Ketika Jiang Chen terbangun di dunia kultivasi, ia mendapati dirinya mewarisi takhta Ketua Sekte Pedang Bintang—sebuah sekte yang dulunya agung namun kini berada di ambang kehancuran absolut. Pilar utama sekte, sang guru, telah tewas terbunuh. Para tetua berkhianat dan membawa lari seluruh harta benda, sementara musuh bebuyutan telah mendobrak gerbang depan untuk merampas wilayah mereka.
Dengan tingkat kultivasi dasar yang sangat lemah dan hanya ditemani oleh satu adik seperguruan yang masih setia bertahan, ajal seolah sudah menanti Jiang Chen di depan mata.
Namun, di saat maut dan keputusasaan memuncak, sebuah suara mekanis yang dingin bergema di benaknya: [Sistem Pembangunan Sekte Abadi berhasil diikat!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 25: Gelombang di Kota Awan Mengambang
Angin pagi membawa berita mengejutkan yang menyapu seluruh wilayah Kota Awan Mengambang layaknya badai topan.
Tiga bangkai Kelelawar Iblis Sayap Darah raksasa yang hangus teronggok di dasar jurang kaki Puncak Bintang Jatuh menjadi bukti yang tak terbantahkan. Puluhan mata-mata klan yang bersembunyi di kejauhan melihat sendiri bagaimana armada Xue Kui dimusnahkan hingga tak bersisa, disapu oleh cetakan telapak tangan raksasa dan sambaran petir ungu.
Sekte Iblis Darah cabang utama—salah satu tiran paling ditakuti di kawasan ini—telah kehilangan Ketua Sekte dan seluruh jajaran tetua intinya dalam satu pertempuran!
Di gerbang utama Kota Awan Mengambang, dua sosok mendarat dengan anggun menggunakan pedang terbang.
Lin Mo dan Su Yue mengenakan jubah putih sutra spiritual bersulam lambang pedang bintang berwarna perak—seragam resmi murid utama yang diberikan Jiang Chen. Aura pedang Lin Mo yang tajam di puncak Pemadatan Qi Tingkat 8 dan hawa dingin sedingin salju dari Su Yue di Pemadatan Qi Tingkat 7 seketika membuat para prajurit penjaga kota jatuh berlutut tanpa berani mengangkat kepala.
Lin Mo melangkah maju, lalu menancapkan sebuah gulungan kain emas besar di papan pengumuman utama kota.
Dengan suara yang disuntikkan Qi perak, ia berseru hingga terdengar ke setiap sudut jalanan kota:
"Atas titah Ketua Sekte Jiang Chen! Tujuh hari dari sekarang, Sekte Pedang Bintang resmi membuka Ujian Penerimaan Murid Terbuka. Kami tidak memandang kasta, asal-usul, maupun kekayaan. Mereka yang memiliki keteguhan hati dan lulus dari Menara Ujian Ilusi, akan diterima menjadi murid kami!"
Pengumuman itu meledak bagaikan guntur di siang bolong.
Hanya dalam hitungan jam, kabar tersebut menyebar ke seluruh klan bangsawan, guild pemburu binatang buas, hingga pemukiman kumuh kaum fana. Puluhan ribu orang mulai bersiap. Sekte yang dipimpin oleh seorang ahli Inti Emas sejati yang mampu membantai tiran iblis dengan tangan kosong kini membuka pintu mereka! Bagi banyak kultivator pengembara dan pemuda fana, ini adalah tiket emas untuk mengubah nasib.
Paviliun Bulan Perak: Ambisi Sang Manajer
Di lantai teratas Paviliun Bulan Perak, Su Ya berdiri di depan jendela besar, menatap ke arah Puncak Bintang Jatuh yang kini diselimuti oleh kabut spiritual tebal dan pendaran cahaya dari puncak Menara Ujian Ilusi.
"Dia benar-benar melakukannya..." bisik Su Ya pelan, cangkir giok di tangannya bergetar halus. "Xue Kui tewas tanpa sempat meninggalkan wasiat."
Di belakangnya, seorang tetua penilai membungkuk hormat. "Nona, berita ini telah mencapai cabang utama di ibu kota provinsi. Reputasi Sekte Pedang Bintang telah meroket ke Tingkat 8 Menengah. Banyak keluarga bangsawan dari luar kota yang mulai mengirimkan anak-anak mereka ke sini."
Su Ya tersenyum tipis, matanya memancarkan ketajaman seorang pebisnis ulung. "Keluarkan semua stok jubah latihan, pedang besi tingkat fana, dan pil penyembuh dasar di gudang kita. Jangan naikkan harga, jual dengan harga modal kepada para calon pendaftar. Kita harus memastikan Paviliun Bulan Perak terlihat sebagai penyokong paling tulus bagi Sekte Pedang Bintang."
Persiapan di Puncak Bintang Jatuh
Sementara dunia luar sedang gila-gilaan, suasana di Puncak Bintang Jatuh justru sangat tenang.
Jiang Chen duduk bersila di tepi tebing Aula Leluhur, membiarkan embun spiritual membasahi ujung jubahnya. Meski kultivasinya telah berada di Ranah Inti Emas Tingkat 1, ia sengaja tidak terburu-buru menyerap energi untuk menembus ke tingkat berikutnya.
Jiang Chen menggunakan teknik meditasi Seni Bintang Nirwana untuk menstabilkan dan memadatkan Inti Emas di Dantian-nya. Ia membiarkan energi emas murni itu berputar perlahan, menghaluskan setiap celah kecil pada intinya agar tidak ada cacat sekecil apa pun pada fondasinya.
