NovelToon NovelToon
Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Masa Berlaku Cintaku Sudah Habis

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Mengubah Takdir
Popularitas:62.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yam_zhie

Selama sua tahun, Kiara menjalin hubungan dengan Vino, hubungan mereka berjalan dengan sangat baik, bahkan sampai bertunangan. Namun tiga bulan terakhir semua perhatian Vino beralih kepada wanita bernama Shela. Wanita yang katanya adalah keponakan Vino yang baru datang. Kiara meredam cemburu, menelan kekecewaan, dan terus percaya bahwa cinta bisa mengalahkan segalanya.

Namun, pengorbanan ada batasnya. Kebohongan yang terus dikemas rapi akhirnya terkuak saat Kiara menemukan fakta bahwa kedekatan Vino dan Sheila melampaui ikatan keluarga yang selama ini digembar-gemborkan. Di titik itulah Kiaramenyadari, dia bukan sekadar dikhianati, melainkan tak pernah benar-benar dijadikan yang utama.

Tanpa amarah yang meledak-ledak, Kiara memilih meletakkan kembali seluruh perasaannya. Dia mengembalikan semua kenangan dan melangkah pergi. Saat Vino akhirnya tersadar dan mencoba mengejar, Kiara hanya menyisakan satu kenyataan dingin. Masa berlaku cintanya telah habis, dan tidak ada kesempatan kedua

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yam_zhie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kiara 4

Keheningan kembali menguasai ruangan setelah suara teriakan Shela perlahan lenyap ditelan pintu lift. Vino mengusap wajahnya yang terasa kaku, mencoba menata napas yang masih berantakan.

"Maaf atas keributan ini, Pak. Saya akan pastikan hal seperti ini tidak terulang lagi." ucap sekretarisnya hati-hati dari ambang pintu.

"Bukan salahmu," balas Vino datar. Dia memijat pangkal hidungnya yang berdenyut hebat.

"Satu hal lagi. Tolong atur pertemuan dengan bagian HRD besok pagi. Saya mau status kerja Shela ditinjau ulang, atau sekalian dipindahkan ke divisi lain yang tidak ada hubungannya dengan saya. Saya tak ingin ada prasangka buruk soal profesionalisme di kantor ini."

"Baik, Pak Vino. Akan langsung saya jadwalkan."

Setelah sekretarisnya berpamitan dan menutup pintu, Vino tidak membuang waktu. Rasa cemas dan penyesalan yang membakar dadanya jauh lebih besar daripada tumpukan berkas di atas meja. Dia tahu, jika dia membiarkan hari ini berlalu begitu saja tanpa kepastian, Kiara mungkin benar-benar akan menghilang dari hidupnya. Dan dia akan kehilangan Kiara untuk selamanya. Dia tak akan pernah mau kehilangan Kiara.

Sore menjelang terasa begitu lama bagi Vno, bahkan dia sampai tak bisa fokus dengan pekerjaannya. Beruntung hari ini tak ada meeting atau bahkan tak ada hal yang terlalu penting selain memeriksa berkas-berkas. Vino membereskan barang-barangnya, menyambar kunci mobil, lalu melangkah keluar.

Sore itu, Vino sudah memarkirkan mobilnya di tempat parkir kantor Kiara, setengah jam lebih awal dari jam pulang kerja yang biasa. Sudah lebih dari tiga bulan ini dia jarang menjemput Kiara. Karena dia lebih sibuk bersama dengan sepupunya itu. Bahkan tiga bulan terakhir juga waktu dia untuk Kiara hanya sedikit. Tidak seperti sebelumnya, bahkan pesan dari Kiara sering dia abaikan atau lambat di balas karena Shela yang selalu menempel dan mengambil semua perhatiannya.

Pikirannya melayang pada momen-momen manis bersama Kiara. Wanita itu tidak pernah meminta hal-hal yang rumit. Kiara hanya menginginkan kehadiran dan ketegasan dari Vino. sesuatu yang justru kerap Vino abaikan demi rasa kasihan yang salah tempat pada Shela. Kiara hanya ingin kepastian hubungan mereka. Jangan tanyakan hatinya, karena hatinya jelas milik Kiara, wanita yang sangat dia cintai namun tanpa sadar sekarang sering dia sakiti.

