Sementara tangan kirinya terlihat menahan tulang rusuk wanita yang sudah berada dalam kuasanya dan tidak akan pernah dilepaskan.
Seperti orang yang sangat kehausan dan ingin segera mereguk kenikmatan dari bibir sensual itu untuk mengecap sari kemanisan yang sangat diharapkan.
Bahkan kali ini benar-benar sangat brutal karena kepalanya serasa mau meledak saat memikirkan tentang status wanita yang telah membuatnya jatuh cinta adalah wanita bersuami.
Tentu saja jantung Putri seketika berdetak sangat kencang karena merasakan bahwa Arya seperti seekor binatang buas yang mengincar mangsanya dan benar-benar ingin mengoyak tubuhnya.
'Aku benar-benar sudah gila pada Arya!' umpat Putri yang hanya bisa mengungkapkannya di dalam hati karena tidak bisa membuka mulut untuk menolak perbuatan Arya yang telah menciumnya.
Saat Putri sibuk dengan sejuta pikiran yang membuncah tentang keraguannya, ia tidak pernah berpikir akan berada pada posisi seperti ini.
Lonjakan gairah yang menunjukkan seksualitas yang mungkin saat ini bertalu-talu di dalam darahnya ketika Arya saat menciumnya dengan liar dan brutal. Hingga ia tidak bisa mengimbanginya dan membuatnya dicengkeram kegelisahan.
Ia sekarang menyadari bahwa kaum pria bersedia mengatakan apa saja untuk membawa wanita ke tempat tidur dan merasa bahwa pria yang sudah terbakar gairah itu bukanlah tipe yang seperti itu.
Membawa kerapuhan seorang wanita ke permukaan dengan mengeluarkan kemampuan hebatnya untuk merayu seorang wanita.
Saat ia ingin menghentikan perbuatan pria yang semakin membuat gelombang gairah menyeruak dalam darahnya, tangan Putri menegang dalam genggaman Arya dan ia melihat pria itu melepaskan pertautan bibirnya.
"Aku sangat mencintaimu dan benar-benar sudah gila karena sama sekali tidak mempedulikan statusmu sebagai seorang istri dari pria lain. Aku ingin sekali melupakanmu dan melepaskanmu, tapi saat kamu pergi, menyadari bahwa kamu sangat penting untukku."
"Aku benar-benar takut kehilanganmu, Putri. Jadi, jangan pergi dariku karena aku sangat mencintaimu," ucap Arya yang kini sudah merengkuh tubuh seksi Putri ke dalam pelukannya dan merasa yakin dengan keputusan yang telah diambil.
Bahwa ia tidak ingin kehilangan Putri, meskipun mengetahui bahwa wanita dengan paras cantik itu telah menikah.
"Jika kamu tidak bahagia bersama pria itu, tetaplah bersamaku karena aku akan menerimamu tanpa memikirkan statusmu.
Arya yang tadi mencium Putri, merasakan urat syarafnya menegang dan benar-benar menahan sekuat tenaga gelombang gairah yang sebenarnya sudah hampir meledak dalam jiwanya. Ia yang sudah menarik Putri lebih dekat dan hawa panas menjalari tubuhnya.
"Aku ingin kita selalu bersama dengan berbagi kebahagiaan. Aku akan memberimu kebahagiaan yang tidak pernah diberikan oleh suamimu."
Selama beberapa saat yang sangat intim karena tidak ada jarak di antara mereka saat ini. Bahkan beberapa saat lalu, ia merasakan sensasi yang memabukkan dengan kekuatan luar biasa seolah tengah menahannya untuk membalas ciuman Arya.
Ia meyakinkan pada dirinya bahwa emosi yang meningkat di dalam dirinya karena sikap lembut Arya hingga menyentuhnya secara emosional seperti ini.
Ketika pria di hadapan mengungkapkan perasaan padanya, hati Putri seperti seketika langsung mencair. Bahkan saat pria dengan wajah memerah yang terlihat jelas tengah menahan kendali diri menggapainya, ia bahkan dengan bodohnya menyusup ke dalam pelukan pria itu tanpa berpikir.
Dunia seakan menghilang di sekeliling mereka dan tertinggal hanya mereka berdua dalam pelukan erat dengan jantung berdebar dan kulit memanas.
Tidak mendengar jawaban apapun dari wanita yang berada dalam dekapannya, jemari Arya menahan kedua sisi lengan Putri setelah menarik diri.
