Hari itu, wajah Ray lebih sendu dari sebelumnya.. Nala tidak pernah lupa tentang garis wajah yang menatapnya nanar.
Langkah Nala terasa berdetak lambat saat tangan Ray menyambut tangan lainnya dan mengucapkan nama wanita yang selama ini sangat mencintai laki-laki itu. Diiringi gemuruh suara bahagia semua orang yang mengatakan "SAH".
"Ray, ku berdoa yang terbaik untukmu.." batin Nala
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arunikaruby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sebuah Cerita Tentang Kita Dan Rasa Komentar