NovelToon NovelToon
Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Dibuat Mandul Oleh Suami Pengkhianat, Aku Pun Bangkit Membalas

Status: tamat
Genre:Balas Dendam / Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Tamat
Popularitas:1.5M
Nilai: 5
Nama Author: Santi Suki

🏆 JUARA TEMA KREATIF YAAW 2026 PERIODE 1 🏆

BERTAHUN-TAHUN DIANGGAP MANDUL, TERNYATA ITU ADALAH JEBAKAN SUAMI DAN ORANG KETIGA. SETELAH MENGETAHUI KEBENARANNYA, AKU PUN MULAI MEMBALAS DENDAM!

Demi menikahi Lavanya, Aditya tega memberikan obat anti-ovulasi kepada Kemuning, agar tidak pernah bisa punya anak. Aditya juga memanipulasi hasil tes kesuburan Kemuning.

Namun, takdir berkata lain ketika kecelakaan menimpa Kemuning. Dari hasil pemeriksaan diketahui kalau ada zat berbahaya di dalam rahimnya.

Dengan bantuan Arkatama, Kemuning menyusun pembalasan kepada Aditya dan Lavanya. Membuat mereka merasakan pembalasan yang tak disangka-sangka.

Niat ingin menguasai harta milik Kemuning, yang Aditya dapatkan malah gigit jari.

Akankah rahim Kemuning bisa subur kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 14

Selagi Aditya dan ibunya di rumah Lavanya, Kemuning pergi ke kota, ke kantor Arkatama. Dia membawa bukti terbaru.

Ruang kerja Arkatama terasa tenang. Berbeda dengan hati Kemuning yang lagi bergolak. Wanita itu duduk tegak di kursi dengan kedua tangan saling menggenggam di atas pangkuan. Wajahnya terlihat tenang, tetapi matanya menyimpan sesuatu yang sulit dijelaskan, ada luka yang dalam, dan amarah yang dipaksa diam.

Kemuning menahan emosi ketika bercerita. Di satu sisi dia ingin bercerai dengan Aditya sekarang juga, saking sudah muak. Di sisi lain dia ingin Aditya dan Lavanya mendapatkan pembalasan yang enggak akan pernah mereka lupakan seumur hidup.

"Apa yang harus aku lakukan sekarang, Mas Arka?" tanya Kemuning bingung, suaranya berat.

Arkatama menatapnya dengan serius. Pria itu bisa melihat jelas, wanita di depannya ini bukan lagi Kemuning yang dulu, wanita yang hanya diam dan menahan seorang siri. Kini ada sesuatu yang berubah.

"Jika Mbak ingin melaporkan perbuatan mereka ke polisi atas perbuatan perselingkuhan, bisa, kok," kata Arkatama. "Mereka bisa terkena pasal berlapis."

Kemuning diam berpikir. Dia senang jika Aditya dan Lavanya bisa mendekam di penjara. Karena mereka pantas mendapatkan itu. Rasanya ada kepuasan yang muncul saat membayangkan Aditya dan Lavanya kehilangan segalanya. Namun di sisi lain, ada luka yang belum dia selesai. Luka yang ingin dia balas dengan caranya sendiri.

"Apa bukti untuk melaporkan mereka ke polisi sudah cukup?" tanya Kemuning, karena dia tidak punya foto atau video tentang Aditya dan Lavanya melakukan zina.

"Sebenarnya bukti yang Mbak kasih sudah bisa untuk melaporkan kejahatan mereka," jawab Arkatama mengangguk. "Tapi, akan lebih bagus lagi ada saksi dari perselingkuhan mereka."

Kemuning berpikir sejenak. Dia ingat dengan pembicaraan dua wanita tetangganya Lavanya. Kalau Aditya pernah menginap di sana karena mobil terparkir semalaman di halaman rumah. Selain itu, Bu Ratih juga pernah bilang, selama dirinya dirawat di rumah sakit, Aditya tidak tidur di rumah.

"Sepertinya aku punya ide," kata Kemuning tersenyum jahil.

"Ide apa?" tanya Arkatama penasaran.

Kemuning pun membisikan idenya. Arkatama tertawa kecil.

"Bagus juga idenya, Mbak," kata pria itu masih tertawa.

Langsung saja Kemuning menelepon Aditya. Dia berharap idenya berjalan lancar.

"Halo, Mas ... aku baru dapat kabar kalau Pakde sakit dan ingin bertemu aku," kata Kemuning dengan nada panik dengan suara lirih. "Jadi, aku minta izin untuk pergi ke sana dua hari."

"Boleh. Hati-hati dijalan!" balas Aditya di sebrang sana. Tidak ada pelarangan atau kecemasan untuk Kemuning.

"Tuh, kan, Mas Aditya enggak khawatir aku pergi sendirian," kata Kemuning tersenyum dengan hati yang getir.

Arkatama merasa prihatin. Wanita sebaik Kemuning mendapatkan perlakuan seperti itu dari suaminya. Padahal dirinya sendiri juga mengalami hal yang sama. Pengorbanan dan kebaikan dia tidak ada nilainya di mata mantan istrinya.

"Aku ingin membuat laporan ke polisi sekarang, biar mereka nanti ikut grebek," kata Kemuning. Wanita itu sudah membayangkan apa yang akan terjadi nanti malam dan sudah tidak sabar menyaksikan kehancuran orang-orang yang jahat kepadanya.

Sementara itu di rumah Lavanya, Aditya merasa senang karena Kemuning akan pergi ke kota sebelah selama dua hari untuk mendatangi kerabat jauhnya. Jadi, dia akan punya waktu untuk bermesraan dengan Lavanya.

"Tadi kamu bilang ibu dan bapak mau pergi ke rumah nenekmu," bisik Aditya dan Lavanya mengangguk. "Malam ini aku nginap di sini, karena Kemuning juga sedang pergi ke rumah saudaranya."

Mendengar itu Lavanya senang bukan main. Bisa menghabiskan waktu dengan Aditya. Dia akan mengajak pria itu makan diluar dan jalan-jalan, sebelum malam panjang penuh gairah.

Malam hari pun tiba, Kemuning mendatangi rumah Lavanya bersama Arkatama dan beberapa orang polisi. Kemudian dia mendatangi Pak RT dan Pak RW tempat tinggal Lavanya, untuk melaporkan perbuatan Aditya dan Lavanya.

"Itu mobil suami aku, Pak," kata Kemuning menunjuk mobil yang terparkir di halaman rumah Lavanya.

"Tuh, kan, apa kata ibu dulu, Pak! Kalau Lavanya itu seorang pelakor," ujar Bu RT kepada suaminya.

Ternyata para tetangga juga sudah menaruh curiga kepada mereka sejak lama. Namun, keduanya sering menyangkal.

Tanpa membuang-buang waktu lagi, Pak RT mengetuk pintu depan bersama beberapa orang. Sementara Kemuning, Arkatama, dan polisi memilih berjaga-jaga di pintu belakang.

Aditya dan Lavanya yang sedang mengarungi surga dunia, dibuat kesal karena ada yang mengganggu. Buru-buru Lavanya memakai baju sambil menggerutu.

Sebelum membuka pintu, Lavanya menengok sedikit lewat kaca jendela. Seketika matanya melolot ketika melihat ada banyak orang di teras depan rumah.

"Gawat!" pekik Lavanya di dalam hati.

Lavanya pun segera berlari ke kamar dengan wajah pucat dan basah oleh keringat. "Mas ... gawat, Mas!"

"Ada apa?" tanya Aditya yang rebahan di atas kasur, mengangkat kepalanya sedikit.

"Ada warga yang mau grebek kita," jawab wanita itu menunjuk ke luar kamar.

"Apa?!" Aditya langsung terduduk.

"Cepat pergi dari sini, Mas!" perintah Lavanya sambil melemparkan baju Aditya ke arahnya. "Sebelum kepergok."

Ketukan di pintu semakin keras. “Buka pintunya!” teriak seseorang dari luar.

Aditya menelan ludah. Wajahnya pucat. “Aku keluar lewat belakang,” katanya cepat. Pintu belakang akan tembus ke kebun milik warga.

Lavanya mengangguk panik. “Cepat, Mas!”

Saking terburu-buru, Aditya memakai baju sampai tidak sadar kebalik. Dan penampilannya acak-acakan.

Tanpa pikir panjang, Aditya berlari ke arah dapur. Langkahnya tergesa, hampir tersandung. Begitu membuka pintu belakang, dia langsung membeku.

1
Diana
lawan mereka yg semena-mena dengan kalian kala itu, arka!
Diana
Lavanya, Lavanya!!
murahan teriak murahan!!!
kasihan deh lu, Lavanya!
karma langsung membayar perbuatan jahat mu!!
Diana
semua orang pasti punya masa lalu, tergantung orangnya yg mau bangkit kembali menggapai bahagia!
Diana
lanjut!!!
Diana
hiduplah dengan bahagia, kemuning!
Aman Aman
1 karung durian banyak amat.gemoy baru makan 1 bijik duren sdh mau keluar aja
Lisa sari katriani
Karya yang bagus thor 👍

Halo kakak jangan lupa mampir di karya pertamku.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakasih 🙏
Lisa sari katriani
Semangat thor 💪

Temen2 dukun dan baca karya pertamaku ya.
Judul : janji yang kau ingkari

Terimakassih 🙏
Diny Julianti (Dy)
jahat banget si jalang Marisa, udah kg mau ngaku, kg ngurusin skrg malah mau hancurin arya
Diny Julianti (Dy)
baguslah bersatu lagi, kena penyakit udah klo nyatu lagi
Diny Julianti (Dy)
pantes masih dipertahankan ternyata suaminy mokondo
Yuliati Soemarlina
arka pria sejati..tulus n sayang kel
Yuliati Soemarlina
ya benar arka ..lebih baik menghindari masalah...dr pd kel kena imbasmya
Yuliati Soemarlina
suruh aja tamara pengacaranya bestinya sendiri raisa..arka jgn mau jadi pengacaranya ..itu hanya modus tamara
Yuliati Soemarlina
mulai deh ada pengganggu..
eko susilo
pelakor yg gak tau malu balas mbk
Yuliati Soemarlina
thor dari pd iklanin karya lain di cerita ini mending kirim visual tokoh" cerita ini
Yuliati Soemarlina
arya kamu anak yg tdk diharapkan ke 2 ortumu..beruntung ibu n kk tirimu menyayangimu
Yuliati Soemarlina
taunya yg manggil arka ..ibunya arya
Yuliati Soemarlina
arka ganti lg panggilan utk nya sekarang papa mama..semula ayah bunda....nt sdh lahir bayinya panggilan apalagi thor...??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!