NovelToon NovelToon
Hanya Untuk Tuan Mafia

Hanya Untuk Tuan Mafia

Status: sedang berlangsung
Genre:CEO / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:614
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Kirana, seorang gadis yatim-piatu yang berakhir di bekerja di tempat seorang Tuan Muda dunia bawah yang terkenal dingin dan kejam, Derandra Arseto. Namun begitu, sebuah obsesi di hati Kirana seakan terpancing oleh sebuah tantangan baru...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tugas Luar yang Tak Terduga

Di ruang tengah lantai dasar yang megah, Ibu Maya sudah menunggu dengan memegang selembar daftar manifes barang dan sebuah tas kecil terbuat dari kulit hitam premium.

"Kirana," panggil Ibu Maya saat melihat gadis itu datang. "Hari ini jadwal Tuan Muda sangat padat di luar rumah. Namun, ada sebuah kotak dokumen penting dan setelan jas formal tambahan yang harus diantarkan langsung ke ruang VIP Arseto Tower di pusat kota sebelum jam dua siang. Pak Hendra harus mengawal Tuan Muda di lokasi lain, jadi aku menugaskanmu untuk mengantarkannya menggunakan mobil operasional kantor bersama salah satu sopir kediaman."

Mendengar tugas itu, mata Kirana berbinar. Ini adalah pertama kalinya ia diperbolehkan keluar dari area kediaman sejak resmi bekerja. Ini artinya, ia memiliki kesempatan untuk melihat bagaimana Adrian bekerja di dunianya yang lain—dunia bisnis legal yang berkilauan di atas gedung pencakar langit.

"Saya siap, Ibu Maya. Saya pastikan barang-barang ini sampai tepat waktu tanpa ada kekurangan satu milimeter pun," jawab Kirana penuh semangat.

"Bagus. Ingat, begitu sampai di Arseto Tower, kamu langsung menuju lantai paling atas. Jangan mampir ke mana-mana, dan jangan banyak bicara dengan staf di sana. Jaga reputasi kediaman," pesan Ibu Maya dengan ketat.

Satu jam kemudian, Kirana sudah duduk di dalam mobil sedan hitam yang membelah jalanan Bukit Permai menuju jantung kota metropolitan. Di sampingnya, terdapat sebuah kotak kayu kecil terkunci dengan ukiran naga perak dan gantungan jas khusus yang melindungi pakaian terbaik Adrian.

Perjalanan itu memakan waktu sekitar empat puluh lima menit karena lalu lintas kota yang mulai padat. Sepanjang jalan, Kirana tidak menyia-nyiakan waktu. Ia mengamati rute jalanan, mencatat posisi pos-pos polisi, dan memperhatikan gedung-gedung besar yang bertuliskan nama anak perusahaan Arseto Group. Otaknya yang pintar bekerja seperti spons, menyerap setiap informasi geografis yang mungkin akan berguna suatu hari nanti.

Saat mobil berhenti di lobi utama Arseto Tower—sebuah gedung kaca raksasa setinggi enam puluh lantai yang berdiri angkuh di pusat distrik bisnis—Kirana menarik napas dalam-dalam. Kemewahan di sini terasa lebih modern dan dingin jika dibandingkan dengan kediaman utama yang bernuansa klasik.

Dengan membawa gantungan jas di tangan kanan dan kotak dokumen di tangan kiri, Kirana melangkah masuk melewati pintu detektor logam. Paras cantiknya yang dibalut seragam pelayan premium dengan potongan pas badan langsung menarik perhatian beberapa karyawan pria yang sedang berlalu lalang di lobi. Namun, Kirana mengabaikan pandangan-pandangan itu dengan dagu yang terangkat anggun.

Ia melangkah menuju lift khusus eksekutif yang membutuhkan akses kartu khusus, yang untungnya telah diberikan oleh Ibu Maya sebelumnya. Ketika pintu lift tertutup dan bergerak naik dengan kecepatan tinggi, Kirana bisa merasakan sensasi desiran halus di perutnya. Ia semakin dekat dengan pusat gravitasi hidupnya.

Ting.

Pintu lift terbuka di lantai lima puluh delapan. Lantai ini sangat sunyi, dilapisi lantai marmer putih mengkilap yang memantulkan cahaya lampu gantung kristal di langit-langit. Hanya ada satu meja sekretaris besar di ujung lorong sebelum pintu ganda menuju ruang kerja utama sang CEO.

Seorang wanita muda berpenampilan sangat modis dengan kacamata berbingkai emas—sekretaris pribadi Adrian untuk urusan legal, bernama Citra—mendongak saat melihat Kirana berjalan mendekat.

"Pelayan dari kediaman utama?" tanya Citra dengan nada suara yang formal namun menyiratkan sedikit rasa heran melihat betapa mudanya gadis yang dikirim oleh Ibu Maya.

"Benar, Ibu Citra. Saya Kirana. Saya membawa pakaian ganti dan dokumen yang diminta untuk Tuan Muda Adrian," jawab Kirana dengan sikap tubuh yang sangat sopan namun matanya tetap memancarkan kecerdasan yang tidak bisa ditekan.

Citra memeriksa manifes barang sejenak, lalu mengangguk. "Tuan Muda sedang berada di dalam ruang rapat internal di sebelah ruang kerjanya bersama beberapa kepala divisi. Kamu bisa meletakkan jas ini di ruang istirahat pribadinya yang ada di dalam ruang kerja utama. Mari, saya antarkan."

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!