NovelToon NovelToon
SLEEP WITH MR. MAFIA

SLEEP WITH MR. MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Duda / Roman-Angst Mafia
Popularitas:21.5M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Damian, lelaki yang dikenal dengan julukan "mafia kejam" karena sikapnya bengis dan dingin serta dapat membunuh tanpa ampun.

Namun segalanya berubah ketika dia bertemu dengan Talia, seorang gadis somplak nan ceria yang mengubah dunianya.

Damian yang pernah gagal di masa lalunya perlahan-lahan membuka hati kepada Talia. Keduanya bahkan terlibat dalam permainan-permainan panas yang tak terduga. Yang membuat Damian mampu melupakan mantan istrinya sepenuhnya dan ingin memiliki Talia seutuhnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 1

Talia Adhisty, 21 tahun. Ceria, bercita-cita menikmati hidup dengan caranya, dan agak sableng. Sejak kecil, ia bercita-cita menjadi penyanyi terkenal yang tampil di panggung besar, dikelilingi sorakan penggemar. Namun, kenyataan tidak seindah mimpinya. Suara Talia … yah, bisa dibilang sangat unik. Dalam keluarga, ia selalu di sebut dengan 'Talia Fals'.

Orang tua dan kakaknya selalu sakit telinga setiap kali dia bernyanyi. Bagaimana tidak sakit telinga coba, suaranya saat bernyanyi memang tidak bisa diharapkan. Lari ke mana-mana pokoknya.

"Don’t stop believin’, hold on to that feelin’!"

Talia melantunkan lirik lagu Journey dengan penuh semangat, menutup telinganya sendiri ketika nada tinggi datang. Dia tahu suaranya tidak pas, tapi itu tidak pernah menghentikannya dan terus bernyanyi. Karena dia suka.

"TA-LIA!" Bisa nggak kamu berhenti teriak-teriak kayak babi berantem?!" teriak suara keras dari luar kamar. Itu suara mamanya, Lala yang sudah kebal dengan kegilaan putrinya.

"Ini bukan teriak, ma. Aku sedang latihan vokal! Ah, mama nggak asik ah!"

Talia berteriak balik sambil memutar matanya. Ia tahu mamanya selalu menganggap hobinya itu buang-buang waktu, tapi bagi Talia, menyanyi adalah kesukaannya. Selagi dia bahagia, dia tidak akan menganggapnya membuang-buang waktu.

Setelah mengenakan jaket kulit hitam, celana hitam,dan memasukkan sepasang headphone ke tas, Talia keluar dari kamar dengan senyum lebar yang seperti tak pernah luntur. Meski sering gagal dalam audisi menyanyi, dia selalu semangat ikut lagi dan lagi, demi kesenangannya. Seperti sore menjelang malam ini, lagi-lagi dia akan mencoba ikut audisi.

Makeup-nya seperti biasa, ala-ala anak punk yang nyentrik. Alis bawah matanya hitam sekali. Lipstik hitam, kuku hitam, pokoknya semuanya serba hitam. Padahal wajah aslinya cantik sekali, tetapi tertutup dengan penampilan nyentriknya yang agak aneh dan tidak biasa di mata orang pada umumnya.

Dia mengikuti audisi pencarian bakat yang diadakan di sebuah mall besar di pusat kota. Kali ini, dia yakin juri akan melihat potensinya. Bukan hanya soal suara, tapi juga soal penampilan dan energi panggungnya yang luar biasa. Talia percaya diri sekali dia akan lolos.

"Tal, yakin mau ikut lagi? Kemarin kan dibilang sama juri  kalo suara lo ... ya gitu, deh,"

Lintang, sahabatnya yang sudah menunggu di depan rumah dengan motor kawasaki ninja kesayangannya memastikan.

Talia naik ke boncengan sambil mendengus.

"Lintang, dengerin ya. Orang sukses itu bukan yang nggak pernah gagal, tapi yang nggak pernah menyerah!"

Lintang mendesah pasrah.

"Iya, iya, calon bintang rock." katanya lalu tertawa.

"Casen mana? Gak ikut?"

