NovelToon NovelToon
Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Setelah 8 Tahun ( Ditinggal Nikah)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:1.6M
Nilai: 5
Nama Author: Yutantia 10

Setelah 8 tahun pacaran, Nisa yang menunggu dilamar di hari anniversary, justru merima kenyataan pahit jika ia diputuskan oleh Sandi dengan alasan tak setara.

Tapi takdir seperti sedang mengajak bercanda, sebulan kemudian Sandi datang ke rumahnya untuk melamar. Namun bukan ia yang dilamar, melainkan Naina, sang adik yang lulusan S1 dan bekerja sebagai teler di salah satu bank swasta.

Disaat ia terpuruk, ada sosok yang tak sengaja hadir dalam kehidupannya. Sosok yang begitu baik dan humoris, tapi kadang menyebalkan. Dia adalah Januar, seoarang driver ojol.

"Kalau jodoh memang harus setara, kamu nikah sama aku aja, Mbak." Ajakan nikah Januar alias Ojan, hanya disenyumin saja oleh Nisa.

Tapi Ojan, pantang menyerah, ia terus mendekati Nisa, hingga akhirnya wanita itu luluh. Tapi satu kenyataan pahit, membuat Nisa kembali terpuruk. Ternyata selain seorang ojol, Ojan juga merupakan mahasiswa S2. Apakah sekali lagi, ia harus patah hati karena alasan kesetaraan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yutantia 10, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 10

[ Pagi Mbak ]

[ Lagi apa? ]

[ Sudah makan? ]

[ Met tidur, jangan lupa mimpiin aku ]

Dan masih banyak lagi chat yang setiap harinya di kirim Ojan setelah nomornya tidak lagi di blokir Nisa.

Tak lagi sedingin dulu, Nisa mulai membalas pesan-pesan dari Ojan selama seminggu ini. Dari pada ponselnya gak pernah bunyi, sunyi senyap, jadi mending WA nan sama Ojan. Cowok itu humoris, bisalah buat dia tertawa, lupa sejenak soal patah hatinya. Ya, sudah hampir sebulan putus, rasanya masih sama, sakit itu belum berkurang sedikitpun.

"Kamu punya pacar baru, Nis?" tanya Dinda saat mereka istirahat, makan siang. Keduanya duduk di kursi pantry, menikmati bekal yang dibawa dari rumah.

"Enggak." Nisa meletakkan ponsel ke atas meja setelah membalas pesan Ojan yang menanyakan apakah dia sudah makan siang.

"Kirain udah punya pacar baru, tiap siang aku lihat sibuk chatingan."

"Teman." Nisa melanjutkan makannya.

"Pasti laki kan?"

"Kok kamu tahu?"

"Beneran laki, Nis?" Wajah Dinda tiba-tiba sumringah, ia sampai memegang lengan Nisa, menatapnya, menunggu jawaban.

"Kenapa sih nih anak?"

"Keren gak?"

"Kamu kenapa sih?" Nisa pengen ketawa melihat ekspresi Dinda. Setahu dia Dinda sudah punya calon suami di kampung, kenapa jadi kayak kegandrungan gini ke cowok.

"Ya kalau keren, baik, tanggung jawab, serius, buruan jadian."

Nisa makin heran lagi pada Dinda.

"Kadang, membuka hati pada orang lain, bisa mempercepat move on."

"Aku gak ada kepikiran soal itu, Din."

"Ya makanya dipikirin saranku. Eh, kamu tahu gak, Nis?"

"Enggaklah, kamu kan gak ngasih tahu." Nisa menutup mulut dengan telapak tangan, menahan senyum.

"E..." Dinda melepas lengan Nisa, meremat celana kerjanya sambil celingukan, kayak orang bingung.

"Kenapa sih? Sumpah, kamu aneh banget hari ini."

"Nis." Dinda meraih tangan Nisa, menggenggam sambil menatap kedua matanya. "Jangan sakit hati ya. Janji juga jangan nangis setelah tahu soal ini."

"Apasih, kamu bikin aku penasaran sekaligus gelisah tahu gak, takut. Jangan bilang, kamu mau resign, pulang kampung, ninggalin aku juga."

