Pertemuan yang tak baik belum tentu menjadi akhir yang buruk, karna seiring berjalannya waktu perasaan itu pasti akan muncul, contohnya perasaan jatuh cinta dan suka.
seperti kisah Jovandra dan adelliana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Annaaluvv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter 10
Joan menghentikan motornya di parkiran luar mall, cuaca hari ini tak begitu terik bahkan sedikit gelap untuk di lihat di siang hari, suasana di area mall pun tak begitu ramai di kunjungi.
Liana sudah turun dari motor Joan dan berjalan pergi mendahului Joan yang baru saja turun, Joan pun segera menyusuli Liana yang sudah cukup jauh darinya.
Oh ya, soal ajakan Yesa Liana mengundur waktu jam 5 sore nanti, Liana sudah memberi tahu Yesa saat perjalanan tadi.
Tak butuh waktu lama akhirnya Joan dan Liana sampai di sebuah toko pakaian dan sepatu, mereka berdua pun melihat lihat ke area sepatu dan Joan membiarkan Liana memilih untuk Yola nantinya.
" Li gue ke sana dulu ya, Lo cariin dulu aja sepatu buat Yola " Ujar Joan.
Liana menolehkan kepalanya dan mengacungkan jempolnya sebagai jawaban, Joan pun berjalan ketempat lain yang tak jauh dari Liana dan masih di area sepatu.
Saat sedang meliha lihat mata Joan langsung tertuju pada dua pasang sepatu berwarna putih yang terpajang di tempat yang berbeda.
" Kaka tertarik sama sepatunya ya ka, sepatu couple ini best seller di sini loh ka, cuma tersisa 12 pasang lagi " Ujar penjaga toko " tapi hanya pasangan saja yang boleh membeli di sini, sudah ketentuan toko sekaligus promo Valentine "
Joan memang langsung tertarik, dan entah pikirannya langsung tertulis nama Liana.
" Boleh deh, sebentar tapi ya tanya dulu ukuran sepatu dia " Ujar Joan tangannya menunjuk ke arah Liana yang tengah memilih sepatu di sana.
" Pacarnya ya ka, cantik ya pipinya lucu "
Joan tersenyum, tiba tiba rasanya senang saat si penjaga toko itu mengucapkan hal tadi, tak menjawab si penjaga toko Joan hanya balas dengan sekilas senyuman lalu pergi menghampiri Liana.
" Li ukuran sepatu Lo berapa? " Tanya Joan langsung.
" Kenapa emang, Lo mau beliin gue juga? " Tanya Liana namun matanya tetap fokus melihat sepatu yang ada di tangannya.
" Pede banget sih, ukuran sepatu Yola seukuran kaki lo, berapa ukuran sepatu lo? "
" 39 " Jawab Liana.
Joan mengangguk dan meninggalkan Liana untuk kembali menghampiri si penjaga toko tadi " Ukuran 39 sama 41 ya "
" Oke siap ka mohon tunggu ya "
Sembari menunggu si penjaga toko membungkus pesanannya Joan menyuruh Liana untuk membelika minuman di dekat toko itu sementara dirinya menunggu.
Liana sendiri kini tengah menunggu pesanan minuman untuk Joan dan dirinya, sedikit kesal sih, pasalnya Liana seperti asisten Joan yang mau melakukan apapun yang Joan suruh, dan juga kenapa dirinya tak menolak malah mengiyakan apa yang Joan pinta.
Menyesal rasanya.
Saat Liana sibuk memainkan ponselnya selama menunggu pesanan tiba tiba ada yang memanggil namanya dari kejauhan, sosok pemuda tampan dengan lesung di pipinya kini sampai di dekat Liana dengan senyuman lebar.
" Ko sendiri? Jihan mana biasanya sama Jihan? " Tanyanya, dia Jeffry si crush.
Dengan cepat Liana bangkit lalu merapihkan Hoodienya " Lo sendiri kok di sini Jeff? " Tanya Liana balik.
" Malah nanya balik, oh ya Minggu depan tepatnya hari sabtu nanti kira kira Lo ada waktu gak? Gue butuh bantuan Lo "
Liana mengerutkan keningnya " Kurang tau, emang apa yang perlu di bantu? "
Jeffry menarik pelan tangan Liana untuk duduk dan setelah dirinya pun duduk di kursi samping sebelah Liana agar obrolan mereka lebih nyaman " Nanti deh jelasinnya, intinya gue butuh bantuan Lo banget? "
Liana sedikit merasa ada hal yang aneh, entah itu apa Liana tiba tiba merasakan akan ada hal atau sesuatu yang akan terjadi kedepannya, entah itu baik atau buruk " Gimana nanti deh, nanti gue dm Lo kalo gue free "
" Okee, janji ya gue tunggu- "
" Liana!! "
Liana dan Jeffry sontak menolehkan kepalanya saat suara Joan terdengar cukup keras memanggil nama Liana, kini Joan berjalan cepat menghampiri Liana dan Joan.
" Bagus ya gue nunggu lama ternyata Lo lagi berduaan sama orang lain " Seru Joan membuat Liana menatap terkejut dan kebingungan melihat joan berbicara secepat itu.
