Putri yang langsung menoleh ke arah belakang karena merasa sangat penasaran dengan siapa wanita yang memanggil Arya dan begitu melihat wajah cantik dari seorang wanita muda dengan memakai rok selutut, membuatnya merasa tidak percaya diri karena seperti berhadapan dengan saingan yang statusnya masih perawan.
Ia pun beralih menatap ke arah sosok pria di sebelah kanan tempatnya berdiri. "Siapa wanita itu, Arya?"
Arya yang saat ini benar-benar sangat terkejut karena sama sekali tidak pernah menyangka jika di apartemen sahabatnya ada Early_ wanita yang telah membuatnya merasa sangat kesal, sekaligus marah dan patah hati beberapa minggu terakhir ini.
Refleks ia menatap tajam sosok sahabat yang sangat membuatnya kesal dan emosi. "Apa maksudmu mengajaknya datang kemari?"
Kemudian beralih menatap ke arah Putri karena tidak ingin hubungan yang baru dimulai mendapat masalah karena ulah sahabatnya yang sangat ceroboh. Seolah ingin menghancurkan hubungannya dengan kekasih barunya.
"Ia wanita yang mengincar uangku."
Kini Putri mulai mengerti dan membuatnya kembali beralih menatap wajah wanita yang terlihat sangat santai.
Bahkan ia seperti tidak tahu malu karena datang ke apartemen laki-laki begitu mendengar suara bariton dari Rendi yang menjelaskan semuanya.
"Ia tadi bilang kamu belum move on dan ingin bertemu dengan kekasihmu karena aku memang mengatakan padanya bahwa sudah mempunyai kekasih seorang wanita yang jauh lebih cantik," sahut Rendi yang tidak ingin membuat sahabatnya marah dan salah paham padanya.
Sementara di dalam hati, ia benar-benar sangat lega begitu melihat Arya benar-benar membawa wanita ke apartemennya, bukan sendirian karena jika itu terjadi, akan membuat mereka tidak punya muka di depan seorang wanita berlagak.
'Akhirnya aku bisa menyelamatkan harga diri seorang Arya dan mempermalukan wanita sialan itu,' gumam Rendi yang kini memberikan kode pada Arya untuk melanjutkan semuanya dengan cara mempermalukan Early.
Kemudian mengajak temannya yang lain untuk masuk dan membiarkan Arya menyelesaikan masalah sendiri.
Kini, Arya mulai mengerti dengan apa yang saat ini tengah dilakukan oleh sahabatnya yang berniat untuk membelanya. Ia kini langsung menoleh ke arah sosok wanita yang membuatnya tergila-gila, seraya melingkarkan tangannya pada pinggang ramping Putri.
"Sepertinya di sini, semua orang sangat penasaran dengan kekasihku, sehingga banyak yang ingin melihatmu, Sayang."
Semakin ingin membuat Early menyesal karena telah menolaknya, ia pun mencium pipi putih Putri dan menunjukkan bahwa ia saat ini benar-benar sudah move on karena sangat mencintai Putri.
"Perkenalkan dirimu pada wanita tidak diundang ini, Sayang."
Kini, Putri yang merasa sangat bangga karena diperkenalkan sebagai kekasih Arya, refleks menyunggingkan senyumannya dan mulai memainkan perannya untuk memperkenalkan diri pada wanita yang menjadi masa lalu dari sang kekasih gelapnya.
"Baiklah, Sayang. Sepertinya ia penasaran denganku." Putri sangat percaya diri dan merasa seperti seorang perawan karena dicintai oleh seorang pria tampan seperti Arya.
Kini, Putri mengulurkan tangannya pada wanita yang saat ini terlihat memerah wajahnya. "Aku Putri Wardhani—kekasih Arya. Sepertinya aku harus mengingatkanmu untuk tidak muncul lagi di hadapan kekasihku lagi."
"Bukan karena aku takut atau khawatir jika Arya meninggalkanku, tapi sangat muak melihat wanita sok cantik sepertimu yang seolah-olah menganggap bahwa semua pria akan jatuh cinta padamu dan tidak bisa move on hidup. Tenang saja, Arya saat ini sangat mencintaiku dan pastinya jauh lebih besar dari cintanya padamu dulu."