Dinda menggeleng. "Mas Gilang mau ikutan merantau ke Jakarta setelah kami nikah. Jadi insyaallah, aku gak akan pernah resign."

"Alhamdulillah." Nisa menggeser kursinya lebih dekat pada Dinda, lalu memeluknya. "Kamu sabahat terbaikku, Din. Kamu jugalah, yang paling setia sama aku." Matanya berkaca-kaca. "Eh, kalau bukan mau resign, kamu mau bicara apa sih?" Melepas pelukannya, kembali menegakkan badan.

"E..." Dinda kembali ragu. Ia menarik nafas dalam, lalu membuangnya perlahan. "Pak Sandi..., dia udah punya pacar baru.'

Tubuh Nisa membeku, tatapannya seketika kosong. Sebuah rasa menyelinap di hati tanpa diminta, rasa sakit yang luar biasa, menembus hingga jantung dan hatinya. Tubuhnya bergetar, matanya memanas.

Kalau cowok mutusin pacarnya, itu tandanya dia sudah punya yang baru.

Nisa teringat ucapan Ojan tempo hari.

"Aku tahunya pas dia lagi di ledekin teman-temannya. Dan...kata Bu Anggita, pacarnya mirip kamu, Nis."

Nisa meremat celananya, dadanya semakin sesak, seperti dihimpit sesuatu yang besar dan berat. Hanya ada dia dan Dinda di pantry, tapi rasanya, oksigen di dalam sana seperti habis, hingga untuk bernafas saja susah.

Ada rasa tak terima Sandi move on secepat ini. Masih belum satu bulan, bahkan lukanya masih menganga, masih terasa perih, tapi laki-laki itu sudah dengan perempuan lain. Jika benar alasannya karena orang tuanya tak setuju, bukankah seharusnya mereka sama-sama patah hati saat ini. Ia pernah mendengar kutipan, hanya butuh beberapa menit untuk jatuh cinta, tapi melupakan, butuh waktu seumur hidup.

Sepertinya, kutipan itu tak sesuai untuk Sandi. Jangankan seumur hidup, belum satu bulan saja, pria itu sudah melupakannya. Diputusin memang sakit, tapi mendapati kenyataan jika mantan sudah punya pasangan baru sebelum sebulan mereka putus, rasanya lebih sakit lagi. Ia bangkit, menggeser kursinya ke belakang lalu melangkah pergi. 'Aku ke toilet dulu."

Dinda tertunduk lesu, menyesal menceritakannya ini semua. Nisa terlihat sangat sedih, sahabatnya itu pasti ke toilet untuk menangis. Iya, pasti itu.

Pulang kerja, Nisa mengurung diri di kamar hingga malam. Ia tak keluar untuk makan atau pun mencuci baju, padahal keranjang pakaian kotornya sudah penuh. Selalunya, ia mencuci baju Sabtu sore, karena kalau Minggu pagi, berbarengan dengan Naina, jemuran tidak cukup.

Selepas isya, terdengar ada yang mengetuk pintu kamarnya.

Tok tok tok

"Nis." Panggil Bu Wiwik dari balik pintu kamar Nisa. "Dipanggil Ayah."

Nisa mende dah pelan, frustasi. Ayahnya pasti menanyakan soal Sandi. Minggu lalu Ayahnya memintanya mengajak Sandi datang. "Iya, Bu." Dengan malas-malasan, ia bangun lalu keluar kamar. Tampak Ayahnya duduk lesehan di karpet depan TV, menonton acara berita.

"Eh Nis, sini." Pak Bambang yang melihat kedatangan Nisa, menggeser duduknya, memberi tempat untuk putrinya tersebut.

Nisa duduk di samping Ayahnya, menunduk sambil memainkan jemari.

"Bagaimana Sandi, dia kesini malam ini?" tanya Pak Bambang.

Nisa menggeleng pelan. "Kak Sandi sibuk, Yah."

Terdengar helaan nafas berat Pak Bambang. "Ya udah, besok suruh kesini, mumpung minggu."

