NovelToon NovelToon
Mayang Dan Bima

Mayang Dan Bima

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Cintapertama / Cintamanis / Contest / Perjodohan / Nikahmuda / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:100.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rumaika

[[ TAMAT ]]

IG : @rumaika_sally

Menikahi temen sebangku semasa SMA. Bagaimana rasanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rumaika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kenangan Buruk Bima

Bima mengingat kembali kejadian hari itu.

Mereka pergi diam-diam dari Sentul malam itu juga. Dibawalah barang-barang mereka yang sebelumnya sudah mereka pilah untuk pindah. Tapi mereka tidak pindah ke rumah yang dipilih Om Adam. Kotak-kotak itu diangkut oleh jasa pindahan yang lain. Yang ia telepon tengah malam. Mama Bima berjanji akan membayarnya berlipat-lipat. Rambutnya diikat sekenanya, Bima yang masih SMP membantu Mamanya mengangkut kotak-kotak. Tangannya gemetar. Amarah yang ia keluarkan, lalu sikap Mamanya. Ia tak berani menatap.

Mobil box itu mengikuti mobil Mamanya di belakang. Mamanya menyetir sambil menelepon sesorang. Ia mengembuskan nafas lega lalu meletakkan ponselnya. Ia kembali fokus pada kemudi. Lalu menoleh kepada Bima sambil tersenyum.

"Kita pindah, Bim. Bima jangan marah sama Mama ya. Kita nggak akan ketemu Om Adam lagi. Mama janji."

Bima tak kuasa menjawab. Tapi ia menangis diam-diam. Anak lelaki itu. Ia rapuh mulanya, tapi kini hatinya keras membatu.

Bima masih diam. Pikirannya kalut. Mama menyeka rambutnya sesekali. Ia menangis juga. Perempuan itu. Bima melirik tangan mamanya, begitu kurus memegang kemudi mobil.

"Kita ke Tebet. Ada rumah teman Mama."

Pukul satu lewat tiga puluh. Mobil itu berhenti di depan rumah berpagar cokelat, di depannya ada spanduk dengan tulisan "DIJUAL" beserta nomer telepon yang bisa dihubungi di bawahnya. Mobil box ikut berhenti di seberang. Ada tanah kosong untuk parkir.

Tak berapa lama kemudian sebuah mobil merah berhenti tepat di belakang mobil Mamanya. Pengemudinya menghambur keluar mobil. Ia memeluk Mama. Mereka menangis. Bima mengenali perempuan itu. Namanya Tante Alya, mereka pernah bertemu sebelumnya di pernikahannya beberapa bulan yang lalu.

Tante Alya memintanya masuk. Ia masih memakai piama, lagipula ini jam satu malam. Pantas saja. Ia lalu membuka pintu gerbang dan pintu rumah.

Ia menyalakan lampu. Membuka kain putih yang menyelimuti sofa.

"Baru kemarin, Mbak dibersihkan. Mbak Asti sama Bima tenangin diri dulu."

Tante Alya mempersilakannya duduk. Mamanya membenahi rambutnya. Bima duduk dengan kaku. Dari luar, terdengar Tante Alya meminta jasa pindahan itu untuk menurunkan barang-barang. Tak banyak memang. Hanya kotak-kotak berisi pakaian, dokumen dan alat-alat kerja Mamanya. Seperangkat komputer, printer, juga piano milik Bima. Pakaian Bima tak seberapa banyak. Ada juga gitar, buku-buku sekolah, bola basket dan papan skateboard miliknya. Juga sepeda BMX warna kuning milik Bima juga.

Barang-barang selesai diturunkan. Tante Alya meminta tolong untuk menggeser beberapa perabot rumah tangga. Awalnya dipan, lemari dan lainnya disatukan dalam satu ruangan. Ditutup kain untuk menghindari debu. Setengah jam kemudian pekerjaan selesai. Jasa angkut dibayar sesuai janji, Tante Alya memberinya lebih karena telah membantu.

