NovelToon NovelToon
Yogyakarta Dan Ararya

Yogyakarta Dan Ararya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:540.7k
Nilai: 5
Nama Author: margaretha.chi

Yogyakarta selalu menjadi saksi hubungan percintaan seorang gadis bernama Clara Audra.

Perbedaan keyakinan, restu orangtua, dan perselingkuhan mewarnai perjalanan cintanya.

Kini hatinya tertambat pada sahabatnya sendiri, seorang arsitek tampan bernama Daniel Ararya.

Namun, masa lalu Ararya yang selalu hadir di tengah hubungan mereka, membuat Clara menaruh keraguan dengan apa yang telah ia jalani selama ini.

Gagalnya rencana pernikahan Ayu (sahabat perempuannya) karena sebuah perselingkuhan, juga menjadikan Clara semakin ragu untuk melangkah maju di detik-detik menuju pernikahannya dengan Ararya.

Akankah Ararya mampu meyakinkan hati Clara untuk sepenuhnya menerima dirinya menjadi pasangan hidup?

Ataukah Ararya akan kembali kepada masa lalunya dan menorehkan luka yang sama pada hati seorang Clara Audra?

Kisah ini diangkat berdasarkan dari beberapa kisah nyata serta dari beberapa sudut pandang yang berbeda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon margaretha.chi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Melepas Rindu

Mereka berdua menikmati suasana Jogja dengan motor putih itu. Memang menikmati Jogja dengan motor berasa lebih berbeda. Mereka mengingat masa kuliah mereka dulu, Arya memang sangat hobi motoran ke kampus, daripada naik mobil. Alasannya sih simpel, katanya biar nggak banyak cewek yang naksir. Motornya pun juga bukan motor yang bagus saat itu, biasa saja. Tapi alih-alih dijauhi cewek-cewek, malahan masih tetap banyak cewek yang ngantri jadi pacarnya tuh.

"Ra, nasi kuning yang jualan di depan toko foto copy tu masih buka nggak sih?" tanya Arya sambil tetap melajukan motornya.

"Masih kok, orang aku masih sering beli buat dibawa ke kantor."

"Yaudah, mau makan itu nggak?" tawar Arya.

"Terserah..aku apa aja hayukkk..!"

Clara bukan type cewek yang pemilih dalam urusan apapun. Mau makan apa aja oke, mau naik apa aja juga nggak masalah. Dia type cewek idaman sih sebenarnya. Cantik iya, pinter iya, mandiri iya, nggak ribet iya, dan masih banyak lagi, tapi selalu berujung kandas di tengah jalan.

Ya namanya juga belum jodoh.

..........

"Bu, nasi kuning 2 nggih pakai telur setengah.." ucap Clara.

"Waahh..mbak, akhirnya bawa pacarnya..bagus ayu cocok lho mbak.." ucap ibu penjual nasi kuning itu sambil menatap Arya yang berjalan ke arahnya.

"Ehhh..ehmm..bu.." jawab Clara terpotong.

"Makasih lho bu, doain langgeng nggih bu.." sahut Arya sambil tersenyum, lalu menatap Clara dan mengedipkan salah satu matanya.

Dan jawaban itu hanya disambut dengan lirikan Clara. Arya selalu membuatnya bisa diam seribu bahasa.

Mereka sangat menikmati sarapannya kali ini, nasi kuning kesukaan mereka dari jaman kuliah.

..........

Rumah Ardhana

"Monggo mas Arya masuk.." sapa tukang kebun sambil menarik pagar rumah Ardhana.

"Nuwun pak.." balas Arya.

"Waaaa..aku pikir sendirian, ternyata ada yang nemenin.." sambut Ardhana, dengan senyum jahilnya.

"Ada yang minta ditemenin motoran sama sarapan.."sahut Clara,lalu memeluk erat orang yang sudah dianggap masnya itu.

"Lhoh..kenapa? Dia nggak macem-macem kan?" ucap Ardhana, setelah mendapatkan reaksi Clara memeluk erat dirinya.

"Kangen ibu..." jawab Clara manja.

"Wong kangen ibu kok, nubruk aku..yawes sana masuk.."

Baru Clara mau masuk ke rumah, ibu Wati berjalan keluar menuju teras di mana mereka berdiri sekarang.

