Di Nikahi laki-laki dingin dan arogan, yang baru saja bertemu beberapa jam lalu? karena sebuah insiden, sepetinya mustahil. Akan tetapi itu terjadi kepada Crystal. Di selamatkan dan bawa pulang demi sebuah tanggung jawab. Ia malah dinikahi Nervan, karena untuk memenuhi janji pada sang Ibu yang baru saja sadar dari koma.
Bagaimana kisah bab demi bab yang memuat aksi kocak, menjengkelkan, menyedihkan, romantisme, hingga pertengkaran dan permusuhan, mari baca! Terima kasih.
MENDADAK MENIKAH KARENA SEBUAH JANJI.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rose noor, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
10. Taruhan Cinta
Kini Crystal sudah Sah menjadi Istri nya Nervan. Pernikahan yang sangat sederhana, Tidak ada untaian bunga-bunga segar, mereka pun tidak di ruangan yang di hiasi pernak pernik pernikahan lainnya, melainkan ini kamar rumah sakit, dengan berbagai macam alat dan aroma khas rumah sakit yang tercium, bukan aroma pernikahan.
Crystal hanya menggunakan gaun putih sederhana yang membalut tubuh nya, namun walaupun begitu, Crystal masih terlihat cantik dan elegant dengan riasan natural, rambut yang di biarkan terurai hanya tersemat bandana kecil dari rangkaian bunga yang di susun melingkar.
Crystal lebih mirip pengantin kecil, ketimbang pengantin pada umumnya. Nervan yang menginginkan itu. Crystal di makeup oleh makeup wedding sewaan Nervan.
Sedangkan pakaian Nervan, sudah tidak aneh, kaus polos putih di padukan blazer hitam dan celana chinos fit slim warna hitam, terlihat Keren dan fashionable, serta tidak lupa sepatu sneakers putih untuk menunjang penampilannya.
Di ruangan itu pun, hanya di hadiri oleh Pak penghulu, Wali hakim dari KUA, Dokter yang menangani Mami Nervan, dua orang suster, Seorang Ustadz dan dua orang saksi yaitu Asisten dan sekertaris Papi nya Nervan.
--
Penghulu pun memanjatkan Doa, Lalu di teruskan oleh seorang Ustadz. Hingga segala nya usai. Penghulu, Wali hakim dari KUA, Ustadz, Dokter, suster serta saksi pun meninggalkan ruangan tersebut.
Kini tinggal lah Crystal, Nervan dan kedua orang tua Nervan.
"Terima kasih Nak! su-sudah memberikan menantu untuk Mami, menantu yang cantik! cantik sekali." Ujar Mami Nervan pada Nervan.
"Terima kasih sayang, sudah mau menjadi Istrinya Evan," ucap Mami nya Nervan Kembali di tujukan pada Crystal.
walaupun terlihat masih sangat lemah, namun terlihat rona bahagia terpancar di wajahnya dengan senyuman yang manis sekali mengembang pada bibirnya.
"Sama-sama Mih, Mami lekas sembuh yah! agar secepatnya dapat pulang ke rumah, tenang saja! Istri Evan yang akan merawat Mami nanti!" ucap Nervan melirik Crystal dengan senyuman licik nya.
"Heeumm, maksud cowok gesrek ini, apa coba? Aku akan di jadikan suster gitu di rumah nya?" batin Crystal dengan geram nya.
"Iya...Mih sama-sama! Mamih semangat untuk segara pulih yaah!" ucap Crystal dengan lembutnya, sembari mengelus tangan Mami Nervan dengan lembut pula, senyuman tak pernah lepas dari bibir Crystal.
"Heuh! bisa akting juga nih Anak kecil di hadapan Mami! bagus deh, jadi gue tidak perlu repot berdebat karena harus memerintahkan bersikap manis," ucap Nervan dalam qolbu nya.
"Baiklah, Nak! Semoga pernikahan kalian langgeng ya! dan harapan kami adalah mendapatkan cucu secepatnya," timpal Papi Nervan.
"Hee...heeee,i...yaa.. emm..Piiih, Miiih," ucap Crystal seperti orang kurang waras menyeringai aneh lalu ia mendelik enggan pada Nervan.