Malam itu Bima mendapat kamarnya sendiri. Mama menempati kamar depan Yang lebih luas. Ia perlu meja kerja.

Bima masuk kamar lebih dulu. Samar-samar terdengar Mamanya dan Tante Alya berbincang.

"Hendra tahu semua ini, Al?"

"Besok gampang Mbak kukabari. Besok baru pulang ke Jakarta. Sekarang masih di Padang."

Rumah ini ternyata rumah lama Tante Alya yang hendak dijual. Beberapa bulan setelah menikah, ia dan suaminya pindah ke rumah baru yang lebih besar. Kebetulan pindah tak jauh dari rumah ini. Seminggu yang lalu Mama Bima dihubungi Tante Alya. Bilang kalau rumah lamanya sudah dirapikan, siap dijual. Barangkali ada temannya atau koleganya yang berminat.

Tante Alya adalah teman Mama dari pekerjaannya di kantor lama. Mereka bersahabat sejak lama. Dan persahabatan terus terjalin hingga kini.

Bima tahu Mamanya stress. Ia sering mendapati Mamanya menangis. Ia begitu lemah dihadapan lelaki itu, Bima menyadarkannya. Hampir saja ia mengulangi kesalahannya yang dulu.

Mama mengganti nomer teleponnya. Benar-benar memutus kontak dengan Om Adam. Tante Alya membantu semuanya. Ia berjasa banyak. Om Hendra, suami Tante Alya bahkan tak kalah baik. Ia membantu mengurus rumah lama Mamanya. Rumah Mamanya di Sentul sebenarnya sudah terjual. Hanya menunggu beberapa Minggu sebelum benar-benar dikosongkan. Tinggal menunggu sampai mereka menikah di tanggal yang ditentukan. Pernikahan benar-benar sudah di depan mata.

Om Hendra teramat membantu Mamanya. Sesuai perjanjian, pelunasan pembayaran rumah itu akan dilakukan ketika rumah sudah benar-benar ditinggalkan. Baru akan akad dan tanda tangan notaris. Om Hendra menghubungi pihak pembeli, ia mendapat kontak dari Mama Bima. Seluruh dokumen dibawa Om Adam. Itu hal paling sulit. Sudah jelas sedari awal ia ingin menguasai semuanya. Ia ingin Mama Bima bergantung kepadanya, sehingga tak berani melawan.

Pembeli itu seorang wanita sebaya Mamanya. Ternyata suaminya polisi. Om Hendra menjelaskan duduk perkara. Dengan mudah urusan itu selesai. Seluruh dokumen kembali. Om Adam tak berani menghubungi Mamanya lagi. Pernikahan sudah jelas dibatalkan.

Sekolah Bima kacau. Pendaftaran di sekolah ditutup, ia terlambat. Mamanya mengambil kembali semua dokumen Bima. Bima murung, hidupnya ikut kacau. Kata Mamanya tak apa Bima cuti setahun. Toh tahun depan bisa memilih sekolah manapun yang Bima mau. Bima menyetujui. Toh pikirannya masih belum stabil. Mamanya masih terguncang juga. Ia menuruti apapun keinginan Bima. Apapun yang menyenangkan hatinya. Setahun itu Bima sering merenung di kamar. Ia membuat musik, menciptakan lagu kesedihannya. Bima pergi keluar malam, Mamanya membujuknya. Merasa menyesal telah menuruti keinginan Bima untuk dibelikan motor.

Mama Bima bekerja keras. Ia bangkit kembali. Bertekat bekerja sekeras mungkin untuk Bima. Berusaha membuat Bima hidup dengan nyaman. Bima semakin liar. Hanya Om Wira yang ia dengar. Satu hal yang melegakan Mamanya, Bima tak minum, ia juga tak merokok, apalagi narkoba. Kebandelan Bima hanya sekedar berkelahi, ia jadi pemarah kepada siapapun. Hobi motornya mengkhawatirkan Mamanya. Ia sering ikut balap liar. Hanya Om Wira yang berhasil membawanya pulang.

