NovelToon NovelToon
KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

KULTIVATOR KEGELAPAN PESONA SURGAWI

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Dikelilingi wanita cantik / Sistem
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: GEELANG

Setelah kehilangan adik perempuannya dan hancur di dunia fana, Han Yu terbangun di tubuh sesosok makhluk dari Sekte Iblis yang terdampar di wilayah suci Lembah Lingshu, ras suci yang sedang berperang melawan umat manusia karena perbudakan asmara. Bukannya mati dieksekusi, Han Yu justru membangkitkan warisan langka yang tabu: Jalur Kaisar Pesona.
​Berbekal ketampanan surgawi yang mutlak, stamina tiada tanding, dan teknik manipulasi sukma, Han Yu mengubah musuh-musuhnya menjadi pelayan yang patuh. Dari murid klan yang dingin, janda kultivator yang kesepian, hingga para tetua bijaksana dan Ratu Lembah, semuanya bertekuk lutut di bawah pesonanya. Di dunia kultivasi yang kejam ini, Han Yu tidak bertarung dengan pedang yang menghancurkan langit, melainkan menaklukkan dunia dari atas ranjang.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon GEELANG, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 32 - Perjalanan Rahasia Dua Hati

Keheningan malam perbatasan wilayah barat Lembah Lingshu terasa begitu menusuk tulang. Angin gunung berhembus kencang, menggoyang dahan-dahan pohon spiritual purba yang daunnya berpendar keperakan di bawah siraman cahaya bulan sabit. Di bawah naungan bayangan hutan yang lebat, dua sesosok tubuh bergerak dengan kecepatan yang luar biasa tinggi namun tanpa menimbulkan riak udara sedikit pun.

Han Yu melesat mulus di antara celah pepohonan raksasa, memanfaatkan kombinasi sempurna dari Mantra Kecepatan Angin Absolut tingkat dua dan manipulasi elemen kegelapan. Wujud fisik tegapnya seolah menyatu dengan kegelapan malam, seringan kapas namun melaju konstan bagaikan anak panah yang terlepas dari busurnya.

Di samping kanannya, Tetua Feng Mian mendampingi dengan gerakan yang tidak kalah lincah. Meskipun mengenakan jubah zirah perak tebal yang membungkus tubuh matangnya, panglima tertinggi Divisi Perang itu mampu mengalirkan energi batin Jalan Atas Puncak (A+) miliknya dengan sangat efisien, membuat setiap lompatannya melintasi dahan pohon tidak menyisakan getaran suara sedikit pun.

Namun, terlepas dari konsentrasi penuh yang seharusnya ditujukan pada misi pengintaian perbatasan, fokus mental Tetua Feng Mian sore ini benar-benar berada dalam kondisi yang sangat berantakan. Sepasang mata hijaunya yang biasanya setajam bilah pedang pembunuh, kini sesekali melirik ke arah samping, mencuri pandang ke arah siluet rahang tegas dan ketampanan surgawi dari teknik Paras Sempurna milik Han Yu yang terpapar cahaya bulan.

Setiap kali Han Yu bergerak mendekat untuk menghindari rintangan pohon, aroma keharuman maskulin alami yang teramat memikat dari tubuh pemuda iblis itu langsung menerjang indra penciuman Tetua Feng Mian. Hal itu seketika memicu debaran jantung yang luar biasa kencang di dalam dadanya, membuat aliran hawa murni di dalam dantiannya bergejolak hangat, sebuah sensasi membingungkan yang terus merongrong pertahanan batinnya sejak pertemuan mereka di Aula Agung istana tadi.

"Han Yu, kurangi sedikit kecepatan gerakmu," ucap Tetua Feng Mian dengan nada suara yang sengaja dipasang sedingin dan setegas mungkin, mencoba memulihkan wibawa kepemimpinannya yang kian terkikis. "Kita sudah mulai memasuki wilayah luar yang menjadi zona patroli aktif dari sekte ortodoks Kekaisaran Shenzhou. Lengah sedikit saja, indra spiritual formasi pedang mereka akan langsung mengunci posisi kita."

