NovelToon NovelToon
Balas Dendam Putri Terbuang

Balas Dendam Putri Terbuang

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Sistem / Cinta Istana/Kuno
Popularitas:18.5k
Nilai: 5
Nama Author: Marwiyah Ningsih

seorang wanita yang hidup di zaman kerajaan,di usir oleh keluarga ibu dan ayahnya,dia bahkan terpaksa jadi seorang pengemis di jalanan.
bahkan tunangannya yang dia percayai mengkhianati nya.hidup sengsara membuat wanita itu putus asa,di harapan terkahir nya dia pergi kerumah ibu kandungnya,tapi justru ibunya mengusir nya dan lebih menyayangi putri dari suami kedua nya.
wanita itu begitu terpukul,dia teringat ayahnya yang di asingkan di perbatasan,hanya karna kejahatan yang di lakukan oleh ibunya.
putus asa,wanita itu memilih mengakhiri hidupnya,tapi tiba-tiba dia malah hidup kembali dan mendapatkan sistem yang membantu nya.
dari di remehkan dan di hina,menjadi wanita terkaya di seluruh negeri,namanya terkenal dimana-mana,bahkan sang kaisar yang berkuasa tunduk padanya.
bagaimana kah kelanjutan kisah selanjutnya ?
yuk mampir di cerita aku yah,, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Marwiyah Ningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

perang

Kabut di Lembah Kabut tebal seperti dinding putih.

Udara dingin menusuk sampai ke tulang. Bau tanah basah bercampur bau besi dari ribuan tombak dan pedang. Di seberang lembah, lima ribu prajurit Kerajaan Barat berdiri rapat. Zirah mereka berwarna merah gelap. Bendera dengan lambang singa hitam berkibar kencang diterpa angin.

Genderang perang mereka ditabuh.

*DUM... DUM... DUM...*

Suara itu menghantam dada, membuat jantung seratus prajurit Sanata ikut bergetar.

Hana berada paling depan.

Jubah hitamnya berkibar. Pedang peraknya terhunus, ujungnya menunjuk ke tanah. Cahaya pagi yang menembus kabut memantul di bilahnya, dingin dan tidak ada belas kasihan. Wajahnya tidak menunjukkan lelah. Tidak menunjukkan takut. Hanya ketenangan yang membuat musuh merinding.

Di belakangnya, seratus prajurit Sanata menahan napas.

Dominic menunggang kuda di barisan paling depan. Tombaknya teracung. Zirahnya lengkap. Matanya mengawasi seluruh medan, bukan hanya Hana. Tugasnya sebagai komandan adalah memastikan formasi tidak runtuh.

`Lima ribu lawan seratus.` Batin Dominic. `Ini gila. Tapi... jika ada yang bisa membalikkan keadaan, hanya dia.entah kenapa aku begitu yakin,Hana bisa memenangkan peperangan ini"

Hana perlahan mengangkat pedangnya. Tinggi. Hingga ujungnya menembus kabut.

Suara Hana mengiris sunyi. "Prajurit Sanata."

Seratus kepala serentak menoleh.

"Hari ini kita tidak bertarung untuk nama. Kita bertarung untuk rumah. Untuk ibu dan adik kalian di ibukota. Untuk tanah yang melahirkan kita." Napasnya stabil. "Jika mereka maju satu langkah, kita potong seribu langkah mereka. Mengerti?"

"MENGERTI, NONA HANA!" Raungan seratus suara mengguncang lembah.

Hana tidak menoleh ke Dominic lagi. Ia tidak memberi perintah khusus padanya. Karena ia tidak butuh dijaga. dia bisa maju sendiri tanpa perintahnya.

" SERANG !!!! "

*TRANG!*

Pedang Hana berbenturan dengan tombak pertama.

Dan perang dimulai.

Hana bergerak.

Kecepatannya tidak wajar. Satu detik ia masih di depan barisan Sanata, detik berikutnya ia sudah berada di tengah-tengah pasukan Barat. Itu kecepatan yang tidak bisa dijelaskan. Tubuhnya seperti menghilang dan muncul lagi. _Berpindah Tempat_.

Prajurit Barat pertama belum sempat membuka mulut, kepalanya sudah terpisah dari badan.

srekkkkkkkkkkkkkk

Darah hangat menyembur. Memercik ke pipi dan dagu Hana. Yang berwarna Merah muda.

Tapi Hana mengusapnya dengan punggung tangan. Ia menatap darah di tangannya, lalu kembali fokus ke depan. Tanpa senyum. Tanpa kata.

"Untuk Sanata!" Teriaknya lagi,dan dia langsung menerjang ke tengah-tengah peperangan.

*TRANG! TRANG!*

Dua pedang musuh datang bersamaan dari kiri dan kanan. Hana tidak mundur. Ia melompat tinggi. Tubuhnya _melayang_ di udara, lalu berputar. _Bersalto_ sempurna di atas kepala mereka. Dari udara, pedangnya turun lurus ke bawah hingga.

*BUGGGGG*

Dua tubuh terbelah dari bahu sampai pinggang.

Di hutan yang mengelilingi lembah, semua binatang buas panik. Rusa melompat ketakutan. Serigala melolong dan kabur. Burung-burung terbang berhamburan. Mereka berlarian mendengar teriakan pilu dan jeritan para musuh yang dibunuh oleh Hana.

"AHHHKK!" Teriak seorang komandan Barat saat dadanya ditembus pedang Hana dari belakang. "Tolong—"

Hana mencabut pedangnya. "Terlambat."lalu dia kembali menerjang ke tengah-tengah peperangan lagi,kali ini dia melompat dan terbang melayang di udara,suara sistem terus berdengung di telinganya.

( membunuh' 20 musuh )

( selamat nona mendapatkan 20 juta tahil emas )

( selamat nona mendapatkan kekuatan menebas )

suara sistem sama sekali tidak membuat nya terganggu,justru dia merasa bersemangat,dalam fikiran nya sudah banyak uang di dalam ruang penyimpanan nya,dia akan menggunakan uang nya untuk membangun rumah-rumah rakyat dan mendirikan pekerjaan agar rakyat hidup sejahtera tanpa kekurangan makanan dan uang.

_*_

sedangkan Dominic bertarung di sisi kanan formasi.

Tombaknya menari seperti angin. Setiap tusukan tepat di celah zirah leher. Setiap sapuan mematahkan barisan musuh yang mencoba mengepung prajurit Sanata. Ia memimpin seratus orang itu seperti dinding baja.

Namun matanya sesekali melirik ke tengah medan.

Ia melihat Hana melompat lagi. Lebih tinggi dari sebelumnya. Anak panah beribu-ribu melesat dari belakang barisan musuh, menghitamkan langit. Tapi Hana _melayang_ di udara, tubuhnya berputar cepat, dan pedangnya menebas.

*SREKK*

Semua anak panah terbelah di udara. Hujan serpihan kayu jatuh seperti salju darah.

`Dia...` Batin Dominic. Napasnya tercekat. `Bagaimana mungkin? Tadi jelas-jelas aku melihat ada yang menebas lehernya.tapi Pedangnya patah. Bahkan Lehernya tidak tergores,,siapa sebenarnya dia "Dominic terus menatap Hana sambil menebaskan dan kearah musuh dengan wajah tidak percaya.

Disisi lain.Darah musuh kembali mengenai wajah Hana. Kali ini lebih banyak. Membasahi pipinya, mengalir ke lehernya.

Dominic terpaku sedetik.

Jantungnya berdebar kencang. Bukan karena takut. Tapi karena kagum dan tidak percaya.

`Dia bukan manusia biasa.` Pikir Dominic. `Tapi dia juga bukan berarti penyihir "dan tiba-tiba.

"Nona Hana! Kanan!" Teriaknya refleks.

Hana langsung berpindah.

*SREK*

Ia muncul di sisi kanan dan memenggal kepala dua prajurit sekaligus.

*SREKK*

Ia tidak berterima kasih. Ia tidak menoleh. Fokusnya hanya satu: Membunuh musuh.

Dan Para prajurit Sanata mulai panik. Tapi bukan karena musuh.

"Lihat dia..." Bisik seorang prajurit muda bernama Raka. Tangannya gemetar memegang tombak. "Dia... dia terbang. Beneran terbang."

"Pedang musuh tidak melukainya sama sekali." Kata prajurit tua di sebelahnya. "Tadi aku lihat sendiri. Ada komandan Barat menebas lehernya. Pedangnya patah jadi dua. Leher Nona Hana? Tidak tergores sedikit pun."

"Dia... dia bukan manusia biasa." Bisik prajurit ketiga. Suaranya gemetar. "Dia... dewa perang."

