"Ini cek satu miliar. Tapi serahkan putri mu." Dexter.
Dexter yang dikenal dingin terhadap perempuan. Tapi tertarik pada seorang gadis yang ditemuinya.
Dengan caranya sendiri, dia memaksa untuk menikahi gadis itu. Bahkan tidak segan-segan memberikan cek senilai satu miliar.
"Pa, aku tidak ingin menikah dengan pria tua dan cacat." Wilona.
Sementara gadis yang diincar Dexter adalah Kiandra. Seorang gadis yang memiliki identitas ganda.
Siapa gadis itu sebenarnya? Apa yang istimewa dari gadis itu sehingga membuat Dexter tertarik? Bahkan rela mengeluarkan uang sebanyak itu untuk mendapatkan gadis itu.
Kalau penasaran baca yuk.
Cerita ini hanyalah fiksi belaka. Tidak ada kaitannya dengan kehidupan nyata.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pa'tam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 1
Dexter, anak pasangan dari Arsy dan Zio yang kini sudah tumbuh dewasa. Namun, hingga saat ini belum ada satupun gadis yang menarik perhatiannya.
"Adikmu sudah menikah, kamu kapan Nak?" tanya Arsy. Saat ini mereka sedang duduk santai di ruang tengah.
"Sayang, tidak perlu memaksanya. Kalau sudah ketemu yang cocok bakal dikejar sampai dapat," sela Zio.
Sementara Dexter hanya terdiam. Dia sudah terbiasa mendengar ucapan sang mama yang seperti itu.
Dexter bangkit dari duduknya, dia berjalan dan memilih ke kamar saja. Arsy hanya geleng-geleng kepala melihat kelakuan putranya itu.
"Lihat Pa anak mu, persis sepertimu," kata Arsy.
Zio hanya tersenyum tipis saja. Dia tidak perlu menanggapi perkataan istrinya itu. Istrinya akan cerewet jika menyangkut masalah Dexter yang selalu dingin terhadap perempuan.
"Aku punya cara tersendiri untuk menikahi gadis itu," kata Dexter saat berada di tangga.
"Gadis itu? Berarti kamu sudah punya pacar dong? Siapa Nak?" tanya Arsy antusias. Kenalkan pada mama," katanya menambahkan.
Namun Dexter tidak menjawab. Dia melanjutkan langkahnya menuju kamarnya. Arsy hanya menghela nafas saja, karena merasa dicuekin oleh putra sulungnya itu.
Di dalam kamar, Dexter berbaring. Baru beberapa saat dia kembali bangkit. Dexter mengambil jaket lalu memakainya.
Kemudian menyambar kunci motor serta helm full face miliknya. Dexter keluar dari kamar dan berlari kecil menuruni tangga.
"Mau ke mana?" tanya Arsy ketika Dexter sudah tiba di ruang tengah.
"Keluar Ma," jawab Dexter. Kemudian menyalami dan mencium tangan Arsy serta Zio. "Aku pamit Ma," katanya.
Arsy hanya mengangguk. Namun ketika Dexter sudah berjalan ke arah pintu, Arsy sedikit berteriak agar putranya segera mencarikan menantu untuknya.
Zio hanya tersenyum tipis saja. Istrinya sekarang malah cerewet selalu memaksa Dexter untuk segera menikah.
Dexter memakai helmnya. Menghidupkan mesin motornya dan segera pergi dari situ. Motornya melaju kencang setelah keluar dari pintu gerbang.
Dexter mengendarai motornya tanpa menghiraukan apapun. Dia juga tidak tahu arah tujuan yang akan di tuju.
Di tempat sepi, Dexter menghentikan motornya. Matanya tertuju pada sekolompok orang yang sedang bertarung melawan seorang gadis.
Dexter ingin membantu, namun langkahnya terhenti. Bibirnya tersenyum melihat ketangguhan gadis itu melawan beberapa orang pria.
"Menarik," katanya berbicara sendiri. Dexter terus mengamati gadis itu sambil tersenyum.
Hingga akhirnya, beberapa orang pria pun tumbang dan terkapar di tanah. Gadis itu pun segera pergi dari situ dengan motor besarnya.
Dexter hendak mengejar, namun diurungkan nya. Dexter pun memilih untuk kembali ke rumah.
Dalam perjalanan pulang, Dexter terus memikirkan gadis itu. Sesampainya di rumah, Dexter langsung masuk dan mendapati rumah sudah dalam keadaan sepi.
Dexter menyimpan kunci dan helmnya. Juga melepas jaketnya. Dia langsung duduk di depan komputer miliknya dan menghidupkan nya.
Dengan keahlian yang dimilikinya, Dexter ingin mencari informasi tentang gadis itu. Jari-jari dengan lincah bermain di keyboard komputernya.
Tidak butuh waktu lama, Dexter sudah berhasil mendapatkan informasi tentang gadis itu.
"Kiandra, putri yang tidak dianggap," gumamnya. "Menjadi ketua di dunia bawah. Hmm, cukup menarik," kata Dexter.
