NovelToon NovelToon
Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Callie (Si Genius Yang Tersembunyi)

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Anak Genius / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:73.9k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

Baca dulu "CALLIE SI BOCAH GENIUS"

Pergerakannya tidak bisa ditebak. Tingkahnya sangat random seperti remaja lainnya. Namun otaknya hampir 24 jam bekerja untuk membuat senjata dan sistem, meretas, dan melakukan eksperimen. Dunia bawah dan laboratorium khusus yang diwariskan padanya dari sang Opa, membuat gadis remaja itu tumbuh menjadi sosok yang cerdik. Dia adalah Callie Noura Eleanor.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gerak

"Pak Krisman..." seru Rachel saat melihat tukang kebun di rumahnya datang saat malam hari.

Apalagi Pak Krisman tengah menggendong Kai. Tentu saja pikiran Rachel langsung kemana-mana. Dia tahu tentang Callie pergi bersama Rose, tapi tidak dengan Kai. Callie mengambil Kai dari gendongan Pak Krisman kemudian menyerahkannya pada Rachel. Mata Rachel membulat tak percaya melihat dahi Kai yang memar. Rachel menatap tajam pada Callie untuk menjelaskan semua ini.

"Apa, Mama Achel? Callie nggak ngapa-ngapain Kai ya. Ini tadi aja ketemu Kai di jalan. Nggak percaya? Tanya Bapaknya Rose," seru Callie tak terima saat melihat tatapan mengintimidasi dari Rachel kepadanya. Seakan dia dituduh Rachel telah melakukan kejahatan pada Kai sehingga bocah cilik itu terluka.

"Benar, Bu Rachel. Nona Callie tidak jahat sama Kai kok. Tadi Kai kecelakaan sama orangtuanya ter..."

"Apa? Kecelakaan? Sekarang Mika dan Axel ada di rumah sakit mana? Kenapa Kai ada di sini?" teriak Rachel membuat Kai langsung terbangun.

"Oma, kecilkan dulu itu suala toanya. Kai mau bobok, capek dan ngantuk lasanya mata ini." ucap Kai yang kemudian merebahkan kepalanya pada bahu Rachel lagi.

Shhh....

Puk... Puk...

Rachel yang ditegur oleh Kai pun segera membawa cucunya itu ke dalam kamar. Dia akan membersihkan cucunya dulu agar nyaman untuk tidur. Pak Krisman pun pamit pulang, nanti biar Callie yang akan menjelaskan semuanya. Sedangkan Callie memilih untuk membersihkan diri. Seharian badannya sangat lengket dan lelah pikiran.

"Masalah apalagi ini, Tuhan?" gumam Callie sambil menghela nafasnya kasar saat sudah berada di dalam kamarnya.

***

"Kenapa itu sama cucu Mama, Callie? Kenapa dahinya biru begitu? Mana waktu Mama bersihkan pakai tisue basah nggak hilang lagi," tanya Rachel pada Callie yang saat ini tengah makan di dapur.

"Mama Achel, dahi Kai itu biru-biru bukan karena spidol atau blush on ya. Mana bisa dihapus pakai tisue basah, ha?" seru Callie yang sangat kesal pada Mamanya itu.

Rachel hanya bisa cengengesan mendengar ucapan Callie. Lagi pula dia melontarkan kalimat itu agar suasana di sana itu tak lagi tegang. Bisa-bisanya Rachel mengusap dahi Kai yang membiru dengan tisue basah. Padahal sudah jelas bahwa itu adalah luka. Callie melanjutkan makannya sampai habis. Baru lah dia akan menjelaskan semuanya pada Rachel.

"Jadi kenapa itu Kai kok bisa sama kamu? Terus dahinya membiru begitu. Mika dan Axel kemana? Rumah sakit mana? Biar aku hubungi Janice untuk urus administrasinya," tanya Rachel dengan pertanyaan beruntun setelah Callie menyelesaikan makan malamnya.

"Hilang. Mereka berdua hilang setelah kecelakaan. Mobil milik Kak Axel kecelakaan dan rusak parah," jawab Callie membuat Rachel memelototkan matanya.

"Yang benar dong, Callie? Kai ikut kecelakaan itu juga? Berarti kan harusnya sama orang..."

"Kai ditinggal sama orang-orang yang menolong Kak Axel dan plastik Mika, Ma. Callie masih menyelidiki siapa orang-orang itu," sela Callie membuat Rachel langsung terdiam.

"Keponakanku yang menyebalkan itu hilang? Meninggalkan Kai?" teriak Rachel tiba-tiba.

Brakkk...

Tidak bisa dibiarkan. Ini pasti ada sesuatu,

Rachel langsung menyingsingkan baju lengan panjangnya ke atas. Tatapannya begitu tajam karena mendengar keponakannya menghilang. Apalagi mendengar perilaku orang-orang yang katanya membantu tapi meninggalkan anak kecil. Walaupun Rachel juga merasa sedikit lega karena jika Kai dibawa pergi, pasti mereka akan tambah kesusahan. Setidaknya dengan Kai yang dibiarkan pergi, mereka bisa mencari informasi dari bocah cilik itu.

"Pokoknya malam ini kamu nggak boleh tidur, Callie. Kamu harus cari informasi tentang keberadaan Mika dan Axel," ucap Rachel dengan menggebu-gebu.

