NovelToon NovelToon
I Copy Your Job

I Copy Your Job

Status: tamat
Genre:Time Travel / Harem / Penyeberangan Dunia Lain / Budidaya dan Peningkatan / Transmigrasi / Fantasi / Tamat
Popularitas:351.4k
Nilai: 4.5
Nama Author: Aro McCoy

Arthur di panggil ke dunia misterius bersama teman-teman sekelasnya.

Di dunia misterius Job adalah segalanya.

Dan Arthur memiliki Skill yang dapat mencopy semua Job milik teman-teman sekelasnya.

Ikuti petualangan Arthur dan teman-teman sekelasnya di dunia misterius

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aro McCoy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

2. Tinggal Di Desa

"Baiklah, kalian semua ikuti aku." Kata pria tua berambut putih panjang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti pria tua berambut putih panjang.

"Yang mulia. Saya telah melihat status dan job mereka semua." Kata pria berambut putih panjang kemudian mengobrol dengan pria paruh baya yang memakai mahkota.

"Rapunzel antarkan mereka semua ke kamar." Pria paruh baya melihat perempuan berkulit putih berambut pirang panjang.

"Baik." Perempuan berambut pirang panjang yang di panggil Rapunzel mengangguk.

"Semuanya tolong ikuti aku." Kata perempuan berambut pirang panjang melihat Arthur dan semua teman sekelasnya. Arthur dan semua teman sekelasnya kemudian mengikuti perempuan berambut pirang panjang yang di panggil Rapunzel.

Tidak lama kemudian Arthur berada di dalam kamar. "Kamar yang mereka berikan tidak terlalu buruk." Kata Arthur berbaring di kasur.

"Tok." "Tok." Arthur mendengar suara ketukan pintu. Arthur berjalan membuka pintu dan melihat seorang prajurit.

"Yang mulia ingin berbicara kepada anda." Kata Prajurit melihat Arthur.

"Baik, antar aku menemui rajamu." Kata Arthur melihat prajurit.

Tidak lama kemudian Arthur berada di ruangan dan melihat pria paruh baya berambut pirang yang duduk di singgasana. "Aku dengar kamu tidak memiliki job." Kata pria paruh baya berambut pirang melihat Arthur.

"Benar. Saya tidak memiliki Job." Arthur mengangguk.

"Karena kamu tidak memiliki job. Kamu tidak ada bedanya dengan manusia biasa di dunia ini." Pria paruh baya melihat Arthur. Arthur terdiam saat mendengar kata pria paruh baya.

"Aku akan memberimu 2 pilihan. Pilihan pertama kamu akan masuk ke dalam sebuah akademi dan belajar tehnik berpedang serta sihir disana. Pilihan kedua kamu akan ku berikan uang dan tempat tinggal di sebuah desa." Kata pria paruh baya melihat Arthur.

Arthur terdiam beberapa detik dan berkata. "Saya pilih yang kedua."

"Aku hargai pilihanmu." Kata pria paruh baya.

"Kamu bisa kembali ke kamarmu. Besok pagi kamu akan di antar ke desa." Kata pria paruh baya.

"Baik." Arthur mengangguk dan keluar dari ruangan.

Keesokan harinya Arthur berada di luar istana. "Arthur aku dengar dari yang mulia, kamu ingin tinggal di sebuah desa." Kata wanita berkulit putih berambut hitam pendek yang memakai kacamata.

"Benar bu. Aku ingin tinggal di desa." Arthur mengangguk.

"Mengapa kamu tidak memilih untuk belajar pedang dan sihir di akademi." Kata pemuda gemuk berkacamata.

"Aku tidak memiliki job jadi buat apa berlajar di akademi." Kata Arthur masuk ke dalam kereta.

"Ayo berangkat." Kata Arthur melihat supir kereta.

"Baik." Supir kereta mengangguk kemudian mencambuk kuda. "Nggiikkk."

Sore Hari. Saat ini Arthur melihat kereta kuda tiba-tiba berhenti. "Kita sudah sampai." Kata supir kereta. Arthur keluar dari kereta dan melihat sebuah desa.

