Sejak SMP, ia mencintainya dalam diam.Namun bagi pria itu, kehadirannya hanyalah gangguan yang ingin ia hindari.Tahun demi tahun berlalu, perasaan itu tidak pernah padam—meski balasannya hanya tatapan dingin dan kata-kata yang menyakitkan.Tapi takdir mempertemukan mereka kembali, saat keduanya kini telah tumbuh menjadi dewasa.Luka lama kembali terbuka.Rasa yang seharusnya mati, justru tumbuh semakin dalam.Apakah cinta yang bertahan sendirian mampu berubah menjadi sesuatu yang layak diperjuangkan?Atau ia hanya sedang menghancurkan dirinya sendiri demi seseorang yang tidak pernah ingin melihatnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sea.night~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Masih Cinta
Jam dinding menunjukkan hampir pukul sebelas. Sinar matahari mulai masuk lebih terang lewat jendela, membuat udara di kelas terasa hangat. Suara kursi bergeser terdengar bersahut-sahutan ketika bel istirahat berbunyi.
Beberapa siswa berlari keluar kelas menuju kantin, sementara yang lain tetap duduk sambil membuka bekal. Bau nasi goreng dan kertas buku bercampur di udara. Di sudut ruangan, dua teman sedang tertawa pelan sambil membicarakan hal-hal sepele.
Namun ada salah satu seorang gadis yang masih duduk diam di kursinya. Gadis itu bernama Winda wulandari. Ia duduk di kursinya sambil memperhatikan salah satu anak laki laki yang sedang berkumpul dan berbincang berada tak jauh dari meja nya.
Yaitu Dirga setiawan.
Winda hanya bisa memperhatikan, tanpa benar-benar ingin terlihat.
Ia berpura-pura menulis, padahal dari tadi pensilnya tidak bergerak. Hatinya berdebar tanpa alasan.Entah sejak kapan perasaan itu tumbuh.
Mungkin sejak saat Dirga sering duduk di kursi kosong tepat di belakang Winda. Meski tujuan Dirga untuk berbicara dengan sahabatnya yang bernama Syahira, yaitu siswi yang dikenal cukup cantik, baik, dan pintar di kelas itu. Tapi itu juga membuat Winda dekat dengan Dirga karena Syahira juga teman sebangku Winda. Winda mulai akrab dengan Dirga. Tidak setelah mereka naik ke kelas 2 smp. semuanya berubah. Tatapan Dirga tak lagi sama saat menatap Winda, dan.. bahasa tubuh nya seolah olah ingin menjauh dari Winda .
Winda menatapnya dalam diam, seperti kebiasaan kecil yang sudah terlalu sering ia lakukan. Tatapan itu tak pernah lama, hanya sekejap, cukup untuk melihat bagaimana rambutnya jatuh berantakan karena angin dari kipas, atau bagaimana ujung bibirnya terangkat ketika teman di sebelahnya bercanda.
" Winda" panggil seorang sambil menepuk bahu winda membuat nya sedikit tersentak dan segera menyadarkan diri dari lamunan nya.
" raisa! kamu buat aku kaget !" Winda membalas menepuk bahu gadis itu.
" awh! it's hurts" gerutu raisa dramatis sambil mengelus bahu nya yang baru saja di pukul.
" sok inggris " Gumam winda pelan. " ngapa tiba tiba manggil? ada perlu apa?" tanya winda ketus
" ga ada , cuma mau ngajak ke kantin aja, temenin aku beli nasi goreng " jawab raisa lalu meraih tangan winda dan menarik nya hingga berdiri " ayo" ajak raisa dengan semangat. mau tak mau winda menemaninya ke kantin karena raisa menarik tangan nya.
" jujur aja kamu masih suka sama dia kan? " tanya raisa tiba tiba sambil mengunyah nasi goreng nya
" siapa? engga, aku ga suka sama siapa siapa"
" bohong." raisa memotong dengan tegas " kamu tau kan dia suka sama Yasmine? " lanjut Raisa dengan bertanya.
" aku tau itu, aku masih suka sama dia apa masalah nya? meski dia benci sama aku , it's okay. it's not a big problem " Jawab Winda tapi terdengar seperti.... sedih? di akhir kalimat
Raisa terdiam, sedikit kaget. “kamu… nggak apa-apa?”
Winda mengangkat bahu pelan. “Nggak apa-apa. Dari awal juga aku udah tahu dia nggak mungkin suka sama aku”
“Kenapa ngomong gitu sih?”
“Ya, lihat aja aku, Ra.” Winda tertawa kecil “Aku nggak secantik Yasmine, nggak sepintar dia juga. Aku cuma…biasa aja ,ga cantik , dan mungkin ga ada cowo yang bakal suka sama aku" lanjut Winda dengan suara yang lirih.
Raisa menatap sahabatnya lama, ingin memeluknya, tapi tahu Winda tipe yang selalu menyembunyikan luka dengan senyum.
Winda di kenal dengan anak yang baik, polos dan ceria setiap saat. Winda tak pernah menunjukkan kalau dia sedang sedih atau terluka , semua orang selalu berfikir kalau...... ya hidupnya bahagia.
Winda mengingat saat ia mengobrol dengan Dirga melalui pesan WhatsApp. Tapi awalnya Winda tak mau memberi tau bahwa itu dia. hingga saat dimana akhirnya Winda memutuskan untuk memberi tau siapa dia sebenarnya. "aku Winda" Balasan itu di baca oleh Dirga , sebelum poto profil Dirga menghilang , dan saat mencoba mengirim pesan lagi ternyata sudah di blokir. Apa yang salah dengan Winda? sampai saat Dirga tau itu dia , Dirga langsung memblokir nomor nya.
Dan bagian terbodohnya Winda masih mencintai Dirga hingga sekarang mereka sudah kelas 3 SMP. Meski mereka sudah tak lagi satu kelas dan bahkan Winda sendiri sering melihat Dirga berdua dengan Yasmine. Tapi masih mencintai nya.
dalem bnggt sehhh
Winda muka tembok ga sih ini