Setelah mendapatkan informasi tentang gadis itu, Dexter pun menutup komputernya. Dia punya rencana untuk mendapatkan gadis itu.
Keesokan harinya ...
Dexter bersama asistennya datang ke rumah keluarga Basuki Wijaya. Setelah mengetahui, jika gadis yang ditemuinya semalam adalah putri keluarga Basuki Wijaya.
Dengan menggunakan topeng wajah dan menggunakan kursi roda, Dexter menyamar menjadi pria tua dan lumpuh.
"Tuan, apa Anda yakin akan berpenampilan seperti itu?" tanya James sang asisten.
"Kita lihat saja nanti," jawab Dexter tenang.
Mobil pun masuk ke pekarangan rumah milik keluarga Basuki Wijaya. James mendorong kursi roda untuk masuk ke dalam.
"Cari siapa ya?" tanya pelayan setelah pintu dibuka.
"Basuki Wijaya," jawab Dexter dengan nada dingin.
Pelayan menemui majikannya memberitahu jika ada orang mencarinya. Basuki dan istrinya pun sedikit bingung, karena merasa tidak mengenali orang itu.
"Cari siapa, Tuan?" tanya Basuki Wijaya.
"Ini cek satu miliar. Serahkan putri mu untuk menjadi istriku," kata Dexter dengan nada rendah, tapi tegas.
Basuki dan istrinya saling pandang. "Pa, pria itu terlalu tua untuk putri kita," bisik Maura.
"Tapi Ma, walaupun tua, dia orang kaya," balas Basuki berbisik pula.
"Pa, aku tidak mau menikah dengan pria tua dan lumpuh." Terdengar suara dari arah belakang Basuki dan Maura.
Dexter tersenyum tipis. Gadis yang dimaksud bukan gadis itu. Tapi putri Basuki Wijaya yang tinggal di desa.
"Aku tidak mau tahu, nanti tiga hari kedepan, aku akan datang lagi bersama penghulu," kata Dexter.
Dexter melempar cek senilai satu miliar. Kemudian meminta asistennya untuk segera pergi dari situ.
"Pa, Ma. Aku tidak mau menikah dengan pria tua itu. Jelek, sudah gitu lumpuh. Mau ditaruh di mana muka ku, Pa, Ma," bantah Wilona.
Wilona adalah adik Kiandra beda ibu. Namun Basuki lebih menyayangi Wilona daripada Kiandra. Sehingga Kiandra dikirim ke desa.
"Bukannya papa punya anak satunya lagi? Bagaimana kalau kita suruh Kiandra saja menikah dengan pria tua itu," kata Maura.
"Benar Pa. Jemput Kiandra sekarang juga untuk menggantikan ku, aku tidak mau menikah dengan pria tua dan lumpuh itu," kata Wilona.
Basuki pun manggut-manggut saja. Kemudian dia memerintahkan pengawalnya untuk menjemput Kiandra di desa.
Sementara Dexter dan James sudah berada di dalam mobil. Dexter melepas topeng wajahnya.
"Tuan, apa Anda yakin ingin menikah dengan cewek itu?" tanya James.
"Bukan dia," jawab Dexter.
James melongo mendengarnya. Dia berpikir, "Jika bukan gadis itu, lalu siapa," batinnya.
Mobil terus melaju, hingga akhirnya mereka pun tiba di perusahaan. James membuka pintu mobil untuk tuannya.
Dexter keluar dari mobil dan berjalan dengan tenang tanpa menoleh ke kiri dan kanan. Dexter juga tidak menghiraukan para pegawainya yang menyapanya.
Tiba di ruang kerjanya, Dexter langsung masuk dan duduk di kursi kebesarannya. Dexter tersenyum, dia menunggu reaksi Basuki tiga hari kemudian.
Dexter mengambil ponselnya, lalu menghubungi Arsy. Arsy yang sudah pensiun sebagai dokter, kini hanya berdiam diri di rumah saja.
"Halo sayang, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam. Ma, aku akan menikah."
"Hah! Benarkah?"
"Hmm, tapi secara rahasia."
Arsy tertawa kecil mendengarnya. Dia merasa senang walaupun putranya menikah secara rahasia.
"Siapa gadis yang beruntung itu?"
"Nanti juga bakal tahu. Sudah dulu ya Ma, aku banyak kerjaan."
Kemudian sambungan telepon pun terputus setelah Dexter mengucapkan salam. Dexter meletakkan ponselnya di atas meja.
Dexter menghela nafas dan begitu yakin jika rencananya akan berhasil. Dia sengaja menyamar sebagai pria tua dan lumpuh untuk menguji gadis idamannya itu.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Assalamualaikum semuanya. Bertemu lagi dengan cerita keluarga Henderson. Kali ini menceritakan Dexter, anak dari pasangan Arsy dan Zio.
Jika tidak tahu Arsy dan Zio, bisa kalian baca di cerita yang berjudul "Arsy Kesayangan Tuan Mafia."
Semoga kalian suka dengan ceritaku kali ini.