"Lhohhh...anak ibu..akhirnya datang..! Lho..sama Arya..darimana kok pagi-pagi?" sapa ibu Wati yang langsung disusul dengan pelukan Clara.

"Kangen.." ucap Clara sambil memeluk ibu Wati.

"Pagi bu.." sapa Arya , sambil bersalaman dan mencium tangan ibu Wati.

"Yawes..masuk yukk..bantuin ibu ke dapur, bapak juga di dalem. Wes sarapan durung?"

"Udah kok bu..tadi Arya pengen nasi kuning.." jawab Clara sambil masuk ke dalam rumah menuju dapur. Sedangkan Arya masih bersama Ardhana di teras.

..........

Arya

Arya lebih memilih merebahkan dirinya di kursi teras.

"Motormu ndi mas? (Motormu mana mas)" tanya Arya sambil mengedarkan pandangannya ke halaman rumah itu yang sangat luas.

"Ning garasi, wes ra tau tak nggo kok Ya (Di garasi, udah nggak pernah aku pakai).."

"Eman mas, tak nggone kene..(sayang mas, tak pakai aja sini)..hoaaahhmm.." ucapnya sambil menguap.

"Terus abis ini kamu mau kerja di mana Ya?"tanya Ardhana, lalu menyeruput teh hangat.

"Nerusin bapak mas di sini, tapi paling juga wira-wiri Yogya-Bali. Kalau hotel kan nggak harus ngantor mas, jadi paling ya nggarap proyek-proyek aja." Arya menjelaskan sambil bersandar di kursi dengan kepala yang ditopang oleh kedua tangan di belakangnya, seraya menatap yang ada di atas matanya.

"Nggak pengen ngerjain proyek bareng Clara? Dia sekarang mulai masuk interior lho..cah kui memang multitalenta.."

"Nahh itu..kemarin baru aku pikirin pas liat project interior dia di kantor.." ucap Arya sambil menekuk jari telunjuknya di depan mulutnya, sambil mengangguk-anggukan kepalanya.

"Kan lumayan biar bisa makin deket sama calon istri.." lirik Ardhana ke arahnya.

Arya pun langsung menoleh dan menatap ke wajah Ardhana sambil tersenyum.

"Halahh, aku kan ngerti koe pie (aku kan tahu kamu gimana).." sahut Ardhana sambil memakan roti panggang coklatnya.

"Tapi kadang nggak enak mas sama Rendra. Ngerti sendiri lah gimana.."

"Rendra boleh suka sama Clara, tapi Clara kan juga berhak memilih. Dan sejujurnya Clara pernah bilang, Rendra nggak akan pernah mungkin bisa sama dia. Ngerti lah pie (ngerti lah gimana), bagi Clara kalau masalah keyakinan udah beda, dia nggak pernah mungkin melangkah, walaupun sebenarnya keyakinan Rendra nggak jauh beda sama kita. Makanya Rendra pun juga udah bilang sama aku, hubungannya ke Clara bakal cuma jalan di tempat, karena nggak akan pernah ada yang mau ngalah." Arya mendengarkan secara pasti cerita Ardhana barusan,ia tak akan pernah melangkah lebih sebelum benar-benar ada lampu hijau dari Clara, karena kalau ada apa-apa ia akan mempertaruhkan persahabatannya ini.

"Majulah mesti menang kok, aku yakin.."imbuh Ardhana, yang langsung disambut senyum merekah dari Arya.

"Terus kamu pie mas sama Greesa?" Arya ingin mendengarkan cerita pertengkaran hebat itu langsung dari Ardhana.

"Ya ngono lah Ya, masih banyak pandangan yang perlu disatukan. Greesa sangat mencintai profesinya, dan aku sebenarnya juga tidak masalah, asalkan nanti saat menikah dia tau kodratnya sebagai wanita. Bukan berarti harus berhenti bekerja lho ya, tapi lebih menyesuaikan waktu aja. Lha kemarin itu dia minta pernikahan kita maju, tapi kan aku nggak segampang itu pindah kan Ya." ceritanya sambil terus melahap rotinya.

