NovelToon NovelToon
Penyesalan Sang CEO

Penyesalan Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / CEO / Crazy Rich/Konglomerat
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Yuni Denara

Selama tiga tahun Keyra berkorban demi mendukung karier Arkan dari nol hingga sukses menjadi CEO. Namun setelah berada di puncak, Arkan justru mencampakkannya demi wanita kaya. Di tengah keterpurukannya, Keyra dipertemukan dengan Devan, konglomerat papan atas yang mengubahnya menjadi wanita bersinar tak tergapai. Saat Arkan menyadari berlian yang telah dibuangnya kini milik pria yang paling ditakutinya, penyesalan pun tiba. Apakah pintu maaf Keyra masih terbuka?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yuni Denara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Altar yang Berdarah

Ruangan rias yang tadinya dipenuhi nuansa romantis kini berubah menjadi sebuah ruang interogasi yang sangat dingin dan mencekam. Keheningan yang tercipta di antara mereka berdua terasa begitu pekat, hingga suara detak jam dinding terdengar bagai dentuman palu hakim yang siap menjatuhkan vonis mati atas kebahagiaan mereka.

Devan Alister berdiri terpaku di tempatnya, menatap telapak tangannya sendiri yang baru saja dihindari oleh Keyra dengan gerakan penolakan yang begitu kentara. Sepasang mata elangnya, yang biasanya memancarkan keyakinan mutlak dan ketenangan, kini dipenuhi oleh riak kebingungan yang bercampur dengan rasa cemas yang teramat sangat. Ia belum pernah melihat Keyra menatapnya dengan pandangan seperti itu—sebuah pandangan yang sarat akan luka emosional yang mendalam, ketakutan, dan... ketidakpercayaan.

"Keyra..." suara bariton Devan terdengar sedikit serak, kehilangan wibawa absolutnya untuk sejenak. Pria itu mencoba melangkah maju setengah langkah, memperkecil jarak di antara mereka dengan gerakan yang sangat berhati-hati, seolah takut akan mengejutkan mangsa yang sedang terluka. "Katakan padaku, apa yang sebenarnya terjadi? Kenapa kamu menatapku seolah-olah aku adalah orang asing yang ingin menyakitimu? Dan apa yang ada di tanganmu itu?"

Mata Devan perlahan turun, tertuju pada selembar kertas tebal berwarna putih kusam yang dicengkeram begitu erat oleh jemari Keyra hingga kertas itu sedikit terlipat dan berkerut.

Keyra menarik napas pendek yang terdengar sangat sesak di dada. Ia mencoba menguatkan persendian kakinya yang terasa lemas bagai jeli di balik gaun pengantin mewah berlapis berlian yang dikenakannya. Air mata yang mengalir di pipinya kini mulai merusak riasan wajah indahnya, namun Keyra sama sekali tidak memedulikannya lagi. Seluruh dunianya baru saja runtuh dalam hitungan detik setelah membaca isi dokumen medis tersebut.

"Jangan mendekat, Devan..." bisik Keyra, suaranya bergetar hebat namun terselip sebuah ketegasan yang dingin. Ia mengangkat tangan kirinya, menghadang Devan agar tidak melangkah lebih dekat lagi. "Aku mohon... tetaplah berdiri di sana dan jawab pertanyaanku dengan jujur. Jangan berbohong padaku demi apa pun."

Devan menghentikan langkah kakinya tepat di atas taburan kelopak mawar putih yang berserakan di lantai marmer. Rahangnya mengeras sempurna, merasakan ada sesuatu yang sangat salah dan berbahaya sedang terjadi di hari pernikahan mereka. "Aku tidak pernah membohongimu, Keyra. Sejak hari pertama aku membawamu masuk ke dalam hidupku, aku selalu memberikan seluruh kejujuranku padamu. Katakan, pertanyaan apa yang ingin kamu ajukan?"

Keyra perlahan mengangkat lembaran kertas dokumen medis kuno itu ke udara, memperlihatkannya di hadapan Devan dengan tangan yang masih bergetar. "Delapan belas tahun yang lalu... di rumah sakit militer kota ini. Apakah benar... mendiang ayahmu, Tuan Besar Alister, adalah orang yang mendanai dan memerintahkan penutupan seluruh barang bukti atas kasus kematian tragis seorang wanita bernama Sarah Anastasia?"

Mendengar nama 'Sarah Anastasia' disebut keluar dari mulut Keyra, sepasang mata elang Devan seketika membelalak sempurna. Pupil matanya bergetar hebat, dan warna kulit di wajah tampannya mendadak berubah sedikit pucat. Perubahan ekspresi drastis yang diperlihatkan oleh Devan itu langsung menjadi jawaban telak bagi Keyra. Devan tahu nama itu. Devan mengetahui rahasia kelam tersebut.