Early yang saat ini tersenyum kecut, kini memilih untuk menatap ke arah sosok pria yang dulunya mencintainya telah mencintai wanita lain. Ia benar-benar sangat kesal melihat ekspresi wajah wanita yang sangat percaya diri di hadapannya.
'Sialan! Wanita ini telah membuatku seperti tidak mempunyai muka sekarang,' gumam Early di dalam hati dan beralih membuka suara untuk menanggapi dengan bersikap setenang mungkin.
"Sepertinya kamu benar-benar telah mempunyai seorang kekasih, Arya. Selamat," ucap Early yang kini tengah mengulurkan tangannya.
Sedangkan Arya yang sama sekali tidak ingin berinteraksi atau berhubungan dengan Early yang masih menggantung tangan di udara, kini ia memilih untuk mengibaskan tangan sebagai tanda pengusiran.
"Aku sama sekali tidak butuh ucapan selamat darimu. Lebih baik kau pergi dari sini dan jangan pernah menampakkan diri di depanku lagi, khususnya kekasihku. Aku tidak ingin suasana hati kekasihku berubah buruk hanya karena wanita tidak penting sepertimu."
Tanpa menunggu jawaban dari Early, kini Arya sudah kembali menoleh ke arah Putri dan dari tadi masih tidak melepaskan tangannya dari pinggang ramping wanita yang dicintai.
"Ayo, kita temui para sahabatku yang dari tadi sudah menunggu kita, Sayang."
Merasa benar-benar tidak punya muka di hadapan Arya, Early kini memilih untuk melangkahkan kaki jenjangnya menuju ke arah pintu keluar dan melirik sinis sosok wanita yang dianggapnya telah mempermalukannya.
'Awas saja kau nanti. Aku akan pastikan kau berada di posisi yang sama sepertiku suatu saat nanti. Arya akan meninggalkanmu nanti. Akan kupastikan kau menangis darah saat itu terjadi dan aku benar-benar akan bertepuk tangan saat melihatnya nanti.'
Early berjalan sambil membanting pintu begitu berada di luar apartemen. Kali ini, ia merasa sangat kesal karena hari ini telah dipermalukan olah Arya dan kekasih barunya, sehingga berencana untuk menghancurkan wanita itu.
Sementara itu di sisi lain, Putri yang kini masih menatap intens wajah dengan rahang tegas di sebelahnya, ingin memastikan sesuatu.
"Apa benar kamu sudah tidak mempunyai perasaan apapun lagi pada Early?."
Arya yang saat ini tengah berjalan menuju ke arah ruangan tengah, menoleh ke arah sosok wanita yang diketahuinya tengah khawatir.
"Apa kamu tidak percaya padaku? Kamu khawatir aku masih mencintai Early? Jika kamu bisa bercermin, mungkin tidak akan pernah bertanya itu padaku."
Putri yang mengerutkan kening karena tidak mempercayai perkataan dari pria yang saat ini mengatakan kalimat ambigu.
"Setiap hari aku bercermin. Apa maksudmu sebenarnya, Arya?"
"Jika kamu sudah bercermin, kenapa tidak menyadari bahwa faktanya kekasihku jauh lebih cantik daripada wanita itu," ucap Arya yang kini langsung mendapatkan tepuk tangan dari para temannya dan membuatnya menoleh ke arah kiri.
Di mana para sahabatnya ternyata dari tadi mengintipnya dan mengetahui apa yang terjadi.
"Kalian semua mengintip?"
"Karena kami semua sangat penasaran, tapi kamu benar-benar sangat keren, Bro. Kami benar-benar sangat salut padamu dan berharap kamu bahagia selamanya bersama kekasihmu," sahut Rendi yang saat ini tengah mewakili semua temannya.
Sementara itu, Putri merasa sangat bahagia karena mendengar ucapan dari sahabat Arya dan berharap doa dari mereka semua benar-benar terjadi.
'Semoga aku dan Arya akan bahagia selamanya,' gumam Putri yang saat ini tengah mengamati sosok pria tampan yang sangat dipujanya tersebut tengah tersenyum padanya.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments