NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:362k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26. Tak Sadar Diri

Sore hari itu, diiringi dengan sorakan keseruan dari tiga Bapak yang asyik bermain sepak bola. Arjuna, Dipta dan Mifta asyik bermain sepak bola di halaman rumah Arjuna yang memang sangat luas.

Tingkah ketiga pria dewasa itu, persis seperti anak kecil yang sedang asyik bermain. Suara teriakan dan senda gurau terdengar mengiri gi setiap langkah mereka.

"Lihato anak-anakmu, Mas. Wes gerang kok malah do koyok bocah. (Sudah besar kok malah seperti anak-anak)" Kekeh Aksa yang melihat keseruan tiga orang Bapak-Bapak itu.

"Sakjane pas cilik ki wes bahagia lho. Dolan ngendi-endi, ra tau omah. Ijek kurang koyonye. (Sebenarnya waktu kecil tuh sudah bahagia lho. Main kemana-mana, gak pernah di rumah. Masih kurang kayaknya)" Sahut Arsha yang ikut terkekeh.

"Weeh! Jiangkreeek tenan Dipta iki." Seru Arjuna saat bola yang di tendang oleh Dipta tepat mengenai kepalanya.

"Gak sengojo aku, Mas!" Seru Dipta sambil berlari menghindari Arjuna.

Keduanya berlari dengan sangat kencang hingga masuk ke halaman-halaman rumah tetangga dan juga kebun yang ada di sekitar rumah mereka. Keduanya berlari kencang bak seekor kancil yang sedang di kejar oleh predatornya.

"Sini gak, kamu!" Kata Arjuna saat mereka berada bersebrangan dengan pagar tumbuhan setinggi pinggang orang dewasa yang memisahkan.

"Emoh! Mengko aku di pulosoro. (Gak mau! Nanti aku di siksa)" Jawab Dipta.

"Mif! Bantuin, Mif!" Titah Arjuna.

"Woh! Awas kalo kamu sampe bantuin, Mif. Gak ta bantuin kalo pas kerjaanmu banyak." Ancam Dipta.

"Aku netral ajalah. Tak nonton aja." Jawab Mifta sambil terkikik geli melihat dua orang yang sudah tersengal-sengal itu tetap berusaha saling tangkap dan menghindar.

Namun, bagaimanapun Dipta berusaha menghindar, pada akhirnya ia berhasil di tangkap juga oleh Arjuna.

"Kena, kamu!" Kata Arjuna yang kemudian menjatuhkan Dipta di atas rumput. Keduanya kini justru bergulat sambil berguling-guling di rerumputan. Saat itulah, Mifta turut serta dalam pergulatan karena Dipta tak ingin di siksa sendirian.

"Astaghfirullah, Ya Allah!" Seru Raina melihat tingkah tiga anaknya yang bergulat di rerumputan sambil berteriak heboh.

"Ini kok pada gak inget umur, gimana, sih? Ini juga Bapaknya dua, malah ketawa-ketawa aja." Omel Raina kemudian.

"Tau ih, Mas Arsha sama Mas Aksa. Bukannya anak-anaknya di ingetin." Timpal Saira.

"Biarin aja. Seru kok, lihatnya. Kayak waktu mereka masih pada belum nikah." Kekeh Arsha yang justru bernostalgia melihat putra-putranya.

"Ya tapi kan malu, Mas. Dilihatin tetangga yang lewat. Itu Pak Sekdes sama adek-adeknya kok malah guderan kayak gitu." Sahut Raina.

"Yang lewat juga pada ketawa kok, Mbak, lihat mereka bertiga. Kurang Gama aja, ini. Kalo gak di Klinik, pasti udah ikutan Adek-adeknya." Kata Aksa yang membuat Raina dan Saira geleng-geleng kepala.

"Mbak Meshwa... Mbak Lia... Nala..." Seru Saira yang akhirnya menggunakan jalan ninja untuk menghentikan tiga orang dewasa itu.