Casen adalah sahabat Talia yang lain, cowok keren, cool, dan populer di antara para wanita. Casen sudah populer semenjak mereka duduk di bangku SD. Bukan berarti Lintang tidak keren, Lintang juga keren dan populer seperti Casen, hanya saja kepribadian Casen yang misterius membuat cowok itu lebih banyak digilai para cewek.

"Ada, katanya dia bakalan langsung ke mall."

"Oh, okey jalan!" Talia menepuk bahu Lintang kuat.

Lintang menggeleng-geleng lalu menyalakan mesin motornya.

Sesampainya di mall, antrean peserta audisi sudah memanjang seperti ular. Ada yang berpakaian kasual, ada yang tampil glamor. Tapi jelas, hanya satu yang berdandan ala anak pang dengan makeup nyentriknya, Talia Adhisty.

Ketika gilirannya tiba, ia melangkah ke atas panggung kecil dengan penuh percaya diri. Juri di depannya, tiga orang dengan ekspresi datar, menatapnya penuh harap ... atau mungkin waspada.

Lintang dan Casen yang baru datang, menunggu di luar ruangan audisi. Di dalam, Talia memulai dengan perkenalan diri di hadapan ke-tiga juri.

"Halo juri, perkenalkan nama aku Talia Adhisty. Umur 21 tahun. Hari ini aku akan membawakan lagu Bohemian Rhapsody!"

Seorang juri berkacamata langsung mengernyit.

"Lagu yang ... cukup menantang. Kamu yakin akan membawakan lagu itu?"

Talia mengangguk kuat dan tersenyum lebar, mengambil napas, lalu mulai bernyanyi.

"Is this the real life? Is this just fantasy?"

Sepersekian detik, juri terdiam. Penonton pun ikut terkesima, bukan karena indahnya suara Talia, tapi karena …

Mereka tak yakin suara itu berasal dari manusia. Nada-nada tinggi terdengar seperti teriakan burung gagak kesurupan. Beberapa kru yang berada di dalam ruangan itu bahkan mulai menahan tawa.

Talia, seperti biasa, tetap percaya diri. Dia menutup mata, meresapi lagunya. Hingga akhirnya, seorang juri mengangkat tangan, menghentikannya.

"Stop! Stop ... cukup."

Talia membuka mata, tersenyum lebar.

"Keren, ya? Aku bisa nyanyi lagu yang susah!"

Juri menghela napas panjang. Salah satu di antara mereka menahan tawa, beberapa orang di belakang bahkan sudah tidak tahan dan tertawa dalam diam.

"Talia, nama kamu Talia kan?"

Talia menganggukkan kepala.

"Talia, suaramu sangat, sangat … unik."

"Aku tahu! Itu ciri khas aku!" balas Talia tersenyum lebar.

Juri menatapnya lama, lalu berkata,

"Aku suka semangatmu. Tapi... aku rasa panggung ini bukan untukmu. Kamu tidak lolos."

Talia terdiam sejenak. Lalu dengan senyum khasnya, ia berkata,

"Baiklah. Kalau nggak lolos di sini, aku pasti lolos di tempat lain! Terimakasih juru!"

Gadis itu pun turun dari panggung dengan langkah tegap, diiringi tatapan bingung penonton dan sahabatnya yang sudah siap menyambut dengan helaan napas panjang.

"Tal, lo nggak sedih?" tanya Lintang saat Talia keluar ruangan.

Lintang dan Casen berdiri bersebelahan, sama-sama menatapnya. Talia menatap kedua sahabatnya itu bergantian, ia belum bicara apa-apa. Sesaat kemudian ...

"Hwaaaa!"

Tangisan kencangnya berhasil mencuri perhatian orang-orang yang sedang mengantri di luar lapangan.

"Gue nggak lolos lagi! Padahal ini udah puluhan kalinya gue ikut audisi, kenapa sih juri nggak nyadar-nyadar kalau suara gue itu unik dan sulit di cari? Memangnya mereka pengennya suara yang kayak gimana? Suara unik, penampilan unik, wajah, jangan ditanya lagi. Menjual banget, tapi kenapa gak pernah di lolosin sih? Gue sedih, hwaaaa!"