"Ya kali begitu, Ma. Mereka juga pasti belum sadar dari pingsannya. Besok pagi aja," ucap Callie yang sepertinya tahu bahwa Mika dan Axel baik-baik saja.

"Jadi mereka bisa dibawa tuh karena pingsan? Kasihannya itu keponakanku. Dari kecil belum pernah diculik malah sekarang waktu sudah besar malah diculik orang tak dikenal," ucap Rachel sambil menggelengkan kepalanya.

Kai tidur sama Mama aja. Cek sekalian ya nanti Kai demam atau enggak,

Callie khawatir dia trauma,

Malah ngajarin orangtua. Mama juga udah tahu kali,

Hahaha...

***

Benar saja, Callie tidak langsung tidur. Dia membuka laptopnya kemudian memeriksa hasil dari robot bee yang sedang mencari keberadaan Mika. Rekaman video selama perjalanan "bee" mencari Mika terus dilihat oleh Callie. Dia mencoba menganalisa apa yang sekiranya mencurigakan. Namun tiba-tiba rekaman video itu masuk ke dalam kebun-kebun gelap.

"Ini mah penculikan. Berarti kecelakaan itu emang sudah direncanakan," gumam Callie saat melihat video rekaman dari bee itu. Apalagi tadi saat awal video, ada beberapa orang yang mencurigakan.

"Plastik Mika, Kak Axel... Kalian tuh," Callie tampak geregetan pada keduanya yang tidak bisa mengantisipasi sesuatu. Apalagi sampai kecolongan tentang Kai begini.

"Benar kan? Mereka belum bangun," Callie menghela nafasnya kasar saat melihat Mika dan Axel belum sadar dari pingsannya. Callie segera menyimpan lokasi dimana keduanya berada.

Ceklek...

"Callie, apa yang terjadi sama sepupumu itu?" tanya seorang pria dewasa yang tak lain adalah Lucky, Papa dari Callie. Bahkan Lucky langsung masuk tanpa mengetuk pintu.

Ngagetin aja sih, Pa.

Callie yang tengah fokus pada layar laptopnya begitu terkejut melihat pintu terbuka. Apalagi lampu utama kamarnya sudah dirinya matikan. Sangat aneh menurut Callie jika sampai ada yang mengetahui dia belum tidur kemudian memeriksa sampai masuk kamar. Callie pun kembali menyalakan lampu utama di kamarnya dan menatap Lucky dengan raut wajah kesalnya.

"Ya maaf, habisnya Papa ke kamar kok ada tuyul tidur sama Mamamu. Kata Mamamu, Mika kecelakaan makanya Kai tidur di sini." ucap Lucky yang kemudian duduk di samping Callie.

"Sekarang plastik Mika dan Kak Axel lagi dikurung di gudang perkakas tua tengah kebun, Pa. Ini bukan murni sebuah kecelakaan, tapi sudah direncanakan." Callie memperlihatkan layar laptopnya pada Lucky.

"Kepala Mika dan Axel itu berdarah lho, Callie. Bahaya itu kalau dibiarkan," seru Lucky dengan raut wajah terkejutnya.

Callie pun segera mengaktifkan mode senter pada robot "bee" itu. Beruntung tempat penyekapan Mika dan Axel itu sepi sehingga takkan ketahuan jika ada cahaya yang menyorot. Setelah tersorot pada wajah Mika dan Axel, terlihat darah masih mengalir dari pelipis. Callie dan Lucky terlihat sangat khawatir dengan keadaan mereka.

"Nggak penting siapa dalang di balik semua ini. Nyawa mereka jauh lebih penting," ucap Callie dengan cepat.

"Iya. Bahaya itu kalau ada masalah pada kepalanya," ucap Lucky setuju dengan ucapan Callie.

Kita gerak malam ini, Pa?

Ya. Kita gerak malam ini,

Ayo,

****************

Maaf kemalaman updatenya, baru pulang rontgen gigi 🙏

1
Sani Srimulyani
gapapa kai, dulu juga onty mu pernah ikut mamamu ke sekolah.
Atik Kiswati
gk ada lawan...🤣🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Kena mental ama Kai🤣
Ita Xiaomi
Jd baby sitter Pak Satpam🤣
Ita Xiaomi
🤣🤣🤣
Ita Xiaomi
Fania ngapa pula kepo ama org yg lg di rumah sakit. Kan jd dpt masalah. Mending pulang bobok di rmh.
Novita Sari
kau titisan callie kecil
ririen handayani
gooodddd👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
Tang Bin
gantinya kali mambu
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 emang onty mu stressss
ririen handayani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 menurun
Ita Xiaomi: Benar Kk🤣
total 1 replies
tia
🤣🤣🤣🤣🤣
ririen handayani
pantas anaknya somplak🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣 enaknya jg somplak
Dewiendahsetiowati
darah mafia opa dolar begitu kuat di kali mambu
Sani Srimulyani
ya ampun dalangnya aja belum ketemu, ini malah mereka koma......cepet sadar dong, kasian KAI.....
Novita Sari
penasaran siapa orang jahat sama plastik mika...
tia
thor keluarga mika tidak ada yang tau
Rai Gojess
siapa biang masalah
Tang Bin
suka Thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!