"Dalem, Buna." Jawab Meshwa yang kemudian menghampiri Saira, diikuti oleh Nala dan Kamelia.

"Kenapa, Na?" Tanya Nala.

"Lihato itu..." Kata Saira sambil menujuk ke arah Mifta, Dipta dan Arjuna.

"Astaghfirullah..." Lirih Meshwa, Nala dan Lia saat melihat Suami-suami mereka yang sedang bergulat ria di atas rerumputan. Meshwa bahkan sampai mengelus dada melihat tingkah Suaminya.

"Ya Allah, pusing, aku." Kata Nala sambil memegang dahinya.

"Padahal udah hampir tiap hari kerjaannya kayak gitu sama Aka dan Bima. Kok ya masih kurang." Kata Meshwa yang jadi heran sendiri.

"Sama! Anak-anak lagi pada diem, malah Bapaknya yang usil." Sahut Kamelia yang juga merasakan kepusingan yang serupa.

"Berasa punya tiga toddler di rumah." Imbuh Meshwa yang membuat mereka semua tertawa.

Karena pergulatan di antara ketiganya tak kunjung usai, Nala pun akhirnya turun tangan untuk menghentikan tiga pria dewasa itu.

"Ini gaya Yang Kung dulu, waktu misahin mereka yang sering gelut-gelutan." Kata Nala sembari mematahkan ranting pohon dan langsung menghampiri ketiga orang itu.

"Hm! Ya, biar kapok!" Kata Nala sambil menyabetkan ranting di badan Arjuna, Mifta dan Dipta.

"Aduduh! Aduuh! Sakit, La..." Kata Arjuna.

"Ampun... Ampuun..." Sahut Dipta.

"Udah, Sayang. Sakit... Sakit..." Mifta ikut memohon saat Nala menyabetkan ranting ke tubuh ketiganya.

"Kayak gini kelakuannya yang tua. Nanti kalau Anak-anaknya ikutan kayak gini, Ibu-ibunya yang di buat pusing." Omel Nala.

"Kan Anak-anak lagi pada gak ada, La." Sahut Dipta.

"Iya! Tapi nanti kalau mereka lihat, gimana? Sebentar lagi kan mereka pulang. Orang kok, jawab aja kalo di kasih tau." Cerocos Nala.

Melihat Arjuna, Mifta dan Dipta yang ampun-ampun ketika di sabet dengan ranting oleh Nala, tentu membuat para penonton yang ada di teras rumah Arjuna itu jadi tertawa terbahak-bahak.

"Nanti kamu di marahin sama Mbakmu lho, La. Karena nyabetin Mas Juna." Kata Arjuna yang berusaha menghindar dari sabetan Nala, meskipun gagal.

"Enggak! Aku gak marah." Sahut Meshwa.

"Sabet aja terus, La. Biar pada sadar!" Imbuh Meshwa kemudian.

"Nah! Denger, kan!" Ujar Nala yang tertawa puas setelah mendengar jawaban dari Meshwa yang mendukungnya.

"Lho! Lho! Kok Mas Juna, Mas Mifta sama Dipta di sabetin Nala?" Cicit Shima yang baru pulang mengaji bersama ketujuh keponakannya.

"Iya itu, kenapa Mama marah-marah?" Timpal Bibil.

Delapan bocah itu pun segera berlari menghampiri untuk melerai Nala yang masih saja menyabeti Arjuna, Dipta dan Mifta.

"Mama... Stop!" Kata Bima sambil memeluk tubuh Nala.

"Mamas... Mamas... Tolong, ini Mama kesurupan. Sadarin Mama, Mas." Teriak Bima.

Hal itu tentu memecah tawa mereka semua. Arjuna, Mifta dan Dipta yang semula mengaduh-aduh karena di sabeti Nala, kini justru terbahak-bahak setelah mendengar kepanikan Bima.

