NovelToon NovelToon
Risalah Hati

Risalah Hati

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: ARyanna

WARNING!!
Cerita Dewasa, tak baik dibaca oleh anak dibawah umur!

"Menikahlah denganku," ucap Soraya memohon, berlutut di hadapan lelaki yang baru ditemuinya dalam waktu hitungan jari.

Ada apa dengan Soraya, hingga bertindak demikian? Kita ikuti saja kisahnya...




Tpe 23-12-2019

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ARyanna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 27

Acara yang dinanti-nanti sedang berlangsung. Dekorasi tampak indah dan megah, dihias dengan bunga segar di tiap meja tamu undangan. Di ballroom hotel Wijaya resepsi pernikahan Soraya dan Rudi digelar.

"Saya terima nikah dan kawinnya Elvina Felicia Soraya binti Hary Wijaya dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan perhiasan emas seberat dua puluh dua gram dibayar tunai."

Masih terngiang jelas ikrar suci yang diucapkan oleh Rudi tadi pagi. Soraya memandangi cincin yang tersemat di jari manisnya. Rasa sedih kentara diraut wajahnya meski sudah tertutupi riasan. Seharusnya ini hari yang bahagia, namun tidak dengan yang dirasakan Soraya.

"Kenapa?" tanya Jenny dengan suara pelan memahami temannya yang saat ini terlihat melamun.

Soraya menggerakkan bola matanya kemudian menggeleng pelan, bibirnya bergerak membentuk garis simetris tatapannya juga sendu.

Jenny berdecak, "ini hari pernikahanmu, seharusnya ini jadi hari yang bahagia. Tapi kenapa malah sedih kayak gini?"

Jenny menarik kedua sudut bibir Soraya yang pasrah akan tindakan yang Jenny lakukan padanya. Hingga membuat lengkungan aneh dan tak enak dipandang mata.

Jenny terkekeh, namun Soraya menepis malas tangan Jenny.

"Kenapa?. Cerita," ucap Jenny lembut.

"Papa Mama gak ada," jawab Soraya lesu menatap kearah Jenny.

Helaan nafas tak terelakkan, Jenny mulai paham. Momen yang sakral dalam hidup tanpa disaksikan kedua orangtua. Selama ini hidup tanpa orangtua, punya keluarga tapi tak ada rasa empati sama saja hidup dalam kesendirian. Apalagi kali ini, menyaksikan Soraya yang merasakan kebahagiaan sendiri itu ternyata menyesakkan.

"Kan ada aku Cin, yang selalu ada buat kamu. Dalam keadaan susah maupun senang," kata Jenny mencoba menghibur.

Soraya menanggapinya meski dengan anggukan samar.

"Lagi pula harapan untuk menikah juga sudah tercapai. Gak ada yang perlu dikhawatirkan lagi, kamu sudah bisa hidup bebas dan hak aset orangtuamu dipastikan dalam waktu dekat ini akan jatuh ketangan kamu. Karena dengan status pernikahan ini, sekarang dan tepatnya hari ini syarat dari wasiat almarhum Papamu sudah kamu capai. Jadi selamat," kata Jenny dengan bangga seraya mengulurkan tangannya sebagai tanda ucapan keberhasilan untuk Soraya.

Soraya yang tadinya menunduk kini mendongak hendak menatap Jenny. Namun ia seketika terkesiap dan langsung bangkit berdiri dari duduknya, Soraya menatap Rudi yang berdiri diambang pintu. Entah, sejak kapan lelaki itu berdiri disitu.

Soraya menggigit bibirnya, terlihat jelas Rudi menatapnya dengan pandangan serius. 'Apa dia mendengar ucapan Jenny barusan. Bagaimana bila Rudi meminta penjelasan,' kalimat itu bercokol dalam pikirannya.

Sementara Jenny sudah gelisah, merutuki ucapnya. Kini diruangan suasana serasa mencekam.

"Acara akan segera dimulai," kata itu terdengar dingin ditelinga bagi siapa saja yang mendengarnya.

Tak mau Rudi menunggunya terlalu lama, Soraya berjalan menuju arah pintu. Segera ia meraih siku Rudi untuk menyelusupkan tangannya dan berjalan beriringan ke tempat resepsi.

Soraya berdiri dalam gelisah, ia terhanyut dalam pikirannya. Ingin rasanya ia menjelaskan pada Rudi agar tak ada kesalah pahaman, meski yang diucapkan Jenny tadi adalah kebenaran. Ia ingin dirinya sendiri bukan dari orang lain.

Sedangkan pandangan Rudi terlihat dingin, walau sesekali tamu undangan menyapa dan memberi mereka ucapan selamat. Soraya tak bisa menebak apa yang lelaki itu tengah pikirkan. Ia hanya merapal dalam diam semoga acara malam hari ini segera selesai.

To be Continue

1
Ruswa 123
kereeen thor
falea sezi
lebih senang karakter soraya daripada amaira yg kayak anak kecil soraya lebih dewasa
Pasikah CwElosbes
luarbiasa
Holid Heryadi
kok gitu sih cara kerjanya awalnya enak di baca kok jadi ada adegan gak enak yaah
Rohana Juhari
aku mampir ya
kafa ainshod
aku balik lagi... gara gara gak bisa move on... bolak balik profil ArRyana ga ada novel baru...
kafa ainshod
ihhh... pede banget... aku balik lagi thor... kangen sama bang Icang alias babang rudi... lupa sudah berapa kali saya baca ini
Ely
Hallo thor.....baru baca.....🙏
Nancy Sirapandji
bagus ceritanya..menarik tdk bertele2..tdk terlalu bnyk konflik yg tak berarti..eps jg pas ngga terlalu panjang bngt jd tdk membosankan..🙏🙏😋😋
Erni Fitriana
mampir thorr
Irawati Danubrata
watak soraya terlalu lemah,mungkin sekian lamanya ia di doktrin oleh ebgel n tantenya shg dia tdk bisa memenage dirinya sndiri😭😭
Irawati Danubrata
masa seorang dktr spesialis tdk ada alat medis n obat dirmhnya?wkwkwk
Irawati Danubrata
soraya n rudi malukah?sakting kedyanya🤭🤭
Muajidah Firdausi
wajah Indo lebih enak dipandang Thor.
Muajidah Firdausi
Kok yg periksa dokter lain. Rudi kan dokter juga.
Muajidah Firdausi
untung ada Jenny
Yus Gerin
knapa tidak di beri tahu siapa yg menjebak soraya sama produser itu......
Yus Gerin
oh ....ternyata kevn dan soraya satu bapak lain ibu....
Yus Gerin
p
Donna Armen
🥰🥰🥰
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!