NovelToon NovelToon
PACARKU OM OM

PACARKU OM OM

Status: sedang berlangsung
Genre:Duda / CEO / Beda Usia / Romansa
Popularitas:22.8k
Nilai: 5
Nama Author: HANA ADACHI

Dewasa🌶🌶🌶
"Apa? Pacaran sama Om? Nggak mau, ah! Aku sukanya sama anak Om, bukan bapaknya!"
—Violet Diyanara Shantika—

"Kalau kamu pacaran sama saya, kamu bakalan bisa dapetin anak saya juga, plus semua harta yang saya miliki,"
—William Alexander Grayson—
*
*
Niat hati kasih air jampi-jampi biar anaknya kepelet, eh malah bapaknya yang mepet!
Begitulah nasib Violet, mahasiswi yang jatuh cinta diam-diam pada Evander William Grayson, sang kakak tingkat ganteng nan populer. Setelah bertahun-tahun cintanya tak berbalas, Violet memutuskan mengambil jalan pintas, yaitu dengan membeli air jampi-jampi dari internet!

Sialnya, bukan Evan yang meminum air itu, melainkan malah bapaknya, William, si duda hot yang kaya raya!

Kini William tak hanya tergila-gila pada Violet, tapi juga ngotot menjadikannya pacar!

Violet pun dihadapkan dengan dua pilihan: Tetap berusaha mengejar cinta Evan, atau menyerah pada pesona sang duda hot?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon HANA ADACHI, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

1. Si Gadis Cantik

Bedak, oke.

Lipstik, oke.

Mascara, oke.

Rambut, cetar.

Seorang gadis cantik tampak menatap pantulan dirinya di depan cermin. Setelah beberapa lama memoles wajahnya dengan teliti, ia pun tersenyum puas. Karena hari ini pun, dia tetap cantik seperti biasanya.

"Sip!" Gadis itu meraih tas di atas kasur dan menyampirkannya di bahu sebelum melangkah pergi. Dari rak, ia mengambil sepasang sepatu berhak tinggi dan menentengnya keluar dari kostan.

"Pagi, neng Violet," Seorang pria muda yang tengah menyapu di halaman depan kostan menyapa gadis itu dengan ramah. Violet, si gadis cantik, membalas sapaannya dengan senyuman paling manis.

"Pagi Mas Tono, rajin amat pagi-pagi udah nyapu," Kata Violet sambil memakai sepatunya di depan pintu kostan.

"Iya dong, kan biar bisa lihat neng Violet kalau mau berangkat kuliah," Canda Tono sambil tertawa.

"Mas Tono bisa aja ih," Violet tertawa, lalu merogoh tasnya dan mengeluarkan sebuah kotak mika berisi donat. "Nih, Mas. Aku beli kemarin, masih enak kok."

Mata Tono langsung berbinar. "Wah, makasih, Neng! Udah cantik, baik hati lagi. Saya doain cepat dapet jodoh yang ganteng dan kaya raya ya neng!"

Violet terkekeh. "Aamiin!" Ia mengangkat tangannya seperti berdoa, lalu berlari kecil saat melihat taksi online yang dipesannya telah tiba. "Pergi dulu ya, Mas. Bye!"

"Bye neng! Hati-hati!" Kata Tono sambil melambaikan tangan.

Violet sudah tak memperhatikan Tono lagi, karena sekarang ia sudah masuk ke dalam mobil. Sesampainya di dalam, Violet meraih cermin kecil dari dalam tasnya, dan mulai memeriksa riasannya sekali lagi. Bedak masih rata, lipstik tetap on point, dan maskara tidak luntur. Ia tersenyum puas.

"Ke kampus, ya, Mbak?" tanya sopir taksi online, seorang pria berusia sekitar empat puluhan dengan wajah ramah.

"Iya, Pak," jawab Violet sambil menyimpan cermin ke dalam tas.

Mobil melaju perlahan meninggalkan area kostan. Violet menyandarkan punggungnya dan mengeluarkan ponsel. Beberapa notifikasi masuk mengalihkan perhatiannya.

Sandy: Pagi, Vi. Udah otw kampus?

Dimas: Udah sarapan belum? Kalau belum ntar sarapan sama gue yuk!

Dito: Lagi apa, Vi?

Andre: Vi, udah di kampus? Mau bareng nggak?

Dan pesan-pesan lain yang entah sudah berapa banyak. Violet hanya mendengus kecil. Ini masih pagi, tapi ponselnya sudah sibuk dibanjiri pesan dari para cowok. Violet memilih untuk tidak membukanya. Lagipula tangannya bisa capek kalau membalas pesan mereka satu persatu.

