Beberapa saat sebelum Arya datang ke apartemen Rendi...
Rendi baru saja turun dari mobil dan berjalan menuju ke arah supermarket karena ingin membeli beberapa camilan dan minuman. Ia yang kini sudah mendorong troli agar memudahkannya untuk berbelanja nanti.
Tempat pertama yang didatangi adalah stand minuman yang beraneka ragam dan mulai memasukkan satu-persatu minuman yang diambilnya ke dalam troli.
'Kira-kira wanita itu suka apa, ya? Tidak mungkin aku membiarkan Arya membawa kekasihnya ke tempatku tanpa ada camilan di apartemenku. Kebetulan sekali stok persediaan makanan habis.'
'Jadi, sekalian aku beli saja camilan untuk kekasih Arya itu. Itu pun jika Arya berhasil mendapatkan wanita itu setelah mendapatkan cintanya.'
Arya yang hanya bisa menebak-nebak, apakah sahabatnya akan bisa mendapatkan wanita yang diincar setelah menyatakan cinta dengan pandangan menatap ke arah berbagai macam jenis Snack di hadapannya.
Ia mengambil beberapa jenis makanan ringan, berharap wanita yang disukai Arya menyukainya.
Kemudian beberapa saat kemudian, saat ia hendak mengambil kwaci, tanpa sengaja bersinggungan dengan tangan seorang wanita dan seketika ia menatap ke arah sosok wanita yang juga tengah menatapnya saat ini.
Refleks ia langsung membulatkan matanya begitu bersitatap dengan iris berkilat di hadapannya.
'Wanita ini ... bukankah dia adalah wanita yang disukai oleh Arya? Aku masih hafal dengan wajahnya saat dulu diberitahu oleh Arya tentang foto wanita yang telah membuatnya patah hati sampai sekarang hingga trauma untuk membuka hati,' gumam Rendi yang kini mendengar suara dari wanita yang berada di sebelahnya.
"Maaf, silakan ambil dulu," ujar sosok wanita dengan gaun berwarna merah selutut yang saat ini tengah mengulas senyuman.
"Lady first," sahut Rendi yang kini memilih untuk bersikap sopan karena ingin mengetahui bagaimana sifat wanita yang telah menolak Arya, tetapi menerima semua pemberian.
Saat ini, Early yang sedang mencari camilan untuk mengusir kebosanan di apartemen, sedang mengamati sosok pria yang berdiri di sebelahnya seolah sangat terkejut melihatnya pertama kali tadi, sehingga ia sangat penasaran dan ingin mencoba mencari tahu.
"Terima kasih. Oh ya, kenapa tadi kau melihatku seperti baru saja melihat hantu saja? Apa ada yang salah dengan penampilanku?"
Rendi yang tadinya kembali fokus pada banyak jajanan ringan di hadapannya, kini menoleh ke arah sosok wanita yang mulai merasa penasaran dengan sikapnya beberapa saat lalu.
Awalnya, ia tidak ingin mengatakan sesuatu hal mengenai perihal Arya, tetapi mendadak mendapatkan sebuah ide di kepalanya saat ini.
Kemudian ia mengulurkan tangan dan tersenyum simpul yang langsung disambut oleh wanita di hadapannya.
"Aku Rendi, sahabat pria yang pernah kau sakiti?"
Sementara itu, Early yang merasa sangat penasaran tentang siapa pria yang telah disakiti karena berpikir ada banyak dekat dengannya.
Tentu saja sebagai seorang wanita yang cantik, membuatnya banyak digemari oleh para pria dan membuatnya merasa lelah saat banyak menolak beberapa pria.
"Maaf, memangnya siapa temanmu?"
Refleks Rendi memicingkan mata karena merasa pertanyaan dari Early menegaskan selama ini banyak menyakiti perasaan orang.
"Kau tidak akan bilang bahwa ada banyak pria yang kau sakiti, kan? Atau memang itu benar? Kau ingat dengan Arya, kan?"
"Maaf, bukan aku menyakiti mereka. Hanya saja, aku selalu berkarya jujur pada semua orang. Jadi, seperti inilah aku. Aku tidak akan mengatakan suka padamu jika tidak suka. Lebih baik katakan saja siapa temanmu."
Early lama-kelamaan merasa kesal karena pria yang berada di hadapannya telah membuatnya seolah-olah menjadi seorang wanita yang sangat jahat, sehingga ia ingin menjelaskan tentang apa yang sebenarnya terjadi.
"Mengenai temanmu, aku memang menolaknya karena hanya menganggapnya seorang teman dan tidak lebih. Lagipula cinta tidak bisa dipaksakan karena tidak akan bahagia. Apakah kau bersikap seperti ini padaku karena temanmu masih patah hati gara-gara kutolak?"
Sudah beberapa minggu Early tidak pernah bertemu dengan pria yang sempat ia tolak karena memang setelah kejadian itu, Arya benar-benar tidak pernah menghubunginya.
Ia pun tidak pernah menghubungi Arya karena berpikir bahwa pria yang sama sekali tidak berhasil membuat hatinya bergetar tersebut tidak bisa move on padanya.
