NovelToon NovelToon
MY MAFIA HUSBAND

MY MAFIA HUSBAND

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Cinta Seiring Waktu / Pengantin Pengganti
Popularitas:457.1k
Nilai: 5
Nama Author: zarin.violetta

Ophelia Martin datang menggantikan kakak tirinya untuk menikahi seorang mafia, Bleiz Russo, karena hutang ayah tirinya.

Dia siap menghadapi monster yang dia pikir tua dan bengis itu.

Tapi ketika Ophelia memasuki kastil gelap dan dingin milik Bleiz Russo—dia tidak menemukan kakek-kakek keriput bertato dan tatapan menjijikkan itu.

Yang dia temui justru pria berusia tiga puluh tahunan dengan wajah mempesona, mata elang sedingin es, dan tubuh tegap yang terbalut jas berwarna gelap setara dengan auranya.

Pria itu ternyata menyodorkan kontrak sederhana, bukan sebuah pernikahan normal yang mungkin hanya akan berjalan sementara.

Ophelia hanya disuruh hamil darah dagingnya, dan itu membuat hutang ayah tirinya lunas. Tidak perlu ada cinta. Tidak perlu ada tuntutan. Bleiz hanya perlu wadah untuk pewarisnya.

Bleiz menyentuhnya seperti barang berharga, tapi menatapnya seperti debu tak berarti. Ophelia pernah menyaksikan sendiri bagaimana tangan kuat itu dengan tenang mematahkan tulang pengkhianatnya. Dia pikir dia akan mati ketakutan.

Tapi ternyata setiap kali jarak mereka hanya beberapa sentimeter, justru detak jantungnyalah yang paling berisik?

Ophelia harus mengingat satu aturan. Jangan pernah jatuh cinta pada iblis yang hanya menginginkan rahimmu.

Namun bagaimana caranya bertahan, ketika iblis itu mulai membelai perutnya yang mulai berisi, dengan tatapan yang untuk sekilas terlihat seperti ... ketakutan akan kehilangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon zarin.violetta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mulai Bergerak

Di ruang kerjanya, Don Stefano duduk. Di depannya, dua orang pria berpakaian hitam duduk dengan tegang. Mereka adalah tangan kanannya, orang-orang yang selalu dia percayai untuk menjalankan operasi kotor yang tidak bisa dia lakukan sendiri.

"Bleiz Russo," kata Don Stefano, jari-jarinya mengetuk meja. "Dia lebih sulit daripada yang kukira. Tapi dia punya satu kelemahan."

"Apa itu, Tuan?" tanya salah satu pria, seorang pria kurus dengan mata tajam.

"Istrinya," jawab Don Stefano. "Istri barunya. Dia akan melakukan apa pun untuk melindunginya. Dan itu adalah kelemahan yang akan kita manfaatkan."

"Apakah kita harus ... menculiknya?" tanya pria lainnya, seorang pria besar berotot dengan bekas luka di pipinya.

Don Stefano menggeleng. "Tidak. Tidak dengan kekerasan. Setidaknya untuk sekarang. Bleiz adalah pria yang cerdas. Jika kita menyentuh istrinya secara fisik, dia akan menjadi liar dan tak terkendali. Dan itu tidak baik untuk bisnisku."

"Lalu apa yang harus kita lakukan?"

"Kita akan menekannya secara halus," kata Don Stefano sambil tersenyum licik. "Membuat wanita itu menjauhi Bleiz dengan sendirinya. Dengan begitu, dia akan menjadi semakin lemah dan gampang dikendalikan.”

"Dan jika ini gagal?”

Don Stefano membelai dagunya. "Itu untuk nanti. Untuk sekarang, kita jalankan rencana A. Buat bisnis perkapalannya mengalami kesulitan. Mulai dari pengiriman ke Eropa. Aku ingin kapal-kapalnya tertahan di pelabuhan. Aku ingin kontrak-kontraknya dibatalkan. Aku ingin dia merasakan apa artinya berperang melawan Don Stefano."

"Baik, Tuan," kata Vincenzo dengan patuh.

"Dan aku juga ingin informasi lebih lanjut tentang Ophelia," tambah Don Stefano. "Aku ingin tahu segalanya tentang dia. Keluarganya, masa lalunya, teman-temannya, segalanya. Kita perlu tahu apa yang dia sukai, apa yang dia takuti, siapa orang-orang yang dia cintai."

"Untuk apa, Tuan?"

Don Stefano tersenyum licik. "Untuk berjaga-jaga. Kita perlu memiliki opsi. Selalu ada opsi."