"Aku baru bisa pindah dari Yogya 6 bulan lagi. Sekitar 2 bulan lagi lah aku baru bisa ngelamar di Jakarta. I need more time. Aku kan nggak bisa pindah ke kota lain dalam keadaan jobless. Ya walaupun secara finansial aku masih sangat mampu, tapi kan kita cowok. Gimana sih? Ngerti kan? Tapi akhirnya dia mau ngerti sih. Jadi ya udah baik-baik aja, udah clear." Arya menganggukan kepalanya sebagai tanda mengerti cerita Ardhana.

"Ya namanya hubungan nggak mungkin mulus kan mas.." senyum Arya.

"Yang penting diomongin, apapun resikonya.." imbuh Ardhana, sambil mengacungkan jari telunjuknya.

................

Clara

Clara yang sedari tadi membantu bapak dan ibunya Ardhana. Bapaknya Ardhana memang hobi masak, apalagi kalau weekend seperti ini.

"Ra..sekarang kamu sama Arya?" tanya ibunya Clara, sambil memotong sayuran.

"Ehhmm..nggak sih bu, ehh..nggak tau sih bu lebih tepatnya..dia juga barusan pulang, baru ketemu 2 hari ini.."

"Ohh..dadi cah kui durung menyatakan cintanya (belum menyatakan cintanya)?" sahut bapaknya Ardhana, sambil menumis bumbu.

"ihh bapak.." Ibunya Ardhana langsung menyenggol pinggang suaminya dengan sikunya.

"Lhohh..lak bener..tapi bapak ibu sih setuju Ra kalau kamu sama Arya." jelas bapaknya Ardhana. Clara hanya tersenyum saja sambil mengingat setiap godaan Arya kepada dirinya.

"Emang bener dia suka sama aku?"tanyanya dalam hati.

"Bu..gek ndang cepet, iki bawange selak gosong (cepetan, bawangnya keburu gosong)..!"

Bapaknya Ardha memang tampak selalu kompak dengan istrinya, seperti bapak ibunya Clara, begitupun juga dengan orangtua Arya.

......................

1
ika
bapak ma anak berasa teman
suka dech
eMakPetiR
berusaha mngingat teman2nya Clara
sakha putra
reno-teman sakha
ardhana- kkak angkat Clara
narendra
arya


akeh e 😅
eMakPetiR
lompat dimari nih aq
Rosdiana Niken
cerita yang sangat bagus 👍👍👍
Lia Kiftia Usman
indah...u dinikmati.., baca ulang ini yg ke 2..masih tetap indah bacanya, karna saya juga dikelilingi sahabat2 terbaik hingga kini dari putih biru... rasa bahagia mempunyai sahabat ... tak ternilai.
Nani Desmiwati
keren
Ara
bahasanya jadi kangen teman2 kuliah 😭😭
haniaz
eng ing eng,,,,,
siapa ituuuuu,,,,,
jreng jreng jreeeeeeeeengggggggg😜😜😁😁
haniaz
waaahhh cucoookkk
gooodds
gue suka gaya lo mas bro arya😜
Regita Regita
sampai di bab ini,ceritamu bagus,tata bahasanya enak,penulisannya rapih.alur ceritanya ringan dan mudah di mengerti ,bacanya juga enjoy.jadi good..aku suka sampai lanjut terus bacanya marathon.terimakasih Author.💖
Rizkha Nelvida
makasih mbak 🤗
Rizkha Nelvida
mampir,,karena nengok ada komen dr Mak sephinasera👏☺️
trisep
kesini gara2 mak sera. ceritanya ringan. asik sihh.. keren abis.
ada Rendra jadi inget sama Anggi 🤭
salam kenal kayanya seru nih ngingetin pas jaman sekola 🤭
Siti Fajar Herlina
Lanjut Asa Lara Narendra
Siti Fajar Herlina
Ayu klw emang blm bisa terima apa yg Bagas lkkn dulu lbh baik dilepaskan sj benahi DL hatimu. bukan DG jalan gitu tp hatimu bimbang Dan ragu ngak baik klw dilanjutkan kalian akan sama2 terluka nantinya...
Siti Fajar Herlina
Asik Kali ya pny calon kyk Arya lucu ketawa trs...
Siti Fajar Herlina
Wah wah lanang hobi ghibah jg tho... pas baca awal Ora ngudeng "menarik" opo iki ternyata eh ternyata dasar ya...
Siti Fajar Herlina
ikutin Mak Sera ah...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!