Mendadak jadi istri dari seorang billionaire? mungkin ini sebuah keberuntungan bagi kalian, tapi tidak dengan Serafina. Semenjak menjadi istri dari pria billionaire, Serafina tidak bisa menjadi dirinya sendiri dan harus menjadi standar perilaku para wanita kalangan atas didunia. Apalagi suaminya tidak mencintainya dan hanya menganggap nya sebatas istri pelunas hutang.
demi melunasi hutang hutang paman dan bibinya, Serafina dipaksa masuk kedalam kehidupan para kalangan elit. dia harus bisa menjadi seorang istri yang anggun dan menjadi contoh para wanita di dunia.
apakah pernikahan Serafina bertahan?
______________
hai semua, aku author Flower senang bisa bertemu dengan kalian🦩❤️
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon flower, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Love Me Hubby³¹
Serafina berjalan mendekati meja makanan. Tatapannya berbinar menatap makanan mewah itu satu persatu. Tangan nya meraih piring dan mulai mengambil makanan yang ia mau, kemudian ia juga meraih segelas jus semangka kesukaannya. "aku sudah lama tidak pernah meminumnya" Serafina tersenyum menatap makanan dan minuman yang kini ada dihadapannya.
Tiba-tiba saja seseorang menyenggolnya hingga ia terdorong dan membentur ujung meja. Sambil menahan sakit, Serafina berbalik untuk melihat siapa pelakunya dan ternyata itu ulah Charlotte.
"Charlotte? mengapa kau bisa ada disini?" Serafina menatap sepupunya itu dengan bingung. Gadis itu tertawa sinis dan merendahkan. "Seharusnya pertanyaan itu aku yang pantas ucapkan, mengapa kau bisa ada disini? oh iya aku lupa, kau kan menikah dengan pria tua kaya untuk melunasi hutang piutang kan" tawa Charlotte puas merendahkan gadis itu.
Serafina mengepalkan tangannya hingga tak lama beberapa wanita lainnya ikut berkumpul dan menertawakan Serafina. "hei, kalian tahu? dia menikah dengan pria tua agar bisa seperti kita, malang sekali hidupnya" ejek Charlotte menatap Serafina dengan rendah.
"benarkah? aku tidak menyangka masih ada wanita sepertinya! seharusnya kau tidak pantas berada ditempat ini seperti kami! dasar murahan" timpal temannya yang lain sambil tertawa mengejek.
"mungkin dia ingin merasakan kehidupan mewah seperti kita, makanya dia melemparkan tubuhnya pada pria tua"
"kau benar, gadis zaman sekarang kan rata rata menjual tubuhnya untuk kepentingan pribadi"
"tapi ada yang menggunakan cara licik, dengan menikahi pria tua kaya hingga pada saat pria tua itu sudah mati hartanya bisa berpindah ke tangan gadis itu"
kelima wanita itu serempak menertawakan Serafina yang hanya diam dengan segelas jus semangka ditangannya. Charlotte merebut gelas tersebut dan menumpahkannya diatas kepala Serafina. Seketika kini mereka menjadi pusat perhatian orang orang disana. Gadis itu mengepalkan tangannya karena sudah tidak tahan direndahkan seperti ini.
Serafina merebut gelas kaca yang telah kosong itu dari tangan Charlotte, dengan gerakan tegas ia menabrakkannya ke pelipis Charlotte hingga gelas itu pecah. Semua orang yang menyaksikan kejadian tersebut tentu saja terkejut sekaligus tidak menyangka akan ada kekerasan disana.
"kau...! kau gila!" bentak Charlotte cukup kuat membuat ruangan didalam sana menjadi hening. Pelipis Charlotte kini bersimbah darah, ia tengah menahan sakit sekaligus menahan malu.
"sayang....ada apa" ucap seorang pria yang kini mendekati Charlotte dan memeluknya. "sayang...dia melukai aku" Charlotte menangis dalam pelukan kekasihnya. "kau! kau harus mempertanggung jawabkan ini semua! dasar perusuh!"
