Unperfect
Siapa yang tak kenal dengan Ryan, ketua basket dengan pesona tak ada lawan di SMA Sonata? Ya, semua wanita selalu tertuju kepadanya dan jatuh begitu saja kepada sorot mata sadisnya yang tak kalah dala
0
0
Inspirasi Hidupku
Saat ini, aku dalam keadaan paling terpuruk. Hidupku hanya berteman dengan sepi, sunyi dan kegelapan. Aku merasa di dunia ini hanya ada diriku seorang. Aku letih dengan semua ini. Aku tak menemukan ja
0
0
Jem dan Meila
Jém, namanya. Siswi kelas 3 SMA. Dia sangat baik dan suka menolong, bahkan ia seorang juara kelas. Dalam daftar peringkat 10 besar di kelas pasti Jem yang duduk paling atas. Namun, sayang tak ada yang
0
0
Apa yang Terbaik
Mamanya belum mengirim jatah uang jajannya bulan ini. Sebagai anak rantau yang masih kecil nan imut, Elvina benar-benar berusaha untuk belajar menghemat uang yang diberikan oleh orangtuanya. Malang ni
0
0
Cinta Pungguk Kepada Bulan?
Kuperhatikan dari jauh seorang lelaki dengan seragam olahraganya di antara lelaki berseragam olahraga lainnya yang sedang bermain voli. Ia tampak bergerak aktif mengikuti ritme permainan, kadang wajah
0
0
Penulis
Malam ini Caca menimang-nimang apakah dia harus melanjutkan pembuatan buku itu atau tidak. Pasalnya, Caca adalah anak sederhana yang sangat menghargai apapun itu termasuk uang untuk membuat buku. Tapi
0
0
Terima Kasih
Minggu pagi yang cerah. Mentari mulai menunjukkan kehangatannya seperti pelukan kasih sayang seorang ibu kepada anaknya. (Ingat!!! bukan anak kucing ya hehehe). Seperti biasa kalo di hari minggu apala
0
0
Seperti Kamu (Part 1)
“Aduh…” Rintihan seseorang yang mengaduh membuatku tersadar bahwa aku telah menabrak seseorang. Dengan terbata-bata aku meminta maaf, “eh… Maaf aku aku ga tau ada orang.” Tak ada jawaban dari orang ya
0
0
Friendzone (Part 2)
Keesokan harinya aku berangkat seperti biasa. Yap, menggunakan jasa ojol alias ojek online. Saat aku keluar rumah, kulihat lelaki bertubuh tinggi dengan jaket hitam sedang duduk di atas motor trailnya
0
0
Keinginanku untuk Berkarya
Menyesali nasib tidak akan mengubah keadaan. Terus berkarya dan bekerjalah yang membuat kita berharga. Kata kata itulah yang menjadi penyemangatku sampai saat ini. Namaku Sukarya, aku duduk di kelas 8
0
0
Friendzone (Part 1)
Aku Ditha dan dia Radit, teman-teman menjuluki kami “Raditha”. Eits, seperti judulnya, kami hanya berteman atau lebih tepatnya sahabat. Aku dan Radit sekelas sewaktu SMP dan sejak SMP pula kami bersah
0
0
Prank Tissue Ketek
Senin pagi yang cerah menyambut aktivitas pagi manusia. Mulai dari bekerja, sekolah, mengerjakan urusan, mulung wkwkwk. Begitu juga aktivitas di SMP 2 Gusonduyo. Para siswa dari kelas 6-9, eh maaf, ma
0
0
Gak Perlu Sempurna Kok
Hmmm… selama gua hidup gua selalu merasa insecure sama diri gua sendiri. Fisik gua jelek, punyak 3 tai lalat di wajah dan masih banyak lagi kekuranganku. Gua pernah berfikir kalo gua gak bakal punyak
0
0
Aku, Dia dan Mimpi Alam Bawah sadarku
Ini tentang aku, dia, dan mimpi alam bawah sadarku. Aku tidak tahu sekarang ada di mana, di sini ada pepohonan rindang, lapangan luas dengan pijakan tanah yang padat, dan tampak di pinggir lapangan be
0
0
Kurioritas
Aku tetap berjalan kukuh sambil memeluk diriku sendiri. Jaketku pun bahkan tidak mampu melindungi diriku dari hembusan angin. Sore itu menjelang maghrib. Seluruh anak teater sudah meninggalkan sekolah
0
0
Menepis Rasa
Dia seorang yang periang. Setiap bertemu, dia selalu menyapaku dan tersenyum. ‘sungguh menggugah hati’. Kami tinggal sedesa. Jarak rumahnya tak jauh dari rumahku. Namanya Indah. Paras wajahnya sesuai
0
0
Masa yang Tak Berubah (Part 3)
“Anak itu, kan? Dia adek kelas, kan.” “Aku gak nyangka kalo itu Esha.” “Esha anak 11 MIPA 1 itu, kan?” “Iya, dia orangnya.” “Iel tau gak nih, ya?” “Emang mereka pacaran?” “Gak tau juga, mereka keliata
0
0
Masa yang Tak Berubah (Part 2)
Dret… Dret… Dret… Iel yakin itu adalah gadis pujaannya, Esha. “Halo, Sha. Tumben banget nelpon aku siang begini, nanti aku ke rumahmu kok. Tahan rindunya dulu, ya.” Iel berbicara dengan setengah sadar
0
0
Sepasang Tali Sepatu Biru
Baru Beberapa minggu sekolah menengah pertama dan kini aku melihat beberapa temanku sudah dirazia tali sepatunya. Hanya boleh menggunakan tali sepatu hitam sementara keadaannya sekarang aku memakai ta
0
0
Masa yang Tak Berubah (Part 1)
Pagi ini apes bagi Esha. Bel masuk kurang 10 menit lagi sedangkan dia baru keluar dari rumah. Untung saja rumahnya berjarak 200 meter ke sekolah. “Ah, lariku lambat sekali, kakiku gak bisa diajak komp
0
0