terlihat siluet laki laki tinggi tegap berdiri di balkon dengan kemeja hitam tertiup angin, mata tajam nya tampak melihat hamparan pohon menjulang tinggi, tampak tangannya memegang besi balkon dan tangan lainnya memegang ponsel tampak menelepon seseorang, "sudah saatnya kau kembali, aku yang akan menemuinya secara langsung" tegas tak terbantahkan "baik" sahut orang di seberang sana.
seorang gadis dengan senyum manis sedang mengobrol dengan teman sebaya nya duduk tenang di bangku taman universitas, tampak sesekali tertawa ceria.
takdir apa yang akan menemukan mereka? akan ada banyak plotwis dan intrik,ikuti kisah mereka disini. stay tune
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon er_riri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
episode 1
terlihat rombongan laki laki berjalan beriringan mengikuti langkah tegas seorang pria, tampak laki laki di sampingnya menyampaikan agenda yang yang akan di jalani atasannya di hari ini. Pria tegas,tinggi tampak gagah itu Gama Narendra, sosok yang terkenal cerdas, dingin, tak tersentuh. Dan sang sekretaris yang biasa di panggil Seth yang selalu setia berdiri di sampingnya.
Rombongan tersebut memasuki ruangan Presdir, gama berjalan tegas menuju kursi kebanggaan nya. " aku sudah katakan dari awal, semua harus sempurna tanpa cela" melirik Seth " bagaimana bisa kau memperkerjakan manusia tidak kompeten" tampak semua bawahan berdiri di seberang meja Presdir membeku, tampak ketakutan. Salah satu dari mereka hanya bisa melirik sekretaris yang biasanya bisa menjadi penengah, dan sialnya Seth tampak marah dan kecewa. " pecat mereka semua Seth" duarr, apa yang mereka takutkan telah meluncur keluar dari mulut sang Presdir. " maafkan kami tuan, tolong beri kami satu kesempatan lagi , saya tak tahu lagi harus mencari pekerjaan di mana lagi tuan ,istri saya sedang hamil" tampak air muka Gama melunak " baiklah, tapi ingat ini yang terakhir " tampak semua orang bernafas lega, walau entah bagaimana caranya mereka merampungkan proyek taman bermain yang sangat di impikan Gama, entah dengan berkerja lembur tanpa henti sepanjang hari, yang di fikirkan hanya agar mereka menyelamatkan pekerjaan yang sangat sulit di dapatkan, karna memang bekerja di Sigima group adalah impian semua orang, dengan bayaran yang tinggi, royal pada pekerja nya, dan selalu mendapat bonus yang banyak ketika mendapat pencapaian sekecil apapun itu. Seth tampak menganggukkan kepala dan para bawahan tampak mengerti dan membungkuk memberi hormat pada sang Presdir meninggalkan ruangan.
" apa saya harus mengambilkan kopi untuk anda tuan? Anda tampak lelah." gama mengangguk memutar kursi mengarah ke jendela kaca besar di ruangannya, Seth menarik pintu keluar dari ruang presdir sepelan mungkin takut mengganggu sang Presdir yang tampak lelah.
Hari tampak sudah petang dan gama baru memasuki mobil pribadinya, dan Seth sebagai supirnya. " sudah setahun tuan menahan diri, bukankah sudah saatnya nona kembali tuan". Seth memulai pembicaraan setelah sekian lama saling diam, Seth tampak memperhatikan Gama dari spion setiap perubahan mimik muka pada tuannya. aku tahu tuan sangat merindukan nona dan ingin nona segera pulang, akupun ingin nona segera berada di sisi tuan karna hanya nona yang bisa menjinakkan singa ini. Gama tak bergeming hanya diam. Diamnya Gama malah membuat Seth khawatir.
Para maid berjajar rapi menyambut Gama pulang, tampak di ujung berdiri Bu Yani sang kepala maid menundukkan kepala hormat pada tuannya. Bu Yani tampak ikut berjalan masuk bersama Gama dan Seth di sampingnya. Bu Yani adalah maid terlama di keluarga Gama, dia menjadi saksi bagaimana hidup keluarga Gama yang dulunya harmonis dengan ayah dan ibunya. Hingga kecelakaan pesawat merenggut nyawa orang tua gama yang akan melakukan perjalanan bisnis di negara lain. Menjadikan gama yang saat itu masih remaja harus mendapatkan didikan keras dari kakeknya sebagai pewaris.
" mau makan malam apa tuan?" sembari melepas sepatu Gama. " saya sudah makan Bu" Bu Yani menghela nafas, sudah sering tuan tidak makan di rumah "baiklah saya pamit keluar tuan, hubungi saya jika tuan membutuhkan sesuatu. "hemm" balas Gama. Bu Yani menutup pintu dengan pelan, semenjak tidak ada nona nya tuan jarang makan di rumah. semoga nona baik baik saja di manapun nona berada, dan cepatlah pulang nona.