15. Bercerai

Suasana penuh keheningan terasa di dalam mobil yang saat ini melaju meninggalkan area yang merupakan tempat Arya menemukan Putri saat pergi tanpa pesan.

Arya yang saat ini tengah fokus mengemudi dengan tangan kanan, sementara tangan kirinya menggenggam erat telapak tangan dengan jemari lentik milik wanita yang terlihat hanya diam saja tersebut.

Seolah tengah sibuk memikirkan sesuatu dan membuatnya merasa sangat penasaran tentang apa yang saat ini membuat Putri diam membisu.

"Kenapa kamu hanya diam saja dari tadi? Apa yang sebenarnya kamu pikirkan, sehingga tidak mau berbicara padaku?"

Putri yang dari tadi merasa gelisah karena berpikir bahwa pria yang sesekali meliriknya dan menggenggam telapak tangannya itu akan membawanya untuk pergi ke hotel dan meminta sesuatu darinya.

Kemudian setelah mendapatkan apa yang diinginkan, meninggalkannya dan membuat ia bersedih karena dimanfaatkan.

Putri kini hanya menggeleng perlahan dan tersenyum simpul karena tidak ingin berterus terang mengenai ketakutan yang saat ini dirasakan olehnya. Ia kini menatap ke arah Arya dan memilih untuk bertanya.

"Apa benar kau mau mengajakku ke hotel?"

Arya yang kini mengerti dengan penyebab dari sosok wanita yang terlihat pucat tersebut dari tadi tidak berbicara, kini sudah terbahak saat menanggapi pertanyaan Putri yang ternyata benar-benar berpikir bahwa ia akan pergi ke hotel.

"Aku tidak akan pernah mengajakmu ke hotel jika kau tidak mau, Putri. Aku bukan seorang pria bajingan yang suka memaksa seorang wanita. Jika aku seperti itu, saat Early menolakku, mungkin sudah memperkosanya. Aku tidak seburuk itu, tapi sialnya menyukaimu yang sudah berstatus sebagai istri orang."

Merasa bersalah sekaligus membenarkan apa yang dikatakan oleh Arya karena sempat berpikir bahwa pria yang saat ini tengah fokus mengemudi sambil menggenggam erat tangannya tersebut tidaklah seperti yang dibayangkan dan ditakutkan olehnya.

"Maafkan aku."

"Tidak masalah, aku sama sekali tidak tersinggung dengan tuduhanmu yang berpikir bahwa aku adalah seorang bajingan. Itu semua mungkin karena wajahku yang terlalu tampan. Hingga membuatmu berpikir aku adalah seorang casanova yang gemar berganti pasangan."

Arya yang sekilas melirik ke arah Putri, kini ingin menyadarkan wanita itu bahwa ia benar-benar tulus mencintai.

"Kenapa seorang pria yang memiliki paras rupawan dan tubuh yang sempurna selalu dikaitkan dengan pemain wanita? Padahal selama ini aku tidak mudah jatuh cinta dan sialnya, sekali jatuh cinta malah langsung terpuruk saat dipermainkan oleh wanita."

Arya terdiam beberapa saat karena ingin mendengar reaksi dari Putri. Namun, saat sama sekali tidak ada tanggapan, membuatnya memastikan satu hal.

"Kau tidak sedang mencoba untuk bermain-main denganku, bukan?"

Kini Putri refleks langsung memijat pelipis saat mendengar kalimat terakhir dari Arya yang menurutnya sangat konyol. Putri berpikir bahwa seharusnya ia yang bertanya tentang hal itu pada pria tampan lajang yang pastinya bisa mendapatkan wanita jauh lebih baik darinya.

"Kenapa aku merasa kau seperti berbicara tidak pada tempatnya? Sadarlah dari tidurmu, Arya. Aku dan kamu sangat berbeda. Bahkan bagaikan bumi dan langit yang mungkin akan mendapatkan banyak cibiran, serta hinaan ketika ada yang mengetahui tentang hubungan kita."

"Bahkan semua orang akan menghujatku adalah wanita murahan karena memilih untuk mengkhianati ikatan pernikahan saat berselingkuh dengan seorang pria lajang yang tampan sepertimu."

Ia memang sudah memikirkan segala konsekuensi saat memilih Arya dan berencana untuk bercerai dengan Bagus karena tidak ingin selamanya terus hidup menderita tanpa merasa bahagia baik secara lahir maupun batin.

