NovelToon NovelToon
Pengantin Buta Pengganti Sang Mafioso

Pengantin Buta Pengganti Sang Mafioso

Status: tamat
Genre:Romantis / Mafia / CEO / Pengantin Pengganti Konglomerat / Orang Disabilitas / Tamat
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Paula menezes

Sehari sebelum pernikahannya dengan Don Camorra, sang kakak kabur bersama kekasih gelapnya.

Otavio Martini tidak punya hati. Sejak kecil ia dibentuk menjadi mesin pembunuh, dan kini seluruh Sisilia gemetar bila namanya disebut. Pernikahan dengan putri sang konsiglier hanyalah kewajiban yang harus ia tuntaskan. Maka ketika pengantinnya menghilang, ia tahu persis siapa yang harus membayar: seluruh keluarga si pelarian.

Bianca, adik sang pengantin, hanya gadis buta berlidah tajam yang tak pernah menginginkan dunia mafia. Dengan pistol menempel di kepalanya dan nyawa ibunya dipertaruhkan, ia hanya punya satu pilihan: mengenakan gaun pengantin kakaknya dan menjadi istri pria yang bahkan tak sudi menatapnya lembut.

"Aku tidak bisa bersikap baik. Tapi kau milikku, Bianca, dan tak seorang pun boleh menyentuh milikku."

Sebuah pernikahan yang dimulai dengan ancaman. Seorang Don yang tak percaya cinta. Seorang istri pengganti yang menolak tunduk. Dan musuh-musuh yang bersembunyi di balik meja Dewan, di dalam rumah, bahkan di dalam keluarga sendiri.

Berapa lama sebuah hati yang katanya sudah mati sanggup bertahan, ketika satu-satunya orang yang bisa menyelamatkannya adalah gadis yang seharusnya tak pernah ada di altar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Paula menezes, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 8

Semua orang berkumpul di ruang pesta besar. Bianca hanya ingin pergi dari sana. Ia memang tidak bisa melihat, tetapi ia merasakan suasana ruangan itu dan tahu dirinya tidak diterima.

Otavio membawanya ke dekat sebuah meja besar. Salah satu anggota Dewan memanggilnya untuk mengucapkan selamat, sehingga Otavio menjauh sedikit dari Bianca. Gadis itu pun sesaat berdiri sendirian di samping meja tempat kue pengantin diletakkan.

Joyce memanfaatkan saat Otavio lengah dan mendekati Bianca. Niatnya tidak baik, dan Bianca segera tahu itu.

"Hei, perempuan tak berguna. Jadi kau mau menjebak Otavio?"

"Kamu siapa? Soal pertanyaanmu, bukan, Sayang. Aku tidak sedang menjebak siapa pun."

"Aku siapa? Astaga, kau memang menyedihkan. Pantas dikasihani."

"Aku tidak mengerti apa salahku sampai kamu semarah ini. Oh, tunggu, kayaknya aku tahu. Kamu pasti ingin ada di posisiku, tapi sayang, yang menyedihkan dan pantas dikasihani ini yang menikah dengan Otavio." Bianca tidak mau pergi sambil diam, mendengar semua hinaan itu. Walau tidak ingin berada di sana, ia menolak dihina lagi oleh siapa pun. Yang tidak ia ketahui, Otavio berdiri di dekatnya, di belakang Joyce, memperhatikan dan mendengar semuanya.

"Jangan lupa tempatmu, dasar pengganti."

"Aku tidak lupa. Tapi akan kunikmati setiap bagian dari dia, sementara kamu menggeliat dalam amarah dan iri hatimu."

Tak satu pun ucapan Bianca itu benar, tetapi Otavio geli melihat keberanian gadis mungil yang lancang itu. Namun Bianca tidak menyangka Joyce licik dan tak punya batas. Dengan gerakan cepat, Joyce diam-diam mendorong Bianca ke meja kue, membuatnya jatuh di depan semua orang. Bianca malu. Ia merasakan semua mata tertuju padanya dan mendengar komentar-komentar kejam tentang dirinya.

Ellen segera muncul dan membantu Bianca berdiri. Wajah gadis itu merah karena malu. Otavio naik pitam, sebab ia melihat semuanya saat bicara dengan anggota Dewan itu. Ia memandang ibunya, memberi isyarat agar membawa Bianca ke kamar. Tetapi sebelum mereka naik, Otavio angkat bicara.

"Dengar semua! Sudah kubilang dan akan kuulangi. Siapa pun yang berbuat sesuatu pada Bianca akan membayar dengan nyawa, sama seperti Joyce kita tersayang ini. ANAK BUAH, BAWA DIA KE GUDANG!"

Semua orang saling pandang, terkejut oleh sikap Otavio. Anak buahnya menangkap Joyce dan menyeretnya pergi. Joyce menjerit-jerit, sebab ia putri anggota Dewan paling berpengaruh. Namun Otavio tidak akan membiarkan Joyce lolos begitu saja setelah apa yang terjadi.

"Otavio, Don-ku, kumohon ampuni putriku. Dia hancur karena kehilangan satu-satunya lelaki yang pernah dia cintai. Kalau Don masih punya sedikit pertimbangan, kumohon ampuni dia."

"Giuseppe yang baik, kau tahu lebih baik daripada aku bahwa yang mengampuni itu Tuhan. Tugasku mengirim ke neraka siapa pun yang tidak mendengarkanku."

"Kumohon, Don, aku mengemis, selamatkan putriku."

"Begini saja. Hukumannya kuserahkan pada Bianca. Apa pun yang dia putuskan akan dilaksanakan."

Giuseppe hendak bicara, tetapi ia gentar mengetahui putrinya berada di tangan istri sang Don. Walau hanya pengganti, selama Bianca masih menikah dengan Otavio, ia harus dihormati dan dilindungi mafia. Giuseppe tahu perbuatan Joyce bisa merenggut nyawa putrinya.

Setelah menyampaikan syarat itu pada Giuseppe, Otavio menyuruh semua orang meninggalkan rumahnya. Ia sudah muak melihat wajah mereka. Begitu semua pergi, hanya tersisa beberapa orang kepercayaan dan sahabatnya, Jhon. Otavio akhirnya bisa bernapas. Ia duduk dan menenggak wiski, teman lamanya, di samping Jhon. Jhon tertawa melihat keadaan itu dan kesulitan yang menimpa sahabatnya, sebab perang bisa saja meletus gara-gara ia begitu gigih membela istrinya.

"Kenapa, Jhon?"

"Kurasa si Mungil pirang itu sedang mengacak-acak kepalamu, Kawan."

"Aku cuma tidak suka ketidakadilan."

"Yang benar saja, Kawan. Kau tidak pernah peduli pada siapa pun selain ibumu, apalagi pada orang yang baru kau kenal."

Otavio tidak menjawab dan menghela napas pelan. Ia tahu temannya benar. Bianca membangkitkan naluri dalam dirinya yang membuatnya ingin melindunginya, tetapi ia tidak mengerti kenapa.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!