NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia / Tamat
Popularitas:26.6M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 31

Talia menjerit kecil ketika tubuhnya tiba-tiba ditarik ke pangkuan Damian. Kedua tangannya spontan mencengkeram bahu pria itu, sementara Damian hanya menatapnya tanpa ekspresi, tetapi ada kilatan tajam di matanya.

"Damini?" ulang Damian, suaranya terdengar lebih dalam dari biasanya.

Talia menelan ludah, merasa jantungnya berdetak lebih cepat dari seharusnya.

"Eh … itu tadi spontan aja. Mirip nama kamu, kan? Damian … Damini … mirip, kan? Heheh."

Damian menatap lebih lama gadis yang sedang menyengir lebar tanpa dosa itu sebelum akhirnya menghela napas panjang.

"Talia."

"Hm?"

""Kau pikir aku perempuan?"

Talia terkesiap, baru sadar kalau Damian justru fokus pada hal itu. Dia buru-buru menggeleng.

"Bukan! Bukan begitu. Aku cuma nggak mau mereka tahu aku nginap di kamar cowok. Bisa-bisa mereka salah paham nanti. Kamu tahu kan kalau sampai mereka salah paham, urusannya panjang banget. Aku bisa di omelin dari a-z, terus nanti aku mau kemana-mana sendiri gak bebas, apalagi kalau sampai di dengar sama keluargaku aku nginap di kamar cowok, duh ... Hidupku yang bebas ini bisa terancam." Katanya panjang kali lebar.

Damian mengangkat sebelah alis.

"Cerewet, pembohong kecil,"  Damian mengetuk kepalanya pelan. Talia lagi-lagi hanya bisa menyengir kecil.

Dan wajah lucu menggemaskan itu benar-benar berhasil membuat Damian tegang.

Sial.

Damian tegang. Ia berusaha menekan ketegangan yang dia rasakan saat ini.

"Kau bilang aku perempuan, apa aku terlihat seperti perempuan di matamu? Atau perlu perlu ku tunjukkan laki-laki seperti apa aku?"

Talia meringis, sedikit gugup juga.

Entah kenapa ia merasa terintimidasi dengan Damian. Laki-laki itu amat sangat dominan.

Damian masih menatapnya dengan pandangan menusuk.  Pria itu menggeser posisinya sedikit, membuat Talia makin terduduk nyaman di pangkuannya dan ... Ada sesuatu yang keras yang dia rasakan di bawah sana. Apa itu? Talia menahan nafas. Ia baru sadar kalau sekarang dia duduk di pangkuan Damian, tentu saja bagian yang menonjol dari balik celananya akan ia duduki. Pantatnya bersentuhan dengan milik lelaki itu, Talia bukan sosok gadis yang sangat polos yang hal seperti itu saja tidak bisa dia sadari. Kalau tidak sadar, itu namanya bodoh.

Talia nyaris melonjak turun, tapi Damian lebih cepat. Tangannya bergerak ke pinggang Talia, menahannya tetap di tempat.

"D-Damian?"

"Diam," gumamnya.

"Kau sudah membuat kepalaku sakit sejak tadi malam. Kau pikir aku laki-laki yang bisa kau suruh-suruh sembarangan? Kau tidak tahu siapa aku, bocah."

Talia mengerjap. Ia jadi penasaran siapa laki-laki ini, tetapi posisi mereka berdua sekarang membuatnya gugup sekali hingga ia tidak mampu melontarkan pertanyaan lainnya lagi.

Untuk beberapa saat, tidak ada yang berbicara. Damian hanya duduk menatapnya lama, sementara Talia masih terduduk di pangkuannya dengan perasaan aneh yang tidak bisa dia jelaskan.

Damian menutup mata, mengusap pelipisnya. Ia sudah menahan diri sejak tadi, tetapi dia juga hanyalah laki-laki normal yang kalau sudah menemukan seorang perempuan yang berhasil menarik hatinya, lama-lama pasti tidak dapat lagi menahan gejolak yang ada di dalam hatinya.

