Samanta tidak menyangka,setelah ia bertemu dengan pria bernama Alfin ia meras hidup di antara dua alam, akankah tumbuh perasaan di antara mereka, bisakah hantu dan manusia bisa bersama.
Yuk ikuti kelanjutan ceritanya,,..
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Deii Haqil, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CINTA DUA DUNIA
Bab 01
Welcome to my work, dear readers ( ^ v ^ )
Karya ini terinspirasi dari kegabutan Author sendiri
So...
Happy reading! ^^
_________________
.
Suara bising perkotaan dan klakson kendaraan yang saling bersahutan. Mewarnai suasana pada sore hari itu. Awan senja yang oranye keemasan. Menambahkan suasana sore yang indah. Serta lalu lalang nya orang beraktifitas. Ditengah padatnya jalan raya, semua sibuk dalam perjalanan pulang menuju rumah masing-masing.
Terlihat seorang gadis dengan pakaian kantor yang sederhana namun elegan. Ia sedang berjalan tergesa ke arah pemberhentian bus. Yang tak jauh dari kantor tempat ia bekerja sebagai karyawati di sebuah Bank.
Tak lama, sebuah bus berhenti di tepat depan gadis itu. lalu ia melangkah masuk ke dalam bus dan duduk di salah satu kursi paling depan.
Setelah itu, datang seorang Kernet bus yang menghampirinya.
"Turun di mana neng..?" tanya sang kernet pada gadis manis di hadapannya sambil tersenyum.
"Turun di pertigaan simpangan ya bang." jawab
gadis itu, sambil memberikan ongkos pada Bapak kernet.
Gadis bernama Samanta itu pun akhirnya sampai di tujuan, di mana ia tinggal di sebuah kost khusus putri sejak 3 tahun yang lalu. Semenjak ia lulus kuliah. Ia memutuskan untuk merantau ke kota B untuk bekerja di sebuah Bank Swasta. Mungkin tidak terlalu besar seperti kantor bank yang ada di kota besar. Sam tetap senang bisa bekerja di sana. mungkin karna jarak antara kota B dan kampung halaman nya terbilang cukup. Tidak jauh dan tidak dekat antara empat jam perjalanan.
Sam pun akhirnya tiba di rumah kost, ia langsung saja masuk kedalam. Setelah melepaskan sepatunya, Sam menjatuhkan dirinya diatas kasur empuknya.
Selepas seharian berada di depan komputer. Akhirnya ia bisa melepaskan penat setelah seharian bekerja.
tak lama kemudian ia membersihkan diri. Lalu seperti biasa hanya mie instan sahabat nya di kala akhir bulan seperti sekarang ini.
Sambil menunggu mie instannya matang. Sam membuka ponsel dan mengecek, apakah ada pesan masuk atau ada hal penting yang terlewat saat ia sibuk di kala siang tadi.
"Akhirnya. Baru sempet juga buka nih hape, Untung aku senyapkan tadi, kalo nggak, ketahuan menejer tadi bisa abis aku."
Dengan bersemangat ia mulai men scroll pesan apa saja yang masuk ke ponselnya.
//Ceklek
Sam lalu mematikan kompor. Dan menuang mie ke mangkuk lalu bersiap untuk menyantap mie yang sudah matang itu, tak lupa ia tambahkan dengan saos sambal dan juga kerupuk.
Sesaat sebelum menyimpan ponsel nya. Ada sebuah notifikasi masuk.
Sam yang akan memakan mie'nya pun teralihkan perhatiannya.
//Ting
Sam yang penasaran. Akhirnya ia melihat, siapakah yang mengiriminya pesan.
"Ya ampun. Ayahku kenapa."
Sam terkejut saat melihat pesan yang ia baca.
Dengan perasaan cemas ia langsung menghubungi nomor Ibunya, terkait pesan nya yang mengatakan jika sang ayah tengah sakit.
//Tut.. Tut..