Goblok kamu, Vin, maki Vino pada dirinya sendiri dalam hati. Jemarinya mencengkeram kemudi hingga membiru.

Tepat pukul lima sore, arus karyawan mulai mengalir keluar dari lobby gedung. Vino dengan cepat keluar dari mobil, berdiri tegak di dekat kap mesin dengan jantung yang berdegup kencang bak ditabuh drum. Wajahnya yang pucat dan matanya yang sembab menatap lekat-lekat ke arah kerumunan.

Dan di sana dia melihatnya.

Kiara berjalan keluar bersama seorang rekan kerjanya. Wajah cantiknya tampak lelah, dan tidak ada lagi binar hangat yang biasanya selalu terpancar tiap kali wanita itu bersiap untuk pulang. Kiara mengenakan blazer krem kesayangannya, hadiah ulang tahun dari Vino tahun lalu yang kini terasa seperti tamparan keras bagi pria itu.

"Kiara..." panggil Vino setengah berlari mendekat, memotong jalan Kiara sebelum wanita itu melangkah menuju area pangkalan taksi.

Kiara menghentikan langkahnya. Matanya bersirat terkejut untuk sepersekian detik melihat kehadiran Vino yang mendadak, lengkap dengan penampilan pria itu yang sedikit berantakan. Namun dengan cepat, ekspresi Kiara kembali membeku menjadi dingin dan tak tersentuh.

"Mau apa kamu ke sini, Vino?" tanya Kiara datar, tanpa ada sedikit pun kehangatan dalam suaranya.

"Aku... aku jemput kamu, Ra," suara Vino bergetar. Dia tidak peduli dengan beberapa rekan kerja Kiara yang mulai melirik penasaran.

"Tolong kasih aku kesempatan buat bicara. Cuma lima menit, Ra. Aku mohon..."

Kiara menghela napas pendek, menatap Vino dengan pandangan yang membuat dada pria itu makin terasa sesak.

"Nggak ada yang perlu dibicarakan lagi. Bukannya kamu sibuk ngurusin sepupu kamu? Jangan sampai dia kesepian atau kena hujan lagi, Vin."

"Aku udah blokir dia, Ra!" potong Vino cepat, suaranya sarat akan rasa putus asa.

"Aku putus semua akses dia ke aku. Aku bahkan minta HRD buat pindahin dia! Ke bagian lain yang tak berkaitan dengan aku!"

Kiara diam. Tidak ada reaksi histeris atau lega di wajahnya, hanya tatapan lelah yang makin dalam.

"Kenapa baru sekarang, Vin? Kenapa harus nunggu aku nyerah dulu baru kamu sadar?"

"Karena aku bodoh, Ra! Aku buta dan aku terlambat!" Air mata yang sejak tadi ditahan Vino akhirnya menetes juga di depan gedung kantor yang ramai itu. Pria yang biasanya selalu menjaga citra tegasnya kini berdiri pasrah dan hancur di hadapan tunangannya.

"Aku nggak minta kamu langsung maafin aku hari ini, tapi tolong... pulang bareng aku. Biarkan aku antar kamu pulang dengan selamat. Tolong jangan batalkan pernikahan kita, Kiara... Aku nggak bisa kalau nggak ada kamu. Aku sangat mencintai kamu, Kiara,"

Kiara memandangi Vino lama. Dia melihat mata sembab pria di hadapannya, mendengar nada keputusasaan yang jujur tanpa kebohongan, dan sadar bahwa Vino telah mengambil tindakan tegas yang selama ini selalu dia tuntut. Benteng pertahanan di mata Kiara perlahan retak, meski luka di hatinya belum sepenuhnya sembuh.

"Masuk ke mobil," bisik Kiara pelan, akhirnya memecah keheningan. "Kita bicara di rumah."