Tekadnya yang sudah bulat tanpa mempedulikan hinaan dari semua orang yang pastinya akan menganggap bahwa ia adalah seorang wanita yang sangat buruk karena telah berselingkuh.

"Bukan hanya kamu, Putri. Hubungan ini terjadi di antara dua orang dan pastinya aku juga akan mendapatkan hinaan karena bisa jatuh cinta pada seorang wanita yang telah bersuami dan memiliki dua anak.

Namun, sku sama sekali tidak mempedulikan hal itu karena satu-satunya yang membuatku memilihmu adalah aku merasa nyaman saat berada di dekatmu."

Arya yang merasa bahwa sifat Putri yang keibuan, membuatnya merasa sangat nyaman sekaligus penasaran dan ingin selalu bersama wanita itu. Bahkan semalaman ia memikirkan pertemuan pertamanya dengan Putri dan selalu merindukan wajah cantik wanita itu.

Ia juga sangat tidak sabar untuk bisa bertemu dengan wanita yang memiliki dua anak dan menurutnya masih terlihat sangat seksi. Bahkan sama sekali tidak terlihat seperti ibu-ibu yang selama ini dilihatnya.

Menyadari bahwa pesona seorang wanita yang duduk di sebelah kirinya tersebut benar-benar luar biasa karena meskipun sudah mempunyai dua anak, tapi tidak kalah seksi dengan wanita yang masih perawan.

Arya baru saja membelokkan mobilnya ke area apartemen dan memarkirkan di tempat yang tersedia. Kini, ia sudah mematikan mesin dan melepaskan sabuk pengaman. Kemudian menoleh ke arah wanita yang saat ini melihat ke arah bangunan tinggi menjulang di depan mobilnya.

"Lebih baik kita tidak usah mempedulikan perkataan atau hinaan dari semua orang karena mereka tidak tahu apa-apa dan juga tidak merasakan apa yang kita rasakan. Hanya kita berdua yang tahu dan mengetahui penyebab kita memilih jalan ini."

"Sementara orang lain hanya bisa melihat dari luar tanpa mengetahui perasaan kita. Apalagi zaman sekarang yang dipenuhi dengan komentar buruk dari orang yang disebut sebagai netizen jika di sosial media. Jika mempedulikan mereka, maka akan menimbulkan orang stres dan tertekan.

"Bahkan gara-gara hinaan dari netizen, ada beberapa orang yang memilih untuk mengakhiri hidupnya karena tidak tahan mendengar komentar buruk."

"Aku ingin kita berdua tidak seperti itu dan fokus saja pada hubungan kita. Lagipula, semua hal itu ada sebab dan akibat. Kenapa kita memilih jalan ini, pasti ada sebabnya, bukan?"

Penjelasan panjang lebar dari Arya membuat Putri refleks langsung mengangguk perlahan karena baginya, semua itu memang seperti yang dirasakan olehnya.

"Kau benar. Aku tidak mungkin memilih berselingkuh jika bahagia dengan rumah tanggaku. Aku benar-benar menderita bersama pria itu dan ingin segera bercerai dengannya."

Perceraian yang baru saja dikatakan oleh Putri, kini membuat sudut bibir Arya melengkung ke atas dan melakukan hal yang sama seperti tadi, yaitu melepaskan sabuk pengaman dari tubuh wanita seksi di sebelahnya.

"Tentu saja kau harus bercerai jika ingin menikah denganku karena orang tuaku tidak akan memberikan restu saat mengetahui bahwa aku memiliki hubungan dengan istri orang. Jika benar kau tidak bahagia dengan suamimu, jangan pernah melakukan **** dengannya lagi."

"Jika dia marah, langsung saja katakan apa yang kau inginkan. Bahwa kau ingin bercerai dengannya."

To be continued...

