ini semakin besar.
Ia baru saja datang ke dunia sihir...
dan sekarang sudah terlibat dalam masalah sihir gelap.
Namun sebelum mereka pergi, Gofirr berkata pelan pada Rifky.
"Ada satu hal lagi."
"Apa?"
Gofirr menatap tangannya.
"Kekuatan yang kamu keluarkan tadi..."
"Itu bukan sihir biasa."
Rifky menelan ludah.
"Lalu itu apa?"
Gofirr menjawab pelan.
"Itu terlihat seperti..."
"...sihir kuno."
Rifky tidak tahu apa arti kata itu.
Namun satu hal mulai jelas.
Ia bukan manusia biasa lagi di dunia ini.
Dan kekuatannya mungkin menyimpan rahasia besar.
Rahasia yang bahkan bisa mengubah dunia sihir.
---