"Apa kamu Arthur." Seorang wanita berkulit kuning, berambut hitam panjang yang berusia sekitar 30 tahun berjalan ke arah Arthur.

"Benar, aku adalah Arthur." Arthur mengangguk.

"Aku adalah Rosmila kepala desa disini." Kata wanita berambut hitam panjang.

"Ehhh. Aku tidak menyangka kepala desa disini adalah wanita." Arthur terkejut mendengar Rosmila adalah kepala desa.

"Ikuti aku. Aku akan mengantarmu ke tempat tinggalmu." Kata Rosmila.

"Baik." Balas Arthur kemudian mengikuti Rosmila.

"Ini adalah tempat tinggalmu." Kata Rosmila berhenti di depan sebuah rumah.

Arthur membuka pintu dan melihat bagian dalam rumah. "Tidak buruk. Meski rumah ini kecil. Rumah ini bersih dan terawat." Arthur mengangguk.

"Kruuukk." Perut Arthur berbunyi. "Maaf. Aku belum makan sejak pagi." Kata Arthur.

"Ayo makan di rumahku." Kata Rosmila.

"Baik." Arthur mengangguk. Arthur kemudian mengikuti Rosmila ke rumahnya.

"Mengapa aku hanya melihat wanita dan anak kecil di desa ini." Kata Arthur melihat penghuni desa adalah perempuan dan anak kecil.

"Semua laki-laki di desa diwajibkan untuk menjadi tentara." Kata Rosmila.

"Jadi aku cuma satu-satunya laki-laki di desa ini." Arthur terkejut.

"Benar, cuma kamu satu-satunya laki-laki di desa ini." Kata Rosmila.

"Ayo masuk." Kata Rosmila sampai di depan rumahnya. Arthur mengangguk kemudian masuk ke dalam rumah.

"Kamu ingin makan apa." Tanya Rosmila.

"Terserah, aku bukan pria yang pilih-pilih makanan." Balas Arthur.

"Jika begitu. Aku akan membuatkanmu telur." Kata Rosmila.

Tidak lama kemudian Arthur melihat Rosmila selesai memasak. "Makanlah." Kata Rosmila menaruh nasi dan 2 telur mata sapi ke meja.

"Apa kamu tidak mau makan juga." Arthur bertanya kepada Rosmila.

"Tidak, aku masih kenyang." Kata Rosmila.

"Baiklah, kalau begitu aku akan makan." Kata Arthur mulai makan. Rosmila tersenyum saat melihat Arthur yang sedang makan.

Beberapa menit kemudian Arthur telah selesai makan. "Terimakasih atas makanannya." Kata Arthur melihat Rosmila.

Rosmila mengangguk dan berkata. "Besok pagi datanglah kemari. Ayo kita sarapan bersama."

"Baiklah, aku tidak akan menolak tawaranmu." Kata Arthur. Rosmila tersenyum saat mendengar jawaban Arthur.

"Kepala desa, aku akan kembali ke rumahku." Kata Arthur berjalan pergi.

Tidak lama kemudian Arthur telah kembali ke rumahnya. Arthur masuk ke dalam kamar dan berbaring di kasur. "Aku rindu bumi." Arthur menghela nafas dan memejamkan matanya.

Keesokan harinya Arthur yang sedang tertidur mendengar suara ketukan pintu. "Tok." "Tok." Arthur mengusap matanya dan turun dari kasur.

Arthur membuka pintu rumahnya dan melihat seorang wanita berkulit kuning berambut hitam panjang yang berusia sekitar 20 tahun.

"Siapa." Kata Arthur melihat wanita berambut hitam panjang yang berdiri di depan pintu.

"Namaku Calisa." Wanita tersenyum dan mengulurkan tangannya.

"Arthur." Kata Arthur menjabat tangan Calisa.

"Arthur apa kamu sudah makan." Calisa bertanya kepada Arthur.

"Tidak, aku baru saja bangun." Balas Arthur.

