NovelToon NovelToon
RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

RAHASIA PANAS DI BALIK PERNIKAHAN

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Balas Dendam / Diam-Diam Cinta
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Dewasa
Follow My Instagram @Mae_jer

Dami tidak menyangka dia akan menghadapi Jeremy yang menggila padahal statusnya sudah menjadi istri dokter Bima. Walau status itu hanya sebatas pernikahan kontrak, tetap saja tidak dapat dibenarkan. Namun, siapa yang akan menyangka Dami akan terlibat dengan permainan panas Jeremy, serta Bima yang ikut-ikutan menggila, yang membuatnya berada di situasi yang membingungkan.

Terjebak di antara dua pria yang sama-sama menginginkannya, situasi semakin rumit saat Dami hamil. Karena ia tidak tahu siapa ayah dari anak yang dikandungnya. Jeremy atau Bima? Lebih gilanya lagi, baik Bima maupun Jeremy, sama-sama tidak mau melepaskannya.

Ketiganya harus merahasiakan hubungan gila mereka sampai akhirnya salah satu dari kedua pria itu mengalah, dan merelakan Dami dengan laki-laki yang dia cintai.

Apakah masih Jeremy cinta pertamanya yang menjadi pemenang? Atau Bima, dokter tampan yang juga mencintai Dami dengan tulus?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Puncak

Malam itu Dami menyiapkan barang-barangnya dengan hati yang senang. Ia memilih pakaian yang cukup tebal, memasukkan jaket bulu, syal, serta obat-obatan pribadi dan perlengkapan mandi.

Keesokan harinya, tepat pukul enam pagi, Dami sudah berdiri rapi di depan pintu. Udara pagi masih terasa dingin, namun semangatnya membuatnya tidak merasa kedinginan. Tidak lama kemudian, Bima keluar dari rumah dengan pakaian rapi dan tas kerja di tangannya. Ia melirik Dami dari atas ke bawah, lalu mengangguk singkat.

"Sudah siap?"

Dami mengangguk.

"Ayo berangkat," ucapnya singkat, lalu berjalan menuju mobil yang sudah dipanaskan oleh sopir.

Perjalanan menuju daerah puncak memakan waktu sekitar dua jam. Jalanan mulai menanjak dan berkelok-kelok saat mereka memasuki daerah pegunungan. Semakin naik, udara semakin sejuk dan segar, dipenuhi kabut tipis yang membuat pemandangan di luar jendela terlihat seperti lukisan alam yang indah. Dami terus menatap ke luar, terpesona oleh hamparan pohon pinus dan lembah yang terhampar luas di bawah sana.

Sesekali ia melirik ke samping, melihat Bima yang duduk tenang sambil sesekali membuka berkas. Namun, saat ia terlihat sedikit pusing karena jalan yang berkelok, Bima segera menyadari hal itu.

"Kalau pusing, pejamkan mata saja. Nanti akan terasa lebih baik," ucapnya dengan nada datar.

Dami mengangguk pelan, lalu memejamkan mata sambil tersenyum kecil. Paling tidak, ia merasa tidak lagi dianggap sebagai orang asing di hadapan suaminya sendiri.

Setelah dua jam perjalanan, mobil mereka akhirnya sampai di lokasi. Sebuah bangunan sederhana namun bersih berdiri di tengah area yang luas, dikelilingi pohon-pohon tinggi dan udara yang sangat sejuk. Mereka sempat melewati danau besar juga tadi. Begitu mobil berhenti, beberapa staf klinik segera bergegas mendekat dengan wajah hormat.

"Selamat pagi, dokter Bima!" sapa mereka serempak.

Bima turun dari mobil, lalu membukakan pintu untuk Dami. Gerakannya terasa alami, membuat Dami sedikit terkejut namun segera turun dengan senyum sopan.

"Selamat pagi, dokter. Selamat pagi, nyonya Dami," sambut salah satu staf senior yang sudah lama mengenal keduanya.

Dami membalas sapaan itu dengan ramah.

"Pagi."

Namun, di antara kerumunan itu, ada sekelompok staf baru yang baru bergabung beberapa minggu terakhir. Mereka menatap Dami dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan yang sulit diartikan, ada rasa ingin tahu, penilaian, bahkan sedikit rasa iri yang tersembunyi.

Di antaranya ada dua orang wanita muda yang berdiri agak terpisah. Mereka berbisik pelan, namun cukup terdengar oleh Dami yang berdiri tidak jauh dari sana.

"Itu istrinya? Aku kira akan lebih cantik dan berwibawa," bisik salah satu wanita itu dengan nada meremehkan.