"Tuh kan! Mama kesurupan, ya? Tadi marah-marah, sekarang ketawa-tawa." Kata Bagas.

"Te Ala kesurupan, Yah?" Tanya Satrio dengan wajah khawatir.

"Ngawur aja kalian ini! Mama gak kesurupan. Emang sengaja mau nyabetin Bapak-bapak tiga ini." Jawab Nala.

"Emang kenapa, kok di sabetin, Te?" Tanya Ara.

"Belum pada mandi itu, Bapak-bapaknya." Sahut Kamelia dari teras rumah Arjuna.

"Yayah, Pak Ade sama Om Ita belum mandi, Bu?" Tanya Sena.

"Belum." Jawab Kamelia.

"Woo! Emang pada nakal ya, bertiga ini." Kata Shima.

Ia pun berlari untuk mengambil selang air dan langsung memutar keran airnya. Shima kemudian menyemprot tiga orang itu dengan air.

"Nah! Kapok, gak! Udah tua kok, ngajarin yang gak bener." Omel Shima yang membuat mereka semua tertawa kecuali Arjuna, Mifta dan Dipta yang berlari kocar-kacir ke rumah masing-masing.

1
Gita Mitha Pertiwi
wah oleh2 merah delima ini
Lhia Alimin
lanjut la ceritanya
Santi
makasi kak oleh2 ya, double up, 🙏🙏pasti tahu lah mamas, bopomu kan bopo istimewa,
Munas Tuti
ayoo oleh2 apa yg yg dibawa Aka..
Santi
syukurlah ratunya baik, jadi ga terjadi masalah besar
Munas Tuti
belum tau ajaa walu kelas Aka klo anak remaja itu seorg bopo.. .alhamdulillah temens Aka kembali
Mulyani Asti
Alhamdulillah gak sampe kejadian kaya Arjuna dulu waktu acara kampus,untung nya nyai nya baik sama aka aku udah deg2 an padahal
Nur Wakidah
oleh2 dari Nyi Ratuuuuuu , , ,
lhah gimna Romo mu gk tau Mas 🤭🤭🤭 wong Romo juga sakti mandra guna 😀😀😀 tp sok ben luweh sakti Mas Aka ✌️✌️✌️ piihhhh Mas Jun jangan marah 😀😀😀
Alah2 Bima leh so sweetttt 🤭🤭🤭 padine kangen Mas Aka 3 dino ora kepetuk ora ng sg dijarak i 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
ya Allah.. irisan bawangnya sampai sini😭😭😭
amilia amel
kamu salah Ka kalo nanya sama romo-mu
wong romo-mu bopo istimewa
tapi masih istimewa dirimu kok Ka
Munas Tuti
sopo yoo sing nyeloi Aska mau bengii..
Rahmawati
oleh oleh nya apaan tuh
Rahmawati
pak wali kelas gk tau ya kalo aka itu calon bopo😂
Munas Tuti
Yaa Allah melas banget Arjuna...ikutan mrebes mili ikiii
Kristiana Subekti
up lagi thor 😁🤭
Atik Kiswati
sesuatu yg berbau mistis tu bagiku mengerikan.....gk bisa di nalar ama otak kt,hrs pake hati....kalau hatinya baik / bersih sih gpp tapi kalau hatinya jahat / kotor mlh tambah berabe.....
syora
kira kira oleh" apa ya
apapun itu semoga bermanfaat tnpa ada efek berbahayanya
lah mama's mama's aneh bin ajaib romomu kuwi titisan bopo pertama loh
ryriz: semuanya kan titisan... tp yg mewarisi batu panca warna milik bopo cokro manggala kan mamas aka...
total 1 replies
Cica Aretha
allhamduliah di kasih doble up..makasih thor ..semangattttt💪😍
TS
mas Aka dapet apa ya,,,,.semangat Thour Up yang banyak
Nuri 73749473729
alhamdulillah.... bs double2 up Thor semangat thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!