Kai Adrian atau kerap di sapa Gus Kai, seorang anak kiyai terkenal, Gus Kai adalah seorang dokter spesialis jantung.
Gus Kai terkenal dengan ketampanannya dan juga prestasinya di bidang akademi dan juga Dakwahnya melalui media sosial pribadi miliknya.
Kepribadinnya yang tenang dan tidak sukanya huru- hara, membuat dirinya harus mengiklaskan calon istrinya untuk sang Kakak.
Namun apakah Gus Kai bisa mencari kebahagiaannya sendiri? dan adakah perempuan yang mampu membuatnya jatuh Cinta? Nantikan kisah perjalanan cinta Gus Kai.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nana Kusumaningrum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
11
" kenapa kurang?"tanya Kai.
" enggak mau itu kebanyakan buat saya, saya aja biasanya saja cuma satu setengah " jawab Najma yang memang sangat amat irit.
"itu kan dulu, kamu sendiri sekarang kamu sama saya berdua, nanti kita belanja buat keperluan kamu yang lain, ini terima " ujar Kai memberikan Kartu tersebut di tangan Najma.
Najma memandang Kartu tersebut, kemudian menyimpannya di dalam dompetnya, setelah itu ia mengekori Kai yang kini sedang memilih baju ganti.
" Kamu ngapain ngikuti saya?" tanya Kai.
" Saya enggak tau almari saya yang mana" jawab Najma.
" Tadi kan sudah kasih tau kamu, yang itu Najma" sahut Kai.
" Iyaa tapi itu pintunya ada empat, saya takut salah buka" jawab Najma yang masih terlalu takut untuk melakukan apapun di sini.
" Itu semua punya kamu, cari sendiri saya mau ganti baju dulu" sahut Kai, kemudian beranjak ke kamar mandi.
Najma kemudian membuka lemari itu satu persatu, Najma kemudian mencari baju tidur ataupun baju rumahan, namun dirinya tidak menemukannya ,ia hanya menemukan baju gamis yang tergantung rapi dan cukup banyak, dan beberapa setalan rok, baju lengan panjang dan juga Jilbab yang sudah tertata rapi dan juga baju- baju kurang bahan.
" ckelek "
Najma kemudian menoleh ke arah Kai yang sudah berganti pakaiannya dengan kaos polos dengan sarung bercorak, " Guss" panggil Najma.
" Apalagi?" tanya Kai yang sejujurnya merasa lelah setelah perjalanan jauh.
"ini kenapa baju rumahnya kurang bahan semua gus" adu Najma sambil menujuk ke arah deretan baju rumah.
Kai kemudian mengceknya dan benar saja, baju rumah yang ada di lemari sang istri, baju- baju yang kurang bahan.
" Ckk... kamu pakai baju kamu dulu, kamu bawa kan?" tanya Kai.
" Tadi Gus sendiri yang kasih baju- baju saya ke orang di jalan" jawab Najma, yang memang baju- baju lama Najma yang ia bawa dari jogja, Kai kasih ke orang di lampu merah tadi.
"pakai baju saya dulu kalau begitu " ucap Kai, kemudian mengambilkan Najma baju kaos miliknya dan juga celana pendek miliknya.
Najma kemudian mengambil pakaian dalam yang sudah di siapkan oleh suaminya dan juga mengambil baju suaminya dan berganti.
Sedangkan Kai merebahkan dirinya ke kasur dan memejamkan matanya, tidak berselang lama Kai sudah dalam alam mimpi, mungkin terlalu lelah karena perjalanan panjang.
Sedangkan Najma keluar dari kamar mandinya dan menatap dirinya di cermin, " Ini kenapa jadi kayak orang- orang sawah yaa" gumam Najma.
" Astagfirullah, Bersyukur Najma" gumam Najma setelahnya.
" Ini aku pakai jilbab gak yaa? tapi dari kemarin rambut ku ketutup terus " ujar Najma.
Najma kemudian mengintip ke arah kamar tidur, dimana hanya bersekat tembok tanpa adanya pintu, Najma melihat suaminya yang sudah memejam kan matanya dan nafas yang teratur.
" Gus Kai, udah tidur, lebih baik aku gak pakai jilbab aja, nanti kalau ada tanda - tanda beliau bangun,aku baru pakai jilbab" gumam Najma yang ingin mengerjakan pekerjaannya.
Najma kemudian mengambil macbook barunya yang di berikan oleh suaminya waktu itu dan juga ponselnya, ia berjanji akan menjaga pemberian suaminya itu baik- baik, karena ia tau uang yang di keluarkan suaminya untuk membeli dua barang tersebut.
Najma duduk di sofa yang ada di depan ranjang dan tv di kamar tersebut, sebenarnya di ujung kamar dekat pintu arah ke balkon, Najma melihat ada meja kerja milik Suaminya, namun dirinya tidak berani untuk menyentuhnya.
Najma mulai mengerjakan tugasnya, namun baru ia kerjakan setengah dirinya sudah tertidur dengan posisinya yang kini di bawah dan kepalanya ia letakkan di sofa sebagai bantalannya.
Sedangkan di ruang tamu ndalem,Ilham, Aiza masih dengan meeting sekrang di tambah Umi Siti dan juga Abi Ibrahim.
" Kai menyerahkan semuanya ke kamu, jadi Kai sudah percaya ke kamu, Umi juga ngikut saja, untuk Najma yang Umi tau dia juga nurut dan orangnya juga engga suka yang aneh- aneh, jadi yang di pilihkan dia juga suka" ucap Umi Siti ketika Ilham menanyakan pendapat beliau tetang resepsi kai dan Najma.
" Jadi namanya Najma" gumam Aiza melihat ke arah tangga dan ada sedikit harapan jika dirinya bertemu dengan Kai.
" Kalau kamu gimana nduk? biar sekalian di fiks kan" tanya Umi Siti pada Aiza yang masih menatap ke arah tangga.
Ilham beralih menatap Aiza yang melamun dan pandangannya ke arah tangga, " Za... kamu gimana za?" tanya Ilham dan sedikit menyengol Aiza dengan buku yang ada di tangannya.
" Ahhh... nggeh gimana Gus?" tanya Aiza yang sedikit terkejut.
" umi tanya, kamu gimana? mau ada yang di request ndak?" tanya Ilham.
" Ahh ngapunten ( maaf) Umi, Aiza sedang tidak fokus, Aiza manut mawon, sama pilihan Umi dan Gus Ilham " jawab Aiza yang kembali memandang ke arah tangga.
" ada apa nduk di tangga, sampai liat ke tangga terus?" tanya Umi Siti yang juga menyadari jika Aiza sedari tadi melihat ke arah tangga.
" enggak kok mi, enggak ada apa- apa" jawab Aiza yang gugup.
Sedangkan di kampus teman- teman Najma terkejut mendapatkan kabar tentang Najma yang sudah menikah, mereka memang mengetahui jika ibu Najma telah berpulang dan Najma baru memberintahu tadi ke pada teman- temannya saat mengirimkan undangan online ke teman- temannya.
" Sebentar ini kan nama panjang Gus Dokter Kai, jadi suami Najma Gus Kai itu?" Tanya Syifa yang juga mengenal daerah yang akan di gunakan Najma untuk resepsi yang memang juga masih satu komplek dengan pondok Darussalam.
" Iya, berarti kemarin itu aku nganter Najma kesana buat ini?"tanya Syifa kembali.
" lebih baik, kita tunggu penjelasan Najma aja dulu, biar enggak salah faham" potong Aisyah.
" Iyaa.. kita juga enggak tau kejadiannya gimana? lagian Najma pasti masih berduka, buktinya biasanya dia paling heboh kalau kita mau kumpul di rumah mu Fa, ini dia juga belum chat apapun di grup " imbuh Kina.
Kembali ke pesantren, Kai bangun saat mendengar suara adzan Ashar berkumandang, Kai meraba kasur di sebelahnya, ia tidak mendapati sang istri di sampingnya.
Namun satu beranjak Kai mendapati Najma tidur di bawah dengan posisi duduk dan kepala berada di sofa dengan laptop yang masih menyala dan ponselnya yang terus berdering.
Kai kemudian melihat ke arah ponsel sang istri yang tertera nama Bintang di sana, " Siapa Gilang? bukannya dia bilang enggak punya pacar?" tanya Kai di lubuk hatinya.
Dirinya cukup penasaran dengan Gilang, Yang kembali menelfon sang istri, Kai melihat ke arah Najma yang masih terlelap.
Kai memilih untuk mengangkat, karena cukup mengangu juga, Saat Kai mengankatnya terdengar suara yang sedang marah- marah. " Ma, tugas aku mana, ini udah hampir deadline" omel seseorang dari sebrang.
Tanpa menjawab apapun Kai, kemudian mematikan panggilan secara sepihak dan membangunkan sang istri.
" Dek.... bangun dekkk" Kai mencoba membangun kan sang istri.
Cukup lama Kai, mencoba membangunkan sang istri,hingga akhirnya Najma bergerak dan perlahan membuka matanya, Namun yang tidak di sangka Najma malah mengigau.
".aduhh.... kenapa Gus, mampir di mimpi saya sih... nanti kalau saya jatuh ciptakan repot..., gu- Gus ganteng sih, tapi sayang.... kayaknya enggak suka cewek" gumam Najma,lalu kembali tertidur.
Kai terkejut dengan ucapan Najma, bisa- bisanya sang istri tidur dan berkata seperti itu, Kai memutuskan mengambil gelas yang berada di samping tempat tidur dan menyipratkan ke sang istri.
"aaa banjir- banjirr"
jgn bilang bakal ada poli poligamian ya Thor aku paling GK bisa kalo tntg poligami bawaannya emosi apalagi aiza udh Namba juteknya 🙄
si Gus kyknya otw bucin deh 🤭
Ilham cocok SM aiza sm2 nyebelin 😂