Han Yu tidak segera menghentikan laju gerak tubuhnya. Dia justru melakukan satu lompatan fleksibel yang sangat anggun, mendarat dengan mulus tepat di atas dahan pohon raksasa yang sama di mana Tetua Feng Mian sedang bertumpu. Jarak di antara wujud fisik mereka kini mendadak menyusut drastis, menyisakan ruang yang sangat sempit hingga zirah perak tebal sang tetua agung bersentuhan langsung dengan kain jubah hijau sutra milik Han Yu.

"Aku mengerti dan mematuhi seluruh arahanmu, Panglima Feng Mian yang agung," Han Yu berbisik dengan nada suara yang teramat dalam, lembut, dan dipenuhi oleh getaran karisma batin yang memikat dari ranah Pengikat Sukma.

Han Yu menyunggingkan sebuah senyuman manis yang sangat tampan, menatap langsung ke dalam sepasang mata hijau Tetua Feng Mian yang kini telah terbelalak lebar karena keterkejutan atas jarak intim yang tiba-tiba ini. Mengaktifkan kombinasi dari teknik Seni Pemikat Jiwa dan Komunikasi Penyelaras Rasa secara halus, Han Yu membiarkan gelombang pesonanya membungkus fokus batin sang kepala Divisi Perang tanpa ampun.

Kedua pipi tegas Tetua Feng Mian seketika merona merah padam hingga ke ujung telinga lancipnya di bawah siraman cahaya bulan. Napasnya mendadak menjadi sesak dan memburu panas, payudara besarnya yang kencang di balik zirah perak tampak naik turun dengan ritme yang tidak stabil akibat gejolak hasrat instan yang merayap runtuh di dalam sistem meridian dadanya.

"K-kamu... mundur satu tindak ke belakang! Mengapa kamu berdiri terlalu dekat dengan diri aku?!" Tetua Feng Mian menghardik dengan nada suara yang bergetar hebat menahan malu, sama sekali kehilangan seluruh aura tirani membunuh yang biasanya ditakuti oleh ribuan prajurit klan.

Han Yu tidak mundur, dia justru melangkah maju setengah tindak lagi. Dengan gerakan tangan yang sangat lihai dan dipenuhi perhitungan estetika gairah, Han Yu mengulurkan telapak tangan hangatnya yang kapalan, meraih pergelangan tangan lapis baja Tetua Feng Mian dengan sangat lembut namun posesif, lalu mulai menyalurkan stimulasi energi dari teknik Sentuhan Lembut Surgawi secara konstan.

Sengatan gelombang kenikmatan batin yang luar biasa dahsyat seketika melesat melintasi sepanjang koridor meridian lengan Tetua Feng Mian, langsung menghantam pusat dantiannya yang selama ratusan tahun gersang dari sentuhan asmara pria. Efek instan dari teknik tingkat dua Han Yu bekerja dengan sangat kejam meremukkan seluruh sisa-sisa pertahanan kesadaran rasional sang panglima perang.

Seluruh persendian kaki Tetua Feng Mian mendadak terasa lemas tak bertulang layaknya jeli, membuat tubuh matangnya yang seksi dan dibalut zirah perak tebal itu refleks terhuyung ke depan, jatuh bersandar sepenuhnya di atas dada bidang Han Yu yang kekar, kokoh, dan hangat. Sebuah desah pasrah yang sangat halus dan manis akhirnya lolos dari sela bibir merahnya yang bergetar.

"Ah... Han Yu... apa yang kamu... lakukan pada tubuh aku..." bisik Tetua Feng Mian dengan nada suara yang teramat manja, lemah, dan dipenuhi oleh kepasrahan batin yang mendalam. Tangan kanannya yang semula berniat menarik gagang pedang untuk menghukum kelancangan murid iblis ini, justru bergerak naik meremas kain jubah hijau Han Yu dengan sangat erat, bertolak belakang dengan tugas militernya.