Episodes
1 1. Para wanita munafik
2 2. Mencari selingkuhan
3 3. Seperti orang gila
4 4. Merasa was-was
5 5. Aku tidak sengaja
6 6. Permohonan maaf
7 7. Ciuman Secara Tidak Langsung
8 8. Berondong manisku
9 9. Seperti dilahirkan kembali
10 10. Sebuah ancaman
11 11. Tipe pria idaman
12 12. Jatuh cinta padamu
13 13. Merasa sangat geram
14 14. Mengajak ke hotel
15 15. Bercerai
16 16. Ingin menghindari
17 17. Terpancing emosi
18 18. Doa dari teman
19 19. Ingin menjebakku
20 21. Terbakar gairah
21 21. Ciuman penuh gairah
22 22. Buktikan kamu mencintaiku
23 23. Suara desahan di kamar hotel
24 24. Ternyata rasanya senikmat ini
25 25. Merasa terganggu
26 26. Tidak akan pernah melepaskanmu
27 27. Melampiaskan amarah
28 28. Kamu hanya milikku
29 29. Seperti perawan jatuh cinta
30 30. Suara hati
31 31. Pria nakal dan mesum
32 32. Memantapkan hati untuk bercerai
33 33. Menjeritlah dan keluarkan padaku
34 34. Nikmati malam ini dengan sejuta kenikmatan
35 35. Obat penunda kehamilan dan pengaman
36 36. Membahas Masa Lalu
37 37. Rahasia
38 38. Seperti pengantin baru
39 39. Sangat berbeda dengan suami
40 40. Bagaimana rasanya surga dunia?
41 41. Tidak akan pernah menyesal
42 42. Menuntut balas
43 43. Penghinaan
44 44. Mengantar pulang
45 45. Demam
46 46. Gagal menjadi ibu yang baik
47 47. Pikiran buruk
48 48. Cinta buta
49 49. Menjadi serpihan debu
50 50. Harus menjadi milikku
51 51. Siapa yang kau pilih?
52 52. Pria yang selalu membuat emosi
53 53. Seperti Malaikat
54 54. Semakin muak pada suami
55 55. Nama wanita
56 56. Jangan jatuh cinta pada kekasihku
57 57. Tidak mungkin berselingkuh
58 58. Doa tulus
59 59. Syarat kelulusan
60 60. Kejutan untukmu
61 61. Aku percaya padamu
62 62. Wajah penuh kepalsuan
63 63. Pengusiran secara halus
64 64. Mantan kekasih
65 65. Apa yang harus kita lakukan?
66 66. Memakai cara lain
67 67. Sebuah pesan
68 68. Hadiah
69 69. Hasrat yang berputar-putar
70 70. Ekspresi wajah sombong
71 71. Wanita misterius
72 72. Mencari alasan
73 73. Wanita gila
74 74. Pikiran buruk
75 75. Ingin bahagia
76 76. Maafkan ibu
77 77. Merindukannya
78 78. Muntah-muntah
79 79. Sebuah permohonan
80 80. Kutukan
81 81. Pertanyaan
82 82. Kehidupan sebenarnya
83 83. Balasan dari perbuatan dosa
84 84. Ancaman sang mama
85 85. Memikirkan ide
86 86. Bimbang memikirkan ide
87 87. Diusir dari rumah
88 88. Titik terendah
89 89. Merasa lega
90 90. Pembalasan
91 91. Satu-satunya harapan
92 92. Merasa bersalah
93 93. Pertanyaan dari dua ipar
94 94. Perintah Amira Tan
95 95. Gen
96 96. Keputusan Amira Tan
97 97. Kedatangan saudara tiri
98 98. Rasa ingin tahu
99 99. Kenyataan menyakitkan
100 100. Tidak merasa senang saat keinginan terwujud
101 101. Menyadarkan sang istri
102 102. Berakting penuh totalitas
103 103. Ekspresi sang istri
104 104. Sedikit sekali
105 105. Marah
106 106. Bertambah kesal
107 107. Tanggapan Arya
108 108. Bagaimana caranya?
109 109. Masakan spesial
110 110. Firasat buruk
111 111. Maafkan Ayah
112 112. Kedatangan Arya ke kontrakan Putri
113 113. Memulai kehidupan baru
114 114. Mengantarkan sahabat
115 115. Rumah kalangan bawah
116 116. Menikahkan istri dengan pria selingkuhan
117 117. Pria tidak berguna
118 118. Rasa terkejut Amira
119 119. Menunggu keputusan
120 120. Membereskan masalah
121 121. Cium aku
122 122. Kandang tikus
123 123. Parfum mahal
124 124. Aku ingin menggigitmu
125 125. Melakukan hal lainnya
126 126. Lonjakan kenikmatan
127 127. Pertanyaan
128 128. Pecahan kaca
129 129. Tatapan menusuk
130 130. Pendapat Rendi
131 131. Rencana seorang ibu
132 132. Penampilan kampungan
133 131. Menahan kesakitan
134 134. Aku akan menghabisinya
135 135. Bubar
136 136. Rencana pertama
137 137. Ingin memukul kepalamu
138 138. Calon suami baru
139 139. Menghilang
140 140. Sampah tak ternilai
141 Sampah tak ternilai
142 142. Korban keegoisan orang tua
143 143. Menarik kutukan
144 144. Karena Kecelakaan
145 145. Seperti seorang pengemis
146 146. Perasaan seorang anak
147 147. Bertahan
148 148. Bukan terlahir dari anak orang kaya
149 149. Pembicaraan belum selesai