"Membangun kekuatan terlalu cepat tanpa fondasi yang padat ibarat mendirikan istana megah di atas pasir apung," gumam Jiang Chen pelan, membuka matanya yang kini memancarkan kedalaman tanpa riak.
Ia membuka Panel Sistem di benaknya.
[Panel Sekte Pedang Bintang]
Ketua Sekte: Jiang Chen (Ranah Inti Emas Tingkat 1 - Fondasi Sempurna)
Murid Utama: Lin Mo (Pemadatan Qi Puncak Tingkat 8), Su Yue (Pemadatan Qi Tingkat 7)
Binatang Penjaga: Hei Ming (Naga Petir Neraka - Tingkat Langit / Mode Tidur)
Fasilitas: Aula Leluhur (Tingkat 2), Paviliun Senjata Berkilau (Tingkat 2), Menara Ujian Ilusi (Tingkat Surga), Array Pengumpul Qi (Tingkat Menengah), Asrama Giok (Kapasitas 1.000 Murid).
Poin Sekte: 2.750
Misi Aktif: Rekrutmen Murid Massal (0/50 Murid Luar Berbakat).
Jiang Chen mengangguk puas. Dia lalu menelusuri menu Toko Sistem, menggunakan 500 Poin Sekte untuk membeli seratus botol Pil Pembersih Sumsum tingkat rendah dan tumpukan manual teknik dasar tingkat Fana.
Ia tahu, sebuah sekte besar tidak bisa hanya bergantung pada satu atau dua jenius tingkat Surga. Lin Mo dan Su Yue adalah pilar dan ujung tombak, tetapi sekte membutuhkan murid-murid luar dan dalam yang solid untuk mengurus tugas logistik, misi perburuan, dan menjaga stabilitas wilayah.
Hari Ujian: Lautan Manusia
Tujuh hari berlalu dalam sekejap mata.
Ketika fajar pertama menyingsing, kabut di kaki Puncak Bintang Jatuh terbelah. Pemandangan di bawah tangga batu raksasa sekte membuat siapa pun tercengang.
Lebih dari tiga puluh ribu orang berkumpul di dataran kaki gunung!
Ada anak-anak keluarga bangsawan berpakaian sutra mewah yang dikawal kereta kuda beroda lapis emas, ada kultivator pengembara berwajah kasar dengan pedang di punggung, hingga anak-anak yatim piatu kaum fana bertelanjang kaki yang menatap tangga batu dengan mata penuh harapan dan rasa lapar.
TANGG... TANGG... TANGG...
Suara lonceng kuno bergema sembilan kali dari puncak gunung, memecah kebisingan puluhan ribu orang tersebut.
Di puncak anak tangga pertama, Lin Mo berdiri dengan tangan bertaut pada gagang Pedang Meteor Darah-nya. Suaranya yang tenang namun mengandung tekanan qi menyapu seluruh kerumunan:
"Ujian pertama: Tangga Ketabahan Seribu Anak Tangga. Tangga ini dilapisi gravitasi formasi ringan. Mereka yang tidak sanggup mencapai anak tangga ke-500 sebelum matahari tepat di atas kepala... silakan pulang!"
Kerumunan seketika bergerak maju bagaikan gelombang air pasang.
Ribuan pemuda berhamburan menaiki tangga batu. Namun, begitu kaki mereka menginjak anak tangga pertama, tubuh mereka terasa seberat timah. Banyak anak-anak manja dari keluarga kaya yang baru mencapai anak tangga ke-50 langsung ambruk kelelahan, sementara mereka yang bertekad baja terus merangkak naik setapak demi setapak dengan kuku berdarah.
Di antara ribuan calon murid tersebut, dua sosok menarik perhatian khusus dari Jiang Chen yang sedang mengamati dari puncak menara menggunakan Kesadaran Spiritualnya.
Yang pertama adalah seorang pemuda kurus berpakaian lusuh dengan pandangan dingin dan bekas cambukan di punggungnya. Ia melangkah mantap di anak tangga ke-300 tanpa mengeluh sedikit pun.
Yang kedua adalah seorang gadis kecil berusia sekitar dua belas tahun yang memeluk sebuah kuali herbal tembaga kecil yang sudah penyok, merangkak di anak tangga ke-400 dengan napas tersengal-sengal namun matanya sangat fokus.
Jiang Chen diam-diam mengaktifkan sistemnya.
"Sistem, gunakan Mata Penilai pada kedua anak itu."
[Mata Penilai Diaktifkan]
Target 1: Han Feng (Usia 16 Tahun) | Bakat: Akar Roh Logam Mutasi (Tingkat Bumi Atas) | Karakteristik: Mantan budak tambang, memiliki ketahanan mental ekstrem dan bakat alami dalam penempaan senjata.
Target 2: Meng Meng (Usia 12 Tahun) | Bakat: Tubuh Roh Herbal Kayu Suci (Tingkat Bumi Puncak - Tersegel Sebagian) | Karakteristik: Memiliki sensitivitas alami terhadap tanaman obat dan insting alkimia murni.
Sudut bibir Jiang Chen melengkung membentuk senyuman tipis.
"Seorang calon ahli pandai besi sekte dan seorang jenius alkimia kecil... Bibit-bibit fondasi sekteku akhirnya mulai berdatangan."