"Iya ya. Biasa saja penampilannya. Padahal Dokter Bima itu tampan, kaya, dan terkenal. Rasanya nggak sepadan," tambah temannya sambil melirik Dami dengan pandangan merendahkan.

Mereka berdua sebenarnya sudah lama mengagumi Bima secara diam-diam. Bagi mereka, laki-laki itu adalah sosok yang sempurna, pintar, sukses, dan memiliki wibawa yang kuat. Mendengar bahwa ia sudah menikah, hati mereka memang kecewa, namun tetap saja berharap istrinya itu bukanlah sosok yang menonjol. Dan saat melihat Dami, mereka merasa cukup puas karena merasa diri mereka lebih menarik dan lebih muda.

Dami mendengar semua bisikan itu dengan jelas dan langsung memberi tatapan tajam sebagai perkenalan awal. Sekali lagi, dia bukan wanita yang gampang di rendahkan. Kedua perempuan itu langsung menunduk salah tingkah.

"Dokter mau kamar yang bagaimana?" tanya seorang staf yang bertugas membagikan kamar.

Bima melirik Dami sekilas, lalu menatap staf itu lagi.

"Tanyakan pada istriku saja. Sesuaikan dengan yang istriku minta." katanya. Dami sedikit terkejut, tapi tersenyum dalam hati.

Staf itu langsung menoleh ke arah Dami dengan sikap hormat.

"Baik, nyonya. Kamar seperti apa yang nyonya inginkan? Ada yang menghadap ke danau, ada yang menghadap ke hutan, dan ada yang lebih luas untuk istirahat lebih nyaman."

Dami berpikir sejenak, lalu menjawab dengan tenang,

"Kalau bisa, yang menghadap ke danau saja. Pemandangannya pasti indah dan udaranya lebih sejuk."

"Siap, nyonya. Saya persiapkan yang terbaik," jawab staf itu segera, lalu berjalan mendahului mereka menuju bangunan penginapan.

Di belakang, kedua wanita tadi yang masih menunduk diam-diam melirik. Dokter Bima tidak pernah membiarkan orang lain menentukan hal-hal kecil untuk dirinya sendiri, tapi kali ini ia menyerahkan semuanya pada istrinya. Itu sudah cukup menjadi tanda jelas siapa yang berkuasa di sisi lelaki itu. Dan itu makin membuat mereka iri berat.

Sesampainya di kamar, Dami langsung terpesona. Jendela besar di salah satu sisi ruangan membuka pemandangan langsung ke danau yang permukaannya berkilau tertimpa sinar matahari pagi, dikelilingi kabut tipis yang perlahan menghilang. Ruangannya luas, bersih, dengan tempat tidur yang empuk dan perapian kecil yang siap dinyalakan jika udara terasa terlalu dingin.

"Kau suka?"

"Mm."

Dami mengangguk tanpa menoleh, saking terpesonanya dengan pemandangan indah di depannya. Sudah lama ia tidak melihat alam terbuka seperti ini. Jujur, dia senang sekali. Sesaat kemudian ia menyadari sesuatu, pandangannya beralih lurus ke Bima yang kini duduk di kasur.

"K-kak Bima tidur di sini juga?"

Pertanyaan tersebut langsung mendapatkan tatapan tajam dari sang suami.

"Menurutmu? Kau ingin kita tidur terpisah dan membuat gosip menyebar di klinikku?"

Dami langsung menunduk, wajahnya seketika memerah padam hingga ke telinga. Ia baru sadar bahwa selama ini mereka tidur terpisah hanya di rumah, bukan di tempat umum yang banyak orangnya. Jika dia meminta kamar lain, justru akan menimbulkan tanda tanya dan perbincangan yang tidak diinginkan oleh siapa pun.

"Maaf... aku baru ingat," jawabnya pelan, suaranya terdengar gugup. Tangannya tanpa sadar meremas ujung jaket yang ia kenakan.

Bima hanya mendengus pelan, namun tatapannya perlahan melunak. Ia melihat wajah istrinya yang memerah, dan ada perasaan aneh yang muncul di dadanya, bukan rasa kesal seperti biasa, melainkan rasa geli.

Pria itu bangkit dari kasur dan membuka kemejanya, dan di taruh di atas sofa. Ia tidak peduli bertelanjang dada.

"Aku ingin tidur sebentar. Bangunkan aku lima belas menit lagi."

Setelah mengatakan itu, ia langsung membanting dirinya di atas kasur. Bahunya, otot-otot tubuhnya, semuanya tampak indah dan sangat terawat.