150 150. Mengabaikan
151 151. Kepedihan hati
152 152. Rasa bersalah dan berdosa
153 153. Pindah
154 154. Bebas bermesraan
155 155. Hujan air mata
156 156. Pekerjaan baru Putri
157 157. Penderitaan
158 158. Perubahan sikap Arya
159 159. Kabut gairah
160 160. Tidak tahan hidup miskin
161 161. Perubahan sikap Arya
162 162. Menunggu penjelasan
163 163. Menunggu jawaban
164 164. Tidak tahu diri
165 165. Merasa tidak tega
166 166. Tidak akan membiarkan tidur nyenyak
167 167. Nikmati semuanya
168 168. Menyempurnakan kebahagiaan
169 169. Perasaan cemas
170 170. Tidak percaya
171 171. Kemurkaan Arya
172 172. Tidak Sesuai Harapan
173 173. Dendam dan sakit hati
174 174. Penyesalan Arya
175 175. Memisahkan
176 176. Peraduan nyaman
177 Menguji adrenalin
178 178. Bertahan
179 179. Pekerjaan tambahan
180 180. Perdebatan
181 181. Lembur di rumah
182 182. Wanita aneh
183 183. Panggilan baru
184 184. Terima hukumanmu
185 185. Butuh pelampiasan
186 186. Kedatangan istri pemilik perusahaan
187 187. Pembelaan sang ibu
188 188. Tawaran menggiurkan
189 189. Penolakan Putri
190 190. Perasaan seorang ibu
191 191. Perkembangan putranya
192 192. Lupa membawa pakaian ganti
193 193. Arya menggendong Rani
194 194. Gosip murahan
195 195. Tatapan penuh kecurigaan
196 196. Memuaskan pasangan
197 197. Merasa ngilu
198 198. Utang Arya
199 199. Merasa emosi
200 200. Berhak menikah lagi
201 201. Harapan Bagus
202 202. Perasaan Amira Tan.
203 203. Wanita terpelajar yang bodoh
204 204. Sebuah nama
205 205. Cara lain
206 206. Prasangka Buruk
207 207. Bagaikan pepatah
208 208. Rasa bersalah
209 209. Merayu suami
210 210. Rencana
211 211. Perusahaan Tania
212 212. Tunggu aku, jodohku.
213 213. Berakting
214 214. Rahasia yang terbongkar
215 215. Pikiran buruk
216 216. Menyembunyikan perasaan
217 217. Bimbang
218 218. Mimpi liar
219 219. Bekerja sama
220 220. Introvert
221 221. Kepercayaan
222 222. Aku percaya padamu
223 223. Klinik bersalin
224 224. Menunggu keputusan
225 225. Maafkan mama
226 226. Menyiapkan hati dan mental
227 227. Tuduhan tidak berdasar
228 228. Senyuman palsu
229 229. Berakting
230 230. Kabar buruk
231 231. Kecelakaan
232 232. Kekhawatiran Putri
233 233. Ayah luar biasa
234 234. Pasangan sempurna
235 235. Pertanyaan Putri
236 236. Keyakinan Calista
237 237. Tahu diri
238 238. Meminta bantuan
239 239. Mengatakan sesuatu
240 240. Penyesalan Arya
241 241. Ucapan terima kasih
242 242. Tidak mungkin
243 243. Tidak ada yang tidak mungkin
244 244. Hati terluka
245 245. Wakil presiden direktur perusahaan
246 246. Memanfaatkan keadaan
247 247. Tidak ingin goyah
248 248. Menghibur diri sendiri
249 249. Harus melihatnya
250 250. Permintaan Calista
251 251. Merasa sangat senang
252 252. Kabar terbaru
253 253. Mendapatkan sebuah jawaban
254 254. Menyembunyikan kenyataan
255 255. Keputusan Bagus
256 256. Memastikan sesuatu
257 257. Menjelaskan sesuatu
258 258. Pertanyaan Amira Tan
259 259. Talak
260 260. Rujuk
261 261. Rahasia besar
262 262. Merindukanmu
263 263. Sadar dari koma
264 264. Bayangan istri
265 265. Demam
266 266. Semoga bisa bahagia
267 267. Tatapan tajam
268 268. Kamu saja yang mengantarku
269 269. Mencari wanita yang tidak dikenal
270 270. Mengejar pria berengsek
271 271. Egois dan obsesi
272 272. Melupakan janji
273 273. Pesta ulang tahun
274 274. Membuntuti
275 275. Hotel
276 276. Pria naif
277 277. Merasa terharu
278 278. Etika kesopanan
279 279. Kehilangan jejak
280 280. Sebuah harapan
281 281. Merasa sangat lega
282 282. Meminta ganti rugi
283 283. Belum menemukan orangnya
284 284. Saingan
285 285. Pikiran buruk
286 286. Satu pertanyaan
287 287. Pergi ke pesta
288 288. Pergi ke Club malam
289 289. Mabuk
290 290. Pesan Arya
291 291. Bermesraan
292 292. Aku menceraikanmu
293 293. Menipu
294 294. Karma istri Durhaka
295 295. Tidak dianggap
296 296. Mencari tempat baru
297 297. Kecelakaan
298 298. Akibat dari kecelakaan
299 299. Kakiku baik-baik saja
300 Mengucapkan terima kasih
301 Paras cantik tidak menjamin kebahagiaan
302 302. Ikhlas menjalani takdir
Episodes

