"Tinggalkan putraku dan ambil ini! Ingat jangan kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie." Xie Lihua
"Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan." Lin Wu
"Shit! Beraninya dia pergi meninggalkanku, lihat saja aku akan menghukumnya dan membawanya kembali ke sisiku." Xie Yanshen
Dua insan yang terpaksa menikah karena sebuah scandal dan juga tuntutan dari Tuan Jin Hao, Ayah Yanshen. Pernikahan yang tak diinginkan itu membawa Lin Wu ke dalam neraka kehidupan. Lihua, Ibu Yanshen begitu membencinya hingga suatu hari dia sukses menyingkirkan Lin Wu.
Tanpa ada seorang pun tahu, bahwa Lin Wu pergi membawa rahasia besar. Dan kepergiannya membuat Yanshen murka.
Akankah Yanshen tahu rahasia besar Lin Wu? Dan berhasilkah Yanshen membawa kembali wanita yang masih sah menjadi istrinya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sagitarius28, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MBSK 1
"Tinggalkan putraku dan ambil ini!" tegas seorang wanita paruh baya sembari melemparkan amplop coklat yang berisi beberapa lembar uang berwarna merah.
Dia adalah Xie Lihua, yang tak lain Nyonya besar di mansion keluarga Xie, sekaligus ibu kandung Yanshen. Wanita itu menatap jijik pada Lin Wu yang tengah menunduk dengan gurat wajah bingung.
"Enyahlah dan jangan menampakkan wajahmu yang murahan itu di depan putraku. Ingat jangan pernah kau injakkan kaki kotor mu itu di mansion keluarga Xie. Sampai kapanpun kau tidak pantas bersanding dengan putraku. Kau tak lebih seperti j*lang diluar sana yang hanya menggerogoti harta keluarga Xie." Lanjutnya dengan sorot mata menyala, kemudian berlalu meninggalkan Lin Wu yang masih terpaku di tempatnya.
"Tunggu, Mom ...." Setelah lama terdiam akhirnya perempuan itu bersua juga. Ucapannya berhasil menghentikan wanita paruh baya itu. Namun belum selesai berbicara, secepat kilat Mommy Lihua memotong ucapan Lin Wu.
"Kau tidak pantas memanggilku dengan panggilan itu," sentak Mommy Lihua. Memutar tubuhnya menatap Lin Wu dengan sorot mata elangnya.
"Tanpa aku menjelaskannya, kurasa kau cukup mengerti dengan apa yang ku maksud." Mommy Lihua tersenyum devil dengan tatapan merendahkan Lin Wu.
Sejak dulu Mommy Lihua begitu membenci perempuan yang ada di hadapannya ini. Begitupun dengan sekarang, sama sekali tidak ada bedanya. Baginya Lin Wu hanyalah perempuan murahan yang rela menjajakan tubuhnya kepada lelaki lain di luar sana, tanpa ada sebuah ikatan pernikahan.
DEG!
Jantung Lin Wu pun seolah berhenti detik itu juga, sungguh dia tak menyangka bila moment ini akan benar-benar datang dalam hidupnya. Meskipun berat, siap tidak siap pun dia harus angkat kaki dari mansion keluarga Xie. Mengingat bagaimana dulu dirinya masuk ke dalam keluarga itu, perihal scandal antara dirinya dengan Yanshen yang mengharuskannya menjadi anggota keluarga konglomerat itu.
Jadi sudah pasti moment seperti ini akan datang menghampirinya, meskipun masih ada beberapa bulan lagi kontraknya bersama Yanshen. Tapi tetap saja tidak akan merubah keadaan pun.
'Apakah benar hubunganku dan Yanshen akan segera berakhir? Tapi bagaimana aku mengatakan hal ini pada Ibu, sementara selama ini Ibu hanya tahu kalau aku baik-baik saja dan begitu bahagia menjadi menantu di keluarga Xie.' Lin Wu menunduk menatap nanar lantai marmer yang dia pijak. Perempuan itu berpikir keras mencari alasan yang tepat untuk diberikan kepada Ibunya karena tidak ingin membuat Ibunya khawatir dan berakhir jatuh sakit.
Perlahan Lin Wu mengangkat pandangannya menatap Mommy Lihua yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
"Maaf. Baik Nyonya, saya akan pergi dari sini. Terima kasih atas segala bantuannya selama ini telah membiayai Ibu saya sampai sembuh." Akhirnya Lin Wu pun mengiyakan keinginan Mommy Lihua, meski ada rasa sesak yang menjalar ke relung hatinya.
Lin Wu sama sekali tidak ada wewenang untuk menolak keinginan wanita paruh baya itu, menurutnya tidak ada bedanya meninggalkan Yanshen sekarang ataupun dua bulan lagi. Toh, hasilnya juga sama dia tetap pergi dari mansion itu. Namun, entah kenapa sebelum pergi Lin Wu ingin bertemu dengan Yanshen. Meskipun itu hal yang mustahil, tapi dia tetap memberanikan diri untuk bernegosiasi dengan Lihua.
