NovelToon NovelToon
Fii Lauhim Mahfudz

Fii Lauhim Mahfudz

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:385k
Nilai: 4.9
Nama Author: Febby Sadin

Dan Dia rahasiakan, kita tak pernah sedikitpun tahu...
Dan Dia jaga, kita tak pernah sedikitpun menerka nya...
Kita selama ini hanya mengeluh sembari seolah jalani saja....

Fii Lauhim Mahfudz... kisah kehakikian kehidupan yang menyuguhkan segala cuplik kehidupan.
Seorang Habibah yang mencintai Habibi dalam diam, dan hanya bisa berdoa dengan berbagai usaha yang menggemaskan.
Di bumbui oleh lika-liku kehidupan yang apik, dengan berbagai kisah persahabatan, persaudaraan dan cinta ❤😘...

selamat membaca 🥰🥰🥰

bisa juga kalian dapatkan buku novelnya melalui online di link nulisbuku.com

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Febby Sadin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Rasa Ingin Tahu

Jalanan telah ramai di penuhi oleh mahasiswa, aku berdiri bagai Arjuna yang menunggu Sang Dewi datang untuk menyampaikan bahwa dia telah terkena luka panah darinya. Namun aku bukanlah orang lain. Aku hanya seorang hamba Allah.

“Ayo, pak. Kita lanjutkan lagi perjalanan.” Ucapnya pada bapak sopir, setelah sejenak

terdiam di pinggir trotoar jalanan kampus dimana Sang adik berada. Angkot pun kembali

melanjutkan perjalanannya tuk antarkan laki-laki pincang itu sampai di Rumah Sakit tempatnya berobat.

Sesampainya laki-laki itu disana, dari kejauhan tiba-tiba seseorang memanggilnya, hingga

membuatnya pun membalikkan badan.

“Aby Mahbub, bukan?”

Sedangkan yang di tanya tersenyum, dimana senyuman itu menunjukkan seolah ingin

meneteskan air mata. Dan seketika itu langsung di peluklah Aby oleh orang itu.

“Bagaimana kabarmu duhai Habibi?” ucap Aby.

Sembari melepaskan pelukan, Ahmad pun menjawab, “Alhamdulillahirobbil ‘alamin..

kamu?”

“Seperti yang kau lihat.”

“Baiklah, setelah kau mendengarku aku ingin bertanya. Sejujurnya, aku sempat terkejut

saat tadi melihatmu ke kejauhan, dan saat aku mendapat keyakinan bahwa itu dirimu, serasa

aku ingin bertanya. Apa yang terjadi denganmu selama ini?”

Aby pun tersenyum. Namun dia meminta waktu pada Ahmad. Dan Ahmad mengiyakannya, lalu setelah itu keduanya pun berada di ruang kontrol Aby.

“Beginilah diriku,” ucap Aby setelah menceritakan semua tentang dirinya. Mulai dari sejak selesai dari latihan hadrah atau banjari bersama-sama Ahmad, dia hendak kembali ke kontrakannya, namun dia teringat akan keluarganya, hingga dia pun di tabrak oleh truk bermuatan, hingga akhirnya patah lah kedua tulang kakinya.

“Aku merasa hina…”

“Mengapa, Aby?”

“Aku sangat durhaka, Ahmad!”

“Allah mengampunimu selagi keduanya begitu pula…”

“Ayahku telah tiada..”

“Innalillahi wa inna ilaihi roji’un… maafkan aku,”

“Tak ada yang harus di maafkan, Ahmad…”

“Aku tak tahu harus berkata apa…” akhirnya Ahmad pun mengalah. Terdiam.

“Lanjutkan perjalananmu, dan jangan katakan apa-apa tentang diriku pada siapapun..”

jawab Aby.

Dengan berat hati Ahmad pun beranjak dari tempat dimana Aby terbaring lemah dalam

pengobatannya. Dia ucapkan salam pada Aby, dan dia dengar pula jewaban salam itu dari

Aby.

Dia telusuri jalanan, meski sedikit lebih jauh jarak yang di tempuhnya menuju kampus,

dia tetap tak memilih angkot sebagai kendaraan yang akan mengantarkannya untuk sampai di

kampus.

Namun dia lebih memilih alas kaki sebagai kendaraannya. Dia masih ingin menikmati perjalanannya dengan kedua kaki sehatnya, dia ingin mengatakan pada hatinya, bahwa dia sangat bersyukur masih bisa berjalan, dia ingin gantikan rasa lelahnya dengan tidak adanya kekuatan dari kedua kaki kawannya.

Dia tak ingin hal itu dia lihat lagi, dia ingin hal itu terbebas dari kawannya. Dalam setiap langkah kakinya yang penuh pengharapan itu, di ujung jalan sesampainya di depan kampus, dia sempurnakan doa dalam hatinya itu dengan kata, AMIN.

Sembari dia hempaskan nafas panjang, mengusir sejuta kekhawatiran dalam hatinya. Saat dia alihkan pandangan ke ujung sana, tiba-tiba langsung terkejutlah dia saat dia dapati seseorang tengah berdiri tegak mengarahkan pandangan ke arahnya.

Dia tetap berjalan lurus, sampai kini tepat berada di depan orang yang telah dari tadi melihatinya, dan sampai saat itu tetaplah begitu. Perlahan dia pun dengar pertanyaan darinya,

“Aku ingin tahu dari mana engkau,” tanyanya.

Saat mendengar pertanyaan itu, langsung di tatap terkejutlah Ahmad olehnya.

Dia pun balik bertanya tanpa menjawab pertanyaan itu, untuk mengalihkan perhatiannya.

