NovelToon NovelToon
Penjara Cinta Tuan Muda

Penjara Cinta Tuan Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Fanfic / Contest / Nikah Kontrak
Popularitas:5.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: AngelKiss

Erika yang merupakan gadis cantik dan baik, harus menikah kontrak dengan pria yang sudah merebut kesuciannya.

Perjanjian mereka hanya sampai Erika melahirkan seorang anak untuk Bima.

Tanpa di duga Erika melahirkan bayi kembar, tapi Erika tapi dia merahasiakan dirinya mengandung bayi kembar. Dan setelah lahir, Erika mengambil salah satu dari bayinya, dan satunya lagi di ambil oleh Bima.

Akankah Erika bisa bertemu lagi dengan bayi kembarnya yang bersama Bima, dan apakah Bima dan Erika bisa menjadi keluarga.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AngelKiss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kau harus mempelajarinya

Erika kini berada di depan meja makan, meja makan yang di penuhi oleh berbagai macam hidangan lezat.

"Jika Rara, Rere dan ibu ada dan bisa makan makanan ini, pasti mereka akan senang."

Bima memicingkan matanya saat melihat Erika yang hanya melamun tanpa menyentuh makanannya.

"Makanlah, sebelum aku membalikkan meja ini."

"Ba..ik"

Erika langsung memakan makanan miliknya dengan pelan, entah kenapa nafsu makannya hilang. Dia teringat terus kepada ibu dan juga kedua adiknya.

"Tu..an.."

Bima yang sedang makan pun langsung menoleh pada Erika.

"Ada apa?"

"Bolehkah saya melihat kedua adik dan juga ibu saya..."

Bima yang mendengar permintaan maaf Erika, hanya menyunggingkan ujung bibirnya. "Cih, kau hanya boleh pergi dari sini saat aku sudah bosan denganmu."

Tubuh Erika kembali melemas. Erika yang seketika langsung terbawa Emosi, cukup baginya untuk diam selama ini.

"Anda tak berhak mengatur hidup saya..."

Keadaan pun seketika langsung berubah mencekam, para pelayan langsung menatap takut ke arah Bima yang sedang menatap tajam Erika.

"Aku manusia, aku bukan barang yang bisa kau mainkan saat kau ingin. Aku punya harga diri, dan kau tak berhak mengurung ku di sini. Kau bukan suami ku, kau pun juga bukan keluarga ku. Kau hanyalah orang asing yang tiba-tiba mengurung ku di sini dengan sesuka hati mu..."

"Apa sudah cukup bicaranya?"

Bima perlahan bangkit dari tempat duduknya, dengan wajah tanpa ekspresi. Bima langsung membalikkan meja makan tersebut.

Meja makan yang cukup berat itu mampu di balikkan dalam sekejap mata. Erika hanya bisa diam dengan tubuh gemetar karena takut.

"Aww..."

Erika berusaha menahan rasa sakit saat Bima mencengkram dagunya, dengan mata yang berkaca-kaca Erika menatap mata Bima yang sedang menatap tajam ke arahnya.

"Kau hanyalah wanita hina yang tak pantas untuk di hargai, dan kau harus sadar dengan status mu. Jangan punya pikiran untuk kabur dariku, kau tak akan pernah bisa pergi dari cengkraman ku. Mau kemana pun kau pergi, aku pasti bisa menemukan mu dengan mudah.."

Bima pun langsung menghempaskan wajah Erika sampai dia tersungkur ke lantai, dengan tatapan dingin Bima berjalan meninggalkan Erika.

Erika hanya bisa menahan tangisannya, lalu beberapa pelayan langsung membantu Erika berdiri.

"Kami obati lukanya yah, non."

Erika hanya menganggukkan kepalanya, perlahan Erika di tuntun menuju sofa.

...

Hari sudah mulai menjelang siang. Erika hanya berdiam diri di balkon kamarnya, dia melihat pemandangan Villa yang sangat indah dan juga tenang.

Tenang? Ya, tenang sampai orang-orang tak mendengar suara minta tolong nya.

Erika sedikit menyunggingkan ujung bibirnya, Erika ingin tertawa, lebih tepatnya menertawakan takdir hidupnya yang sangat gelap.

Kini dia terperangkap dalam takdir yang seperti lubang hitam di galaksi, ingin rasanya Erika lepas dari takdir yang telah membelenggu hidupnya.

Dia seperti seekor burung kenari yang berada di sebuah sangkar yang terbuat dari emas, meski indah tapi tak bisa membuatnya bahagia. Seekor burung yang hanya di jadikan mainan pemiliknya sampai dia bosan atau sampai burung itu mati. Begitulah Erika saat ini.

Brak...

Suara pintu kamar terbuka dengan kasar, menampilkan Bima dengan seorang perempuan cantik.

"Ah, kamu nakal."

Langkah wanita itu langsung terhenti saat melihat Erika yang berada di balkon kamar.

"Siapa dia?"

"Em.. Ah, dia Erika. Mainan baru ku."

"Ah, mainan baru rupanya."

Wanita itu menekankan kata 'Maninan baru' sambil menatap hina ke arah Erika.

"Erika, kemari.." Bima memanggil Erika, dan perempuan di sampingnya hanya tersenyum mengejek ke arah Erika.

"A..da apa?"