"Jadi... itu semua benar?" bisik Keyra, suaranya kini terdengar begitu lirih, hancur, dan kehilangan seluruh tenaganya. Kertas dokumen di tangannya perlahan turun. "Wanita bernama Sarah Anastasia itu adalah ibu kandungku, Devan... Ibu yang selama ini aku kira meninggal karena kecelakaan murni di jalan raya. Tapi dokumen ini menyatakan bahwa dia dibunuh, dan ayahmu... ayah yang sangat kamu hormati, adalah orang yang menutupi kejahatan itu dari hukum!"

"Keyra, dengarkan aku dulu! Ini tidak seperti apa yang kamu baca!" Devan mendadak panik. Pria yang biasanya selalu tenang menghadapi ancaman bisnis ratusan miliar itu kini tampak begitu terdesak. Tanpa memedulikan larangan Keyra, Devan langsung melangkah lebar dan mencengkeram kedua pundak Keyra dengan kuat namun tetap lembut, memaksa wanita itu untuk menatap langsung ke dalam matanya yang dipenuhi kepanikan.

"Aku akui ayahku terlibat di masa lalu, tapi itu terjadi sebelum aku mengambil alih seluruh kekuasaan Alister Group! Aku bahkan tidak tahu bahwa wanita itu adalah ibu kandungmu sampai penyelidikan internal keluarga selesai setahun yang lalu!" seru Devan, mencoba menjelaskan dengan napas yang memburu. "Aku sengaja merahasiakannya darimu karena aku tidak ingin masa lalu yang kotor itu merusak kebahagiaan kita sekarang, Keyra! Orang-orang yang terlibat di masa lalu sudah menerima hukumannya masing-masing!"

"Merahasiakannya dariku?!" Keyra berteriak, air matanya menetes semakin deras menepis kedua tangan Devan dari pundaknya dengan kekuatan penuh yang didorong oleh rasa kecewa mendalam. "Kamu menyebut tindakan menyembunyikan pembunuh ibuku sebagai bentuk perlindungan?! Devan, pria yang akan aku nikahi hari ini adalah putra dari orang yang menghancurkan hidup ibuku! Dan kamu... kamu tahu hal itu sejak setahun yang lalu, tapi kamu memilih untuk membiarkanku hidup dalam kebodohan sembari tersenyum di sampingmu?!"

Keyra melangkah mundur beberapa langkah menuju ke arah pintu darurat di belakang ruang rias. Tatapan matanya yang dulu penuh cinta kini berubah menjadi tatapan penuh penderitaan dan pengkhianatan yang teramat luar biasa. Pengkhianatan dari Arkan dulu hanyalah luka kecil di permukaan, namun pengkhianatan berupa kebohongan besar dari Devan ini rasanya seperti sebuah pisau yang menusuk langsung ke dalam jantungnya.

"Keyra, jangan pergi! Aku mohon... bicaralah denganku!" Devan mencoba meraih gaun pengantin Keyra, namun jemarinya hanya berhasil menyentuh ujung kain brokat tipis yang terlepas saat Keyra membalikkan tubuhnya dengan cepat.

Tepat pada saat itu, pintu utama ruang rias diketuk dengan keras dari luar, dan suara Leon terdengar memanggil dari balik pintu. "Tuan Muda Devan, Nona Keyra... Waktu penundaan sudah habis. Pendeta dan seluruh tamu kehormatan di aula altar utama sudah menunggu kedatangan kalian. Acara sakral harus segera dimulai sekarang."

Keyra menoleh sedikit ke arah pintu, lalu kembali menatap Devan untuk terakhir kalinya di ruangan itu dengan senyuman pahit yang teramat menyedihkan. "Pernikahan ini... tidak akan pernah terjadi, Devan. Aku tidak akan pernah sudi berjalan menuju altar pernikahan di atas darah dan air mata ibuku sendiri."

Tanpa menunggu jawaban atau tindakan lebih lanjut dari Devan, Keyra langsung membuka pintu darurat di belakang meja rias dan berlari keluar membelah koridor sepi gedung dengan gaun pengantin mewahnya yang menyapu lantai.

Devan berdiri mematung di tengah ruangan yang sunyi, menatap pintu darurat yang masih berayun terbuka dengan pandangan mata yang perlahan-lahan kembali berubah menjadi sangat gelap, pekat, dan dipenuhi oleh aura kemarahan yang luar biasa mengerikan. Pria itu mengepalkan kedua tangannya hingga terdengar bunyi gemertak tulang yang sangat jelas. Seseorang telah dengan sengaja menghancurkan hari bahagianya, dan Devan bersumpah akan menyeret orang tersebut ke dalam neraka terdalam.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!