NovelToon NovelToon
Suamiku Spesial

Suamiku Spesial

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / Fantasi / Perjodohan
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: gigiwww

Liora terpaksa menandatangani perjanjian pranikah dan dinikahkan dengan Alexander, seorang pria berkebutuhan khusus yang diasingkan keluarganya di sebuah desa terpencil. Ia pun pergi ke desa itu untuk merawat suaminya yang asing baginya. Namun, semakin lama merawat Alex, Liora mulai menyadari ada keanehan dan ketakutan dari warga sekitar terhadap pria itu. Ia pun curiga, jangan-jangan Alex tidak seperti yang terlihat. Di balik keterbatasannya, Alex ternyata menyimpan rahasia besar yang menjadi alasan keluarganya membuangnya. Liora kini harus mengungkap kebenaran di balik pengasingan suaminya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gigiwww, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31: Sarapan di Atas Ranjang

Setelah percakapan pagi yang penuh kehangatan, Liora perlahan kembali tertidur. Tubuhnya masih terasa lelah, dan pelukan Alex yang hangat membuatnya merasa sangat nyaman. Napasnya kembali teratur, dan ia tenggelam dalam tidur yang pulas.

Alex masih terbaring di sampingnya. Ia menatap wajah Liora yang tertidur dengan tenang. Wajahnya masih sedikit merah, dan rambutnya tergerai di atas bantal. Alex tersenyum tipis, lalu perlahan melepaskan pelukannya dengan hati-hati agar tidak membangunkan Liora.

Ia bangkit dari tempat tidur, mengenakan kemeja yang tergeletak di lantai, dan melangkah keluar dari kamar. Ia menuruni tangga dengan langkah ringan, dan masuk ke dapur.

Udara pagi di dapur terasa sejuk. Alex membuka kulkas dan mulai mengeluarkan bahan-bahan—telur, roti, mentega, dan susu. Ia mengambil wajan dan mulai memanaskan mentega di atas kompor.

Suara desisan mentega yang meleleh memenuhi dapur. Alex memecahkan telur ke dalam wajan dengan cekatan, mengaduknya hingga menjadi orak-arik yang lembut. Ia juga memanggang roti tawar hingga berwarna keemasan, lalu menyusunnya di atas piring.

Ia membuat dua porsi sarapan yang sama, lengkap dengan segelas susu hangat. Setelah semua siap, ia meletakkan semuanya di atas sebuah nampan kayu, lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar Liora.

Saat Alex membuka pintu kamar, Liora masih tertidur. Napasnya teratur, dan wajahnya masih tenang. Alex tersenyum, lalu ia meletakkan nampan itu di atas meja rias.

Ia duduk di tepi tempat tidur, dan dengan lembut ia mengusap bahu Liora. "Liora, bangun. Sarapan sudah siap."

Liora mengerang pelan. Matanya masih tertutup, dan ia bergumam sesuatu yang tidak jelas.

"Liora," panggil Alex lagi, suaranya lebih lembut. "Bangun, sayang. Ada sarapan."

Liora perlahan membuka matanya. Ia mengerjapkan mata beberapa kali, mencoba menyesuaikan diri dengan cahaya pagi yang masuk melalui jendela. Lalu, ia melihat sosok Alex yang duduk di sampingnya.

Dan kemudian, ia melihat nampan kayu di atas meja rias. Di atasnya, ada dua piring berisi telur orak-arik dan roti panggang, serta dua gelas susu hangat.

Liora membelalak. Ia bangkit dari tempat tidur, menarik selimut hingga menutupi dadanya. "Alex... kamu membuat sarapan?"

Alex tersenyum dengan wajah polosnya yang khas. "Iya, Liora. Alex membuat sarapan untuk kita berdua."

Liora masih terkejut. Ia menatap nampan itu, lalu menatap Alex. "Tapi... Alex, kamu bisa memasak?"

Alex mengangguk dengan bangga. "Bi Emi mengajari Alex. Bi Emi bilang, setelah suami istri melakukan... melakukan perjalanan... suami wajib membuat sarapan untuk istrinya."

Mendengar kata "perjalanan", wajah Liora langsung memerah. Ia tahu apa yang dimaksud Alex. Bi Emi pasti sudah mengajari Alex tentang adat-istiadat setelah malam pertama.

