Aileen Candramaya Putri Cempaka atau yang lebih sering dipanggil dengan sebutan Cempaka. Anak dari salah satu ajudan jenderal besar di Bandung. Malang nasib di umurnya yang baru 10 tahun ia harus kehilangan orangtunya akibat pemberontakan di Papua. Cempaka yang masih kecil dititipkan pada atasannya. Muhammad Ghiza Naskala Barawijaya adalah anak dari Jendral Muhammad Toha Barawijaya. Ia adalah sosok yang selalu ada di pertumbuhan Cempaka. Ketika Cempaka baru kelas 5 SD dan dititipkan pada orangtunya ia pun menjadi sosok ajudan untuk Cempaka. Hidup Cempaka selalu terbiasa dengan Naskala meskipun Naskala selalu mengejeknya. Ketika ia beranjak dewasa Cempaka tak mengerti kenapa Naskala sangat dingin dan tak ingin berbicara padanya. Bahkan selalu menundukkan pandangan kepadanya. Pada suatu hari ada tragedi besar yang mengharuskan Naskala dan Cempaka menikah meskipun dilaksanakan dengan terpaksa.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amanda Ferina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Prolog
...2007...
"Cempaka kaya nama bunga, orang tua kamu sebangsa bunga yah?" tanya Naskala sambil mengejek Cempaka yang sedang menunjukkan wajah cemberut.
"Om Kala jahat! Aku bilang Papa! Hiks, papa dan mama aku manusia. Cempaka benci Om Kala!"
...2012...
"Hiks, Cempaka sedih. Sekarang Cempaka gak punya siapa-siapa lagi." Naskala menghela napas dan mengusap air mata Cempaka.
"Cempaka jangan sedih yah, sekarang ada Kak Naskala yang bakal jadi ajudannya Cempaka dan jagain Cempaka sampai kapanpun. Saya berjanji sama kamu. Jangan nangis lagi kamu kaya bocil kematian jadinya!"
...2015...
"Om Naskala jangan ganggu aku belajar! NGESELIN!!"
"Hahahha! Kamu itu bocil saya jadi saya bebas lakuin apa saja ke kamu! Satu lagi jangan panggil saya om-om saya baru 19 tahun!"
...2019...
"Om Naskala kenapa jadi dingin ke Cempaka? Emang Cempaka ada salah apa sama Om? Padahal Cempaka pengen peluk Om Kala!"
Naskala menatap dingin Cempaka. "Kamu sudah besar tidak selamanya saya bisa bersama kamu dan nemenin kamu. Kamu harus bisa melakukannya sendiri dan belajar hidup tanpa saya."
Cempaka tak mengerti dengan perubahan Naskala. Pria yang dulu sangat suka menjahilinya dan selalu bermain dengannya kini bak kulkas yang berjalan. Bahkan ketika Cempaka ingin memeluk dan bermanja dengan Naskala pria itu selalu menghindar. Perubahan Naskala yang sangat aneh membuat sedih Cempaka.