Suara kencang Talia membuat orang-orang yang berada di sana merasa lucu bahkan ada yang tertawa. Ada yang merasa dia lebay, tapi kebanyakan merasa dia adalah tipe cewek percaya diri yang menghibur. Dia sedih, tapi gaya sedihnya menghibur orang-orang di tempat itu.

Lintang dan Casen yang malu. Kedua cowok itu memang selalu malu saat lagi bareng Talia, tapi sudah terbiasa juga. Karena dari kecil sudah bersama, pastinya mereka sudah tahu jelas sahabat mereka ini seperti apa. Malu-maluin, tapi kalo gak ada dia gak rame.

"Tal, ayo pergi dari sini. Lo gak sayang make-up emo lo rusak?"

"Nggak peduli! Malam ini gue mau sedih-sedih sendirian. Lo berdua pulang aja sana." setelah mengatakan itu, Talia berlari meninggalkan mereka.

"Talia! Woy! Udah malam ini! Ya elah tuh cewek." Lintang berteriak kencang, tidak sadar mereka ada di tengah-tengah keramaian.

"Biarin aja. Dia udah biasa gitu kan? Nanti juga dia cariin kita kalo udah bosen, atau pulang sendiri." ucap Casen. Talia memang selalu seperti itu.

1
Ani Basiati
lanjut thor mantap nana
Tuti Tyastuti
𝘩𝘢𝘣𝘪𝘴 𝘬𝘢𝘶 𝘦𝘭𝘭𝘢
Tuti Tyastuti
𝘬𝘦𝘯𝘻𝘰 𝘥𝘢𝘵𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘦𝘱𝘢𝘵 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶
Tuti Tyastuti
𝘯𝘢𝘩 𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯 𝘯𝘢𝘯𝘢 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘯𝘪
Bagus Rahmad
siap2 terungkap!!! buat si Ella malu dan jgn kasih ampun buat contoh yg lain bila berani mengusik yg berhubungan dgn orang2 tersayang keluarga keturunan winslow😁🤭
©®ℤℍYe💜N⃟ʲᵃᵃ࿐ⁿʲᵘˢ⋆⃝🌈
kenzoooo nackhal sekali😭😭😭😭 Nana nya langsung di tinggal kabur 🤣🤣🤣
ahs@
maling teriak maling 🤣🤣🤣
Ita rahmawati
kan kan ternyta si paling profesional dn kebanggaan ternyta yg menjiplak,,walaumungkin dia GK nyuri dn cuma Nemu tp kan GK gtu juga kali 🤣
Ita rahmawati
ayo datang semua sekeluarga bela nana
Ita rahmawati
ayo manis manja lawan lah sekali² 🤣
Atik Marwati
dewa penyelamat datang
Ari Nuryanti
heem jason🤣🤣🤣🤣
Ari Nuryanti
punya tante 2 bikin rusuh semua ya cakra.....
ink_Reshanty46 esha
Biar nanti bantu sura lawan si ular libra
Dini Anggraini
Kan bisa di buktikan langsung di depan dosen kampus bagaimana langkah dari awal sampai selesai buat sebuah gambar desain bila memang Adriana bakatnya alami kan bisa dengan mudah menggambarnya. Sedangkan Ella pasti gak bisa gambar saat itu juga.
Esther
Nah lho....ngaku saja Ella kalau kamu yang mengambil sketsa yg jatuh itu
Esther
jangan2 gambar Adriana diambil Ella.
pembelamu datang Adriana
Risma Waty
Hazel somplak🤣🤣
🌹🌹WINA🌷🌷
Mampooos siella tidak bisa berkutik lagi, kanzo punya bukti-bukti yg kuat
kanzo dilawan🤣
mikir 2 kali melawan kanzo sangat tegas dan berwibawa...
🌹🌹WINA🌷🌷
Pasti itu kanzo yg datang membela nana dipermalukan didepan umum, aura kanzo sangat menakutkan dan mengerikan ,siapa yg melihat merasa takut dan segan....

belum tahu nana calon istri kanzo, berani mengusik nana tamat riwayat kalian🤣berani mengusik keluarga damian winslow dua mikir...
nana dituduh menjiplak karya ella, yg ada ella itu mencuri karyawan nana...
semoga aja kanzo punya bukti nana tidak menjiplak, kasian nana dipermalukan di depan umum...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!