Updated 302 Episodes

1
1. Para wanita munafik
2
2. Mencari selingkuhan
3
3. Seperti orang gila
4
4. Merasa was-was
5
5. Aku tidak sengaja
6
6. Permohonan maaf
7
7. Ciuman Secara Tidak Langsung
8
8. Berondong manisku
9
9. Seperti dilahirkan kembali
10
10. Sebuah ancaman
11
11. Tipe pria idaman
12
12. Jatuh cinta padamu
13
13. Merasa sangat geram
14
14. Mengajak ke hotel
15
15. Bercerai
16
16. Ingin menghindari
17
17. Terpancing emosi
18
18. Doa dari teman
19
19. Ingin menjebakku
20
21. Terbakar gairah
21
21. Ciuman penuh gairah
22
22. Buktikan kamu mencintaiku
23
23. Suara desahan di kamar hotel
24
24. Ternyata rasanya senikmat ini
25
25. Merasa terganggu
26
26. Tidak akan pernah melepaskanmu
27
27. Melampiaskan amarah
28
28. Kamu hanya milikku
29
29. Seperti perawan jatuh cinta
30
30. Suara hati
31
31. Pria nakal dan mesum
32
32. Memantapkan hati untuk bercerai
33
33. Menjeritlah dan keluarkan padaku
34
34. Nikmati malam ini dengan sejuta kenikmatan
35
35. Obat penunda kehamilan dan pengaman
36
36. Membahas Masa Lalu
37
37. Rahasia
38
38. Seperti pengantin baru
39
39. Sangat berbeda dengan suami
40
40. Bagaimana rasanya surga dunia?
41
41. Tidak akan pernah menyesal
42
42. Menuntut balas
43
43. Penghinaan
44
44. Mengantar pulang
45
45. Demam
46
46. Gagal menjadi ibu yang baik
47
47. Pikiran buruk
48
48. Cinta buta
49
49. Menjadi serpihan debu
50
50. Harus menjadi milikku
51
51. Siapa yang kau pilih?
52
52. Pria yang selalu membuat emosi
53
53. Seperti Malaikat
54
54. Semakin muak pada suami
55
55. Nama wanita
56
56. Jangan jatuh cinta pada kekasihku
57
57. Tidak mungkin berselingkuh
58
58. Doa tulus
59
59. Syarat kelulusan
60
60. Kejutan untukmu
61
61. Aku percaya padamu
62
62. Wajah penuh kepalsuan
63
63. Pengusiran secara halus
64
64. Mantan kekasih
65
65. Apa yang harus kita lakukan?
66
66. Memakai cara lain
67
67. Sebuah pesan
68
68. Hadiah
69
69. Hasrat yang berputar-putar
70
70. Ekspresi wajah sombong
71
71. Wanita misterius
72
72. Mencari alasan
73
73. Wanita gila
74
74. Pikiran buruk
75
75. Ingin bahagia
76
76. Maafkan ibu
77
77. Merindukannya
78
78. Muntah-muntah
79
79. Sebuah permohonan
80
80. Kutukan
81
81. Pertanyaan
82
82. Kehidupan sebenarnya
83
83. Balasan dari perbuatan dosa
84
84. Ancaman sang mama
85
85. Memikirkan ide
86
86. Bimbang memikirkan ide
87
87. Diusir dari rumah
88
88. Titik terendah
89
89. Merasa lega
90
90. Pembalasan
91
91. Satu-satunya harapan
92
92. Merasa bersalah
93
93. Pertanyaan dari dua ipar
94
94. Perintah Amira Tan
95
95. Gen
96
96. Keputusan Amira Tan
97
97. Kedatangan saudara tiri
98
98. Rasa ingin tahu
99
99. Kenyataan menyakitkan
100
100. Tidak merasa senang saat keinginan terwujud
101
101. Menyadarkan sang istri