"Kenalkan ini Gina."

Bima mengenalkan Gina ke Erika, sambil mencium pipi Gina.

"Untuk apa pria brengsek itu, mengenalkan wanitanya kepada ku. Memangnya apa urusannya dengan ku."

Erika hanya menatap datar kedua pasangan itu yang sedang memadu kasih.

"Menjijikkan.." Gumam Erika.

"Apa kau bilang?"

Gina yang mendengar ucapan Erika langsung memicingkan matanya, perlahan Gina bangkit dari ranjang dan menghampiri Erika.

Plak...

Gina menampar keras pipi Erika, tapi Erika hanya diam dengan wajah tanpa ekspresi miliknya.

Tamparan itu tak sebanding dengan rasa sakit dan juga penderitaan yang dia alami.

Plak...

Sekali lagi Gina kembali menampar Erika, dia benci melihat wajah tanpa ekspresi milik Erika. Yang dia ingin lihat adalah wajah kesakitan dan air mata permohonan.

"Hentikan.."

Bima dengan santainya menatap Erika, "Kemari lah, Gina."

Dengan senang hati Gina menghampiri Bima, "Erika, aku dan Gina akan bercinta. Dan kau harus melihat bagaimana Gina memuaskan ku di ranjang, dan kau harus pelajari semua yang Gina lakukan."

Bima mengatakan hal itu sambil tersenyum ke arah Erika.

Tapi berbeda dengan Erika, dia menatap tak percaya ke pria di hadapannya itu. Bukan hanya b*jingan tapi pria itu juga tak tahu malu, dia mempertontonkan aibnya ke orang lain.

Lalu Bima langsung memulai aksinya, dia menciumi Gina penuh nafsu, tapi sesekali matanya melirik.

"Ah, Bima... Enak.."

Terdengar desahan menjijikkan keluar dari mulut kecil Gina, ingin rasanya Erika pergi dari tempat itu. Tapi dia tak bisa, Erika hanya bisa berdiri layaknya patung.

Kini Bima sampai ke tahap dimana, dia akan menyatukan tubuhnya dengan Gina.

Gina yang tersenyum senang saat Bima melakukan hal itu, sesekali matanya pun melirik Erika.

"Ah, Bima...."

Suara Gina terus bergema di kamar itu, Erika hanya bisa menahan dirinya sendiri. Matanya sudah ternodai dengan pemandangan hina seperti ini.

...

Sudah 1 jam berlalu.

Gina yang sedang tertidur dengan selimut yang membungkus tubuhnya.

Bima mulai menghisap rokok miliknya, lalu matanya melihat ke arah Erika yang menatapnya tanpa ekspresi.

"Ah, bagaimana. Apakah kau sudah belajar?"

Pertanyaan itu di iringi dengan nada ejekan dari Bima. Tapi Erika hanya diam tanpa menjawab pertanyaan Bima.

"Cih, singkirkan wajah datar mu itu. Aku tak suka."

Tapi Erika hanya diam sambil menatap Bima tanpa ekspresi sedikit pun, "Menjijikkan.."

Terdengar satu kata dari mulut Erika, dan Bima langsung menatap tajam wanita itu.

"Apa kau bilang.."

"Menjijikkan.."

"Menjijikkan kau bilang, bukannya kau juga sama menjijikkannya dengan ku. Erika."

Deg...

Mata Erika langsung membulat saat Bima mengatakan hal itu.

"Kenapa kau diam, mau sampai kapan kau berprilaku layaknya wanita suci. Tapi nyatakan kau juga sama menjijikkannya seperti seorang p*lacur."

Erika langsung menutup matanya, dia tak ingin mendengar ucapan dari Bima.

"Aku tak sama dengan p*lacur."

Erika langsung menutupi kedua telinganya, dia tak ingin mendengar ucapan jika dirinya sama dengan p*lacur.

"Cih, bukannya kau juga menikmati sentuhan dariku Erika. Kau munafik. Kau berpura-pura suci tapi kau tak jauh beda dengan mereka.."

"Hiks.. Hiks.. Hiks.. Tidak.... Aku bukan p*lacur."

1
ayu cantik
bagus
Tining Revi
kenapa yg mual dan muntah bukan bima aja sih thor.
Adawiyah Bulia
Luar biasa
Safa Almira
karin tak sleding kamu
Safa Almira
yey
Dewi Soraya
nah gt smoga karin berubah g sombong lg
Dewi Soraya
hais sdr kembar ko yg 1 sifatny kyk pelacur
Dewi Soraya
oon sih jd org.rmh ko g da cctv
Dewi Soraya
org kaya rmh g da cctvny.oon bngt itu bima g tw pp jk istriny disiksa m pelakor
Dewi Soraya
mati aj loe karin mg u dilecehkan org2 dg memvabi buta
Dewi Soraya
klo hima dh bucin tinggal aj kelakuan kyk binatang
Yudi Jebaru
Kecewa
Yudi Jebaru
Buruk
Reni
ne ceritanya gak ada kelanjutannya ya Thor🥹
aira aira
lucu
Mer Merry
bagus cerita nya
Tarmi Widodo
bagus y karin di culik di gilir sana preman😊
Tarmi Widodo
pengen tonjok si bima
Nurhayati Nia
thor aku singgah di karyamu
cipaa ✨
sedih lo ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!