NovelToon NovelToon
BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

BANGKITNYA KEKUATAN LEGENDA S2

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi / Balas Dendam
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: Mochamad Fachri

Ini adalah buku lanjutan dari buku sebelumnya, mengisahkan perjalanan seorang Nova Arvena untuk menjadi seorang kultivator muda terkuat dan membawa kedamaian bagi seluruh mahluk hidup yang ada.

Bagaimana kisahnya, silahkan simak cerita lanjutan ini, semoga teman-teman suka!

kali ini season ke 2 akan menggunakan alur cepat, dan banyak harem.

JANGAN LUPA LIKE DAN KOMENNYA TEMAN-TEMAN😇

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mochamad Fachri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 23. Golem batu

Tatapan Nova tetap mengarah ke pintu aula utama yang perlahan tertutup setelah rombongan Sekte Pedang Langit menghilang di baliknya. Suasana di paviliun kembali hening, namun keheningan kali ini terasa jauh lebih berat dibanding sebelumnya.

Di dalam lautan jiwanya, Tian Long masih membuka kedua matanya.

"Jangan melakukan apa pun terhadap jejak indra spiritual itu."

Nova sedikit mengernyit di dalam hati. "Mengapa?"

"Karena orang yang meninggalkannya bukan kultivator biasa," jawab Tian Long tenang. "Jika kau memaksakan diri menghapusnya sekarang, ia akan langsung menyadarinya. Biarkan saja untuk sementara. Saat kita sudah cukup jauh dari Kota Yunfeng, aku akan menghilangkannya tanpa meninggalkan bekas."

Nova mengangguk pelan. "Aku mengerti."

Di hadapannya, Bai Qing'er menatap ke arah aula utama dengan sorot mata yang rumit. Setelah beberapa saat, ia menghela napas panjang sebelum kembali memandang Nova.

"Maaf."

"Malam yang seharusnya tenang justru berakhir seperti ini."

Nova menggeleng ringan. "Ini bukan kesalahanmu."

"Setiap keluarga besar pasti memiliki urusan yang tidak sederhana."

Bai Qing'er tersenyum tipis, meski senyum itu masih menyimpan sedikit kelelahan. "Tuan Nova..."

"Aku tidak tahu apakah kita akan bertemu lagi."

"Tetapi jika suatu hari nanti kau kembali ke Kota Yunfeng..."

"...Keluarga Bai akan selalu menyambutmu sebagai tamu."

Nova mengepalkan kedua tangannya memberi hormat. "Terima kasih atas jamuannya."

"Semoga semua urusanmu berjalan sesuai keinginan."

Bai Qing'er membalas penghormatan itu dengan anggukan lembut. "Semoga perjalananmu juga lancar."

Pelayan yang tadi mengantar Nova segera maju beberapa langkah. "Tuan Muda Nova, izinkan saya mengantar sampai gerbang."

Nova tidak menolak.

Ia berjalan meninggalkan paviliun, melewati jembatan batu giok yang membentang di atas kolam teratai. Cahaya bulan memantul di permukaan air, menciptakan bayangan yang tenang, seolah tidak pernah terjadi ketegangan beberapa saat sebelumnya.

Sesaat sebelum melewati gerbang utama, Nova sempat menoleh ke belakang.

Di kejauhan, Bai Qing'er masih berdiri di tepi paviliun, memandang ke arah danau dengan tatapan yang sulit diartikan.

Mungkin setelah malam ini, gadis itu akan kembali menghadapi berbagai tekanan dari keluarga maupun Sekte Pedang Langit. Namun itu bukan sesuatu yang bisa dicampuri Nova, setiap orang memiliki jalan hidupnya sendiri.

***

Tak lama kemudian, Nova kembali tiba di Penginapan Awan Abadi.

Lampu-lampu di lantai utama masih menyala terang. Beberapa kultivator tampak menikmati arak spiritual sambil membicarakan berbagai peristiwa yang terjadi di Kota Yunfeng hari itu.

Begitu melihat Nova memasuki penginapan, Lin Xue dan yang lainnya yang telah menunggu segera berdiri.

"Kau akhirnya kembali."

Nova mengangguk. "Maaf membuat kalian menunggu."

Yan Mei langsung menghampiri dengan wajah penuh rasa penasaran. "Bagaimana?"

"Apa putri Keluarga Bai benar-benar hanya mengundangmu untuk makan malam?"

Nova tersenyum kecil. "Kurang lebih begitu."

Yan Mei mengerucutkan bibirnya. "Aku sama sekali tidak percaya."

Gu Shen tertawa kecil. "Sudahlah, Yan Mei."

"Kalau Tuan Muda Nova tidak ingin bercerita, jangan dipaksa."

Lin Xue memandang Nova beberapa saat sebelum akhirnya berkata, "Yang penting kau kembali dengan selamat."

"Besok pagi kita berangkat."

Nova menganggukkan kepala. "Tidak ada perubahan rencana?"

"Tidak."

Lin Xue menggelar sebuah peta sederhana di atas meja. "Dari Kota Yunfeng, kita akan menuju Pegunungan Roh Langit."

"Perjalanan akan memakan waktu sekitar tujuh hari jika tidak ada hambatan."

"Di sana kami harus menyelesaikan misi sekte."

"Setelah itu..." Ia menatap Nova. "...kau bebas melanjutkan perjalananmu mencari temanmu."

Nova menatap peta tersebut beberapa saat. Dalam benaknya, nama Hutan Iblis kembali terlintas. Kristal misterius di dalam cincin penyimpanannya masih menjadi teka-teki yang belum terpecahkan. Namun ia memutuskan untuk tidak terburu-buru.

Perjalanan bersama Lin Xue kemungkinan besar akan memberinya lebih banyak informasi mengenai wilayah barat Planet Galastos.

"Itu sudah cukup."

"Aku akan ikut sampai misi kalian selesai."

Lin Xue mengangguk puas. "Kalau begitu, semuanya kembali beristirahat."

"Kita berangkat saat matahari terbit."

***

Fajar pun tiba.

Kabut tipis masih menyelimuti Kota Yunfeng ketika gerbang barat perlahan dibuka. Arus para pengembara, pedagang, dan kultivator mulai keluar memasuki jalan utama yang menghubungkan kota dengan berbagai wilayah di barat.

Nova berdiri di depan gerbang sambil memandang kota yang baru beberapa hari ia tinggali, kota itu telah memberinya banyak hal.

Informasi pertama tentang Planet Galastos, pertemuan dengan Tetua Xu. Konflik dengan Lembah Iblis Hitam.

Serta perkenalan dengan Bai Qing'er yang meninggalkan kesan tersendiri. Namun kini, semua itu telah menjadi bagian dari masa lalu.

Lin Xue berjalan ke sampingnya. "Apa kau sudah siap?"

Nova mengangguk mantap. "Tentu saja aku siap."

Gu Shen mengangkat tombaknya ke bahu. "Kalau begitu, mari kita berangkat."

Yan Mei tersenyum lebar. "Semoga perjalanan kali ini seseru di Kota Yunfeng."

Qin Yu hanya mengibaskan kipas gioknya sambil tertawa kecil. "Aku justru merasa harapanmu tidak akan terkabul."

Mereka semua tersenyum tipis, sesaat kemudian, rombongan itu melangkah meninggalkan Kota Yunfeng.

Gerbang raksasa perlahan tertinggal di belakang mereka, sementara jalan batu yang membelah hutan dan pegunungan mulai terbentang di depan.

Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyadari...

Di puncak menara tertinggi Kota Yunfeng, sepasang mata tua sedang mengawasi kepergian mereka dalam diam.

Dan jauh lebih jauh lagi, di balik awan yang membentang di langit barat, sesosok bayangan berjubah hitam perlahan membuka gulungan peta kuno.

Sebuah titik cahaya kecil menyala di atasnya, tepat di jalur yang kini sedang dilalui Nova. Senyum dingin pun perlahan terukir di balik tudung hitam itu.

"Jadi..."

"...akhirnya kau meninggalkan Kota Yunfeng."

***

Jalan utama yang membentang ke arah barat perlahan meninggalkan dataran Kota Yunfeng. Pepohonan spiritual mulai tumbuh semakin rapat di kedua sisi jalan, sementara pegunungan yang menjulang tinggi tampak berdiri kokoh di kejauhan, diselimuti kabut tipis yang bergerak perlahan mengikuti embusan angin.

Rombongan Lin Xue terus melaju dengan kecepatan stabil. Mereka tidak terburu-buru, tetapi juga tidak memperlambat langkah. Pengalaman sebagai para pengembara membuat mereka memahami bahwa wilayah liar Planet Galastos menyimpan bahaya di setiap sudutnya.

Nova berjalan di bagian tengah rombongan sambil sesekali mengamati keadaan sekitar. Indra spiritualnya tetap menyebar dalam radius puluhan meter, berjaga-jaga terhadap kemungkinan penyergapan.

Sekitar dua jam kemudian...

Brak!

Suara benturan keras tiba-tiba menggema dari arah hutan di sebelah kanan jalan. Disusul raungan rendah yang membuat tanah di bawah kaki mereka bergetar.

Gu Shen langsung menghentikan langkah.

"Itu suara pertarungan."

Lin Xue mengangkat tangan, memberi isyarat agar semua orang tetap waspada. "Cepat periksa."

Tanpa membuang waktu, rombongan segera bergerak menuju sumber suara.

Semakin jauh mereka memasuki hutan, semakin jelas suara benturan yang terdengar. Pepohonan besar tampak banyak yang tumbang, sementara bebatuan raksasa berserakan di mana-mana, seolah baru saja dihantam kekuatan yang sangat besar.

Tak lama kemudian, mereka tiba di sebuah lapangan batu yang luas. Pemandangan di depan mata langsung membuat semua orang mengerutkan kening.

Lebih dari dua puluh Golem Batu Spiritual mengelilingi seorang gadis muda berjubah hijau zamrud.

Tubuh gadis itu sudah dipenuhi luka-luka kecil. Napasnya memburu, sementara pedang tipis di tangannya mulai dipenuhi retakan.

Di sekelilingnya terdapat beberapa tubuh golem yang telah hancur berkeping-keping, membuktikan bahwa ia telah bertarung cukup lama seorang diri.

Namun jumlah monster yang tersisa masih terlalu banyak.

Rooooaaaaarrr!

Salah satu golem setinggi hampir empat meter mengangkat kedua lengannya yang sebesar batang pohon, lalu menghantamkannya ke arah gadis itu.

Wajah gadis tersebut memucat, tenaga spiritualnya hampir habis. Ia hanya mampu mengangkat pedangnya sebagai pertahanan terakhir.

"Celaka!"

Lin Xue tidak menunggu lebih lama lagi. "Serang!"

Wusss!

Tubuhnya melesat seperti kilatan cahaya biru, pedangnya berkilau, lalu menebas lengan golem itu sebelum serangan tersebut sempat mengenai gadis berjubah hijau.

Duaaaar!

Lengan batu raksasa itu terlempar ke udara.

"Gu Shen!"

"Aku mengerti!"

Gu Shen mengayunkan tombak besarnya, ledakan energi spiritual menghancurkan dada salah satu golem hingga retak.

Di sisi lain, Yan Mei melompat lincah di antara para monster, melepaskan belasan jarum spiritual yang langsung menghantam titik-titik lemah pada tubuh golem.

Qin Yu mengibaskan kipas gioknya, puluhan bilah angin tajam berputar, membatasi pergerakan para monster agar tidak mengepung gadis itu lagi.

Namun...

"Jumlah mereka terlalu banyak!" seru Gu Shen.

"Masih ada belasan lagi!"

Saat itulah Nova akhirnya melangkah maju, tatapannya menyapu seluruh medan pertempuran.

Golem Batu Spiritual memiliki tubuh yang sangat keras, tetapi pergerakan mereka lambat.

Tanpa berkata sepatah kata pun, ia menggenggam Oceanus Crown Blade. Pedang itu mengeluarkan dengungan pelan.

Batu Merah yang tertanam di gagangnya kembali memancarkan cahaya redup.

Nova menarik napas.

Lalu...

Sreeeett!

Tubuhnya lenyap dari tempat semula, yang terlihat hanyalah bayangan biru yang bergerak di antara para golem dengan kecepatan luar biasa.

Kilatan pedang terus berkelebat, tidak ada tebasan yang sia-sia.

Setiap ayunan Oceanus Crown Blade selalu menghantam tepat pada inti spiritual yang tersembunyi di dalam dada para golem.

Buk!

Buk!

Buk!

Retakan-retakan besar mulai menjalar ke seluruh tubuh monster-monster itu. Beberapa saat kemudian...

Duar! Duar! Duar!

Belasan Golem Batu Spiritual meledak hampir bersamaan, berubah menjadi pecahan batu yang memenuhi seluruh lapangan.

Keheningan mendadak menyelimuti area tersebut. Yan Mei sampai membuka mulutnya lebar.

"Dia..."

"...menghabisi semuanya?"

Gu Shen tertawa pahit sambil menggelengkan kepala. "Kurasa aku mulai terbiasa melihat monster dihancurkan olehnya."

Lin Xue juga memandang Nova beberapa detik sebelum menghela napas kecil. "Kemajuan kultivasinya benar-benar sulit dipercaya."

Di tengah kepulan debu, gadis berjubah hijau masih berdiri mematung. Sepasang matanya yang bening menatap Nova penuh keterkejutan.

Ia tidak menyangka... kelompok pengembara yang muncul secara tiba-tiba ini benar-benar menyelamatkan nyawanya.

Beberapa detik kemudian, gadis itu akhirnya tersadar. Ia segera menyimpan pedangnya, lalu mengepalkan kedua tangannya dengan hormat kepada Nova dan rombongan.

"Terima kasih atas pertolongan kalian."

"Jika bukan karena kalian..."

"...aku mungkin sudah menjadi korban para Golem Batu Spiritual itu."

Suara gadis tersebut terdengar lembut, namun tetap menyimpan ketegasan seorang kultivator yang telah terbiasa menghadapi bahaya.

Nova mengangguk pelan. "Kau tidak perlu berterima kasih."

"Kami hanya kebetulan melewati tempat ini."

Namun Tian Long yang berada di dalam lautan jiwa Nova tiba-tiba membuka matanya.

"Anak muda..."

"Hati-hati."

"Gadis itu..."

"...bukan kultivator biasa."

"Di dalam tubuhnya..."

"...aku merasakan jejak darah kuno yang sangat murni."

1
Raden Mamad
yg suka fantasi pria ini ada novel bagus di jamin pokoknya judul JALAN MENUJU KEILAHIAN'
Muhammad Irdham
mantap thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!