Usia Alexius Calandra memang sudah tidak lagi muda. Dan dia dijodohkan dengan seorang gadis yang pemarah dan arogan. Bagaimana cara dia menghadapi gadis muda itu yang punya sikap sangat menjengkelkan menurutnya.
Beberapa kali Sarah dan Alex berusaha menggagalkan perjodohan tetapi selalu gagal karena Ibu Alex sangat pintar dan berpendirian teguh.
Dengan sangat terpaksa akhirnya mereka menikah agar tidak dicoret dari daftar warisan keluarga.
Selalu ada pertengkaran kecil dalam rumah tangga Alex dan Sarah di setiap harinya, tetapi mereka tidak menyadari bahwa hal itu justru semakin mendekatkan hubungan mereka.
Sebuah rahasia terungkap saat Alex mulai mencintai Sarah begitupun sebaliknya. Bagaimana jika tiba-tiba mereka harus bercerai karena anak kandung Adolf Chavali yang hilang telah kembali dan mengambil semua haknya yang dipinjam Sarah selama ini, termasuk perjodohannya dengan Alex.
Bagaimana sikap Alex selanjutnya? Dan akankah kedua orang tua Sarah tetap menyayangi gadis itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyaeva, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 1
Sarah Chavali (Korea-Inggris)
Just Read And Enjoy
Riuh suasana di sebuah cafe klasik dengan banyak pengunjung. Kursi bisu penuh ditumpangi bobot tubuh para pengunjung lelaki dan perempuan. Semua sibuk dengan kepentingan masing-masing, tidak ada atensi lebih untuk hal lain.
"Sayang, kapan kau akan menikahiku?" rajuk seorang wanita dewasa berusia sekitar dua puluh sembilan tahunan.
Pria yang menjadi lawan bicaranya hanya menatap sekilas. "Entahlah, Sayang. Bersabarlah!" jawabnya pada sang kekasih.
"Kau mencintaiku, 'kan?" tanya wanita itu lagi.
"Tentu saja, Dilia!" jawab si pria dengan yakin.
"Aku akan bicara dengan ibuku hari ini," ucap si pria itu lagi.
"Baiklah, Sayang. Terima kasih." Dilia tersenyum sumringah. Dia pasti bahagia mendengar ucapan kekasihnya.
"Kalau begitu, aku ke toilet sebentar, ya?" Dilia pamit bermaksud untuk merapikan kembali riasan sehabis makan malam dengan kekasihnya.
Namun, sebuah kesialan menimpa saat dia bertabrakan dengan pengunjung lain. Dilia terkejut ketika melihat seorang gadis dengan kemeja putih yang sudah kotor karena noda minuman.
"Ah, ya ampun, maaf, aku tidak sengaja," sesal Dilia sambil menepuk bagian depan tubuh si gadis.
"Apa kau tidak punya mata? Kau tidak lihat pakaianku kotor sekali!" Dilia terkejut gadis itu marah besar.
"Maaf, sungguh aku tidak sengaja." Dilia kembali meminta maaf pada gadis itu.
Keributan kecil tersebut membuat semua orang mengalihkan perhatian. Seorang pria yang merupakan kekasih Dilia segera beranjak dan menghampiri kekasihnya yang sedang bermasalah.
"Sayang, ada apa?" tanya si pria penasaran.
"Aku tidak sengaja menabrak nona ini," jawab Dilia gugup. Pasangan tersebut menatap kepada gadis muda yang masih berusaha membersihkan pakaiannya.
"Tuan, istri anda tidak berjalan dengan benar. Dia bermain ponsel dan tidak melihat keadaan sekitar." Gadis itu masih terlihat marah.
"Maaf, tadi ada pesan dari temanku," jelas Dilia. Dia menatap bersalah pada kekasihnya.
Belum selesai berbicara, gadis muda itu pergi begitu saja, membuat si pria mengepalkan tangan. Anak muda zaman sekarang tidak punya etika terhadap orang yang lebih tua.
"Benar-benar tidak sopan!" ucap si pria dengan kesal.
"Sudahlah, Lex. Aku tidak apa-apa," hibur Dilia pada kekasihnya. Alex menatap penuh cinta karena kekasihnya itu adalah wanita yang sangat baik dan sabar. Tidak salah dia memilih Dilia sebagai wanita yang sangat dicintainya.
Young Wife
(Wedding Contract)
Rencana hanya tinggal rencana. Alexius Calandra harus menelan pil pahit kehidupan, saat sang ibu memberitahukan kabar buruk bagi dirinya.
Bagaimana tidak? Kabar yang bisa disebut perintah lebih tepatnya dari sang ibu seperti petir yang menyambar di siang hari, tanpa ada angin dan hujan sang ibu memintanya untuk menyetujui sebuah perjodohan dengan salah satu putri kolega bisnis.
Bagaimana dengan sang pujaan hati, Dilia Olive yang sudah menantinya dengan sabar selama lima tahun. Alex tidak akan bisa melepaskan wanita itu sampai kapanpun.
"Mama tidak mau tahu, pokoknya kamu harus menikah dengan gadis pilihan Mama, titik!!" perintah sang ibu yang tidak bisa ditolaknya.
Maksud hati ingin memberi kejutan pada sang ibu. Alex bermaksud meminta restu agar dia bisa melamar dan menikahi Dilia. Bukankah ibunya ingin dia segera menikah dan punya anak?
"Ma, sebenarnya ada yang ingin aku bicarakan hari ini." Alex berucap lembut pada sang ibu sekedar membujuk wanita itu. "Mama tidak perlu repot mencarikan jodoh untukku, karena aku sudah punya calon. Dia wanita yang baik, cantik dan aku sangat mencintainya."
Ibu Alex menatap putra semata wayangnya dengan tatapan penuh selidik. "Siapa? Jangan katakan dia dari kalangan yang tidak jelas." Wanita itu berkata tegas. Marina Calandra adalah seorang wanita yang keras pendiriannya, sehingga tidak akan mudah bagi Alex untuk bisa meyakinkan ibunya itu.
"Setelah papamu meninggal, hanya Mama yang bertanggung jawab atas masa depanmu."
Alex menghembuskan nafas. "Aku sudah 30 tahun. Mama tidak perlu khawatir, aku bisa memilih mana baik untuk diriku," ucapnya berusaha menjelaskan pada sang ibu.
"Paling tidak temui gadis itu dulu. Setelah itu kita bicarakan lagi." Alex tidak bisa menolak perintah sang ibu, tetapi bagaimana dengan Dilia? Wanita itu pasti sakit hati kalau sampai mengetahui hal tersebut.
"Dia dari keluarga Chavali. Dia sangat cantik dan Mama sangat menyukainya."
"Dan namanya adalah, Sarah Chavali."
Alex mengangguk dengan sangat terpaksa. Apa salahnya dia menemui gadis itu dulu, mungkin saja orang yang dimaksud juga sudah punya kekasih dan tidak tertarik padanya.
To be continue
See u next chap ...
dan lihat 37 bab
ku pikir
berhenti di tengah jalan atau Hiatus atau pindah ke aplikasi lain nya karena ada tulisan end
eh ternyata emang bener di bab 37 tamat
keren bisa tamat
walaupun hanya 37 bab
semoga bisa berkarya lagi ya Thor 🤲 Aamiin 🤲
tetap semangat berkarya yah thor....🤟💪💪💪👍👍👍👍👍🎉🎉🎉🎉