*

*

Bleiz berdiri di beranda rumah utama, matanya menatap ke arah gerbang besar yang baru saja ditutup.

Mobil yang membawa Ophelia perlahan menghilang di balik pepohonan, membawa separuh jiwanya pergi bersamanya.

"Tuan," suara Marcus, anak buahnya, terdengar dari belakang. "Semua sudah sesuai rencana. Nyonya Ophelia akan tiba di pulau dalam waktu empat jam. Pengawal akan menjaga di sekeliling pulau dengan sistem keamanan berlapis. Tidak ada yang bisa masuk tanpa sepengetahuan kami."

Bleiz mengangguk tanpa berbalik. "Pastikan komunikasi tetap terjaga. Aku ingin laporan setiap dua jam."

"Baik, Tuan."

Marcus berjalan pergi, meninggalkan Bleiz sendirian dengan pikirannya. Dia menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan amarah yang terus membara di dadanya. Don Stefano. Nama itu terasa seperti racun di pikirannya.

Bleiz tidak mau terjebak. Dia belajar dari kesalahan ayahnya. Di mana ayahnya bertindak dengan emosi dan berakhir dengan kematian karena permainan Stefano melalui ibunya. Bleiz akan bertindak dengan kepala dingin dan perhitungan matang.

Dia meraih ponselnya dan menekan sebuah nama di daftar kontak.

"Bleiz?" suara di seberang sana terdengar terkejut. "Sudah lama kau tidak meneleponku."

"Aunt Elena," kata Bleiz, suaranya pelan. "Aku butuh bantuanmu."

Elena adalah mantan istri Don Stefano, satu-satunya wanita yang pernah berhasil keluar dari lingkaran setan pamannya dengan selamat.

Dia tahu banyak rahasia Don Stefano, lebih dari siapa pun.

"Aku dengar kau sudah menikah," kata Tante Elena. "Selamat, Bleiz. Tapi aku juga dengar ... Stefano sudah mulai bergerak?"

"Kau tahu?"

"Tentu saja aku tahu," sahut Elena. "Aku tahu semua gerak-geriknya. Aku juga tahu bahwa dia sebenarnya sangat takut padamu, Bleiz. Itu sebabnya dia menyerang lebih cepat dari yang kukira."

Bleiz mengerutkan kening. Namun tetap terdiam.

"Menurutmu … Apa yang harus aku lakukan? Dia mulai mengincar istriku sebagai target selanjutnya setelah ayah dan ibuku," tanya Bleiz akhirnya.

"Kau harus bermain lebih cerdas darinya," kata Elena. "Stefano memiliki satu kelemahan besar—dia percaya bahwa uang bisa menyelesaikan segalanya. Dia tidak percaya pada kesetiaan, pada cinta, pada hubungan manusia. Itu membuatnya kuat dalam bisnis, tapi lemah dalam strategi jangka panjang."

"Jadi aku harus menggunakan kelemahannya?"

"Ya. Dan aku tahu caranya. Tapi aku ingin mendengar rencanamu dulu. Kita bisa bertemu untuk membicarakannya,” kata Elena.

“Baiklah. Akan kuatur jadwalnya.”

*

*

JANGAN LUPA LIKE KOMEN

1
Lina Cuang
lanjut lagi kakkkk
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih
Lydia
Lanjut Author. Terima Kasih.
Shee_👚
hah rasanya nyesek banget berada di posisi evren😭😭😭😭
Shee_👚
menangis bukan karena lemah ev, tapi menangis juga untuk mengeluarkan beban yang selama ini kamu pikul. dengan menangis kamu akan merasa lega walau hanya sedikit
Vera Yuliani
ayooo lanjuut lagii kaaak
Shee_👚
karena kamu terlalu mempesona untuk di abaikan
🤣
Rizky Manik
happy birthday ev🥰
Vera Yuliani
jatuh cinta ni lama2 sm leander
Shee_👚
dan itu tak masalah, justru itu yang di inginkan ophelia🤣
Vera Yuliani
lanjuut laaagi kaaak
Shee_👚
dia baru sadar🤣
Rizky Manik
bukan takut karena alergi Laen, tapi takut makin jatuh jatuh jatuhhhhhh cibta🤣🤣🤣🤣🥰
Vera Yuliani
kereeen
Rizky Manik
memang lean pasangan yg pas untuk ev, saling mengisi🤣
Susana Sari Sari
semakin seruuu...lanjut..👍👍👍
V_eRiL
Leander bener² pengertian nih sama Evren, semoga Evren makin nyaman berada di dekat Leander ya 😊😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!