Umurnya 15 waktu itu. Seusia Mayang sekarang. Diam-diam ia menyimpan banyak luka. Ia butuh pelampiasan. Papanya dahulu peminum. Ia membencinya. Masih sangat membencinya hingga detik ini. Ia tak ingin seperti Papanya. Minuman, narkoba dan semua hal buruk itu akan merusak tubuhnya. Bima tak bodoh.

Tahun pertamanya di SMA makin kacau. Ia cuti setahun lagi karena kecelakaan motor. Mamanya hampir mati mendengar kabarnya. Ia berlarian ke Rumah Sakit seperti orang gila. Cuti setahun lagi membuat umurnya bertambah. Sementara ia tak naik ke kelas 11. Ia mengulang lagi dari kelas 10 tahun depannya. Hobi motornya tak membuatnya trauma. Tapi Mamanya bilang akan mati kalau Bima tak berubah.

Di umurnya yang ke 17 Mama membelikannya mobil. Ia dilarang keras naik motor. Nyatanya sekolahnya tambah kacau. Ia ikut balap mobil. Om Wira tak didengarnya kali ini.

Sampai akhirnya Mamanya berusaha untuk bekerja dari rumah. Ia hanya sesekali ke kantor. Nyatanya mengawasi Bima tak semudah itu. Anak itu mulai sering dipanggil ke sekolah. Dia bertengkar dnegan temannya. Tak terhitung berapa kali ia pulang dengan seragam yang sobek dan mulut berdarah.

Di saat semuanya terasa runyam, Mama Bima tahu, ia sadar kalau ini juga kesalahannya. Ia punya andil besar. Bima punya banyak luka. Ia tak tahu cara melampiaskannya. Ia tak tahu cara menanganinya.

Riwayat sekolahnya yang buruk, membuat kepindahan Bima susah diterima. Banyak sekolah yang ia kunjungi dan pulang dengan tangan hampa. Sampailah Mamanya di titik buntu. Lalu ia ingat akan satu hal. Ia punya peninggalan villa dari mendiang orangtuanya. Di kota kecil di Jawa Tengah sana. Villa itu ia rawat walaupun hanya sesekali dikunjungi. Kadang Wira di situ beberapa bulan untuk tinggal. Terkadang teman Wira juga dipersilahkan untuk menempati. Villa itu akan lebih terjaga kalau ada yang menempati, dibandingkan dengan dibiarkan kosong begitu saja. Pak Baron tetangga villanya, sudah sejak lama ia percaya untuk mengurusnya. Ia juga sekaligus satpam sekolah Bima sekarang.

Pada kunjungannya kali itu, Mama Bima mendapatkan banyak informasi dari Pak Baron. Ia berjanji akan mengantarnya ke sekolah besok pagi. Mama Bima menemui Kepala Sekolah dengan hati berdebar penuh harap. Tak disangka sekolah itu mau menerima Bima di kelas 12. Bima ikut masuk di tahun ajaran baru, dan sebulan setelahnya ia bertemu dengan Mayang yang juga pindah.

***

"Mas, Mas Bima," Mayang membuyarkan lamunan Bima.

"Mas Bima kenapa bengong?"

"Enggak, nggak papa." Ia agak terkejut.

"Ini Papa bingung kita belok kemana ya."

Tanpa disadarinya mobil berhenti dari tadi. Papa Mayang sibuk dengan map di ponselnya. Katanya nggak akurat, sinyalnya hilang.

"Tadi Susi whatsapp Mayang. Katanya udah deket kalau kita udah sampai sini."

"Ini belok kanan Om. Nanti ada jalan menanjak," pikiran Bima kembali fokus.

"Beneran?"

"Iya, Bima pernah ke sini sama Pak Baron."