" Buruan cabut, Yola udah nunggu! "
Joan menarik tangan Liana, awalnya Liana pasrah tapi Liana mendadak menghentikan langkahnya saat tangan Jeffry menarik tangan kanan miliknya untuk menahan.
" Gue lagi ada urusan sama dia, Lo siapa? "
Tanya Jeffry cukup ketus.
Joan mengangkat satu alisnya " sekarang gue tanya, Lo siapa? Temen? Pacar? Hah? Apaa perlu gue memperjelas apa hubungan gue sama Liana? "
Liana menggoyangkan tangan Joan yang masih mengenggam tangannya " Jo, Lo kenapa sih? "
" Yaudah ayo cabut, sebelum setan gue keluar " Bisik Joan.
Liana merotasikan matanya kesal, alhasil Liana menarik tangan miliknya yang di genggam oleh Jeffry agar Jeffry segera melepaskan genggamannya " Sorry Jef gue lagi ada urusan, kita obrolin lagi nanti ya "
Saat Liana Hendak berpamitan begitupun dengan jeffry yang hendak menjawab namun tak terjadi karena Joan yang terlebih dahulu menarik Liana untuk segera meninggalkan Jeffry di sana.
Liana menepis tangan Joan yang terus menariknya " Lo kenapa sih, gue kan cuma ngobrol doang berlebihan banget respon Lo " Geram Liana.
Joan diam, benar juga apa yang Liana katakan, mengapa dirinya bereaksi berlebihan seperti tadi.
" Mood gue lagi ga baik, wajarlah " Balas Joan.
" Ya emangnya harus sampe kaya tadi Lo kenal aja ngga kan "
" Iya anjir kenapa jadi Lo yang marah, udah ayo Yola nunggu di rumah " Ujar Joan mengalihkan pembicaraan.
Liana kepalang kesal, bisa bisanya Joan menganggu waktu dirinya dan Jeffry yang terbilang sulit untuk berbicara berdua seperti tadi.
...----------------...
13:40-
Area dapur kini sudah di penuhi oleh bahan bahan untuk membuat kue, meja makan kini di penuhi alat alat dan bahan yang berserakan dimana mana, Liana dan Yola tengah belajar membuat cookies saat ini.
Keduanya sama sama tak pintar memasak, mereka membuat itu pun karna tak ada kegiatan lain hingga membuat keduanya bosan dan memutuskan untuk membuat cookies.
Tepung dan coklat yang menempel di wajah Liana membuat Joan yang baru saja datang menahan tawanya kala melihat Liana seperti itu, Yola pun sama wajahnya sudah kotor oleh tepung dan coklat.
Joan menghampiri Liana yang kini tengah memasukkan nampan berisikan cookies yang belum jadi kedalam microwave.
Liana menoleh saat Joan berdiri di sampingnya saat joan mengambil satu botol minuman dari dalam kulkas dan menutupnya kembali " Napa Lo ketawa, inget gue masih kesel sama Lo " ketus Liana.
Joan meminum minumannya " Cih, gara gara cowo tadi? Emang Napa sih Lo Sampai marah balik sama gue, Lo suka sama tu cowo "
" Bukan urusan Lo! "
Joan terpikirkan ide jahil, Joan pun perlahan berjalan ke arah meja makan di mana ada Yola yang tengah mengaduk adonan kue, Joan mengoleskan jarinya pada tepung yang ada di dalam mangkuk.
Saat Liana hendak duduk dan saat itu juga Joan mengoleskan tepung di jaring pada pipi Liana, sontak Liana bangkit dan menatap Joan kesal.
" Lo!! Rese banget sih " seru Liana hendak membalas Joan namun tangan Joan lebih cepat untuk menahan kedua tangan Liana
" Yolla bantuin,,, " pinta Liana.
Yolla berdiri sembari mengangkat sendok besok yang Yolla gunakan untuk mengaduk tadi, Yolla kebingungan membantu Liana dengan cara apa.
" Gimana? Yolla bingung " ujar Yolla, hingga Yolla terpikirkan sesuatu.
Dan tanpa berpikir lama Yolla mendorong punggung Joan membuat Liana yang tengah dalam genggaman Joan ikut terpleset dan jatuh terduduk di kursi dan Joan yang ikut jatuh...
Namun satu yang membuat Liana jugaa joan terkejut seketika, saat Joan terjatuh menabrak tubuh Liana bibir joan ikut mendarat di bibir Liana.
Joan segera menjauhkan wajahnya dan menatap Liana yang tengah menatapnya balik, hitungan detik terus berlanjut namun mereka belum juga menjauhkan diri masing masing.
" Cieeee, Abang kiss kiss ka Liana " Goda Yolla yang melihat dan sebagai saksi satu satunya dalam kejadian saat itu.
Dan saat itu juga keduanya tersadar secepatnya menjauhkan diri bergelagat tak jelas apalagi Joan yang terlihat kebingungan harus bersikap seperti apa membuat Yolla tersenyum melihatnya, Kakanya itu apa sedang salah tingkah?
" Beresin kalo udah selesai " Ujar Joan sembari menunjuk Yolla lalu pergi dari sana.
Yolla mengacungkan jempolnya dan setelahnya Yolla menghampiri Liana yang kini tengah diam sembari menyentuh bibirnya.
" Ka, gimana rasanya di kiss bang Jo? "
...TO BE CONTINUED ...