"Sudah lah Pih, Mih! Jangan memikirkan cucu dahulu, pikirkan saja keadaan Mami, agar cepat pulang, Evan sudah rindu sekali berkumpul dengan kalian," tukas Nervan.
"Tapi janji, kalian akan menyambut kepulangan Mami dengan kado yaitu cucu," ucap Mami Nervan Kembali terdengar sedikit memaksa.
"Maaf Nak! tadi kamu mengatakan, bahwa orang tuamu sedang di luar negeri?" tanya Papi Nervan pada Crystal.
"Betul Pih! mereka sedang bekerja di luar negeri saat ini," ucap Crystal jujur namun ia tidak menjelaskan pekerjaan apa yang sedang di jalani orang tua nya.
Memang Crystal tidak berbohong, saat ini orang tua nya sedang berada di Jepang.
Maka dari itu saat menjemput Crystal di bandara mereka tidak hadir, malah memerintahkan para Bodyguard sang Ayah, yang memang khusus di persiapkan untuk menjaga Crystal.
"Baiklah Mami sayang, kalau begitu kami pulang yah! kan agar Evan dan Cysa dapat langsung mengabulkan keinginan Mami," ucap Nervan tiba-tiba mengakhiri pertanyaan sang Papi, dengan cuek nya.
"Ehemmmm," suara deheman Crystal. Namun Nervan tidak mempedulikan nya.
"Cepatlah kalian pulang, hari sudah mulai larut, nikmati Waktu kalian, oh ya Van, jangan lupa minum jamu sebelum tempur, agar sehat dan kuat! You know Van, pengantin baru tuh, tidak cukup hanya dengan satu, dua kali pertempuran," goda Papi Nervan, membuat Crystal menelan salivanya dalam- dalam, lalu menunduk malu.
Crystal bergidik mendengar kata 'Pertempuran', Crystal bukan anak SD yang tidak paham dengan ucapan Papi Nervan.
"Siap Pih!" ucap Nervan seperti hendak bertempur sungguhan.
"Papi sudah, jangan lagi menggoda mereka! lihat Pih,Cysa malu tuh," ujar Mami Nervan.
Wajah Crystal sepertinya merona merah karena malu, ia merunduk dan menatap pangkuan nya yang saat ini sedang duduk di kursi roda.
ketika Crystal sampai di rumah sakit, ia menggunakan kursi roda di mulai dari lobby rumah sakit, Karena kaki nya masih sakit jika di gerakan.
Mami Nirvana sangat terkejut tadi. Mereka jujur bahwa Crystal baru saja ter serempet mobil, namun mereka tidak memberitahukan bahwa yang menyerempet Crystal itu adalah Nervan sendiri.
"Baik kami pulang, Assalamua'laikum Mih, Pih," pamit Nervan di susul sun tangan dari Crystal.
"Wa'alaikum salam, hati-hati Nak!
Kini waktu menunjukkan pukul 10: 30 malam. Di hadapan orang tuanya, sikap Nervan begitu lembut dan peduli pada Crystal.
Nervan mendorong kursi roda Crystal hingga keluar kamar. Namun Crystal tak menyangka hingga di luar kamar pun Nervan masih mendorong Crystal dengan baik, hingga masuk kedalam lift dengan tidak ada percakapan lalu mereka sampailah di lobby rumah sakit.
Mereka pun keluar dari Lobby dan berhenti di depan pintu masuk, tempat menurunkan serta menaikkan penumpang.
"Tunggu sebentar di sini, aku akan mengambil mobil terlebih dahulu," ucap Nervan.
"Iya!" sahut Crystal singkat.
"Aku? hah gak salah dengar kan?" batin Crystal.
Nervan pun bergegas ke parkiran, lalu ia mengeluarkan mobilnya dan menghampiri Crystal.
"Ayo turun dan naik ke mobil, kursi roda ini tidak dapat di bawa pulang!" ucap Nervan dingin saat ia sudah berada di hadapan Crystal.
"Huu.. bagaimana turun dari kursi roda dan cara aku masuk kedalam mobil?" pikir Crystal.