"E...sebenarnya..." Nisa tak mau terus berbohong tentang hubungannya dan Sandi.

"Yah," panggil Naina yang baru keluar kamar.

"Eh, Nai," Pak Bambang menoleh.

"Aku mau bicara." Naina ikut bergabung duduk di karpet. "Bu!" teriaknya, memanggil Ibunya yang ada di dapur, terdengar suara orang sedang mencuci piring.

"Mau ngomong apa sih?" Pak Bambang penasaran.

"Bentar, nungguin Ibu."

1
Hani Ekawati
Pokonya klo ngomong sama ras terkuat di bumi kamu ga bakal menang Jan 😁
Semoga dengan nama panggilan Ula dan Ule, twins sehat, udah cukup pas baru lahir di NICU sampe beberapa hari.
Tetanggaku juga anaknya pas baru lahir di NiCU sampe seminggu, dikasih namanya Hafis, sering sakit sakitan bulak balik rumah sakit. Terus di saranin sama si kakek bayi itu namanya Bayu, sekarang dengan nama itu anaknya sehat terus entahlah mitos atau fakta😁
Hani Ekawati
Nah tuh itu bagus, namanya orang barat tapi panggilan tetap lokal 🤭
Hani Ekawati
Ya engga apa2 atuh Jan ☺️
Hani Ekawati
Nah iya kadang kan suka minta pendapat sama penjaga toko, aku juga gitu kira kira yang lagi laris dipasaran yang mana 😁
Hani Ekawati
Aku pernah dikasih oleh oleh sama ponakan yang kerja di Singapur dikasih sepatu asli sepatunya nyaman banget ☺️🤭
Hani Ekawati
Berarti PR buat Nisa dan Ojan buat ngasih nama panjang buat twins, entah itu namanya mau kebarat baratan atau ketimur timuran tapi untuk panggilan fix Ula dan Ule 😁
Penasaran Thor nama lengkap twins apa sih 😁🤭
Hani Ekawati
Pak Yapto donatur finansial dan Ojan donatur bibit nya 😁🤭
Hani Ekawati
Alhamdulilah Nis kamu punya mertua baik banget meskipun di awal pacaran sama ojan pak Yapto nyebelin tapi pas kamu udah nikah ternyata aslinya dia baik dan perhatian ☺️
Hani Ekawati
Pak Yapto gitu gitu setia banget loh Jan
Hani Ekawati
Pusing ya Ma, anak sama bapak jadi berantem terus apalagi perihal nama panggilan twins 🤭
Hani Ekawati
Tuh kan orang tua jaman dulu masih percaya mitos nama panggilan pun berpengaruh katanya biar sehat mulus Rahayu 😁
Hani Ekawati
Lah bener ternyata nama panggilannya twins yang cowok Ule 🤭
Hani Ekawati
Semoga twins segera sehat agar bisa berkumpul dengan keluarga dirumah
Shee_👚
😂😂😂😂😂😂
dah jan ngalah aja
Shee_👚
namanya beneran bagus tapi panggilan nya astaghfirullah
ini pak yapto kenapa sih harus itu nama panggilannya 🤣🤣🤣🤣
Shee_👚
Alhamdulillah sa rejeki kamu jadi mantu idaman. apa² juga tergantung kitanya. kalau kita baik, sopan santun dan nurut pasti mertua juga baik🤗
Shee_👚
sabar jan, tar lama² anak mu namany ulele ulala😂😂😂
Hani Ekawati: Benar benar bikin ketawa perihal nama panggilan twins 😁
total 1 replies
Wiwie
yg bner aj kak msa ula sma ule 😭😭😭
Yeni Fitriani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣thoor jgn bikin opa ula dan ule nakal ya... tetaplah dia jd opa yg setia pd satu omanya sj.... cukup naina dan sandi saja yg jd penjahat cinta di novel ini.... ya penjahat cinta yg insaf.
sutiasih kasih
ojan trtekan batin.... punya anak tpi tak punya kuasa..... mna istri jga milih kubu opa si kembar...
inget ojan.... selain donatur dilarang ngaturrrrrr.....😅😅😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!