"Kenapa diam saja? Apa kamu tidak ingin bersamaku? Apa kamu tidak menyukaiku?"
Tidak ingin pria di hadapannya salah paham, Putri refleks langsung menggelengkan kepala untuk tidak membenarkan perkataan pria yang menatapnya dengan intens.
"Tidak, bukan seperti itu."
"Lalu?"
"Aku benar-benar sangat shock. Rasanya ini semua hanyalah mimpi," lirih Putri yang kini meringis kesakitan akibat perbuatan pria yang malah terkekeh melihatnya.
Arya yang merasa sikap Putri sangat menggemaskan, refleks langsung mencubit gemas lengan yang berada dalam kuasanya.
"Ini bukan mimpi. Apa sekarang kamu sudah menyadarinya?" ucap Arya yang kini beralih mengusap lembut pipi putih Putri. "Aku benar-benar mencintaimu dan ini semua bukan mimpi."
Tanpa membuang waktu, Arya kini sudah berjalan menuju ke mobil dengan menarik pergelangan tangan kiri Putri dan sangat yakin bahwa wanita itu tidak akan menolaknya lagi.
"Ikut aku."
"Kita mau ke mana?" tanya Putri yang kini sudah berjalan mengikuti langkah kaki pria yang telah berhasil memporak-porandakan hatinya.
Tidak hanya itu saja, kini ia mengulas senyuman saat merasa sangat bahagia. Berbeda dengan beberapa saat lalu merasa sangat sedih. Wajahnya yang tadi dipenuhi air mata, kini berubah berbinar dan tidak berkedip menatap punggung lebar kokoh pria yang baru saja membukakan pintu untuknya.
"Masuklah, aku ingin mengajakmu ke suatu tempat." Arya yang terlihat serius, kini ingin mengajak Putri ke tempat yang lebih privat agar bisa berduaan dengan wanita yang telah berhasil membuatnya tergila-gila.
Sementara itu, Putri yang merasa sangat penasaran, kini mengerutkan kening karena ingin mengetahui Arya mengajaknya ke mana.
Begitu mendaratkan tubuhnya di kursi depan dan Arya menutup pintu, ia pun melihat pria dengan paras rupawan tersebut berjalan memutar mobil dan masuk ke dalam. Begitu duduk di balik kemudi, ia kini kembali bertanya.
"Jangan membuatku penasaran. Cepat katakan padaku, kita mau ke mana?"
Arya yang baru saja menyalakan mesin mobil, kini bergeser untuk memasang sabuk pengaman Putri. Posisinya yang kini saling berdekatan, membuat ia sangat dekat dan bisa sewaktu-waktu meraup bibir sensual yang tadi diciumnya.
Saat ia memasangkan sabuk pengaman, berbisik di dekat daun telinga Putri untuk menggodanya. "Apa kamu tadi tidak melihat pandangan orang-orang yang melintas saat aku menciummu? Aku ingin ke tempat yang lebih tenang agar bisa berduaan denganmu."
Putri yang kini mengerjapkan kedua mata dan menelan kasar salivanya, merasa sangat gugup saat berada pada posisi sangat intim dengan pria yang melihatnya dengan tersenyum smirk.
"Tempat yang lebih tenang?"
"Iya."
"Kamu tidak berpikir untuk mengajakku ke hotel, kan?" tanya Putri yang kini ingin mencari tahu kebenaran dari tebakannya.
"Boleh juga," jawab Arya yang kini terkekeh geli dan mengemudikan mobil dan membelah kemacetan kota Jakarta.
Sementara itu, Putri yang merasa sangat gugup, sangat kebingungan harus menanggapinya apa.
'Apa Arya sedang berpikir aku adalah seorang wanita murahan? Hingga ia langsung mengajakku ke hotel begitu menyatakan cinta padaku. Apa ia hanya memanfaatkanku dan langsung meninggalkan aku setelah berhasil mendapatkan tubuhku?'
Berbagai macam pertanyaan kini menari-nari di otak Putri dan benar-benar mengganggu pikirannya. Ia tidak bisa bertanya pada Arya karena tidak ingin dianggap tidak mempercayai pria di balik kemudi tersebut yang sedang sibuk mengemudi, sehingga hanya bisa diam dan bertanya-tanya di dalam hati.
To be continued...
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 302 Episodes
Comments
Ganuwa Gunawan
inget anak putri panggung
2022-10-01
0