Itulah kehidupan Violet Diyanara Shantika, seorang gadis berusia 19 tahun yang sekarang memasuki semester tiga di kuliahnya. Violet yang memang berwajah cantik menarik perhatian semua cowok di dekatnya. Sikapnya yang ramah membuat banyak cowok berlomba-lomba ingin menjadikannya pacar. Meskipun belum ada satupun cowok yang berhasil menarik perhatian Violet.

Sebenarnya, Violet bukannya populer sejak lahir. Justru di masa SMP dan SMA, Violet memiliki penampilan yang berbeda 180 derajat dari sekarang. Dulu dia dikenal sebagai cewek yang berpenampilan culun, selalu memakai kacamata bulat, dan hanya fokus untuk belajar. Bahkan Violet sampai pernah dibully gara-gara penampilannya itu.

Makanya, saat akhirnya ia lulus SMA, Violet bertekad untuk kuliah di luar kota dan merubah penampilannya. Dia tidak mau menjadi orang yang ditindas lagi.

"Itu Violet!"

"Gila, hari ini pun dia cantik banget!"

Saat baru keluar dari taksi, Violet bisa mendengar beberapa mahasiswi tampak saling berbisik sambil melirik ke arahnya, sementara beberapa mahasiswa langsung memasang senyum terbaik mereka, berharap bisa mendapat perhatian Violet.

Violet sudah terbiasa dengan ini. Sejak dia merombak total penampilannya, dia jadi pusat perhatian di mana-mana, dan ia menikmatinya.

"Vi, kok WA gue nggak dibales sih?" tiba-tiba, seorang cowok sudah merangkul Violet. Itu adalah Dito, salah satu orang yang rajin mengirim pesan pada Violet.

Violet berusaha tersenyum meskipun sebenarnya agak tidak nyaman dengan perilaku Dito. Ia berusaha melepaskan tangan Dito dari bahunya dengan paksa.

"Hahaha, maaf Kak, hari ini aku lagi buru-buru, jadi nggak sempet buka WA," Violet beralasan. Meskipun tentu saja dia cuma berbohong.

"Yahh... Ya udah nggak apa-apa deh. Tapi lain kali dibales ya. Oh ya, lo udah sarapan belum?Sarapan bareng gue yuk? Gue yang traktir!" ajak Dito antusias.

"Aduh kak, nggak bisa. Aku ada kelas pagi soalnya, sorry," Violet mempercepat langkahnya, berusaha untuk kabur dari Dito. Tepat pada saat itu, ia melihat seorang gadis berkacamata lewat di depannya.

"Eh, Gea! Gea! Bareng yuk!" Violet menghampiri gadis itu dan langsung menggandeng tangannya. Ia lalu menoleh ke arah Dito. "Permisi ya Kak," katanya lalu cepat-cepat melangkah ke arah kelas.

Dito hanya memandangnya dari kejauhan dengan raut wajah kecewa.

"Huff... Selamat..." Diam-diam, Violet menghela napas panjang saat akhirnya sudah berhasil menjauh dari Dito. "Eh, makasih ya Ge, karena udah nyelametin aku," katanya pada Gea, si gadis berkacamata.

"Aku kan nggak ngapa-ngapain, aku cuma lewat," kata Gea dengan nada cuek, membuat Violet hanya tersenyum kecut. Menyadari Gea tidak menyukai situasi ini, Violet pun dengan cepat melepaskan tangannya.

"Ya kan tetep aja aku bisa selamet dari Kak Dito karena kamu," Violet tetap berusaha mensejajari langkah Gea. Gea hanya melirik sekilas tanpa berkata apa-apa.

"Ish, jutek banget sih jadi orang," gerutu Violet saat Gea sudah berada jauh di depannya. Tapi Violet tidak marah. Sebaliknya, ia merasa kasihan pada Gea. Penampilan gadis itu mengingatkannya pada dirinya dulu. Violet ingin membantunya berubah, seperti yang ia lakukan pada dirinya sendiri, tapi Gea terlalu cuek.

"Evan sayang!" teriakan seorang mahasiswi membuat Violet menoleh, dan tepat saat itu matanya menangkap sosok pria tampan yang berjalan ke arahnya.

Sontak langkah Violet terhenti.

"Kak Evan..." gumamnya lirih.

Evander William Grayson.

Nama yang begitu dikenal di kampus. Mahasiswa senior yang terkenal, tampan, dan karismatik. Semua orang tahu siapa dia. Begitu juga Violet.