"Em ... Da- Damian, aku sudah bisa turun sekarang?" tanya Talia dengan hati-hati.

Damian masih menatapnya tajam dengan raut wajah yang berbahaya.

"Sudah ku bilang kau harus berpikir bagaimana caramu berterimakasih padaku bukan? Aku tidak pernah membeli daleman perempuan sebelumnya, bahkan mantan istriku sendiri."

Talia menegang.

Tapi aneh, laki-laki ini pernah menikah dan sudah punya anak. Kenapa tidak pernah beliin mantan isterinya daleman? Kan aneh.

"Jadi, bagaimana caramu berterimakasih bocah?"

Haissh. Bocah, bocah. Tidak lihat apa dia sudah sebesar ini? Talia hanya bisa kesal dan merutuk dalam hati.

"Aku ..." Talia berpikir keras.

"Aku akan membelikanmu daleman juga, biar impas. Puaskan? Katakan berapa ukuran celana dalammu, S, M, L, XL, XXL, XXXXL?"

Damian menatapnya lama, nyaris tidak berkedip. Seakan otaknya sedang memproses omongan absurd yang baru saja keluar dari mulut Talia.

Detik berikutnya, pria itu terkekeh pelan, gelengan kepalanya menunjukkan betapa ia tidak habis pikir dengan gadis di pangkuannya ini.

"Celana dalam?" ulangnya, nada suaranya terdengar geli.

Talia mengangguk mantap.

"Ya! Itu kan yang paling adil. Aku nggak tahu kenapa kamu nggak pernah beliin mantan istrimu daleman, tapi kalau ini pertama kalinya kamu beli buat perempuan, maka aku juga akan beliin buat kamu. Sama-sama pertama kali, kan? Aku juga belum pernah beli daleman pria,  ya bener." kata Talia dengan anggukan mantap.

"Nanti bilang saja berapa ukuranmu biar ak mmphh ..."

Damian tiba-tiba menyerang bibirnya lagi. Seperti waktu ia bangun tidur barusan. Pria itu sungguh-sungguh sudah menahan diri, tetapi tidak dapat ia tahan lagi. Talia betul-betul berhasil meruntuhkan pertahanannya. Dia rasa dia akan gila kalau tetap menahan diri tanpa melakukan apa pun.

Ciuman Damian begitu menuntut dan liar. Tentu, karena dia adalah laki-laki yang sudah sangat berpengalaman dengan hal-hal dewasa. Dia hanya berharap gadis yang menjadi lawan mainnya ini tidak ketakutan padanya. Sungguh, ia ingin Talia menikmati ciuman yang dia berikan, bahkan jika ia melakukan sesuatu yang lebih dari sekadar ciuman.

"Mmphh ..." dadanya di pukul-pukul dan di dorong oleh Talia, tetapi tentu saja kekuatan Talia tidak seberapa.

Talia berusaha mendorong dada Damian, tetapi pria itu sama sekali tidak bergeming. Ciumannya semakin dalam, semakin menuntut, membuat Talia kehilangan arah. Ia bisa merasakan napas Damian yang hangat membelai kulitnya, lidah pria itu yang tanpa ragu menelusuri setiap sudut bibirnya, seolah tak mau memberinya ruang untuk berpikir.

Damian merasakan Talia mulai melemah, pukulan kecil yang tadinya menghantam dadanya kini berubah menjadi genggaman ragu di kausnya. Seakan ada bagian dalam diri gadis itu yang tidak tahu apakah harus melawan atau pasrah.

Talia akhirnya bisa menarik napas ketika Damian perlahan melepaskan ciumannya. Matanya masih setengah terpejam, napasnya memburu. Ia benar-benar tidak menyangka laki-laki ini akan menyerangnya seperti itu.