"benar! seret dia ke kantor polisi dan penjara seumur hidup!" teman teman Charlotte tidak terima. Serafina kini sudah kehabisan kata-kata untuk membela dirinya sendiri, ia sendiri tidak menyangka akan melakukan hal kejam tersebut.
"laporkan saja jika kau mampu" terdengar suara bariton mendekati mereka membuat semua orang kini menoleh kearah sumber suara tersebut. "t-tuan Alexander?" para wanita disana terkejut sekaligus ada yang menahan rasa senangnya bisa melihat Alexander dari dekat.
Alexander mendekati istrinya dan memeluknya erat. Ia membersihkan kepala Serafina yang kini kotor terkena daging semangka akibat ulah Charlotte. "Istriku...mengapa kau tidak berlari padaku? jika kau mau, aku bisa menghancurkan orang-orang rendahan ini" ucap Alexander pada istrinya yang kini berada dalam pelukannya.
Serafina merasa aman sekarang meski ia tahu Alexander hanya bersandiwara, namun tetap saja ia kini selamat dari orang-orang jahat tersebut. "t-tuan! dia menyakiti kekasih saya! lihat..? kekasih saya terluka karenanya" kekasih Charlotte berusaha mencari pembelaan.
Alexander hanya menatap pria itu dengan hina, ia benar benar benci melihat seseorang yang bertingkah playing victim setelah melakukan kejahatan. "bukankah kekasih licikmu itu yang memulai duluan? bahkan aku tanpa melihat kamera cctv semua orang sudah tahu jika kekasihmu yang memulai duluan" sinis Alexander dan kini semua orang didalam ruangan ikut menatap pria itu termasuk Charlotte dengan tatapan sinis.
Charlotte menghindari tatapan mereka semua karena takut ia mengeratkan pelukannya pada kekasihnya.
"Justus Jonas Edison...namamu kan? aku dengar, ayahmu sedang bekerja sama dengan perusahaan ku...apa mungkin aku harus mengatakan pada ayahmu jika anaknya berbuat kerusakan dan membuat istriku tidak nyaman"
Charlotte membulatkan matanya ketika mendengar kata 'istri' dari mulut pria berpengaruh dinegara ini. 'brengs*k! kalau aku tahu jika pria yang akan dinikahi Serafina adalah dia! mending aku saja yang menjadi pelunas hutang ayahku! sial! mengapa dia selalu beruntung? akhhh! menyebalkan!' batin Charlotte menahan amarahnya.
"t-tuan...aku mohon jangan" Seketika Justus melepaskan kekasihnya dan bertekuk lutut dan meminta maaf. "maafkan saya tuan ini semua salah kekasih saya, Nyonya saya mohon maafkan atas kesalahan kekasih saya" ucap Justus.
Serafina membuang mukanya, tak tahan dengan orang orang bermuka dua. Melihat istrinya membuang muka, Alexander menyeringai sebab ia merasa sedikit tertarik dengan sikap istrinya yang tidak mudah memaafkan orang yang berperilaku jahat seperti Justus. Namun Alexander juga kesal karena Serafina tidak berlari dan mengadu padanya.
"sepertinya istriku tidak memaafkan kalian berdua, siap-siap saja menerima sesuatu yang mengejutkan. dan untuk kalian yang ikut campur saat istriku diperlakukan seenaknya, kalian juga tidak luput dari balasan" tegas Alexander kemudian menggandeng tangan Serafina keluar meninggalkan pesta yang belum selesai.
kejadian ini ditutup rapat rapat agar tidak semakin meluas karena kecerobohan Oknum yang menyebalkan. 'Charlotte'
Bersambung.....
*
*
*
Hai para readers kesayangan Author, tetap semangat dalam menjalani hari hari biasa ya, jangan pernah menyerah dalam menghadapi keadaan🍃
Seraphina lagi bahaya
tapi kita lihat apa akan sama Kya yg lain suka oleng kalau masa lalu datang