Mobil melaju cepat. Teman-teman mereka sudah menunggu.

1
Qaisaa Nazarudin
Penuh liku2 banget hubungan mereka,tapi mengambil waktu yg lama juga nuat mereka nikah sungguhan ya..
Apapun karya mu bagus thor,,Aku salut sgn perjuangannya Bima 👍🏻👍🏻👍🏻⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️⭐️🌺🌺🌺🌺🌺🌹🌹🌹🌹
Qaisaa Nazarudin
Menurutku cara mayang ini salah,Tempat istri adalah disisi suaminya apapun keadaannya,apalagi sekarang keadaan Bima yg madih terpuruk dan tergoncang,Mayang harus menjadi kekuatan utk Bima,Bukannya malah ninggalin suami,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🙄🙄
Qaisaa Nazarudin
Astaga Mayang ingat status kamu,kamu gak bisa lg seenakbya ngadih nomor kamu ke pria lain..apalagi Reza terang2 an bilang alesannya utk apa..🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Makanya seharusnya bilang aja tunangan,apa susahnya sih kalo gak mau jujur udah suami istri..
Qaisaa Nazarudin
Udah sakit baru mau cari MANTAN ISTRINYA.. kalo aku jadi Asti ogah ambil tau soal mantan suami lagi,,Aku bukan orang yg sabar dan terlalu pemaaf orgnya,.Jadi sekali di selingkuhin,Seumur hidup akan ku ingat,aku langsung dikte kalo kamu itu org yh gak ku anggap lagi,,
Qaisaa Nazarudin
#Udah SAH gitu..
Qaisaa Nazarudin
Tunangan aja,jgn adek atau sepupu lah,sekurang2 nya mereka harus jgn menutupi ikatan mereka sepenuhnya,sekurang2 nya irg tau mereka ada hubungan spesial gitu,takutnya ada yg ganggu..
Qaisaa Nazarudin
#Ibu angkat
Qaisaa Nazarudin
Kenapa Mayang masih manggil TANTE Asti?? Udah jadi Mertua juga inu angkat juga, Harusnya panggil MAMA juga dong..
Qaisaa Nazarudin
KARMA buat papanya selingkuhin istrinya sendiri,ninggalin anak dan istri,Nah sekarang dia yg di tinggalin,, Mantoopp👍🏻👍🏻
Qaisaa Nazarudin
Nyesek aku thor🥹🥹🥹😫😫😫😫😫😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Mengambil alih pengasuhan Mayang?? Bukannya Mayang mmg udah istrinya Bima ya,, jadi Mayang udah jadi tanggungjawab nya Bima,walaupun umur mayang masih dibawah standar umur utk menikah tp tetap pernikahannya dlm agama itu SAH..
Qaisaa Nazarudin
Lho kok papanya Mayang meninggal?bukannya td udah sadar ya saat Bima ngadih minum..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan,ku bilang juga apa!!! Hadeeuuhh..Rumit..
Qaisaa Nazarudin
Apa papanya Mayang dan mamanya Bima mulai ada hubungan?? Dan nyata nya Bima juga suka sama Mayang..
Qaisaa Nazarudin
Papanya Mayang dan mamanya Bima tuh pekerjaan mereka apa? kok mereka harus pindah ke sini,daerah terpencil,pantesan Bima gak suka,dia itu anak kota,,
Qaisaa Nazarudin
#Dendam mu
Qaisaa Nazarudin
Kasihan sama mama kamu Bim,Dendam ku sama papa kamu,terus kenapa mama kamu yg jadi mangsa nya,harusnya kamu banggain tuh mama kamu,Tunjukkan ke papa kamu,kalo kamu bisa sukaes tanpa beliau..
Nita Yulianita
ceritanya bagus.. tiap bab di like.. semangat thor
Rumaika Sally: thankyou, Kak. baca cerita aku yang lain juga yuk
total 1 replies
Nita Yulianita
bagus
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!