102
102. Berakting penuh totalitas
103
103. Ekspresi sang istri
104
104. Sedikit sekali
105
105. Marah
106
106. Bertambah kesal
107
107. Tanggapan Arya
108
108. Bagaimana caranya?
109
109. Masakan spesial
110
110. Firasat buruk
111
111. Maafkan Ayah
112
112. Kedatangan Arya ke kontrakan Putri
113
113. Memulai kehidupan baru
114
114. Mengantarkan sahabat
115
115. Rumah kalangan bawah
116
116. Menikahkan istri dengan pria selingkuhan
117
117. Pria tidak berguna
118
118. Rasa terkejut Amira
119
119. Menunggu keputusan
120
120. Membereskan masalah
121
121. Cium aku
122
122. Kandang tikus
123
123. Parfum mahal
124
124. Aku ingin menggigitmu
125
125. Melakukan hal lainnya
126
126. Lonjakan kenikmatan
127
127. Pertanyaan
128
128. Pecahan kaca
129
129. Tatapan menusuk
130
130. Pendapat Rendi
131
131. Rencana seorang ibu
132
132. Penampilan kampungan
133
131. Menahan kesakitan
134
134. Aku akan menghabisinya
135
135. Bubar
136
136. Rencana pertama
137
137. Ingin memukul kepalamu
138
138. Calon suami baru
139
139. Menghilang
140
140. Sampah tak ternilai
141
Sampah tak ternilai
142
142. Korban keegoisan orang tua
143
143. Menarik kutukan
144
144. Karena Kecelakaan
145
145. Seperti seorang pengemis
146
146. Perasaan seorang anak
147
147. Bertahan
148
148. Bukan terlahir dari anak orang kaya
149
149. Pembicaraan belum selesai
150
150. Mengabaikan
151
151. Kepedihan hati
152
152. Rasa bersalah dan berdosa
153
153. Pindah
154
154. Bebas bermesraan
155
155. Hujan air mata
156
156. Pekerjaan baru Putri
157
157. Penderitaan
158
158. Perubahan sikap Arya
159
159. Kabut gairah
160
160. Tidak tahan hidup miskin
161
161. Perubahan sikap Arya
162
162. Menunggu penjelasan
163
163. Menunggu jawaban
164
164. Tidak tahu diri
165
165. Merasa tidak tega
166
166. Tidak akan membiarkan tidur nyenyak
167
167. Nikmati semuanya
168
168. Menyempurnakan kebahagiaan
169
169. Perasaan cemas
170
170. Tidak percaya
171
171. Kemurkaan Arya
172
172. Tidak Sesuai Harapan
173
173. Dendam dan sakit hati
174
174. Penyesalan Arya
175
175. Memisahkan
176
176. Peraduan nyaman
177
Menguji adrenalin
178
178. Bertahan
179
179. Pekerjaan tambahan
180
180. Perdebatan
181
181. Lembur di rumah
182
182. Wanita aneh
183
183. Panggilan baru
184
184. Terima hukumanmu
185
185. Butuh pelampiasan
186
186. Kedatangan istri pemilik perusahaan
187
187. Pembelaan sang ibu
188
188. Tawaran menggiurkan
189
189. Penolakan Putri
190
190. Perasaan seorang ibu
191
191. Perkembangan putranya
192
192. Lupa membawa pakaian ganti
193
193. Arya menggendong Rani
194
194. Gosip murahan
195
195. Tatapan penuh kecurigaan
196
196. Memuaskan pasangan
197
197. Merasa ngilu
198
198. Utang Arya
199
199. Merasa emosi
200
200. Berhak menikah lagi