"Sepertinya temanmu belum bisa move on padaku. Apa dia selalu menceritakan tentangku padamu? Hingga kau sangat hafal dengan wajahku dan langsung mengenalku begitu melihatku tadi."
Merasa bahwa wanita yang diakuinya memiliki paras cantik tersebut terlihat sangat percaya diri dan seolah menghina sahabatnya, kini Rendi yang merasa sangat kesal, mendadak mendapatkan sebuah ide.
"Arya dulu memang pernah menceritakan tentang wanita materialistis sepertimu, tapi kau tenang saja karena sekarang sahabatku sudah menemukan seorang wanita yang tepat dan mencintainya."
Rendi sengaja mengatakan hal yang belum bisa dipastikan kebenarannya untuk membuat Early merasa malu dan segera pergi darinya. Ia dari dulu benar-benar sangat muak pada wanita yang sok dan merasa seperti wanita paling cantik di dunia.
Namun, pikirannya salah dan membuatnya merasa sangat khawatir begitu mendengar jawaban dari Early.
"Benarkah? Syukurlah kalau ia benar-benar telah berhasil move on dariku dan bisa menemukan wanita lain karena aku memang tidak bisa menerima cintanya. Oh ya, tapi kau tidak sedang berbohong padaku dengan mengarang sebuah cerita, kan?"
Kini, Early bisa melihat wajah pucat dari sosok pria yang berada di hadapannya dan seolah membuatnya mengerti tentang kebohongan di mata dengan iris tajam tersebut.
"Sepertinya aku sudah tahu jawabannya."
Early terkekeh dan memilih untuk berbalik badan. Niatnya adalah segera pergi meninggalkan pria yang sama sekali tidak diketahui namanya tersebut, tetapi baru beberapa langkah ia berjalan sambil mendorong troli, mendengar suara bariton yang membuatnya seketika berhenti.
Rendi yang merasa terhina, sekaligus tidak ingin sahabatnya terlihat seperti tergila-gila pada sosok wanita yang dianggapnya sangat sombong tersebut, refleks langsung mengungkapkan apa yang ada dalam pikirannya.
"Sepertinya kau terlalu percaya diri, Nona. Tenang saja, Arya sudah berhasil move on darimu karena hari ini datang ke apartemenku untuk mengenalkan kekasihnya padaku. Jadi jangan berpikir bahwa Arya masih tergila-gila padamu, padahal sebenarnya kau sama sekali tidak berarti apa-apa baginya."
Puas mengatakan hal pada Early, kini Rendi sudah berbalik badan dan berjalan meninggalkan wanita yang membuatnya ilfil tersebut. Namun, ia merasakan kemejanya ditarik dari belakang hingga membuatnya menoleh.
"Tunggu! Apa kau ingin bilang bahwa saat ini Arya sudah move on dariku dan mempunyai seorang kekasih?" tanya Early yang masih ingin mencari tahu hal yang membuatnya penasaran.
Refleks Rendi berbalik badan setelah melepaskan tangan Early dari pakaiannya.
"Iya, ia sudah mempunyai seorang kekasih yang sangat cantik. Memangnya kenapa? Apa kau pikir dia akan selamanya mencintaimu dan tidak bisa move on?" sarkas Rendi dengan wajah masam karena merasa sangat muak pada wanita yang sok cantik tersebut.
"Benarkah? Kenapa aku ingin membuktikan sendiri tentang semua perkataanmu? Apakah kau hanya mengarang sebuah kebohongan atau itu memang kebenarannya. Sepertinya aku ingin melihatnya dengan mata kepala sendiri, tapi sepertinya aku sudah tahu jawabannya."
"Bahwa kau hanyalah omong kosong dan semua yang kau katakan sama sekali tidak benar."
Early kini tersenyum smirk dan berbalik badan untuk berjalan meninggalkan pria tersebut. Hingga suara bariton dari belakang, membuatnya kembali menghentikan langkahnya.
Tidak terima sahabatnya dianggap sebagai pria lemah yang belum move on, kini Rendi memilih untuk mengatakan apa yang ada di kepalanya saat ini.
"Lebih baik kau ikut bersamaku untuk melihat sendiri. Bahwa Arya kini telah bahagia dengan wanita lain yang jauh lebih cantik darimu."
"Benarkah? Sepertinya aku harus memastikannya sendiri. Baiklah, aku akan ikut denganmu untuk memastikannya sendiri," sahut Early yang kini sudah berjalan mendekati sosok pria yang terlihat sangat tidak menyukainya.
Sementara itu, Rendi yang terlihat sangat percaya diri, sebenarnya di dalam hati merasa sangat khawatir jika Arya ditolak oleh wanita lagi dan semakin mempermalukan sahabatnya tersebut.
'Maafkan aku, Arya karena terpancing emosi saat melihat Early. Ia memang wanita yang sangat menyebalkan. Semoga kau berhasil mendapatkan wanita itu karena jika tidak, kita berdua akan benar-benar sangat malu pada Early,' gumam Rendi yang kini sudah berjalan di depan dan mengetahui bahwa Early telah mengikutinya.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments