NovelToon NovelToon
EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

EMPAT SEKAWAN LOVE STORY

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Keluarga / Tamat
Popularitas:7.9M
Nilai: 5
Nama Author: Me Nia

Season 2 novel SANG PENGASUH

Arya, Ricky, Rendi, dan Wiliiam, adalah empat pria tampan sold out yang telah menjalani senasib sepenanggungan gagal malam pertama karena kejahilan diantara mereka. Menjalani kehidupan rumah tangga tidak selancar jalan tol. Keempatnya mengalami ujian.

Diantaranya, Arya. Kemunculan salah satu keluarga yang dikira telah meninggal, hadir mengusik ketenangan rumah tangganya.

Pun dengan Rendi. Kedatangan adiknya dari Turki dan kini tinggal bersamanya malah membuatnya was-was.

Kisah kehidupan keempatnya, author kemas dalam satu bingkai cerita.

Kisah ini hanya fiksi. Jika ada kesamaan nama, tempat/perusahaan itu hanya kebetulan semata.

Selamat menikmati kisah yang bisa membuatmu senyum-senyum sendiri.


Cover free by pxfuel
Edit by me

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Me Nia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

10. Maafkan Aku

"Sudah ya nangisnya, nanti pusing. Ayo cerita sama Mama, ada masalah apa hm?" Setelah beberapa saat membiarkan Marisa menangis agar perasaannya lebih ringan, barulah Mama Rita bertanya. Ada Papa juga Andina ikut menemaninya di ruang keluarga.

Marisa memperbaiki duduknya, setelah puas menumpahkan air mata di pangkuan Mama. Dengan sesekali terisak, Marisa menceritakan apa yang telah terjadi tadi pagi.

"Dia bukannya terima salah, malah membentak aku. Aku sakit hati, Ma." Marisa menyeka air matanya yang masih saja luruh membasahi pipi.

"Apa Rendi melalukan kekerasan fisik sama kamu?" tanya Mama memastikan. Marisa menjawabnya dengan gelengan kepala.

"Sa, Rendi adalah laki-laki yang kamu pilih secara ikhlas untuk menjadi suamimu, bukan karena pilihan Papa sama Mama. Itu artinya, baik buruknya, kekurangan dan kelebihannya, harus kamu terima. Tugas suami istri itu saling mengingatkan. Jika suami berbuat salah, kamu wajib menegurnya dan menasehatinya dengan cara yang baik jangan dengan marah." Papa berkata dengan lembut, memberikan nasehat untuk sang putri.

Andina ikut menyimak nasehat dari Papa Roby karena juga berguna untuk dijadikan pelajaran untuknya.

"Gimana aku nggak marah Pa, melihat dengan mata kepala sendiri Kak Rendi peluk-pelukan sama wanita lain." Marisa sedikit tak terima dengan pernyataan Papa nya yang seolah menyalahkannya juga, karena marah kepada Rendi.

"Iya, itu manusiawi. Tapi jangan lama-lama marahnya. Kalau Rendi sudah bilang menyesal dan minta maaf, kamu harus maafkan dia. Ini ujian rumah tangga, nak. Jangan membiarkan masalah berlarut-larut, nanti bisa jadi celah untuk orang ketiga masuk."

Marisa tercenung. Kalimat terakhir Papa mengena di hatinya. Benar juga, jangan sampai ada orang ketiga yang mengambil keuntungan dari pertengkarannya.

"Kamu sayang nggak sama Rendi?" Mama yang kini berbicara.

"Iyalah Ma," Marisa menjawab pendek.

"Kalau sayang, maafkan kesalahannya dan minta dia berjanji untuk berubah. Kalau Rendi sayang sama kamu, dia akan minta maaf dan datang menjemputmu. Pengalaman Mama nih ya, marahan itu nggak enak nggak betah. Secepat mungkin ingin segera diselesikan. Jadi salah seorang akan mengalah untuk meminta maaf. Meski mengalah itu bukan karena bersalah, tapi demi mengalahkan ego. Betul kan Pa ?"

Papa membenarkan perkataan Mama. "Pokoknya, rumah tangga itu belajar seumur hidup. Siapa yang mampu melewati ujian demi ujian, maka akan selamat sampai akhir hayat."

"Ya sudah, kamu tenangkan diri dulu ya nak. Mama sama Papa mau pulang. Kamu mau di sini atau ikut Mama?"

"Aku di sini saja, Ma," jawab Marisa parau. Air matanya sudah kering setelah mendapat wejangan demi wejangan dari orangtuanya.

.

.

.

"Sa, tadi suamimu datang menyusul. Tapi sama Mas Arya ditahan, jangan dulu masuk. Biar kamu bisa tenangin dulu." Andina mulai bersuara setelah Mama dan Papa pulang dengan membawa Athaya yang akan diajak ke Lembang untuk mengontrol perkebunan.

"Benarkah teh?" Marisa menolehkan wajahnya menatap Andinya yang duduk di ujung sofa.

Andina mengangguk. "Mukanya kusut, kelihatan banget merasa bersalahnya."

"Ya Allah, hubby. Aku jadi kasihan. Jangan sampai dia nggak fokus saat bekerja. Haruskah aku kasih pesan agar semangat dan fokus? Ah tidak. Dia harus mendapat efek jera dulu." Perang batin terjadi dalam hati Marisa.

****

Siang hari, mobil Rendi terparkir sempurna di halaman rumah Arya usai dibukakan gerbang oleh Kang Adang. Security itu sudah mengenali wajah sang tamu karena tadi pagi sudah melihatnya.

Setelah mengucap salam, Rendi menghampiri Andina yang sedang menimang Baby Aqila.

"Teh Andin, Marisa di mana?" Rendi menatap sekeliling mencari keberadaan sang istri.

"Di kamar Athaya, Om Rendi." Andina menjawab dengan menirukan suara anak kecil.

"Tadi abis sholat, mengantuk katanya. Langsung saja ke atas. Kamar Athaya yang pintunya sebelah kiri," lanjut Andina.

Rendi langsung menaiki anak tangga setelah mengucapkan terima kasih.

Dengan perlahan, Rendi membuka pintu kamar. Pandangannya terkunci menatap istrinya yang terlelap dengan rambut panjang dibiarkan terurai. Ia mendekati ranjang, menatap wajah cantik sang istri penuh cinta. Setengah hari tak bertemu karena ganjalan masalah, membuatnya merindukan Marisa.

Rendi ikut berbaring di belakang Marisa, mendekap tubuh istrinya dengan erat. Gerakannya membuat Marisa terusik dan membuka matanya. Ia kenal dengan aroma tubuh dan lengan kokoh yang mendekapnya.

Marisa berusaha membalikkan badannya, namun ditahan oleh Rendi. "Tidur saja, yank. Aku hanya ingin mendekapmu, aku kangen--" Rendi mempererat pelukannya. Diciuminya rambut sang istri yang harum lembut.

"Maafkan aku, yank. Aku sadar, sikapku salah. Aku telah khilaf. Sudah terbawa dengan gaya pergaulan dia." Rendi berkata lirih di belakang telinga istrinya itu.

Marisa memejamkan mata, merasakan sentuhan, menyelami intonasi penuh penyesalan suaminya. Kelebatan adegan pagi itu membayang di pelupuk mata. Badannya ingin berontak melepaskan diri dari pelukan Rendi, namun hati berkata sebaliknya, menginginkannya. Pelukan hangat sang suami selalu membuat nyaman dan tenang.

"Yank, bicaralah. Aku harus apa agar kamu mau memaafkanku. Setengah hari ini fokusku kacau karena kamu pergi dariku." Rendi membelai rambut Marisa, menyibak rambut yang menutupi pipi putihnya.

"Katanya tadi menyuruhku tidur, sekarang menyuruhku bicara. Jadi harus mana dulu?" Marisa akhirnya berbicara, meski masih membelakangi suaminya.

Rendi tersenyum lebar dibalik tengkuk Marisa. Ia bahagia, bisa mendengar lagi suara manja sang istri.

Rendi menarik tubuh Marisa hingga posisinya telentang. Marisa menundukkan pandangan saat mata mereka beradu. Wajahnya masih terlihat sembab bekas menangis, membuat Rendi merasa makin bersalah telah menyakiti istrinya, membuatnya menangis.

"Ayang, maafkan aku ya, plis!" Rendi menatap Marisa dengan tatapan memelas, penyesalan tampak di wajahnya.

"Kak Ren, pernah bilang. Kita harus belajar menjadi muslim yang taat menjalankan perintah agama. Tapi nyatanya--" Marisa berkata datar tanpa melihat Rendi. Pandangannya lurus menatap langit-langit kamar.

"Kamu berhak menghakimiku, yank. Aku memang salah."

"Kali ini aku maafkan, tapi kalau diulang lagi, aku akan pergi dari hidupmu!" Kali ini Marisa menatap galak kepada Rendi.

"Tidak-tidak. Jangan pernah pergi dari hidupku, Yank. Hanya maut yang bisa memisahkan kita." Rendi kembali memeluk Marisa dengan erat. Cukup hari ini dirinya merasa ditinggalkan, besok-besok tidak mau lagi.

"Kak Ren, jangan lupa tobat sama Allah karena sudah berbuat maksiat." Marisa belum bisa berkata lembut, nada bicaranya masih ketus. Meski sudah memaafkan, tapi rasa kesal belum sepenuhnya hilang.

Rendi menganggukkan kepalanya dengan kuat. Ia berjanji untuk bertobat, memohon ampunan Allah.

"Yank, jangan panggil aku Kak Ren. Aku kangen panggilan mesramu. Mana coba?" Rendi mengusap lembut pipi Marisa, berusaha membuat istrinya tersenyum kembali.

"Hubby."

"Nah itu. Ulangi lagi Yank, tapi dengan senyum ya."

"Hubby--" Marisa berkata manja, diiringi senyuman manis dan tatapan lembut.

"Ah, sayang. I love you." Dada Rendi terasa plong karena mendapatkan kembali keceriaan sang istri. Ia menciumi seluruh wajah sang istri dengan berbinar.

"Tunggu! Tadi cewek itu mencium di mana? Aku akan menghapusnya." Marisa menahan bibir Rendi yang tak henti menciumi wajahnya.

Rendi sejenak terkaget. Tanpa suara, ia menunjukkan bagian pipi kanannya.

"Sini!" Marisa menarik wajah Rendi. Mencium habis seluruh bagian pipi kanan suaminya itu. "Tidak boleh ada jejak wanita lain di tubuh suamiku. Baju yang tadi dipakai, kasihkan ke orang lain!"

Rendi tersenyum meski istrinya kembali galak. Ia mengangguk untuk menuruti semua permintaan Marisa.

...SIAPAPUN PERNAH SALAH...

...Setiap manusia memiliki kesalahan...

...Dan sebaik-baik orang yang bersalah adalah mereka yang bartaubat....

...(HR. Ahmad)...

1
Miftah Hasan
good job
Hasanah Purwokerto
Baca ulang untuk yg ketiga kalinya...😂😂😂😂
Rusmini Mini
keren /Good//Good//Good//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
sebenarnya masih penasaran dgn kasusnya Rendi dan Vivian tp kok sdh di cut,ya sutralah penting Me_Nia happy dan bisa berkarya lebih baik lagi lop yu Me_Nia sekebon /Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Rusmini Mini
ikut berbahagia dgn kehamilan Safa dan mbk Uci /Cry//Cry//Cry/
Rusmini Mini
biasanya menuju bab akhir ceritanya sll boring dan menjemukan tp ini tdk bener baru ini cerita ngalir enak... /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga Safa hamil
Rusmini Mini
nasib badan.... kenapa apes banget si Andina 😮😮
Rusmini Mini
melabrak calon pelakor dgn elegan hebat Andina /Good//Good/
Rusmini Mini
teman sejati susah senang bersama
Rusmini Mini
hpku lemot kalo ada IG thor /Good//Good/
Rusmini Mini
kalian berdua lebay /Smug//Smug//Smug/
Rusmini Mini
Aa Iky cemburu eh Arya jg cemburu .. kompak ni yeee..../Tongue//Tongue/
Rusmini Mini
gak punya malu Laura... untung ada Mauren cewek badas yg sayang Andina dan Arya lu bebal nekad goda Arya habis lu /Panic//Panic//Panic/
Rusmini Mini
Arya lg ketiduran di toilet makanya lama /Grin//Grin//Grin/
Rusmini Mini
di semarang ada .. aduh lupa namanya ..... 🤦🤦
Rusmini Mini
jadi pengen cimol thor .... Athaya kamu hebat gak rugi mama dan papi didik kamu berakhlak mulia hebat 👍👍👍
Rusmini Mini
ih cemburu buta,gak malu sm si buta dr gua hantu dasar Willi /Smug/
Rusmini Mini
yang sabar ya Aa Iky dan Mofa yg penting saling percaya /Heart//Heart/
Rusmini Mini
semoga promil nya sukses ya Mofa dan Aa Iky
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!