Dami tertegun di tempat, matanya tanpa sengaja terpaku pada tubuh Bima yang kini berbaring santai. Jantungnya berdegup lebih kencang, wajahnya makin memerah hingga ia buru-buru memalingkan wajah ke arah jendela, takut ketahuan sedang memandang.

"Baik... aku akan bangunkan nanti," jawabnya terbata, suaranya hampir tenggelam dalam detak jantungnya sendiri.

Ia berjalan pelan mendekati kursi di dekat jendela, duduk dengan posisi yang membelakangi tempat tidur, berusaha menenangkan diri.

1
🌿🌼WINA🌼🌿
kenny kamu bodoh sekali kejar eva jangan biarkan eva sendiri, eva sangat membutuhkanmu kenny menjalani pengobatan kemotarapi.
Semua yg terjadi biangkeroknya ada orgtuamu kenny, tidak bisa dimaafkan tega sekali melenyapkan cucunya sendiri.

orgtua macam apa itu sangat kejam sekali gak punya perasaan, cucunya sendiri digugurkan. kasih waktu dulu eva menenangkan diri dulu kenny, urusan orgtuamu tidak punya perasaan itu.

klo gak suka sama eva jangan sampai tega menggugurkan kandungan kenny, biarkan eva pergi aja yg jauh bawa calonnya. betapa hancur hati kenny dan perasaannya kenny orgtuanya jahat dan kejam. menghancurkan rumahtangga kenny.

masih pantas orgtua kayak begitu dihormati kenny, kenny tidak akan memaafkan kedua orgtuanya.

harus bertindak tegas sama kedua orgtua kamu kenny, kasian eva sangat menderita kelakuan orgtu kamu kenny....
Ilfa Yarni
kejar keny goblok amat sih
ardiana dili
lanjut
pipi gemoy
Dr Kenny 👍🏼👏🏼🌹
Atik Marwati
akhirnya kenny tahu semoga bisa bersama lagi menjadi penyembuh buat eva
Daulat Pasaribu
gak pantas itu mertua si eva hidup enak,harusnya dapat karma karena ida bunuh cucu kandungnya sendiri
Ani Basiati
lanjut thor 😍😍
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘵𝘢𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘢𝘩𝘬𝘪𝘳𝘯𝘺𝘢 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘫𝘶𝘫𝘶𝘳 𝘴𝘮 𝘬𝘦𝘯𝘯𝘺 𝘦𝘷
Tuti Tyastuti
𝘪𝘬𝘶𝘵 𝘯𝘺𝘦𝘴𝘦𝘬𝘬😭😭
Tuti Tyastuti
𝘴𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘬𝘦𝘯💪
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘨𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘰𝘯𝘨 𝘬𝘦𝘯 𝘤𝘢𝘳𝘪 𝘵𝘢𝘶 𝘬𝘢𝘴𝘪𝘩𝘢𝘯 𝘦𝘷𝘢 𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘳𝘪𝘵𝘢 𝘴𝘢𝘮𝘢 𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘶𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘨 𝘥𝘪 𝘱𝘦𝘳𝘭𝘢𝘬𝘶𝘢𝘯 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘢𝘪𝘬
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Eva Tigan
semua rahasia Eva terungkap satu persatu..semoga penyakitnya juga segera diketahui oleh Kenny..dan Dibawa berobat ke luar negeri..supaya kemungkinan sembuh lebih besar lagi
💝F&N💝
kenny, kau jadi suami harus tegas. kau sudah punya keluarga sendiri. kau sudah punya kehidupan sendiri dan orang luar tidak bisa ikut campur walau itu orang tua sendiri
💝F&N💝
sukurin, mak mak.
makanya jadi orang itu jangan memandang rendah orang lain
dan sejarang borokmu sudsh ketahuan sama kenny kan
pipi gemoy
biang kerok nya si jerami ini👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼👊🏼
Sh
seruuuiii
Kamsia
laporin aj ke polisi merencanakan menggu"rkan bayi misahin dua org dlm ikatan pernkhn dan membully.💪💪 thor 👍 ak jd nangis
Riska Baelah
ini knpa eva hidup ny jauh lebih nyesek/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
harus ny klu bisa d ulng eva jng ad yg kmu sembunyikan dri kenny, harus ny kemna kenny tugas mau jauh dekat kmu ikut/Sob//Sob//Sob//Sob//Sob/
kirain cuma d lapak sebelah aj ad mama kejam, ternyata d sini mertua kejam, emg mertua yg paling baik itu cuma damian talia👍👍👍👍👍👍👍🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!