Napas Vino yang sejak tadi tertahan akhirnya berhembus lega, meski rasa cemas masih membebat dadanya. Dengan sigap dia membukakan pintu penumpang depan untuk Kiara, melindunginya seolah wanita itu adalah hal paling rapuh dan berharga di dunia. Kiara masuk tanpa bersuara, memasang sabuk pengaman, dan memalingkan wajahnya menatap ke luar jendela.

Vino bergegas memutar ke kursi pengemudi. Begitu pintu mobil tertutup, keheningan yang serasa menekan dada langsung memenuhi kabin.

Vino melajukan mobilnya membelah kemacetan sore dengan sangat hati-hati. Jemari tangan kirinya beberapa kali gemetar, ingin menggapai jemari Kiara yang tertaut kaku di atas pangkuannya, namun dia menahan diri. Dia tahu batas. Dia tahu Kiara memberinya kesempatan naik ke mobil bukan berarti wanita itu sudah melupakan luka semalam dan mungkin hari-hari sebelumnya selama tiga bulan ini.

"Ra..." suara Vino memecah kesunyian, pelan dan sarat kecanggungan.

"Kamu mau makan dulu? Tadi siang juga kamu nggak jadi makan di luar kan?"

"Langsung pulang aja, Vin. Aku lelah," sahut Kiara singkat, matanya tetap terpaku pada bayangan lampu-lampu kota yang mulai menyala di balik kaca window yang basah oleh gerimis tipis.

"Baik," bisik Vino pasrah.

1
Ambu Rinddiany Thea
ih untung nya ga jadi smaa s vino , keluarga s vino ternyata punya saudaranya siluman semua
Sapna Anah
orang tua macam apa kaya gitu mau enaknya aja🤣🤣🤣
Muft Smoker
akhirny mereka udh sah juga ,,
dtggu versi mini kalian yx ,, gx ush byk2 ,,
lngsung kembar 4 aj ,, 🤭🤭
Muft Smoker
perkumpulan para ulet saguu
Ambu Rinddiany Thea
d tunggu malam pertama nya kiara 🤭😂
Ambu Rinddiany Thea: hahaha moal ath mak .. paling ku edina d demo mah 🤣🤣🤣
total 4 replies
Sapna Anah
vino dan Kiara ini ga jelas atu klu no ga d kenal ngapain d angkat klu ga ganti no sja
Sapna Anah
ngapain d telpon samperin aja biar yer bukti oon jdi orang
Muft Smoker
semoga vino bnr2 berubah ,
el 10001
maaf thor Shela ini anak hasil rampasan deh dan juga mamanya parasit kelas atas
el 10001
maaf lagi ya thor sebenrnya si benalu parasit dan bakteri Shela ini nama ibunya yg mana thor maaf nanya karna namanya berubah terus atau dia ini apa🤭🤭🤭🙏🙏🙏🙏
el 10001
maaf thor ini suaminya bu indah yg mana ya pak heru atau pak dimas
karna namanya berubah terus atau dua suami ibu indah ini🤭🤭🤭🙏
Masha 235
si vino harus merubah sifatnya....sifat yg ingin dipuji, yg ingin dianggap pahlawan, sifat yg haus validasi itu dlu...
ryuka
mudah2an bener2 tobat ya kamu vino
Muft Smoker
mending di penjara gx perlu mikir gmna caranya manipulasi org buat dpet duit ,,
di penjara kalian gx perlu mikir bayar kontrakan , gx perlu mikir beli skincare kalo abis , gx perlu mikir bayar Listrik , bayar ini itu ,, di jamin gratis pokokny ,,
Muft Smoker
lempoh ap mak??
Ana Martino
lah, manusia sampah. cocok sekali mereka semua🤭
Dewi Yanti
ya allah ko ada ya laki" ky gt, yg g bisa belajar dr kesalahan sebelumnya.
nely_48
d penjara mending ge dpt mkn n tempat tinggal gratis ath Vino, stela n ibu nya
nely_48
menyesal lg, menyesal lg, tp d ulang deui, d ulang deui,, jd kmh ath Vino ka harus na
nely_48
Vino akhirnya gila jg kau
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!