Bahkan, sebenarnya, Violet sudah lama menyimpan rasa pada Evan. Bukan sekadar karena ketampanannya, tapi karena kenangan yang selalu melekat di benaknya, yaitu kenangan dari masa SMA.

Dulu, saat Violet masih menjadi gadis culun berkacamata tebal, Evan adalah satu-satunya orang yang membelanya ketika ia dibully. Saat itu, Evan adalah kakak kelasnya di tahun terakhir SMA, sementara Violet masih duduk di kelas satu. Momen singkat itu menjadi sesuatu yang berharga bagi Violet.

Dan sekarang, setelah bertahun-tahun berlalu, mereka kembali berada di tempat yang sama. Violet yang dulu bukan siapa-siapa, kini telah berubah. Ia lebih percaya diri, lebih cantik, lebih diinginkan banyak orang.

Mungkin… mungkin inilah waktunya.

Saat Violet menoleh, matanya langsung bertemu dengan tatapan Evan.

Dia tersenyum.

Jantung Violet berdebar.

Evan mengangkat tangan, melambaikan tangan ke arahnya.

Hatinya hampir melompat. Dengan semangat, Violet balas tersenyum, ikut melambaikan tangan.

Tapi kemudian…

Evan berjalan melewatinya begitu saja.

Senyum dan lambaian itu bukan untuknya.

Melainkan untuk seorang gadis lain yang berdiri di belakangnya.

Tanpa ragu, Evan merangkul gadis itu dengan penuh kasih sayang, membisikkan sesuatu yang membuat gadis itu tertawa kecil.

Dada Violet langsung terasa sesak.

1
HANA
Assalamu'alaikum gaes.
Sebelumnya, author mau ngucapin selamat menunaikan ibadah puasa bagi para pembaca yang muslim 🥰🙏

Terus.. untuk menjaga kekhusyukan para pembaca dalam beribadah, mulai besok bab selanjutnya akan update setelah buka puasa. Jadi tenang aja, meskipun ada adegan plus plusnya, ga akan bikin batal 🤭
Terimakasih atas perhatian nya...
Dukung terus karya ini dengan kasih like, komen, gift, subscribe, dan lain-lain.
Terimakasih! ❤
lilik indah
owhhhh...msh aman trnyata
Kusii Yaati
kelamaan mah kalau nunggu di puji violet mending muji diri sendiri ya nggak Wil 😂
nd4r
heeeeeeeeh pd kali om satu ini/Facepalm/
Aisyah Ranni
Om Will Will Solution ini bukan cowok sempurna tp Hot Duda Value Grade A ...udah ganteng,kaya,baik hati,rajin menabung dan yg penting sudah cinta sm kamu mbak Purple.
Azahra Rahma: om Will Will duren mateng ,,duda keren mapan dan ganteng,,kurang sempurna apa tuh ya kak
total 1 replies
SAL💞🇲🇾
om duda perasan..
mery harwati
Lembaga survey tolong keluarkan survey anda soal cowok sempurna bagi William🤣🤣
jiee💚
sat set ya om Wil takut di tikung sama yg muda
jiee💚
berterima kasihlah kamu sama om Wil Klo gak pasti udah di unboxing kan kamu juga yg nyesel
HANA
Pedenya Om Will🤦‍♀️
mery harwati
Wiiilllii di apartemenmu ada CCTV kan? Bisa kau putar ulang lagi tuh tiap adegan saat dirimu masuk memanggul Violet & saat Violet menggeliat seperti cacing kepanasan, pengen liat reaksi Violet klo adegan CCTV diulang 🤣
Azahra Rahma: nah setuju tuh kak,,biar violet tau kelakuannya tadi malam seperti apa
total 1 replies
HANA
Alhamdulillah duda kesayangan kita nggak kebablasan gaes 🤭
Aisyah Ranni
Waduh gak jadi adegan horor nya😆 gpp menjaga martabat duda berkelas gitu lho
suyetno
/Gosh//Gosh//Gosh//Gosh//Gosh//Gosh/
suyetno
ko cm om wllli dong yg lain mana
suyetno
terima aja klu jodoh ga kemana
suyetno
ada sj km violet mau bl yv gituan /Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Fitriana Yusuf
semangat berkarya💪💪
HANA: terimakasih 🥰
total 1 replies
jiee💚
ya ampun agak deg deg an yah bacanya tapi kamu beruntung vio gak jadi di unboxing sama cowo gak dikenal
lilik indah
wachhhhh...apakah akan trjadi hal2 yg q fikirkan ya???🤔🤔🤔🤔
lilik indah: yg pstiii....🥰🥰🥰🙊
HANA: apa tuh yang dipikirkan?
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!