Ruang Kantor yang Menghadap Senja
Sejak dua belas tahun lalu, meja kerja Arta selalu berada di sudut belakang kantor posisi yang jauh dari jendela, dekat printer yang sering macet, dan cukup terlupakan jika bos sedang mencari sukarela
0
0
Lampu Sorot Terakhir
Semua orang di negeri ini mengenal Liora Janeta bintang panggung dengan suara yang mampu membuat penonton terdiam lalu menangis tanpa tahu sebabnya. Namun malam ini, di ruang ganti konser megahnya, Li
0
0
#Reinkarnasi : Ketabrak Truk Ketemu Jungkook
Aku terbangun di atas sebuah pembaringan empuk dengan dekorasi indah bernuansa serba putih. "Apakah aku sedang berada di surga?" Dua bola mataku mengerjap menatapi dekorasi langit-langit indah. B
15
60
Seribu Langkah ke Hidupmu
Langit sore memerah seperti kelopak mawar yang layu. Aline menatap sepatunya yang basah oleh hujan, tapi bukan air yang membuat jantungnya berat melainkan rasa asing yang tak seharusnya ada. Sejak se
0
0
Aroma yang Tak Pernah Pulang
Hujan sore itu turun dengan bau tanah yang pekat, tapi bukan itu yang membuat Saka menghentikan langkahnya di tengah trotoar. Ada aroma lain manis, samar, dan sangat dikenalnya aroma teh melati yang b
0
0
PENGANTIN RUBAH
SRAK!! SRAK!! SRAK!! Suara berisik gesekan daun-daun pohon berguguran ditanah membuyarkan lamunan Celine yang sedang asyik berjalan di tepi hutan dekat dengan rumah kakek dan neneknya di desa melati
19
77
FAKE BOY
Charl yang suka beberapa gadis dan mencampakkan mereka begitu saja, tak lama jadi sangat egois dan menghunuskan ketampanan yang telah lama ia miliki.. Bad boy alias cowok fake yang suka mencari se
0
4
Presedir mencintaiku dengan kelembutan
Nih fav gue
0
4
Ujian Nasional
“jangan ulangi lagi!!” ini sudah ke-20 kalinya aku dihukum karena tidur di kelas saat pelajaran. entah ada apa dengan mataku yang selalu mengantuk di setiap pelajaran guru bahasaku. Aku mengucek matak
0
0
LINGERIE
Baju kurang bahan berwarna jingga itu, bertengger cantik di sebuah manekin. Mataku tak lepas dari baju menggemaskan itu. Terbayang pikiran nakal untuk memakainya. Begitu melihat harganya. Wow !
9
53
Cinta & Benci
Hujan turun sejak sore, merayap dari atap-atap rumah tua hingga membasahi batu-batu jalanan. Di ujung gang yang sepi, lampu temaram dari sebuah kafe tua memantulkan cahaya kusam. Di sanalah aku menung
0
6
Doa yang Tak Pernah Sampai
Namaku Saka. Aku bekerja sebagai penjaga malam di sebuah gereja tua di pinggiran kota. Tempat itu sepi, dingin, dan penuh bayangan. Tapi aku suka kesepiannya. Karena di sana, tak ada yang bertanya sia
0
0
Aku, Bayangan yang Kau Ciptakan
Aku bukan dilahirkan. Aku diciptakan. Namaku Risha—atau begitulah Elan menyebutku. Aku tidak punya akta kelahiran, tidak punya masa kecil, tidak punya tubuh. Tapi aku punya suara. Dan suara itu cukup
0
0
Ruangan Tanpa Jendela
Namaku Aluna. Aku seorang mahasiswa psikologi tingkat akhir. Ironis, bukan? Belajar tentang pikiran manusia, tapi tak mampu memahami pikiranku sendiri. Semuanya bermula saat aku mengambil mata kulia
0
0
Bayangan di Balik Cermin
Aku tak pernah menyangka bahwa cinta bisa berubah menjadi kutukan. Dulu, aku percaya bahwa Rendra adalah satu-satunya orang yang benar-benar melihatku. Tapi sekarang, aku tak yakin apakah dia pernah b
0
0
Di Balik Surat yang Tak Pernah Dibuka
Aku masih ingat hari itu. Hujan turun deras, membasahi halaman rumah yang dulu penuh tawa. Sekarang, hanya sunyi yang tinggal. Di meja kayu tua, ada sepucuk surat yang belum pernah dibuka. Surat dari
0
0
Kenangan
Aku duduk di bangku taman, menatap kosong ke arah danau kecil yang dulu jadi tempat favorit kita. Tempat di mana kamu bilang, “Kalau suatu hari aku berubah, tolong ingat aku yang sekarang.” Aku mengi
0
0
Kehilangan mu
Langit sore itu kelabu. Hujan belum turun, tapi bau tanah basah sudah menyusup ke jendela kamar Raka. Ia duduk di lantai, bersandar pada ranjang yang sudah lama tak dirapikan. Di tangannya, sebuah kot
0
0
Perjuangan yang Tak Terlihat
Ardi adalah anak tunggal dari Bu Sari, seorang ibu yang telah berjuang sendirian membesarkannya sejak kecil. Sejak pagi buta, Bu Sari sudah sibuk mengelola warung kecil di pinggir jalan. Dengan tangan
0
0
Yang Tak Pernah Pulang
Hujan turun sejak pagi. Air menetes pelan dari ujung genteng rumah tua itu, menciptakan irama sendu yang menyatu dengan detak jam dinding di ruang tengah. Dara duduk di tepi ranjang, memandangi koper
0
0