Han Yu menyeringai menawan penuh kemenangan melihat keluluhan total dari mangsa barunya yang terkenal memiliki watak paling keras kepala di Aula Tetua. Tangan kirinya bergerak perlahan meluncur turun ke bawah, merengkuh pinggang ramping Tetua Feng Mian dengan sangat erat hingga menekan bentuk tubuh sensual wanita matang itu rapat-rapat ke dadanya, sementara jemari tangan kanannya perlahan merayap naik mengusap dagu tegas sang panglima perang agar mendongak menatap wajah rupawannya.

"Panglima Feng Mian yang jelita, aku hanya bisa melihat adanya kelelahan dan beban berat yang teramat besar tersimpan di dalam sukmamu," Han Yu berbisik tepat di dekat telinga panjang Tetua Feng Mian yang lancip, mengembuskan napas hangatnya di sana yang seketika membuat tubuh seksi wanita dewasa itu bergidik hebat menahan rangsangan gairah yang membara di rahim spiritualnya. "Serahkan seluruh beban peperangan itu ke dalam perlindungan batin aku malam ini. Aku berjanji akan memberikan ketenangan mutlak serta kepuasan surgawi yang belum pernah Anda rasakan sepanjang hidup kultivasimu."

Sepasang mata hijau Tetua Feng Mian kini telah beralih sepenuhnya menjadi sayu, berkabut oleh luapan kabut asmara dan rasa ketertarikan yang luar biasa dalam kepada sang pemuda iblis. Status batinnya di dalam sistem Han Yu mulai bergeser cepat menuju angka kepatuhan yang tinggi, meruntuhkan segala bentuk kedudukan terhormatnya sebagai panglima tertinggi klan.

Namun, tepat ketika Han Yu hendak membungkukkan tubuh tegapnya untuk membungkam bibir merekah sang panglima dalam sebuah ciuman pembuka yang panas, sebuah riak getaran energi spiritual yang sangat tajam, dingin, dan berkilau keemasan mendadak meledak hebat dari arah lembah bagian bawah hutan spiritual.

Sebuah dentingan suara lonceng formasi pedang ortodoks bergaung keras menembus keheningan malam, disusul oleh munculnya puluhan berkas cahaya pedang terbang yang membelah kegelapan langit malam menuju ke arah desa klan bawah yang terletak tidak jauh di depan posisi mereka bertumpu.

Mendengar tanda serangan musuh tersebut, Tetua Feng Mian tersentak kecil, mencoba mengumpulkan kembali sisa-sisa kekuatan batinnya yang hampir meleleh total di bawah kungkungan pesona Han Yu. Wajah cantiknya yang masih merona merah padam menatap ke arah lembah dengan gurat kecemasan militer yang kembali bangkit.

"Itu... itu adalah Formasi Pedang Pengancam Jiwa milik pasukan garis depan Kekaisaran Shenzhou!" ucap Tetua Feng Mian dengan nada suara yang memburu panas di atas dada Han Yu. "Mereka telah memulai pembantaian di desa klan bawah perbatasan barat!"

Han Yu menyipitkan sepasang mata birunya yang jernih, menatap kilatan cahaya pedang keemasan di bawah sana dengan sebilah seringai dingin yang teramat mematikan di bibir tampannya. Gangguan dari pasukan manusia ini datang pada waktu yang tidak tepat, namun hal itu sekaligus menandai bahwa panggung pembantaian dan penaklukan asmara yang sesungguhnya di medan perang benua telah resmi dibuka untuk menyambut kejayaan mutlak dirinya sebagai sang Kultivator Kegelapan Pesona Surgawi.

1
Blue Manusia Biasa
jujur aja langsung capek mataku lihatnya thor😭 panjang banget paragraf nya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!