Setelah panggilan ke dua akhirnya terdengar suara di seberang sana. "Halo nak, Assalamualaikum."
seru sang Ibu.
"Wa'alaikum salam Bu. Ayah kenapa Bu, Ayah sakit apa.. Kenapa baru bilang Samy.." tanya Sam,cemas.
"Maafkan Ibu nak, Ayah sudah satu minggu, terjatuh di kebun. Ibu tadinya tidak mau kasih tau kamu, karena takut kamu khawatir. Tapi sampai sekarang sakitnya belum membaik, kakakmu juga sudah berusaha membawanya kerumah sakit,tapi Ayah menolak,dengan alasan, nanti juga sembuh katanya."
papar Ibunya.
"Loh, kok. Ayah ini, kebiasaan deh." gerutu Sam.
"Makanya dari itu, Ibu langsung menghubungimu agar cepat pulang, untuk bisa membujuk Ayah agar mau berobat. Pasti kalau anak gadisnya yang minta Ayah pasti menurut.. Sekaliankan kamu belum pulang selama setahun ini, Ibu juga rindu sama kamu nak."
Dengan helaan nafas sang Ibu mencurahkan keluh kesah nya kepada sang putri tercinta.
"Ya sudah Bu. Nanti aku coba bilang ke atasan ku dulu, mudah mudahan di berikan izin. Aku juga kangen sama Ayah dan Ibu. Nanti aku kabari lagi ya. Ibu jangan khawatir" jawab samanta dengan diliputi kecemasan.
"Iya nak, Ibu tunggu secepatnya ya, Assalamualaikum."
"Wa'alaikum salam Bu."
Dengan perasaan yang gundah gulana,Sam teringat akan mie instan yang ia masak tadi. Buru-buru ia menghabiskan nya dengan cepat, walau sudah sedikit mengembang.
.
.
Setelah selesai membereskan bekas makan dan mengisi perut. ia langsung duduk di kasurnya yang berada di kostannya itu. Lalu Sam mulai membuka aplikasi chat di ponsel nya. Ia berharap sang atasan mau memberinya izin untuk bisa mengambil cuti.
Dan setelah memberi pesan singkat, akhirnya dering ponselnya pun berbunyi.
//Kring..kring..
Sam mulai menarik nafas sebelum ia mengangkat telepon nya.
"Halo. Kak." sapa Sam sedikit takut.
"Iya. Ada apa Sam.. Tumben kamu chat kakak." jawab Sinta sang Manager sekaligus atasan Sam.
Sinta adalah manager di tempat Sam bekerja, sosoknya seorang yang tegas, disiplin, juga agak galak. Jika sedang bertugas. Tak jarang karyawan lain pun sangat segan kepadanya. Padahal aslinya sangat ia baik.
"Gini kak. Aku dapat kabar dari kampung. Ayahku sakit, boleh tidak aku izin cuti. Untuk satu minggu ini saja.." ucap Sam kepada sang atasan.
"Hmm.. Ya sudah deh, nanti aku bilang ke Bos ya. Kamu ngambil cuti. Lagi pula kamu kan karyawan paling teladan selama tiga tahun ini. Gak usah khawatir besok kamu langsung berangkat saja ya. Salam untuk keluargamu disana." jawab Sinta.
Dengan senang hati Sam ucapkan terimakasih. Lalu menutup teleponnya.
Lega, rasa nya. Setelah mendapat izin, tak lupa ia memberi pesan pada sang Bunda, bahwa ia akan pulang esok hari.
Sam pun sangat bersyukur, ia akan segera berkumpul lagi bersama keluarganya. "Alhamdulilah, aku bisa pulang." jawabnya.
Sam bangkit dari duduk nya dengan perasaan gembira, lalu ia mulai berkemas-kemas memasukan beberapa pakaian dan barang penting lain nya ke dalam tas ranselnya.
*Bersambung..*
° Samantha