Liora menunduk, tidak berani menatap Alex. Wajahnya semakin merah. "Alex... kamu tidak perlu melakukan ini..."

Tapi Alex sudah mengambil nampan itu dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ia duduk di samping Liora, dan memberikan salah satu piring kepada Liora.

"Liora harus makan. Liora butuh tenaga," kata Alex dengan polos.

Liora menerima piring itu dengan tangan yang sedikit gemetar. Ia menatap telur orak-arik yang dibuat Alex—tampak sangat sederhana, tetapi terlihat cukup rapi.

"Alex benar-benar membuat ini?" tanya Liora.

"Iya! Alex belajar dari Bi Emi. Bi Emi bilang, kalau suami ingin istri bahagia, suami harus bisa membuat sarapan," jawab Alex.

Liora merasa hatinya hangat. Ia tidak menyangka Alex bisa melakukan sesuatu yang begitu manis. Ia mengambil sedikit telur dan memasukkannya ke dalam mulut.

Rasanya sederhana, tetapi hangat. Dan ada sesuatu yang membuat Liora merasa sangat dihargai.

"Ini enak, Alex," kata Liora pelan.

Alex tersenyum lebar. "Benarkah? Alex senang!"

Mereka berdua mulai makan sarapan bersama di atas tempat tidur. Suasana terasa sangat intim dan hangat. Liora sesekali menatap Alex, dan ia melihat senyuman bahagia di wajah Alex.

Namun, di tengah sarapan, Liora teringat sesuatu. Ia menatap Alex dengan tatapan khawatir.

"Alex... Bi Emi tahu kalau kita... melakukan itu?" tanya Liora, suaranya pelan.

Alex memiringkan kepalanya. "Bi Emi tidak tahu. Alex hanya ingat apa yang Bi Emi ajarkan."

Liora menghela napas lega. Tapi ia masih khawatir. Jika Bi Emi mengetahui bahwa mereka telah melakukan hubungan suami istri, Bi Emi mungkin akan memberi tahu keluarga Theodore. Dan Liora tidak siap untuk itu.

"Alex, tolong jangan beri tahu siapa pun, ya," kata Liora. "Tentang... tentang tadi malam."

Alex menatap Liora dengan tatapan polos. "Kenapa, Liora?"

"Karena... Liora masih malu. Dan Liora belum siap orang lain tahu," jawab Liora.

Alex mengangguk. "Baiklah, Liora. Alex akan menjaga rahasia ini. Hanya Alex dan Liora yang tahu."

Liora tersenyum lega. Ia melanjutkan sarapannya, tetapi di dalam hatinya, ada rasa khawatir yang masih tersisa. Ia takut suatu hari nanti rahasia ini akan terbongkar. Dan ia tidak tahu apa yang akan terjadi jika keluarga Theodore mengetahui bahwa ia dan Alex telah menjadi suami istri yang sebenarnya.

Namun, untuk saat ini, ia menikmati momen bersama Alex. Sarapan di atas ranjang, telur orak-arik yang hangat, dan senyuman polos Alex yang selalu membuatnya tersenyum.

"Terima kasih, Alex," bisik Liora.

Alex tersenyum. "Sama-sama, Liora. Alex akan selalu membuat sarapan untuk Liora."

Pagi itu berakhir dengan kehangatan. Dan Liora, meskipun masih malu dan khawatir, merasakan sesuatu yang baru di dalam hatinya—sesuatu yang mungkin bisa disebut sebagai awal dari cinta yang sebenarnya.

1
Ilfa Yarni
oooo jadi gitu tp syukurlah udah ga ada rahasia lg diantara mereka dan jg bisa bersikap sebagaimana mestinya dan skr kalian bisa menghadapi masalah bersama2
Ilfa Yarni
aku jg penasaran bukan km saja liora
wulaniii
gais like dan komen kalo bisa tonton yah biar dapet komisi 🤣
Alia Chans
Hadir Thor, penasaran banget ama lanjutan nya ...🤭🤭

saling support sabi kali😉
Muhajir Al musyaffa
halo kak aku punya karya loh mampir yu kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!