NovelToon NovelToon
Istri Untuk Putraku

Istri Untuk Putraku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Tamat
Popularitas:1.6M
Nilai: 4.5
Nama Author: harsupi fakihudin

Hawa Hasnawi gadis penjual kripik singkong, yang dipaksa menikah dengan pemuda sombong, dingin dan angkuh.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon harsupi fakihudin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kripiiiiiikkkkkkk

"Kripik kripik !!!" Teriak Hawa

"Iok iok" bunyi terompet toet toet yang dipencet pencet oleh Hawa

"Kripik singkoooonnnnggg iok iok" Hawa teriak teriak memanggil pembeli

"Rasa original, rasa pedas asin, rasa pedas manis, rasa sayang sayangeeeee" Hawa terus menjajakan dagangannya dengan beriklan dan berteriak teriak, tak kenal lelah sambil menyambut para karyawan yang mulai keluar dari pabrik

Seluruh karyawan berjubel menyerbu dagangan Hawa

"Cicipin cicipin cicipin....." Teriak Hawa sambil menyodorkan kripik khusus buat cicipan

"Berapa ini mbak satu plastiknya?" Tanya salah satu karyawan yang ingin membeli dagangan Hawa

"Sepuluh ribuan mbak, ini tulisannya" Tunjuk Hawa pada tulisan yang menempel pada grobak kacanya

"Iok iok iok" Hawa terus memencet trompet klakson untuk memanggil para pembeli

"Oh maaf mbak nggak lihat" Ucap karyawan

"Nggak pa apa mbak, lihat aku aja seorang" Goda Hawa

"Aku satu mbak"

"Satu mbak"

"Satu mbak"

"Ok ok" Hawa

"Laris manis tanjung kimpuuuuulllll..... Dagangan habis, duit ngumpullllllll" Hawa selalu cablak ceria

Duit bayaran dari pembeli, ia tabok tabokkan pada kripik yang menggantung mengelilingi grobaknya

"Ini mbak duitnya" Pembeli

"Siap mbak, terimakasih ayo... dipilih dipilih dipilih.... Kripik rasa original, rasa pedas asin, rasa pedas manis, dan rasa sayang sayangeeeeee cuma sepuluh ribu aja boskuuuuuu murah meriaaaah"

"Iok iok"

"Eh iya, perkenalkan, namaku Hawa Hasnawi, panggilan kerenku Hawa. Orang bilang sih, Hawa tercipta didunia, untuk menemani sang Adam. Apakah aku harus mencari seorang pria yang bernama adam ??? ah iya, usiaku 22 tahun, dua semester lagi, kuliahku akan segera kelar"

Lanjut

"Iok iok iok"

Dagangan Hawa satu persatu, diburuh pembeli. Butuh satu jam istirahat pabrik, ludes diserbu karyawan.

"Alhamdulillah" Hawa menata duit yang acak acakan ditas pinggangnya

"Laris neng" Ucap pak Sueb pedagang buah buahan dan lotis, menghampiri Hawa sambil tersenyum

"Alhamdulillah pak, tinggal satu. Ini, buat bapak seorang" Hawa tersenyum lebar

"Wahahaha bapak dapat cipratan rejeki juga ya neng" Pak Sueb

"Iya pak... Dagangan bapak juga laku keras kan pak?" Hawa

"Alhamdulillah neng, berkat doa neng juga, dagangan bapak ludes" Pak Sueb

"Aamiin..." Hawa menangkupkan kedua telapak tangannya kewajah "Bapak, Hawa pulang dulu ya pak, mau kuliah dulu, biar cepet lulus" Pamit Sifa

"Iya neng hati hati" Pak Sueb

Tin tin

Suara klakson mobil hitam, tiba tiba keluar dari dalam pabrik

"Cekikiki bremmmm"

Bunyi tossa milik Hawa

Dug

Pantat tossa Hawa menyenggol bamper mobil

Jendela mobil langsung terbuka "Heiii !!!, Woman !!! Turun kamu !!!" Pemuda tampan keluar dari mobil " Turun !!" Tunjuk Fariz pada Hawa

"Daganganku habis bos, besok ya?" Jawab Hawa dengan polosnya. Padahal Fariz sudah keluar tanduknya

Fariz menendang Tossa milik Hawa

Duakkkk

"Turun !!!" Teriak Fariz

Pedagang yang belum pulang, semuanya takut, karena yang marah marah adalah pemilik pabrik tersebut

"Apa si bos, main tendang tendang. Sudah kukatakan, daganganku habis. Besok lagi ya boskuuu" Hawa turun dengan wajah tanpa dosa

"Saya, tidak butuh daganganmu. Tapi mobilku, sudah kamu tabrak. Lihat !!!" Hawa ditarik lengannya oleh Fariz

"Kapan aku menabraknya?" Hawa sedikit takut, karena Fariz mendelik mendelik, dan lebih takutnya, mobil sipemuda garang itu penyok bamper depannya

"Kapan kamu bilang !!!? Sini KTP mu" Ucap Fariz sambil berkacak pinggang

"Buat apa KTPku bos ?" Hawa

"Bas bos bas bos... Emang aku bos kamu !!"

Hawa membuka tas, dan mengambil Dompet

"Mana, mana KTPmu !!" Fariz

"Ya sabar...."

Usel usel, Hawa usreg mengambil KTP dari dompet

KTP sudah ditangan Hawa, tapi ragu untuk memberikannya pada pemuda garang yang ada didepan Hawa

"Sini !!" Fariz merebut KTP, lalu menjentikkan jarinya pada KTP tersebut "Bagus !! mana nomer ponselmu"

"Buat apa lagi?" Hawa menolak

"Biar kamu tidak kaburlah ! dan kamu, harus bertanggung jawab pada mobilku, yang sudah kamu tabrak" Fariz masih ngotot

"Laki laki kok begitu, nggak ada halus halusnya dikit pada wanita" Gerutu Hawa

"Ngomong apa tadi kamu !! Ha?? jawab !!"