Namun ia terkejut, ketika tiba-tiba Nervan sudah mengangkat tubuh nya tanpa bicara lalu ia menaikan Crystal, ke atas mobil duduk di kursi sebelah nya.
Perlakuan Nervan manis sekali, memasangkan sabuk pengaman, menatap nya lembut, seolah Crystal betul-betul pengantin sungguhan nya malam ini, (ya memang sungguhan sih, hanya belum saling mencintai saja) hingga membuat hati dan perasaan Crystal ketar ketir tak karuan.
"Terimakasih," ucap Crystal malu-malu.
"Heuh, ok!" senyum di ujung bibir setengah terpaksa dan jawaban yang super dingin.
"Oh my God! ini orang memiliki kepribadian ganda? baru saja perlakuan nya begitu manis, mengapa saat ini mirip zombie, kaku dan beerr(dingin)." batin Crystal.
**
Nervan pun masuk dan duduk di kursi kemudi, lalu ia melajukan mobilnya.
Sesekali Crystal melirik Nervan yang pokus pada jalanan.
"Tak perlu lirik-lirik. Gue memang tampan di lirik dari sudut manapun, hati-hati untuk tidak melirik, nanti tertarik," ucap Nervan lalu ia menoleh sekilas dengan senyuman di ujung bibirnya nya.
"Ish..narsis, siapa yang lirik-lirik situ! gak level!" ucap Crystal ketus. sebetulnya ia sedang dilanda malu karena terciduk melirik dan mengamati Nervan dengan tatapan lembut nya.
"Heuh! mari taruhan dengan gue," ucap Nervan.
"Gak mau, taruhan itu dosa," sanggah Crystal.
"Tidak seharusnya, memang nya taruhan uang, ini taruhan Cinta!" ucap Nervan.
"Maksudnya?" tanya Crystal.
"Jadi begini, kita kan sudah menikah, dan perjanjian nya kita akan berpisah saat Mami sudah pulih sepenuhnya, agar ia siap menerima perpisahan kita," ucap Nervan.
"Hu'uh lalu..." tanya Crystal, dengan sedikit pelan. karena dia merasa ada sesuatu menusuk di jantung nya mendengar kata perpisahan.
"Lalu, ya mungkin aja lo jatuh cinta pada gue sebelum waktu perpisahan tiba, maka elo harus memberikan seluruh cinta dan kehidupan lo untuk gue," ujar Nervan.
"Huh, mana ada taruhan cinta, lalu kalau mas Nervan yang jatuh cinta terhadap ku?" tanya Crystal dengan lantang.
"Gak akan dan gak mungkin, Kalaupun itu terjadi, paling juga hanya di dalam mimpi, ahahaha," ucap Nervan sembari tertawa.
"Curang kamu mas! Aku muanya adil, kamu harus membayar dengan hal yang sama, seandainya nanti kamu jatuh cinta padaku, maka kamu harus membayar Cinta pada ku 10 kali lipat dari cinta yang kumiliki, kamu harus menyerahkan hidup mu untuk ku," ujar Crystal dengan berani.
"Jangan harap!" tukas ketus Nervan
ucapan Nervan sukses membuat telinga Crystal panas, yang merasa Nervan sudah keterlaluan makanya ia merasa gregetan.
"Iiikkkkhhh.. ku kutuk, agar kamu menjadi bucin akut terhadap ku mas!" teriak Crystal sembari meraih tangan kiri Nervan dan menggigit nya.
"Awwsshhh.. lepas Anak kecil. Ini sakit!" teriak Nervan, karena Nervan merasa terkejut maka ia oleng dalam mengendalikan laju mobil nya.
"Awas Mas!"
Bersambung....
tlng tmn" bantu cari kejelekan sifat papi harsyal yaaa...
truma apa itu...lagian cysa juga sprti perempuan murahan...sangat mudah di tipu dgn kata" rayuan evan...keenakan evan...cuna segitu aja penolakan cysa...
terserah lah thor...
hahaha....emang enak di cuekin lu van...hahaha
ini kejahatan..kok bisa sih...
hadddeeeeeuuh
ga apa" cysa,nti ada saatnya kamu bls perbuatan evan...sabaaar