Baru saja Talia bernafas lega, tetapi ia kembali di buat terkejut saat Damian kembali menyerang bibirnya. Bahkan pria itu sudah berdiri dari sofa sambil kedua tangannya menopang tubuhnya. Talia sontak kaget. Kaki melingkar di pinggang Damian, sementara kedua tangannya melingkari leher pria itu karena takut jatuh.

Hanya dalam waktu sepersekian detik, mereka sudah berada di atas kasur. Tubuhnya berada di bawah Damian, lelaki itu menindihnya. Sementara ciumannya masih belum terlepas. Damian terus melu-mat bibir Talia penuh gairah. Takut? Herannya, Talia sama sekali tidak takut. Yang ia rasakan saat ini adalah jantungnya berdebar-debar keras. Dan rasa gugup yang luar biasa menyerang dirinya.

Tapi ia terkesiap kaget saat payudaranya tiba-tiba di remas kuat dari luar kaosnya.

1
Ipehmom Rianrafa
lnjuut💪💪💪
Marlyn Koloay
good job👍 tapi thor jgn bikin drama dlm cerita lagi cukup mama sama papanya dulu yg penuh drama jgn di anak2nya. cukuplah di tokoh2 yg lain yg penuh drama penculikan atwpun pelecehan. kasihan Amara tokoh yg lugu
Ari Nuryanti
piye....enak...lagi amara
Ari Subekti
hati2 amara
Melia Gusnetty
bukan menegur sbg sahabat goblok amat siihh luu...
Melia Gusnetty
mdh2 an cepat sadar luu mara...jgn terlalu baik sm orang...
Alby Raziq
mau buat operasi wajah itu mara
Thuty Natasya
kapan selesainya drama si mimir itu kak 😅 gk ada kapoknya si mimir itu.. mau oplas helow biarpun muka berubah tapi hati tdk bisa dibohongi mikir
Melia Gusnetty
seharus nya papa arsen menyedia kn pengawal bayangan tanpa sepengetahuan amara..biar bisa lindungin amara....
segera lh ke bongkar kedok nya si miriam...
Melia Gusnetty
ķpn siihh...si kampret miriam kebonggkar borok nya...lama amat...amara jgn terlalu percaya dong sm si betina miriam...jeli lh dlm berteman...jgn polos2 amat yg mengira semua orang baik...
Ilfa Yarni
bagus Mara jauhi dia
Kamsia
jgn lengah sedikitpun amara dan klrgnya.krn miriam udh gak bisa di percaya.hrsnya ad bodyguard byngan ky klrg arsen amaranya.jd di pantau trus dan terjaga.amara hrs bljr bela diri jgn lemah 👍👍👍 thor
Esther
Nah kan Miriam berbohong, buat oplas kali uang 300jt nya.
Untung Erlan menyelidikimya
Lilik Juhariah
mau ngoplas wajahnya itu Mara buat nyulik kamu , udah jauhin Mara gak usah terlalu dekat
Aida Kamil
jgan mw kasih uang dluan selidiki dlu kejelasanx
Aida Kamil
jgan mw amara tanya dlu orgtuanmiriam nya
Lilik Juhariah
bisa jadi dia mau menjalankan rencana busuknya buat nyulik Amara dan oplas wajah
Lilik Juhariah
nak SMA pinjam 300 juta gak masuk akalm, datangin orang tuanya dan tanya langsung , mau ngembaliin dari mana ,
Arin
Miriam mau pinjam uang ke Amara buat segera melakukan operasi rubah wajah. Biar dia dengan cepat merealisasikan rencana jahatnya untuk menyingkirkan Amara. Dan menggantikan hidup Amara karena rasa irinya karena kehidupan Amara yang sempurna
LANY SUSANA: ya betul. sepertinya 300 juta mo operasi plastik rumah wajah jd amara
elran km hrs kasih bodyguard ke amara lo
dia lg fi incer miriem, hati3
total 1 replies
Hanima
Baikkk nya 🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!