"Dibawa kebengkel ketok magicnya bang Somad kan bisa brow" Hawa

"Apalagi kamu panggil. Bra bro bra bro. Mana ponselmu buruuu !!" Fariz

Hawa mulai mrekatak ( merinding) tengkuknya, hidup dan mati, ada ditangan pemuda garang ini

Tangan Hawa sudah dingin dan bergetar, seperti orang kelaparan dua hari dua malam

"Sini !!" Fariz sudah merebut ponsel tersayang milik Hawa

"Ini ponsel tahun berapa kacanya retak semua" Omel Fariz

"Tahun sebelum raja Fir'aun lahir" Celetuk Hawa

Fariz melirik Hawa dengan tajam

Fariz sudah memanggil dengan menggunakan ponsel Hawa

"Nih, nomermu sudah aku simpan. Jika kau sampai ganti nomer ponsel, kau akan tanggung akibatnya. Dan satu lagi, jangan berani kamu dagang didepan sini lagi. Paham !!!" Ancam Fariz

Tes

Airmata Hawa menetes

Hawa memasukkan ponsel pada tasnya. Berdiri bengong memandang pemuda yang mengancam dan mendelik delik kepadanya.

Pemuda tadi berlalu meninggalkan Hawa, masuk kedalam mobil, dan mengendarainya dengan kencang.

Hawa mengusap airmatanya kasar

Pak Sueb mendekat "Yang sabar ya neng"

Hawa mendengar pak Sueb memberi hati, langsung mewek

"Orang susah itu, nasibnya juga susah ya pak. Diinjek injek" Hawa berucap sendu

Pak Sueb mengusap punggung Hawa "Suatu saat, kau pasti menemukan jalan yang mudah neng. Orang itu, tidak akan susah terus. Pasti ada saat bahagia, tinggal menunggu giliran dan waktu" Pak Sueb menguatkan Hawa

"Dari kecil, Hawa sudah tidak dianggap oleh orang tua Hawa. Giliran gede, sama juga. Diusir sama orang. Berasa pengemis pak. Sudah ah, Hawa pulang ya pak?"

"Iya neng, hati hati" Pak Sueb

-

Hawa pulang dengan hati yang sakit. Sakit dihina, sakit dibentak bentak. Retak seperti screenguart ponselnya Hawa.

Hawa memarkirkan tossanya dihalaman rumah bu Sifa yang sangat luas halamannya. Bu Sifa adalah, orang yang menganggap Hawa seperti anak kandungnya sendiri

Tiap bulan, ia dikucuri dana, untuk sekolah Hawa. Tapi Hawa tidak tinggal diam. Ia selalu berdagang, sebisa dia, untuk menyambung hidup.

Hawa pernah diajak kerumah bu Sifa yang berada dikota sekali, tapi tidak betah. Karena disana, Hawa tidak punya teman. Apalagi, anak anak bu Sifa, semuanya cowok kembar 4 , jadi Hawa risih.

Sebenarnya, Hawa belum pernah bertemu dengan keempat putranya, dan tidak begitu kenal, apalagi hafal. Sama sekali Hawa tidak hafal.

Hawa berlari menuju rumah mendiang neneknya.

Ia melakukan kegiatan seperti mandi, melakukan ini dan itu, itu dirumah neneknya. Sedang dirumah bu Sifa, Ia hanya membersihkan dan merawat rumah mungil milik bu Sifa.

Hawa kembali berseri, ketika menaiki motor pemberian pak dokter Ilham, atau suami ibu Sifa untuknya

"Aku harus kuat. Kasihan bu Sifa dan pak dokter, jika nilai kuliahku jelek. semangat"

-

-

Hai readers... Selamat datang dinovelku berikutnya

Disarankan untuk membaca novelku sebelumnya, yang berjudul "Jodoh Sang Dokter Duda"

Jangan lupa,

Like

Vote

Tips

Dan juga komen... Semoga terhibur...

BERSAMBUNG............

1
Maulana ya_Rohman
😭😭😭😭masih ada bawang...
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....
Maulana ya_Rohman
😭😭😭😭masih ada bawang...
trenyuh aku..... banyu moto gak bisa mandek....
Maulana ya_Rohman
di bab ini kok masih sj mewek tenand...😭😭😭
Maulana ya_Rohman
nangkring di sini thor...
Namika
🤣🤣🤣🤣
Namika
awal akhir kembar jugakah? 😂😂😂
Namika
nama2 tokohnya juga unik2 wkwkkwk
Namika
aku mampir lagi karna ceritanya kocak
Lee yeon seinaa
hahaha
Saekhul Game
😂😂😂😂😂😂
Saekhul Game
hhhhhhhhhhh
Saekhul Game
hahahahaha
Saekhul Game
hhhhhhhhhhhhh
Sartini Sartini
bagus ceritanya
rodiah
cikoneng mana nih thor... jatake bukan 😁😁✌️
rodiah
wah tempatku pasar kemis kesebut... 💃😂🤭
Anie Jung
👍👍👍👍👍👍👍👍👍
rodiah
ini yang kedua baca nya selalu seru dan menarik
rodiah
tor apa orang tangerang ya
Saekhul Game: sepertinya iya.. ini daerah cimone kan
total 1 replies
kirei ardilla
aku malah kebalik, pertama baca tentang dokter Ilham terus Fatih terus Hanan dan Fariz. ga tau abis ino mw baca yg mana?
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!