Hana mendengarnya. Ia berhenti sejenak. Berdiri di atas tumpukan mayat. Pedangnya meneteskan darah. Kabut di sekitarnya memerah.

Ia menatap prajuritnya sendiri. Matanya tajam.

"Aku dengar kalian." Ucapnya. Suaranya lantang, menggema di seluruh lembah. "Aku bukan dewa. Aku bukan iblis. Aku Hana dari Sanata. Aku di sini untuk memastikan kalian pulang hidup-hidup. Itu saja."

Kata-kata itu menghantam dada seratus prajurit itu.

Rasa Takut mereka berubah menjadi keberanian.

" HIDUP NON HANA "

" HIDUP "

"NONA HANA!" Teriak Raka. "MAJU!"

"MAJU!" Seru yang lain.

Moral mereka naik tiga kali lipat.

_*_

Di sisi lain, Komandan Besar Kerajaan Barat, bernama Rovan, berteriak marah. Wajahnya merah.

"Apa yang kalian lakukan?! Dia cuma satu orang! Panah! Lepaskan semua panah! Bunuh wanita itu sekarang juga!"

Ribuan pemanah mengangkat busur.

"LEPAS!"

Ribuan anak panah melesat. Langit gelap.

Hana mendongak.

Lalu ia tertawa. Pelan. Dingin.

"Terlalu lambat."

Ia melompat.

Tubuhnya melesat ke udara, lebih tinggi dari pohon tertinggi. Ia _melayang_, berputar di udara, dan dengan satu ayunan pedang...

*SREKK*

Gelombang tekanan dari ayunan itu membelah semua anak panah. Serpihan kayu dan bulu beterbangan.

"Apa... apa dia manusia?!" Teriak seorang prajurit Barat. Lututnya lemas.

Hana mendarat tepat di depan Rovan.

*TRANG!*

Pedang mereka beradu.

Rovan terdorong mundur tiga langkah. Lututnya gemetar. Napasnya tersengal.

"Kau... kau monster!" Teriaknya.

Hana menatapnya. Dingin. "Kau yang datang ke tanah kami tanpa diundang."

*SREKK*

Kepala Rovan jatuh menggelinding.

Seluruh barisan Barat terdiam.

Lalu... mereka mundur. Selangkah. Dua langkah.

"Komandan mati!"

"Lari! Lari!"

Barisan lima ribu orang itu runtuh.

Dan Pertempuran berlangsung selama satu jam.

Satu jam yang terasa seperti satu hari di neraka.

.

1
Adelina Lin
kapan up lagi thor, seru ceritanya
Rubiyata Gimba
kenapa pindik sangat belum puas rasanya
Rubiyata Gimba
knapa tidak bom saja kan cpat slasai di sistemnya kan ada berbagai senjata tingal minta saja
Faitun Puji Astuti
enak dibaca, Dan menghanyutkan, seolah menjadi warga kerajaan Sanata
Osie
naah cocok nih hana n dominic.. jauhkan para pebinor n pelakor dr hidup mereka berdua💪💪💪
Osie
hana gitu lho💪💪💪💪💪
Caty Chanel
waaaah makin seru aja cerita nya Thor. semangat teruss ya kk. makasih sudah crazy up 💪🙏
Atalia
kasian hana 😭
Caty Chanel
terimakasih sudah crazy upp Thor 💪 semangat trus 💪
Maudy: terimakasih kembali kak 😍🙏
total 1 replies
Sekar
lanjut thor💪💪😍😍
Dinda
mantap kak
Dinda
puas bangat😍
Dinda
kejam,,dunia kejam bagi orang miskin.
Dinda
kasihan Hana semoga saja semua orang yang menyakiti nya, mendapatkan balasan yang setimpal !
Dinda
Hana balas Mereke semua
Dinda
jahat bangat keluarga nya
Osie
prajurit songong..jenderalnya pun songong..dikasih bantuan makanan bukannya terimakasih tapi malah bikin rusuh..sombong amir..aku doain deh moga author bikin tuh jenderal bucin akut sama hana dan ditolak sama hana..biar tau rasa dia
Osie
kesalahan 18thn lalu kenapa tdk dikuak biar ketahuan siapa penjahat sebenarnya
Osie
hana miris bgt hidupmu
Osie
baru baca udah es mosi aja aku ma tuh keluarga
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!