201
201. Harapan Bagus
202
202. Perasaan Amira Tan.
203
203. Wanita terpelajar yang bodoh
204
204. Sebuah nama
205
205. Cara lain
206
206. Prasangka Buruk
207
207. Bagaikan pepatah
208
208. Rasa bersalah
209
209. Merayu suami
210
210. Rencana
211
211. Perusahaan Tania
212
212. Tunggu aku, jodohku.
213
213. Berakting
214
214. Rahasia yang terbongkar
215
215. Pikiran buruk
216
216. Menyembunyikan perasaan
217
217. Bimbang
218
218. Mimpi liar
219
219. Bekerja sama
220
220. Introvert
221
221. Kepercayaan
222
222. Aku percaya padamu
223
223. Klinik bersalin
224
224. Menunggu keputusan
225
225. Maafkan mama
226
226. Menyiapkan hati dan mental
227
227. Tuduhan tidak berdasar
228
228. Senyuman palsu
229
229. Berakting
230
230. Kabar buruk
231
231. Kecelakaan
232
232. Kekhawatiran Putri
233
233. Ayah luar biasa
234
234. Pasangan sempurna
235
235. Pertanyaan Putri
236
236. Keyakinan Calista
237
237. Tahu diri
238
238. Meminta bantuan
239
239. Mengatakan sesuatu
240
240. Penyesalan Arya
241
241. Ucapan terima kasih
242
242. Tidak mungkin
243
243. Tidak ada yang tidak mungkin
244
244. Hati terluka
245
245. Wakil presiden direktur perusahaan
246
246. Memanfaatkan keadaan
247
247. Tidak ingin goyah
248
248. Menghibur diri sendiri
249
249. Harus melihatnya
250
250. Permintaan Calista
251
251. Merasa sangat senang
252
252. Kabar terbaru
253
253. Mendapatkan sebuah jawaban
254
254. Menyembunyikan kenyataan
255
255. Keputusan Bagus
256
256. Memastikan sesuatu
257
257. Menjelaskan sesuatu
258
258. Pertanyaan Amira Tan
259
259. Talak
260
260. Rujuk
261
261. Rahasia besar
262
262. Merindukanmu
263
263. Sadar dari koma
264
264. Bayangan istri
265
265. Demam
266
266. Semoga bisa bahagia
267
267. Tatapan tajam
268
268. Kamu saja yang mengantarku
269
269. Mencari wanita yang tidak dikenal
270
270. Mengejar pria berengsek
271
271. Egois dan obsesi
272
272. Melupakan janji
273
273. Pesta ulang tahun
274
274. Membuntuti
275
275. Hotel
276
276. Pria naif
277
277. Merasa terharu
278
278. Etika kesopanan
279
279. Kehilangan jejak
280
280. Sebuah harapan
281
281. Merasa sangat lega
282
282. Meminta ganti rugi
283
283. Belum menemukan orangnya
284
284. Saingan
285
285. Pikiran buruk
286
286. Satu pertanyaan
287
287. Pergi ke pesta
288
288. Pergi ke Club malam
289
289. Mabuk
290
290. Pesan Arya
291
291. Bermesraan
292
292. Aku menceraikanmu
293
293. Menipu
294
294. Karma istri Durhaka
295
295. Tidak dianggap
296
296. Mencari tempat baru
297
297. Kecelakaan
298
298. Akibat dari kecelakaan
299
299. Kakiku baik-baik saja
300
Mengucapkan terima kasih
301
Paras cantik tidak menjamin kebahagiaan
302
302. Ikhlas menjalani takdir

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!