"Tapi, bolehkah saya bertemu dengan Yanshen dulu sebelum saya pergi meninggalkannya?" tanya Lin Wu ragu kala melihat tatapan mertuanya itu.
"Jaga batasanmu! Dan ingat kau hanyalah perempuan j*lang yang menghalalkan segala cara demi bisa naik ke atas ranjang putraku." Kata demi kata yang Mommy Lihua lontarkan sungguh menorehkan luka yang teramat dalam di hati Lin Wu, bagaikan tersayat oleh sembilu. Sakit tak berdarah, ya itulah ungkapan yang cocok untuk Lin Wu saat ini.
"Kau tidak punya banyak waktu, segera kemasi barang-barangmu dan pergi dari mansion ini." Mommy Lihua kembali mengingatkan Lin Wu yang sedari tadi diam mematung.
Lin Wu pun mengangguk dan segera melangkahkan kakinya menuju walk in closet. Sementara Mommy Lihua hanya melirik menatap Lin Wu yang mulai mengambil koper, lalu memasukkan beberapa helai pakaian serta barang miliknya sendiri yang dia beli menggunakan uang pribadinya.
Perempuan cantik itu sama sekali tidak membawa barang-barang pemberian dari Yanshen, suaminya. Termasuk cincin pernikahannya pun, dia lepas dan menaruhnya di dalam laci bersama dengan black card yang telah diberikan Yanshen untuknya.
Lin Wu cukup tahu diri seperti apa posisinya di keluarga Xie yang tidak pernah menganggap keberadaannya. Bahkan pernikahannya dengan Yanshen pun terbilang pernikahan yang tidak diinginkan oleh keluarga konglomerat itu, termasuk suaminya sendiri yang sempat menolak keras pernikahan itu.
Namun karena sebuah desakan dan ancaman Ayah mertuanya, membuat lelaki itu menikahi dirinya. Tentu saja tidak bodoh Yanshen yang semudah itu menerima Lin Wu sebagai istrinya. Tepat di malam pertama, Yanshen pun melayangkan surat perjanjian kepada Lin Wu. Lelaki itu telah merancang dengan sedemikian rupa agar tidak diketahui oleh Daddy nya.
Dengan nekat, Yanshen pun telah membuat perjanjian bersama dengan Lin Wu bahwasannya setelah enam bulan kemudian mereka harus bercerai. Dengan catatan tidak boleh menuntut hak gono gini pada keluarga Xie karena selama empat bulan ini Yanshen telah mencukupi kebutuhan Lin Wu selama menjadi istrinya.
🥕🥕🥕
"Saya pergi dulu, Nyonya. Dan ini amplop dari anda, saya bukan seperti apa yang anda pikirkan. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih telah membiayai pengobatan Ibu saya. Maaf jika selama ini saya masih belum bisa menjadi ...."
"Halaaah, jangan banyak basa-basi. Sana cepat keluar, aku sudah muak melihat wajahmu yang sok polos itu." Mommy Lihua melengos, enggan menatap wanita yang telah dia klaim sebagai pembawa sial di keluarganya.
"Dasar j*lang! Ingat sampai kapanpun kau bukanlah menantuku. Hanya Ran Xi Wei lah yang pantas menjadi menantu di keluarga Xie." Masih dengan posisi yang sama Mommy Lihua bersedekap dengan menekankan setiap kata yang sukses menusuk jantung Lin Wu.
Dengan langkah gontai, Lin Wu berjalan menuju pintu utama sambil menarik koper miliknya. Setiap langkahnya mengingatkan Lin Wu pada beberapa kilasan, dimana dirinya yang terjerat scandal dengan putra mahkota dari keluarga konglomerat itu. Hingga membuat dirinya berakhir di sebuah mansion yang seperti neraka baginya.
Lin Wu tidak menyangka bila malam itu adalah malam kelam bagi dirinya. Yang dia ingat hanyalah sekedar mengantar minuman ke ruangan yang sesuai dengan reservasi pelanggan. Tapi, justru dia melakukan one night stand bersama seorang lelaki yang tidak dia kenal menerkamnya dengan buas.
'Andai saja malam itu aku menolak untuk membantu Jingjing, pasti semua itu tidak akan terjadi.' Lin Wu hanya dapat membatin tanpa bisa berbuat apa-apa. Terlebih nasi pun juga sudah menjadi bubur, jadi tidak dapat di ulang kembali.
Akhirnya Lin Wu telah berhasil melewati pintu mansion yang berukir naga itu. Sebuah pintu yang megah menjulang tinggi berukuran tiga meter lebih dengan dikelilingi oleh tembok yang bercat elegan. Wanita cantik itu menghentikan langkahnya, lalu memutar tumitnya menatap pada pintu megah itu.
"Maafkan aku, Yanshen. Aku harus pergi, dunia kita berbeda. Semoga kau bahagia dengan wanita pilihan Mommy mu."
.
.
.
🥕Bersambung🥕