“Apa adakah yang membuat hatimu gundah dengannya, Habibah?” tanya Ahmad.

Langsung terdiamlah Habibah dengan mendapati pertanyaan Ahmad. Dengan perlahan dia pun hanya mampu menjawab dengan gelengan kepala.

Dan dengan perlahan pula dia mulai membalikkan badan, meninggalkan tempat itu. Namun tiba-tiba pula Ahmad bersamaan dengan mulai melangkahnya kaki Habibah, dia berkata,

“Aku ingin kau menjawab pertanyaanku dengan kata meski itu hanya sebuah,” ucap Ahmad.

Habibah pun tertegun, dia hentikan langkah dan menoleh pada Ahmad, hingga bertatapan lah kedua mata itu. Dan saat itu pula terdengar jawaban dari Habibah,

“Hanya Allah dan Rasul Nya yang tahu, karena andai kau tahu, sungguh! Aku sendiri tak tahu apa maksudku tadi menghadangmu dan bertanya pertanyaan itu padamu…” dan Habibah langsung melanjutkan langkahnya lagi, namun, untuk kedua kalinya Ahmad menghentikan.

“Aku ingin kau tahu satu hal,”

Langsung terhentilah langkah Habibah, tepat setelah dia menoleh lagi. Ahmad melanjutkan, “Dimana hal itu adalah sebuah jawaban dari pertanyaanmu itu…”

“Katakanlah,” ucap Habibah.

Ahmad pun mulai bercerita, “Aku bertemu dengan seseorang, dia hanya teman lama,

yang berjuang sendiri dengan di temani keyakinan melawan kelumpuhannya…” tanpa

memberitahukan siapa dia, Ahmad mengakhiri ceritanya.

Terlihatlah oleh Ahmad, Habibah tampak berpikir.

“Semoga hanya prasangkaku, dan semoga dia yang kau ceritakan berhasil menjalani

perjuangannya.” Lalu Habibah pun benar-benar meninggalkan tempat itu, meninggalkan Ahmad sendiri. Hingga pertanyaan-pertanyaanlah yang kini tumbuh di hati Ahmad.

“Ada apa sebenarnya dengan Habibah? Mengapa dia seolah begitu memahami? Meski dia tak tahu siapa yang ku ceritakan?”

Sedangkan saat itu juga, di setiap langkah kaki Habibah, rangkaian bayang-bayang terkaan hatinya pun muncul begitu saja. Dan prasangka-prasangka hatinya begitu saja ada.

Tatapannya seolah tak berada di sekitarnya, langkahnya serasa tak berpijak lagi di bumi, dia

hanya mampu bergumam.

“Siapa yang dimaksud Ahmad tadi? Oh Ahmad, kau selalu membuatku bertanya-tanya…

sampai kapan kau lakuakan itu? Dan sampai kapan kau akan menyadari?”

Namun dia tetap saja melangkah, dan tetap saja berusaha tenangkan hatinya, meski benar

bibir telah menyetujui perkataan lisan bahwa telah tak ada lagi sebuah rasa untuk Habibi, tapi hati tetap mengumandang Habibi hanya untuk Habibah, karena Habibi itu dengan Habibah.

“Ah, tenangkan dirimu Habibah!” dia coba tenangkan dirinya.

...****************...

1
Minartie
karya sastra tingkat tinggi maaf jika aku membacanya kebingungan....mungkin 3 tahun lagi saat ku lulus kuliah akan membacanya lagi🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻💓💓💓💓💓
Febby Sadin: hehe baca terus aja siapa tau suka dek 😅 atau baca novel author yg lain 😉
total 1 replies
Agazzy Jun
sekian lama q bca novel bru kli ini puyeng q bcanya susah phminya
Febby Sadin: semangat 😄
total 1 replies
Nurul Komaria
Sampek di sini dulu ya soalnya capek dan mau sekolah
Novi 78
bingung akunya...
Daisy🌻
semngat kak 🔥🔥🔥

yuuuk mmpir juga dikaryaku berjudul "menikah karena perjodohan (Haris dan Hana) " smoga berkenan, mksh 🥰🥰🥰
Apriyani Nai Raden Bangsawan
bingung pahami nya 🙃
RN
7 like favorite untuk mu😍
intip playboy mengejar cinta❤😘 yuk
Sari Fatun
mubeng mubeng ora paham alure py
Giesa Indawan
lanjut thor
Masni Shaqinah
bahasanya baku banget...agak ribet memahaminya,,🙏
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
R_3DHE 💪('ω'💪)
bahasanya terlalu berat.... susah dimengerti...
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
Fans Beratmu
lanjut Thor
Giesa Indawan
masyaAllah... aku suka dari stiap susunan kalimatnya
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 1 replies
Abdhi Al Jundi
mata y terlalu puitis bnyk sekali.. hayalan y sehingga yg baca bosan...
Abdhi Al Jundi
terlalu bnyk puisi jd bhs y ky sangat pujangga... menghayal y terlalu jauh
yeni nofriza
aaaaaaahhhhhh.... kirain 😅😅😅😅
siska mentari
ku bava berulang2. sehingga paham sya . haduhhhh
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 2 replies
Elly Supriaty
bunda pingin sekali ada lanjutan thor
Elly Supriaty: insyaaAllah bunda mau
total 2 replies
Nenden Sulastri Rosida
sya msih blm fham sm alur crita ny,tp msh lnjut bca z lh.....
Bill: Mampir yuk ke cerita islami ku yang berjudul "DIARY ALHANAN"
total 2 replies
Elis Sa
lanjut mbak feb...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!