"Kalau begitu, ayo makan di rumahku." Calisa tersenyum.

"Baik. Aku tidak akan menolak tawaranmu." Balas Arthur.

"Bagus." Calisa tersenyum mendengar Arthur setuju makan di rumahnya. Arthur kemudian mengikuti Calisa menuju rumahnya.

Tidak lama kemudian Arthur berada di depan sebuah rumah. "Ayo masuk." Kata Calisa membuka pintu. Arthur mengangguk dan masuk ke dalam rumah.

"Apa kamu tinggal sendirian." Arthur bertanya kepada Calisa.

"Benar, aku tinggal sendiri. Ibuku mati 1 tahun lalu karena penyakit dan ayahku menjadi tentara." Jawab Calisa.

"Apa kamu suka daging." Calisa melihat Arthur.

"Aku suka daging." Arthur mengangguk.

"Karena kamu suka daging. Aku akan memasak daging." Calisa tersenyum.

Beberapa menit kemudian Arthur melihat Calisa selesai memasak. "Ayo kita makan." Kata Calisa melihat Arthur.

Arthur mengangguk kemudian mulai mengigit daging ayam. "Bagaimana rasa masakanku." Calisa bertanya kepada Arthur.

"Enak." Kata Arthur mengigit daging. Calisa tersenyum mendengar Arthur menyukai masakannya.

"Aahhh!!." Arthur yang sedang makan tiba-tiba mendengar teriakan. Arthur keluar dari rumah dan melihat seorang wanita yang di kejar monster hijau setinggi 1 meter. "Goblin." Kata Arthur.

Arthur berlari ke arah goblin kemudian memukul wajahnya. "Buuugh." Goblin terjatuh setelah terkena pukulan Arthur.

Arthur mengambil sebuah batu yang cukup besar kemudian memukul kepala goblin. "Buuugh." "Buuugh."

"Exp + 5"

"Level Up"

"Anda mendapatkan 5 poin."

"Level Up"

"Anda mendapatkan 5 poin." Notifikasi muncul di depan Arthur.

"Ehhh. Aku 2 kali level up." Arthur bingung melihat notifikasi yang muncul di depannya.

"Jika begitu aku membunuh goblin ini." Kata Arthur melihat goblin yang wajahnya hancur.

~ Beri Like jika kalian menyukai cerita ini ~

1
carat28
Hai kak, saya masih belum bisa kirim pesan ke inbox kakak. Atau kakak ada sosmed/kontak yang bisa dihubungi?
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍👍👍
Nazrul
👍👍
Nazrul
👍
Nazrul
mantap
Nazrul
👍
Nazrul
👍👍
carat28
hai kak, apa boleh bantu follback? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Nazrul
👍👍
Nazrul
mantap
Nazrul
💪💪
Nazrul
👍👍👍
Nazrul
mantap
Iqbal deti
healer hilang
Septi Utami: halo kak, salam kenal
aku Septi Utami dan mau rekomendasiin ceritaku nih
judulnya Rasa Diujung Senja
semoga berkenan mampir dan betah berlama-lama bacanya ya...
salam santun dan terimakasih 🙏🏼💫
total 1 replies
Candra Fadillah
okey, ini MC kesekian yang telah aku lihat, mirip MC rata rata dengan skill OP
nilai plus-nya dia bisa di bilang sat set dalam hal lain
😀😀😀
Luken
not bad
𝙕𝙞𝙭𝙪𝙖𝙣
Di summon lg donk wkwk/Facepalm/
YANTO BIRAHI 🅥
lah???

bukannya MC yang membuat kesalahan 🗿 malah orang lain yg minta maaf
Lintang: mirip kek author nya kak, kan biasanya kalau orang menulis sebuah cerita, pasti karakternya dia ngikutin sifat penulisnya. Jadi jangan heran aja kak. Lagian ini juga ceritanya terlalu monoton sih.
total 1 replies
YANTO BIRAHI 🅥
ngk gitu juga kali 🗿

gw penasaran sama sifat Thor ni novel apa sama dengan sifat si MC
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!